Serunya Peringatan Hut Ri Ke-76 dalam Rangkaian Acara Semarak Kemerdekaan Bersama Desamind Chapter Purbalingga X Desamind Chapter Bandung yang Diadakan Secara Virtual

Penyampaian Materi oleh Zakky Muhammad Noor, S.E. dibersamai Dwi Purworahayu, S.Psi. sekalu moderator

17 Agustus 2021 – Desamind Chapter Purbalingga (DCP) kali ini berkolaborasi dengan Desamind Chapter Bandung (DCB) untuk bersama-sama meramaikan HUT RI yang ke-76 yang diadakan pada hari Selasa (17/08/2021) pukul 13.35 WIB. Acara Semarak Kemerdekaan yang digelar tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Kapasitas Diri Lewat Komunitas Sosial”. Acara ini diikuti oleh 32 orang mencakup pemateri, perangkat DCP dan DCB, serta tamu undangan, dengan menggunakan dress code bertemakan “merah putih”.

Acara ini dibuka oleh Salsabila Rizki Awalia dari Divisi Pengembangan Program DCP dan Nurul Dwi Cahya dari Divisi Manajemen Komunitas DCB selaku Master of Ceremony (MC). Setelah sesi pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Glagah Eskacakra Setyowisnu, S.Si. selaku Kepala DCP, Aan Khosihan selaku Kepala DCB, serta sambutan oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc(ITE) selaku Founder dan President Director of Desamind.

Gambar 1. Sambutan oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc(ITE)

Kemudian, acara diserahkan oleh MC kepada Purworahayu, S.Psi. selaku moderator yang juga menjabat sebagai Staf Divisi Pengembangan Sumber Daya Internal DCP. Moderator membuka sesi talk show dengan menyapa peserta, pembacaan CV pemateri, dan mempersilakan Zakky Muhammad Noor, S.E. selaku pemateri yang juga menjabat sebagai Managing Director of Desamind. Zakky menyampaikan ilmu dan pengalamannya perihal komunitas, kontribusi terhadap desa, contoh kasus nyata dalam kegiatan berorganisasi, hingga beberapa teori maupun pendapat dari para tokoh.

Zakky menggambarkan manusia saat berorganisasi dalam 5 kategori: wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram. “Manusia wajib itu adalah kalo ada mereka, organisasi jadi keren, kalo gaada nanti organisasi hancur. Manusia sunnah itu organisasi bakal bagus kalo ada mereka, dan kalo ga ada ya gapapa. Minimal kita jadi orang yang mubah, ga bikin hancur dengan keberadaan kita meski gabisa kasih benefit. Untuk manusia makruh, itu mereka masih bisa ditolerir meski hanya memberikan dampak yang kurang baik. Sedangkan manusia haram itu adalah mereka yang hanya akan membawa kerugian besar dengan keberadaannya dalam organisasi.” ujarnya.

“Di organisasi atau komunitas itu, kalo kalian mau totalitas pasti ada yang akan kalian dapetin. Kalo kalian merasa udah totalitas dan merasa ga dapet apa-apa, itu pasti cuma belum terasa aja. Berorganisasi adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kapasitas diri.”

Zakky Muhammad Noor, S.E.
Penyampaian Materi oleh Zakky Muhammad Noor, S.E. dibersamai Dwi Purworahayu, S.Psi. sekalu moderator
Gambar 2. Penyampaian Materi oleh Zakky Muhammad Noor, S.E. dibersamai Dwi Purworahayu, S.Psi. sekalu moderator

Setelah sesi talk show selesai, acara berlanjut ke perlombaan secara online: lomba gambar patas, lomba makan kerupuk, dan quiz sejarah RI via kahoot.com. Pemenang perlombaan ini yaitu Annisa Fathiatun Nabilah (DCP), Aida Nurrohmah (DCB), Glagah Eskacakra Setyowisnu (DCP), Fani Silviani (DCB), dan Rizky Julianto Perkasa (DCB) yang mendapatkan total hadiah e-money sebesar ratusan ribu rupiah.

Gambar 3. Dokumentasi Peserta

Acara diakhiri dengan sedikit kesan dan pesan yang diberikan oleh peserta secara acak dan dilanjutkan penutupan oleh MC pada pukul 16.30 WIB.

Penulis : Glagah Eskacakra Setyowisnu
Editor  : Tim Jurnalistik Public Relation, Desamind

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *