Skip to main content
Tag

#sdgs17KemitraanDemiMencapaiTujuan

Kolaborasi dengan Sanggar Edukasi Purbalingga, Desamind Gelar Lilin Inspirasi “Jelajah Teknologi, Temukan Potensi”

By Berita Terkini, Press Release

Purbalingga – Desamind Indonesia berkolaborasi dengan Sanggar Edukasi Purbalingga menyelenggarakan Lilin Inspirasi  “Jelajah Teknologi, Temukan Potensi” pada Sabtu (1/8) di Sanggar Edukasi Karang Petir, Purbalingga. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar berbasis teknologi bagi 48 anak jenjang kelas 1 hingga kelas 6 sekolah dasar sebagai upaya menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan literasi digital sejak dini.

Selama 2,5 jam, para siswa belajar terkait pemanfaatan teknologi secara bijak, pembelajaran interaktif yang menyenangkan, mencoba teknologi Virtual Reality (VR), hingga bereksperimen menggunakan Makey-Makey sebagai media belajar kreatif. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri.

Gambar 1. Anak-Anak Mencoba VR dan Makey-Makey

Sesi inspiratif ini diisi oleh para akademisi dan penerima berbagai program beasiswa dari beragam latar belakang keilmuan, yaitu Hardika Dwi Hermawan (Dosen Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Penerima Beasiswa LPDP, Master of Information Technology in EducationUniversity of Hong Kong), Alwy Ahmed (Mahasiswa Internasional asal Kenya, Universitas Muhammadiyah Surakarta), Ari Septian (Penerima Beasiswa LPDP, Magister Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Ahmad Zamzami (Penerima Beasiswa LPDP, Magister Teknologi Pendidikan Universitas Sebelas Maret), Anisa Amalia (Penerima Beasiswa Universitas Sebelas Maret, Magister Pendidikan Bahasa Inggris), Ahmad Luthfi (Magister Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta), serta Abyan Wardhana (Penerima Beasiswa S1 Teknik Komputer, Telkom University).

Kehadiran rekan-rekan Desamind tidak hanya memperkenalkan berbagai teknologi kepada anak-anak, tetapi juga membagikan kisah perjalanan pendidikan mereka. Melalui cerita tersebut, anak-anak Sanggar Edukasi didorong untuk berani bermimpi, terus belajar, serta memanfaatkan teknologi secara positif sebagai bekal menghadapi masa depan.

Sanggar Edukasi Purbalingga merupakan ruang belajar gratis yang didirikan oleh Sherly sebagai bentuk kepeduliannya melihat masih banyak anak usia sekolah dasar yang belum menguasai kemampuan dasar, seperti membaca, menulis, dan berhitung. Sanggar ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang tumbuh bagi anak-anak untuk mengembangkan karakter, kreativitas, dan keterampilan hidup melalui kegiatan yang diselenggarakan secara rutin setiap Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu.

Gambar 2. Foto Bersama Sanggar Edukasi dan Desamind Purbalingga

Menanggapi kolaborasi antara Desamind dengan Sanggar Edukasi, Sherly menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak di sanggar.

“Bagi anak-anak kami, ini bukan sekadar kegiatan, tetapi pengalaman baru yang membuka cara pandang mereka tentang belajar  dan arti terus semangat,” ujar Sherly.

Sementara itu, Indri Wahyu N, Guru Sanggar Edukasi, menilai Desamind membawa semangat baru bagi anak-anak untuk terus belajar dan mengeksplorasi hal-hal baru.

“Kehadiran teman-teman Desamind memberikan energi baru bagi anak-anak. Mereka pulang dengan rasa ingin tahu yang jauh lebih besar setelah dikenalkan berbagai teknologi,” tutur Indri.

Selain melaksanakan kegiatan Lilin Inspirasi, Desamind Indonesia, Desamind Chapter Purbalingga, dan Sanggar Edukasi Purbalingga juga berdiskusi untuk mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan guna memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak di lingkungan Karang Petir, Purbalingga.

Author: Ahmad Zamzami

Monitoring dan Evaluasi II Beasiswa Desamind 5.0: Mengawal Inovasi Menjadi Solusi Berkelanjutan bagi Desa

By Beasiswa Desamind, Pemberdayaan Kepemudaan, Press Release

Surakarta, –  Desamind Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak pemimpin muda yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui penyelenggaraan Monitoring dan Evaluasi (Monev) II Beasiswa Desamind 5.0 pada Sabtu (25/7). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus pembelajaran bagi para awardee dalam mengembangkan proyek pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Monev merupakan bagian penting dari proses pendampingan Program Beasiswa Desamind. Tidak hanya menjadi sarana untuk menilai capaian program, kegiatan ini juga menjadi forum refleksi bagi para penerima beasiswa untuk mengidentifikasi tantangan, menyusun strategi perbaikan, serta memperkuat keberlanjutan program yang tengah dijalankan bersama masyarakat.

President Director Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, menegaskan bahwa program Beasiswa Desamind dirancang bukan sekadar memberikan dukungan pendanaan kepada mahasiswa, tetapi juga membangun ekosistem kepemimpinan sosial yang mampu melahirkan agen perubahan di desa.

“Keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang telah dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu menciptakan perubahan yang dirasakan masyarakat serta dapat terus berjalan setelah program berakhir. Karena itu, monitoring dan evaluasi menjadi ruang belajar bagi setiap awardee untuk terus menyempurnakan program yang mereka jalankan,” ujar Hardika.

Sesi monev dipandu oleh moderator dengan menghadirkan tiga panelis dari berbagai bidang keahlian, yaitu Ahmad Zamzami selaku Vice Director of Public Relations Division Desamind, Mohammad Rifli Mubarak selaku Climate & Sustainability Researcher ECADIN, serta Anggun S. Rahmi selaku Associate Scholarship Division Desamind. Ketiganya memberikan evaluasi secara komprehensif terhadap perkembangan masing-masing program berdasarkan kesesuaian antara perencanaan dan implementasi, keterlibatan masyarakat, efektivitas penggunaan sumber daya, inovasi, potensi keberlanjutan, hingga peluang pengembangan jejaring kemitraan.

Gambar 1. Sesi Tanggapan Program oleh Para Panelis

Mohammad Rifli Mubarak menilai bahwa berbagai program yang dipresentasikan telah menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam membaca persoalan lokal dan menerjemahkannya menjadi solusi yang relevan. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi tersebut dapat terus berkembang bersama masyarakat.

“Seluruh program yang dipresentasikan memiliki potensi untuk memberikan dampak yang nyata karena berangkat dari kebutuhan masyarakat. Ke depan, yang perlu diperkuat adalah strategi keberlanjutan, pengukuran dampak, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar manfaat program tidak berhenti ketika masa beasiswa selesai,” jelas Rifli.

Pada sesi presentasi, para awardee memaparkan berbagai inovasi yang telah diimplementasikan di desa dampingan. Beragam program tersebut menunjukkan bagaimana generasi muda mampu menghadirkan solusi atas persoalan lokal melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan potensi desa, serta inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan.

Aprila Kusuma Dewi mempresentasikan PEPAYA CHIPSY, sebuah program pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan pepaya menjadi keripik di Desa Bumirejo, Kabupaten Kulon Progo. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui pelatihan produksi, pengemasan, dan pemasaran produk.

Di bidang pendidikan, Wawan Sulaeman menghadirkan Sekolah Nusantara, sebuah program edukasi kesehatan reproduksi dan perlindungan anak di MI Al-Bahja, Kabupaten Subang. Program ini mengedukasi anak-anak mengenai perlindungan diri, batasan tubuh, dan pencegahan kekerasan seksual melalui pendekatan yang komunikatif dan sesuai dengan usia peserta didik.

Sementara itu, Bayu Hardito mengembangkan MAGGOVATE (Maggot Innovation for Sustainable Village) di Desa Bringkang sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis ekonomi sirkular. Program tersebut memanfaatkan limbah organik sebagai media budidaya maggot untuk pakan ikan serta mulai mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) guna mendukung proses monitoring budidaya.

Inovasi lain dipresentasikan oleh Ruhillah Khadijah El Basri melalui program Duck Value Enhancement, yang berfokus pada peningkatan nilai ekonomi telur bebek melalui inovasi produk aneka rasa, pengemasan yang lebih menarik, serta penguatan strategi pemasaran produk lokal di Desa Prasung.

Adapun Anisatul Himmah mengembangkan Sentra TOGA Kalibaru Kulon, sebuah program yang mengoptimalkan pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai sarana edukasi kesehatan sekaligus mendorong lahirnya peluang usaha berbasis produk herbal bagi masyarakat.

Selama proses monitoring, para panelis memberikan berbagai rekomendasi untuk memperkuat kualitas program, mulai dari penyusunan indikator keberhasilan yang lebih terukur, peningkatan partisipasi masyarakat, penguatan strategi keberlanjutan pasca program, hingga perluasan jejaring kolaborasi dengan pemerintah desa, perguruan tinggi, UMKM, dan sektor swasta. Peserta juga didorong untuk memperkuat dokumentasi, publikasi, serta pengukuran dampak sosial sebagai bentuk akuntabilitas pelaksanaan program.

Diskusi berlangsung interaktif dan konstruktif. Selain memperoleh masukan dari panelis, para awardee juga saling berbagi pengalaman mengenai strategi pelaksanaan program di lapangan. Proses ini menjadikan monitoring dan evaluasi sebagai ruang belajar bersama yang memperkaya perspektif sekaligus memperkuat kualitas implementasi program di masing-masing daerah.

Gambar 2. Foto Bersama Sesi Graduation

Melalui Monev II Beasiswa Desamind 5.0, Desamind Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendampingi mahasiswa menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di desa. Pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada pemberian bantuan pendanaan, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas kepemimpinan, inovasi sosial, manajemen program, dan strategi keberlanjutan agar setiap inisiatif yang lahir mampu terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Beragam inovasi yang dipresentasikan dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan solusi yang kontekstual sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui proses pendampingan yang berkelanjutan, Desamind juga berharap setiap program tidak hanya memberikan manfaat selama masa implementasi, tetapi juga mampu tumbuh menjadi model pemberdayaan masyarakat yang adaptif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Author: Kiki Irafa Candra

Editor: Ahmad Zamzami

Desamind Hadirkan Roikhanatun Nafi’ah,  Inovator Dunia di Bootcamp Junior Rural Development Specialist Batch 2

By Artikel, Pemberdayaan Kepemudaan, Press Release

Surakarta – Semangat membangun desa yang berkelanjutan kembali digaungkan dalam Bootcamp Junior Rural Development Specialist Batch 2 yang diselenggarakan oleh Sekolah Local Heroes – Desamind. Pada sesi yang berlangsung Minggu (12/7), para peserta memperoleh kesempatan istimewa untuk belajar langsung dari Roikhanatun Nafi’ah, pendiri sekaligus CEO Crustea yang baru saja mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional setelah terpilih sebagai salah satu inovator dalam World Bank Group Youth Summit 2026 di Washington, D.C.

Keikutsertaan Roikhanatun Nafi’ah dalam forum bergengsi yang mempertemukan inovator muda dari lebih dari 170 negara menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita semua. Tidak hanya berhasil memperkenalkan teknologi akuakultur berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) yang dikembangkan Crustea, ia juga menerima Early Ventures Award sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam mendorong akuakultur berkelanjutan dan pemberdayaan petambak skala kecil di Indonesia.

Gambar 1. Roikhanatun Nafi’ah saat Menerima Penghargaan sebagai Inovator dalam World Bank Group Youth Summit 2026 di Washington, D.C.

Roikhanatun Nafi’ah hadir sebagai narasumber dalam Bootcamp Junior Rural Development Specialist Batch 2 dengan membawakan materi “Building Sustainable Impact: How Changemakers Create Solutions that Last.” Kehadirannya memberikan perspektif global sekaligus pengalaman nyata kepada para peserta mengenai bagaimana sebuah inovasi lokal dapat berkembang hingga diakui dunia.

“Saya percaya bahwa dampak yang besar tidak selalu dimulai dari sumber daya yang besar. Dampak dimulai dari keberanian memahami masalah secara mendalam, membangun solusi bersama masyarakat, dan terus beradaptasi hingga solusi tersebut benar-benar menjadi milik komunitas,” ujar Nafi’ah.

Bagi Nafi’ah, seorang changemaker tidak cukup hanya memiliki ide yang baik. Solusi yang dibangun harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, memberikan manfaat dalam jangka panjang, serta tetap berjalan meskipun inisiatornya tidak lagi berada di lapangan. Menurutnya, keberlanjutan merupakan ukuran utama keberhasilan sebuah program sosial.

Gambar 2. Sesi Pemaparan Materi Building Sustainable Impact: How Changemakers Create Solutions that Last.

Ia juga menjelaskan bahwa membangun dampak berkelanjutan diawali dengan memahami akar permasalahan melalui proses observasi, riset lapangan, dan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat. Setelah itu, solusi perlu dirancang secara kolaboratif sehingga masyarakat bukan hanya menjadi penerima manfaat, melainkan menjadi pemilik sekaligus penggerak utama perubahan.

Lebih lanjut,Nafi’ah membagikan pengalaman Crustea dalam mengembangkan teknologi Eco-Aerator bertenaga surya, panel surya, dan sistem pemantauan kualitas air berbasis AIoT yang mampu memonitor kondisi tambak secara real-time, mengatur kadar oksigen secara otomatis, sekaligus menekan biaya energi bagi petambak udang. 

Diskusi berlangsung interaktif ketika para peserta menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi di daerah masing-masing. Salah satu peserta, Miskiyanto, yang dikenal sebagai petani milenial asal Situbondo dengan inovasi budidaya pekarangan, mengajukan pertanyaan mengenai strategi menjaga keberlanjutan program, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Menanggapi hal tersebut, Nafi’ah menegaskan bahwa keberlanjutan tidak dapat dibangun seorang diri.

“Program yang berkelanjutan harus memiliki ownership dari masyarakat. Ketika semua merasa memiliki, maka program akan tetap berjalan meskipun pendamping sudah selesai bertugas,” pungkasnya.

Author: Ahmad Zamzami

Desamind Indonesia Lantik 179 Perangkat Chapter Periode 2026/2027, Perkuat Peran Pemuda Membangun Desa

By Desamind Chapter, Press Release

Surakarta – Desamind Indonesia resmi melantik 179 Perangkat Desamind Chapter Periode 2026/2027 pada Minggu (5/7) secara daring melalui Zoom Meeting. Pelantikan ini menjadi tonggak awal penguatan gerakan kepemudaan Desamind sekaligus menandai dimulainya rangkaian Bootcamp Junior Rural Development Specialist (JRDS) by Sekolah Local Hero Indonesia Batch 2, sebuah program pengembangan kapasitas yang dirancang untuk membekali para perangkat chapter dengan kompetensi kepemimpinan, pengelolaan organisasi, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Sebanyak 179 perangkat yang dilantik berasal dari sepuluh Desamind Chapter, yakni Bogor, Majalengka, Garut, Cilacap, Soloraya, Magelang, Purbalingga, Gunungkidul, Pasuruan, dan Lombok Timur. Pada kesempatan yang sama, Desamind Indonesia juga meresmikan Desamind Chapter Garut dan Desamind Chapter Cilacap sebagai dua chapter baru hasil proses Open Recruitment Inisiasi Desamind Chapter 2026. Penambahan dua chapter tersebut menjadi bukti bahwa gerakan Desamind terus berkembang dan menjangkau semakin banyak daerah di Indonesia.

Rangkaian kegiatan dipandu oleh Yenni Riza selaku master of ceremony dan diawali dengan sambutan dari Zakky Muhammad Noor, Managing Director Desamind Indonesia. Dalam sambutannya, Zakky menegaskan bahwa kepengurusan chapter bukan sekadar menjalankan roda organisasi, tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi anak muda untuk menciptakan perubahan yang berdampak bagi masyarakat.

Chapter bukan sekadar organisasi, tetapi ruang bagi anak muda untuk menghadirkan solusi nyata bagi desa. Setiap program yang dijalankan harus lahir dari kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” ujar Zakky.

Usai pembukaan, peserta mengikuti sesi penguatan kapasitas bersama Hardika Dwi Hermawan, President Director Desamind Indonesia, yang menyampaikan materi “Global Trends and Local Challenges: Membaca Masa Depan Desaserta “Youth as Catalysts: Pemuda Penggerak Perubahan Desa”. Melalui kedua materi tersebut, peserta diajak memahami dinamika perubahan global yang memengaruhi pembangunan desa, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan iklim, hingga tantangan sosial-ekonomi. Di sisi lain, Hardika menekankan pentingnya peran pemuda sebagai penggerak inovasi yang mampu menghadirkan solusi berbasis potensi lokal.

“Desa membutuhkan pemuda yang tidak hanya memiliki kepedulian, tetapi juga mampu membaca perubahan, membangun kolaborasi, dan menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tutur Hardika.

Prosesi pelantikan kemudian diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pembukaan Desamind Chapter Garut dan Desamind Chapter Cilacap, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Pengangkatan Perangkat Desamind Chapter Periode 2026/2027 oleh Hardika Dwi Hermawan.

Momen sakral pelantikan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar yang dipandu oleh Abdul Aziez dari Chapter Division Desamind Indonesia. Ikrar diwakili oleh Salma, Kepala Desamind Chapter Soloraya, dan Bahtiar, Wakil Kepala Desamind Chapter Pasuruan. Seluruh perangkat chapter mengikuti ikrar secara serentak sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan amanah organisasi, menjunjung tinggi nilai-nilai Desamind, serta mengabdikan diri melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat desa.

Gambar 1. Materi “Logical Framework Approach (LFA) dalam Community Empowerment” dan “Strategic Excellence: PDCA Journey” oleh Dwi Pamuji Ismoyo

Sebagai bagian dari rangkaian bootcamp, peserta juga memperoleh pembekalan teknis dari Dwi Pamuji Ismoyo melalui materi “Logical Framework Approach (LFA) dalam Community Empowerment” dan “Strategic Excellence: PDCA Journey”. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan pendekatan sistematis dalam merancang program pemberdayaan masyarakat, mulai dari penyusunan tujuan, identifikasi indikator keberhasilan, pengelolaan risiko, hingga proses monitoring dan evaluasi. Selain itu, peserta juga diajak memahami siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) sebagai metode untuk memastikan setiap program dapat terus diperbaiki dan memberikan dampak yang berkelanjutan.

Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi Perangkat Desamind Chapter Periode 2026/2027 dalam mengemban amanah selama satu tahun ke depan. Dengan bertambahnya dua chapter baru, Desamind Indonesia semakin memperluas ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan desa.

Author: Abdul Aziez

Editor: Ahmad Zamzami

Universitas Indonesia dan Desamind Indonesia Kerjasama Perkuat Kapasitas Diaspora Indonesia di Selandia Baru melalui Program INTEGRA

By Artikel, Berita Terkini, Press Release

Auckland, Selandia Baru –  (23-27/05) Komitmen Desamind Indonesia dalam membangun jejaring pemuda dan komunitas Indonesia di tingkat global kembali diwujudkan melalui keterlibatannya dalam Program INTEGRA (Integrated Improvement of Digital Marketing Strategy, Food Safety Awareness, and Occupational Health and Safety System) yang diinisiasi oleh Universitas Indonesia.

Program yang dilaksanakan di Auckland, Selandia Baru, ini melibatkan 15 pekerja diaspora Indonesia yang bekerja di Mill Bakery dan K-Chicken, unit usaha yang berada di bawah naungan Fabulous Work Group. Kegiatan bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan pengembangan pemasaran digital, keamanan pangan, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Sebagai mitra strategis dalam program tersebut, Desamind Indonesia turut berperan dalam menjembatani kolaborasi antara dunia akademik, pelaku usaha diaspora, dan komunitas Indonesia di luar negeri. Keterlibatan ini sejalan dengan visi Desamind untuk menghadirkan generasi muda Indonesia yang memiliki kompetensi global sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

President Director Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, hadir langsung di Auckland untuk mengikuti rangkaian kegiatan, berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memperkuat peluang kolaborasi internasional yang dapat memberikan manfaat bagi komunitas diaspora Indonesia.

“Diaspora Indonesia memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dan penggerak ekonomi di berbagai negara. Melalui kolaborasi seperti INTEGRA, kami ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan akses terhadap pengetahuan, keterampilan, dan jejaring yang dapat mendukung pertumbuhan usaha maupun pengembangan komunitas secara berkelanjutan,” ujar Hardika.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh berbagai materi terkait strategi pemasaran digital dan pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar, penerapan standar keamanan pangan berbasis Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), hingga penguatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan usaha.

Gambar 1. Kolaborasi Tim INTEGRA dengan Mill Bakery dan K-Chicken

Program ini hadir sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi usaha kecil dan menengah di sektor pangan, mulai dari transformasi digital, meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kualitas produk, hingga pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Melalui sesi diskusi, studi kasus, serta praktik langsung, peserta didorong untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas operasional sehari-hari.

Salah satu capaian utama kegiatan ini adalah penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keamanan Pangan dan Food Safety Checklist yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional Mill Bakery. Dokumen tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas produksi, menjaga konsistensi layanan, serta memperkuat kepercayaan pelanggan.

Program INTEGRA juga menjadi ruang kolaborasi internasional yang melibatkan akademisi dan mahasiswa Indonesia di University of Auckland. Pertukaran pengetahuan yang terjadi selama kegiatan menunjukkan bahwa pengembangan komunitas tidak lagi dibatasi oleh wilayah geografis, melainkan dapat dilakukan melalui jejaring kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak dengan latar belakang yang beragam.

Gambar 2. Sesi Kunjungan Langsung ke Mill Bakery

Bagi Desamind Indonesia, keterlibatan dalam program ini merupakan bagian dari upaya memperluas dampak organisasi di tingkat global. Tidak hanya berfokus pada pembangunan desa dan pengembangan pemuda di Indonesia, Desamind juga terus mendorong terciptanya ruang kolaborasi yang mempertemukan pengetahuan, inovasi, dan praktik baik dari berbagai negara untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui kemitraan dengan Universitas Indonesia dan Fabulous Work Group, Desamind percaya bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia merupakan pondasi penting dalam membangun bisnis yang berdaya saing, komunitas yang tangguh, serta ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.

Ke depan, hasil pembelajaran dari program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai inisiatif pengembangan komunitas lainnya, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional. Dengan menghubungkan keahlian akademik, pengalaman praktis dunia usaha, dan semangat kolaborasi komunitas, program seperti INTEGRA menunjukkan bahwa perubahan yang berdampak dapat lahir dari kerja sama lintas sektor dan lintas negara.

Selamat! 108 Peserta dari Berbagai Daerah Indonesia Berkesempatan Ikuti Bootcamp Strategic SDGs-Based Rural Community Empowerment Specialist

By Pengumuman, Press Release

Surakarta — (27/05) Sebanyak 108 peserta dari berbagai daerah, institusi, komunitas, organisasi, perguruan tinggi, hingga sektor profesional di Indonesia resmi terpilih untuk mengikuti Bootcamp Strategic SDGs-Based Rural Community Empowerment Specialist yang akan dilaksanakan secara daring pada 31 Mei–14 Juni 2026. Program ini merupakan pelatihan intensif berbasis Rural Community Empowerment Project dan inovasi sosial yang diselenggarakan oleh Sekolah Local Heroes Desamind Indonesia sebagai bagian dari Laboratorium Sosial Penggerak Desa Batch 2 yang didukung oleh Pertamina Foundation.

Bootcamp ini dirancang sebagai ruang pembelajaran kolaboratif bagi generasi muda, penggerak komunitas, mahasiswa, serta aktor pembangunan masyarakat untuk memperkuat kapasitas dalam menghadirkan solusi sosial yang kreatif, terukur, dan berkelanjutan bagi desa dan komunitas. Melalui pendekatan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), design thinking, social innovation, community research and mapping, hingga pengembangan proyek sosial berkelanjutan, peserta akan dibekali kemampuan untuk memahami persoalan masyarakat sekaligus merancang program yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Tingginya antusiasme peserta dari berbagai wilayah di Indonesia menunjukkan meningkatnya perhatian generasi muda terhadap isu pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Para peserta yang lolos berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari mahasiswa, pegiat sosial, organisasi kepemudaan, komunitas desa, relawan, hingga profesional dari berbagai lembaga dan perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan.

Selama pelaksanaan bootcamp, peserta akan mengikuti serangkaian materi dan pendampingan yang mencakup:

  1. SDGs Desa dan Tantangan Pembangunan Berkelanjutan
  2. Youth Leadership and Community Movement
  3. Community Research & Social Mapping
  4. Perencanaan Program dan Proyek Sosial Desa
  5. Digital Tools & Social Campaign
  6. Monitoring, Evaluation, and Impact Measurement
  7. Final Project & Pitching Session.

Setelah pengumuman ini, seluruh peserta akan melaksanakan pertemuan pertama pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 15.30–17.30 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Pertemuan perdana tersebut akan menjadi ruang pengenalan program sekaligus pembelajaran awal mengenai SDGs Desa dan kepemimpinan pemuda dalam pembangunan masyarakat berkelanjutan.

Desamind Indonesia Open Recruitment Inisiator Chapter 2026, Ajak Pemuda Jadi Penggerak Pembangunan Desa

By Pengumuman, Press Release

Surakarta – Desamind Indonesia kembali membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan desa melalui program Open Recruitment Inisiator Desamind Chapter 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan gerakan pemberdayaan berbasis desa sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak local heroes di berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai organisasi non-profit berbasis kesukarelawanan, Desamind Indonesia berfokus pada penguatan kapasitas pemuda dan masyarakat desa melalui pendekatan bottom-up. Hingga saat ini, Desamind telah memiliki 16 chapter yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan ratusan pengurus dan ribuan anggota komunitas yang terlibat dalam berbagai program pemberdayaan.

Melalui program inisiasi chapter, Desamind membuka ruang bagi individu maupun kelompok untuk membentuk cabang resmi di tingkat kabupaten. Chapter ini nantinya berperan sebagai mitra strategis dalam menjalankan program-program pengembangan desa, seperti pelatihan, pembinaan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Tahapan Inisiasi Desamind Chapter 2026

Proses inisiasi dilakukan secara bertahap dan selektif guna memastikan kualitas serta keberlanjutan chapter yang terbentuk. Adapun tahapan yang harus dilalui peserta meliputi:

  • Open Recruitment dan Pengumpulan Berkas: 15–30 April 2026
  • Pengumuman Tahap 1: 1–3 Mei 2026
  • Technical Meeting Grand Design: 6 Mei 2026
  • Seleksi Grand Design: 7–16 Mei 2026
  • Pengumuman Tahap 2: 24 Mei 2026
  • Brainstorming dan Masa Inkubasi: 27 Mei 2026
  • Seleksi Tahap 3: 28 Mei–25 Juni 2026
  • Pengumuman Chapter Terpilih: 1 Juli 2026
  • Pelantikan Chapter 2026/2027: 5 Juli 2026

Selain seleksi administrasi, peserta juga akan menyusun grand design program serta mengikuti masa inkubasi yang berisi pengenalan organisasi, arah kebijakan, serta penguatan kapasitas sebagai inisiator gerakan sosial di tingkat desa.

Ketentuan dan Persyaratan Inisiator

Program ini terbuka bagi masyarakat yang memiliki semangat pengabdian dan visi yang sejalan dengan Desamind. Adapun ketentuan utama meliputi:

  • Memiliki visi dan misi yang sejalan dengan Desamind
  • Lingkup chapter berada pada wilayah administratif kabupaten
  • Belum terdapat Desamind Chapter di kabupaten yang diinisiasi
  • Bersedia mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi

Sementara itu, ketentuan bagi tim inisiator adalah sebagai berikut:

  • Terdiri dari 3–5 orang
  • Minimal 2 orang berusia ≥20 tahun atau mahasiswa semester 5, serta memiliki pengalaman organisasi minimal 1 tahun
  • Berdomisili atau berkomitmen beraktivitas di wilayah yang diinisiasi minimal 1 tahun ke depan
  • Anggota tim dapat berasal dari berbagai daerah, selama memiliki komitmen pada wilayah yang diusulkan

Akses Pendaftaran dan Panduan

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan berikut:
🔗 bit.ly/InisiasiChapter2026

Panduan lengkap terkait program, persyaratan, serta mekanisme seleksi dapat diakses melalui:
🔗 bit.ly/PanduanInisiasiChapter2026

Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui narahubung:

  • Melinda (Chapter Division): +62 895-3899-95899
  • Linda (Chapter Division): +62 812-9102-7654

Gambar 1. Pamflet Informasi Open Recruitment Inisiator Desamind Chapter 2026.

Desamind menegaskan bahwa seluruh proses inisiasi tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Program ini tidak hanya menjadi ajang seleksi, tetapi juga ruang pembelajaran bagi pemuda untuk memahami pembangunan desa secara komprehensif. Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis komunitas, Desamind mendorong lahirnya pemuda yang mampu merancang solusi nyata sesuai kebutuhan masyarakat.

Melalui inisiatif chapter, Desamind berharap semakin banyak generasi muda yang mengambil peran aktif dalam pembangunan desa, tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di wilayahnya masing-masing.

Author: Ahmad Zamzami

YBKI Surakarta Rujuk Praktik Desamind Indonesia dalam Perkuat Pengelolaan Relawan Berkelanjutan

By Berita Terkini, Press Release

Surakarta — Yayasan Benih Keluarga Indonesia (YBKI) Surakarta menggelar kegiatan sharing session bersama Desamind Indonesia pada Jumat (4/4). Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama dalam memperkuat kapasitas kelembagaan, khususnya dalam pengelolaan relawan dan pengembangan program pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Ketua YBKI Surakarta, Nurhayati, S.Pd.I., Gr. dengan memperkenalkan profil serta berbagai program yang telah dijalankan. YBKI selama ini bergerak dalam bidang pembinaan dan pemberdayaan keluarga melalui sejumlah inisiatif, seperti sekolah pranikah, program parenting, hingga pendidikan anak berbasis masjid.

Dalam sesi tersebut, YBKI juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam mengelola relawan. Salah satu isu yang disoroti adalah menjaga konsistensi keterlibatan relawan dalam jangka panjang. Sebagai organisasi berbasis kerelawanan, YBKI menyadari bahwa relawan tidak dapat dipaksa, sehingga dibutuhkan pendekatan yang tepat agar mereka tetap berkomitmen.

Menjawab hal tersebut, President and Director Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. (ITE), memaparkan strategi Desamind dalam membangun dan menjaga keberlanjutan relawan. Ia menegaskan bahwa kekuatan utama Desamind terletak pada empat nilai inti, yaitu fun, ownership, collaborative, dan integrity.

Menurut Hardika, nilai fun diwujudkan melalui suasana kerja yang menyenangkan sehingga relawan merasa nyaman dalam berproses. Nilai ownership mendorong setiap individu untuk merasa memiliki program yang dijalankan. Sementara itu, collaborative menjadi kunci dalam membangun jejaring dan kerja sama lintas pihak, serta integrity menjaga komitmen dan konsistensi dalam setiap gerakan sosial.

“Relawan tidak bisa dipertahankan hanya dengan sistem, tetapi dengan rasa memiliki dan makna. Ketika mereka merasa menjadi bagian dari perubahan, mereka akan bertahan,” ujar Hardika.

Gambar 1. Sharing Session Pengelolaan Relawan dan Pengembangan Program Pemberdayaan Masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Director of Finance Desamind Indonesia, Meilani Intan Pertiwi, turut membagikan pengalamannya terkait dinamika internal organisasi. Ia menekankan bahwa soliditas tim menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan.

“Di Desamind, kami tumbuh bersama. Satu sama lain saling mendukung, sehingga terbentuk ekosistem yang kuat dan penuh semangat gotong royong,” jelas Meilani.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung interaktif sepanjang kegiatan. Salah satu pegiat YBKI, Nunik Nurhayati, mengaku mendapatkan banyak pembelajaran dari pengalaman Desamind.

“Kami belajar bahwa mengelola relawan bukan hanya soal program, tetapi juga membangun nilai dan budaya organisasi. Ini sangat membuka wawasan kami,” ungkapnya.

Ia juga berharap ke depan YBKI dan Desamind dapat menjalin kolaborasi yang lebih konkret dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam penguatan keluarga dan generasi muda.

Author: Ahmad Zamzami

Merajut Kebersamaan Antar Chapter dan Menebar Kebermanfaatan di Bulan Ramadhan

By Artikel, Desamind Chapter

Yogyakarta – Bulan Ramadhan telah lama menjadi ruang istimewa bagi umat Islam untuk berlomba-lomba dalam kebaikan atau bahasa kerennya adalah fastabiqul khairat. Momentum inilah yang coba ditangkap oleh Desamind Chapter Yogyakarta melalui inisiasi Ramadhan Berkah Chapter Yogyakarta (RBCY) 1447 H. Sebuah rangkaian kegiatan yang dirancang tidak hanya menebar manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat, tetapi juga untuk menghidupkan kembali rasa solidaritas dan kekeluargaan antar perangkat chapter.

Berlangsung sepanjang bulan Ramadhan, dari tanggal 18 Februari hingga 19 Maret 2026, RBCY 1447 H menghadirkan beberapa kegiatan utama. Di tengah hiruk-pikuknya kesibukan Ramadhan, ada dua program yang secara khusus menyoroti dimensi kemanusiaan yang paling fundamental, yaitu pendekatan kepada anak-anak dengan nama “Sahabat Cilik Desamind” dan kolaborasi lintas chapter dengan nama “Chapter Nyawiji”. Keduanya mengajarkan bahwa Ramadhan bukan sekadar tentang ibadah personal, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir bagi sesama.

Sahabat Cilik Desamind: Ketika Anak-Anak Mendapatkan Teman Baru

Di sebuah sore yang teduh di Dusun Kemiri, sekelompok anak berkumpul di TPA bukan sekadar untuk mengaji, tetapi untuk bertemu dengan “kakak-kakak” baru yang datang dengan senyum dan cerita. Itulah gambaran sederhana dari Sahabat Cilik Desamind, sebuah program yang berfokus pada pendekatan edukatif dan spiritual kepada anak-anak. Nama “Sahabat Cilik” dipilih bukan tanpa alasan. Lebih dari sekadar pengajar, para perangkat chapter ingin menjadi sahabat bagi anak-anak Dusun Kemiri. Pendekatan ini disadari sebagai kunci utama: sebelum ilmu dapat tersampaikan, kedekatan emosional harus terlebih dahulu terbangun.

Gambar 1. Belajar Bersama Anak-Anak TPA Dusun Kemiri

Setiap hari Jumat atau hari-hari lain yang disepakati, tim Sahabat Cilik hadir di tengah kegiatan TPA anak-anak dusun. Lebih daripada itu, kegiatan ini juga dijalankan bersama dengan rekan-rekan dari Dakwah Hijrah Mahasiswa (DHM) dari Universitas Islam Indonesia (UII). Materi yang disampaikan dirancang dengan pendekatan fun learning, agar anak-anak tidak merasa sedang “sekolah” tetapi justru menikmati proses belajar. Ada sesi mengaji Iqra dan Al-Qur’an yang dipandu oleh teman-teman DHM, kemudian diselingi dengan storytelling tentang kisah-kisah Nabi dan Rasul, serta teladan dari para sahabat dari tim Desamind Chapter Yogyakarta. Tidak hanya itu, cerita-cerita inspiratif tentang tokoh-tokoh Islam dikemas dengan cara yang interaktif. Kadang menggunakan alat peraga sederhana, kadang dengan metode bercerita yang dramatis, semuanya bertujuan agar pesan-pesan kebaikan dapat meresap dengan cara yang menyenangkan.

Tujuan dari kegiatan ini sederhana, tetapi bermakna. Kami belajar menjadi pendidik, pendengar, dan sahabat peran yang mungkin jarang mereka dapatkan dalam keseharian.

Chapter Nyawiji: Ketika Dua Chapter Menjadi Satu

Jika Sahabat Cilik berbicara tentang pendekatan personal kepada anak-anak, maka Chapter Nyawiji adalah tentang bagaimana solidaritas lintas wilayah diwujudkan dalam aksi nyata. “Nyawiji” dalam bahasa Jawa berarti menjadi satu. Nama ini dipilih untuk merefleksikan esensi dari kegiatan ini: menyatukan dua chapter, yaitu Yogyakarta dan Gunungkidul dalam sebuah kolaborasi yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh nilai-nilai kemanusiaan.

Pada Minggu, 8 Maret 2026, seluruh perangkat Desamind Chapter Yogyakarta dan Gunungkidul berkumpul di Panti Asuhan Ulil Albab, Potorono, Banguntapan. Bukan sekadar berkunjung, rombongan datang membawa 15 paket sembako dari DRW Foundation, hal itu menjadi sebuah aksi sosial yang menjadi manifestasi nyata kepedulian di bulan yang penuh berkah. Rangkaian kegiatan dirancang dengan penuh perhatian. Dimulai dengan sambutan dari Ketua Desamind Chapter Gunungkidul, Putri Felita Listiani, dan Penanggung Jawab Panti Asuhan, Pak Andra. Kemudian, sesi inspirasi dengan tema “Menumbuhkan Harapan dan Semangat Bermimpi” dibawakan oleh Aqil Rafi Aljauzia sebuah sesi yang dirancang tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga untuk membuka ruang dialog interaktif dengan anak-anak panti.

Gambar 2. Games Outbound bersama Santri Ponpes Ulil Albab

Puncak dari kebersamaan terjadi saat sesi games outbound berlangsung. Dirancang sebagai sarana bonding, permainan ini tidak sekadar menghibur, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang menyenangkan. Ada Cerdas Cermat yang menguji pengetahuan seputar Ramadhan dan pengetahuan umum, Kata Berantai Ramadhan yang melatih konsentrasi dan kekompakan, hingga Tebak Gaya Ramadhan yang memicu tawa sekaligus kebersamaan.

Setelah rangkaian kegiatan bersama anak-anak panti, acara ditutup dengan internal bonding session antar perangkat kedua chapter. Di sinilah esensi “Nyawiji” benar-benar terasa refleksi bersama, evaluasi cepat, dan penguatan visi kolaborasi ke depan. Semua berlanjut hingga buka puasa bersama antar chapter.

Kegiatan yang Memberi Pesan Fundamental

Apa yang dilakukan Desamind Chapter Yogyakarta melalui Ramadhan Berkah 1447 H sebenarnya bukan sekadar serangkaian kegiatan. Ada pesan yang lebih dalam yang ingin disampaikan, bahwa kebaikan di bulan Ramadhan tidak harus selalu dalam bentuk materi yang besar, tetapi bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan konsisten.

Sahabat Cilik Desamind mengajarkan bahwa menjadi sahabat bagi anak-anak adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai. Sedekah ilmu, waktu, dan perhatian di bulan yang penuh ampunan mungkin tidak terukur dengan angka, tetapi dampaknya akan terasa bertahun-tahun kemudian. Chapter Nyawiji mengajarkan bahwa kolaborasi lintas wilayah bukan sekadar soal koordinasi administratif, tetapi tentang bagaimana dua kelompok dengan latar belakang berbeda bisa saling menguatkan. Ketika Yogyakarta dan Gunungkidul bersatu, yang terbangun bukan hanya program, tetapi juga jaringan persaudaraan yang lebih luas.

Di balik semua itu, ada satu kesadaran yang terus dijaga, bahwa Ramadhan adalah momentum untuk kembali kepada fitrah sebagai manusia yang peduli. Bukan sekadar peduli pada diri sendiri, tetapi peduli pada anak-anak yang membutuhkan teman belajar, peduli pada sesama yang membutuhkan uluran tangan, dan peduli pada kebersamaan yang selama ini mungkin terabaikan oleh kesibukan.

Ramadhan Berkah Chapter Yogyakarta 1447 H mungkin hanya berlangsung satu bulan. Namun, semangat yang dihidupkan tentang solidaritas, tentang pendekatan kepada anak-anak, tentang kolaborasi lintas chapter adalah benih yang ditanam untuk masa panjang. Sahabat Cilik bukan hanya tentang satu Ramadhan. Ia adalah awal dari bagaimana Desamind hadir secara konsisten di tengah anak-anak Dusun Kemiri. Chapter Nyawiji bukan hanya tentang satu kunjungan ke panti asuhan. Ia adalah fondasi dari kolaborasi lintas chapter yang akan terus dipelihara dan dikembangkan.

Pada akhirnya, Ramadhan mengajarkan satu hal yang sederhana namun fundamental, yaitu kebaikan sejati adalah kebaikan yang berkelanjutan. Hal itulah yang coba diwujudkan oleh Desamind Chapter Yogyakarta bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sebagai komitmen jangka panjang untuk terus hadir, terus memberi, dan terus bersatu.

Author: Desamind Chapter Yogyakarta

Semarakkan Ramadhan, Angkasa Pura Gandeng Desamind Bersihkan 12 Masjid di Boyolali

By Berita Terkini, Press Release

Boyolali — PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Adi Soemarmo berkolaborasi dengan Desamind Indonesia menggelar kegiatan Ramadhan Bersih dan Berkah dengan melakukan aksi bersih-bersih masjid di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu hingga Jumat (8–13/3), dengan melibatkan 30 relawan dari wilayah Soloraya.

Melalui kegiatan ini, relawan melakukan pembersihan di 12 masjid dan musala yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Ngemplak. Aksi bersih-bersih meliputi pembersihan ruang utama masjid, tempat wudu, halaman, serta penataan fasilitas ibadah guna menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan.

Adapun lokasi kegiatan meliputi Masjid Al-Ikhlas di Cepit, Ngargorejo; Masjid Nur Hidayah di Gentan, Sobokerto; Masjid Manhajunadzor di Tegal Pucung, Ngesrep; Masjid Husnul Jami’ di Kanoman, Gagaksipat; Musala Al Barokah di Sanggrahan, Donohudan; Masjid NU di Sadon, Sawahan; Masjid Al-Mukmin di Welar, Pandeyan; Masjid Jami’ Al-Muttaqin di Tambas, Kismoyoso; Masjid Nurul Khasanah di Lemahabang, Dibal; Masjid Al-Hikmah di Sindon; Masjid Al-Mukmin di Batongan, Manggung; serta Masjid Baitul Muslimin di Borongan, Giriroto.

Managing Director Desamind Indonesia, Zakky Muhammad Noor, dalam technical meeting dan pembekalan relawan menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan rumah ibadah, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan semangat kepedulian sosial.

Gambar 1. Technical Meeting dan Pembekalan Relawan

“Melalui kegiatan ini, para relawan diajak untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan aksi sederhana namun berdampak nyata, seperti menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah,” ujar Zakky.

Branch Communication, CSR, and Legal Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Adi Soemarmo, Tyas Ayu Novitasari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional bandara.

Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas seperti Desamind menjadi langkah penting untuk memperluas dampak kegiatan sosial sekaligus melibatkan generasi muda dalam gerakan kerelawanan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menghadirkan kenyamanan bagi jamaah dalam menjalankan ibadah selama Ramadan,” ungkap Tyas.

Gambar 2. Para Relawan Membersihkan dan Merapikan Masjid

Salah satu relawan, Afra Lana, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan bersih masjid tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi amalan baik di bulan puasa.

“Kegiatan ini memberi pengalaman yang berharga bagi kami. Hal sederhana seperti membersihkan masjid ternyata bisa menjadi bentuk ibadah sekaligus kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,” pungkas Afra.

Author: Ahmad Zamzami