MENGENAL WARNA-WARNI KAMPUNG TOPENG MALANG

Kampung-kampung tematik yang indah tersebar di beberapa sudut Kota Malang kini telah menjadi wajah baru bagi kota yang kerap dijuluki sebagai kota bunga itu. Masing-masing kampung wisata memiliki keunikan dan daya tariknya tersendiri, disesuaikan dengan potensi masyarakat yang ada di sana. Pembangunan kampung wisata tidak hanya semata-mata dilaksanakan untuk mendongkrak jumlah wisatawan saja, tetapi juga dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi masyarakat.

Desa Kanekes, Desa Suku Baduy Penjaga Keselarasan Tradisi dan Alam

Suku Baduy merupakan suku asli dari Provinsi Banten, tepatnya di kaki pegunungan Kendeng di Desa Kanekes, Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Pemukiman suku Baduy berjarak sekitar 40 km dari Rangkasbitung, pusat kota di Lebak, Banten. Orang Baduy menyebut diri mereka yaitu Urang Kanekes atau Orang Kanekes. Kata “Baduy” berasal dari peneliti belanda yang mengacu pada nama kelompok Arab Badawi yang gemar berpindah-pindah.

Tradisi Unik: Tidak Dikubur dan Tidak Berbau Busuk, Jenazah di Desa Trunyan Hanya Diletakkan Begitu Saja

Di kancah nasional maupun internasional, Bali tidak hanya dikenal sebagai pulau yang sangat indah, tapi juga sebagai tempat wisata. Selain keindahannya yang mempesona, keanekaragaman budaya di Pulau Dewata ini dapat membuat wisatawan terkagum-kagum. Salah satu daya tarik yang ada di Pulau Seribu Pura ini adalah Desa Trunyan yang terletak di daerah terpencil Bali, tepatnya di sebelah timur Tepi Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Desa Trunyan mungkin sudah tidak asing di telinga para pembaca sekalian. Akan tetapi, sekedar untuk me-refresh ulang ingatan yang agak luntur, mari simak seluk beluk Desa Trunyan berikut ini. Desa Trunyan adalah salah satu desa tertua yang ada di Bali. Diperkirakan jarak dari Denpasar menuju ke Kecamatan Kintamani ± 66.8 KM dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 56 menit.