Skip to main content

JAKARTA — Kunci utama dalam mencetak pemimpin muda yang berintegritas dan berdampak bagi masyarakat berawal dari tingkat kesadaran diri (self-awareness) yang kuat. Berakar dari prinsip tersebut, Desamind Indonesia bersama Jakarta Business School (JBS) membekali para mahasiswa penerima Beasiswa IMPACTPRENEUR 2026 melalui pemaparan materi reflektif Johari Window dalam rangkaian acara bertajuk Main Character Energy di Kampus Jakarta Business School, K-Link Tower, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/10).

Guna mendalami pentingnya kesadaran diri tersebut, Founder Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, hadir langsung dan memaparkan konsep Johari Window sebagai kerangka kerja psikologi untuk memahami dinamika persepsi diri. Dalam pemaparannya, Hardika menjelaskan bahwa Johari Window membagi pemahaman diri ke dalam empat area utama: 

  • Open Self (Diri Terbuka): Sisi diri yang diketahui oleh pribadi maupun orang lain.
  • Blind Self (Titik Buta): Area yang tidak disadari diri sendiri, tetapi dapat dilihat oleh orang lain.
  • Hidden Self (Diri Tersembunyi): Aspek atau potensi pribadi yang belum diungkapkan kepada publik.
  • Unknown Self (Potensi Belum Tergali): Sisi misteri yang memuat potensi yang belum tereksplorasi.

Ia menekankan bahwa menjadi seorang impactpreneur tidak hanya menuntut kemampuan eksekusi bisnis yang tajam, tetapi juga kerendahan hati untuk menerima masukan dan mengenali area buta (blind spot) dalam kepemimpinan. Lewat pemahaman Johari Window, mahasiswa dilatih agar senantiasa terbuka terhadap umpan balik (feedback), mampu beradaptasi, dan berkolaborasi secara inklusif dengan masyarakat.

Penyampaian materi pengembangan diri ini diproyeksikan sebagai bekal relevan bagi mahasiswa dalam menjalani masa studi akademis, mengasah kemampuan interpersonal, serta menjawab berbagai tantangan nyata di lapangan. Sebelum memasuki prosesi pelantikan resmi, antusiasme peserta juga dibangun melalui sesi kuis interaktif yang mendorong keterlibatan aktif para mahasiswa.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pelantikan awardee dan penyematan topi caping secara simbolis oleh pimpinan Desamind Indonesia dan Jakarta Business School sebagai lambang komitmen mahasiswa untuk siap turun langsung mengabdi dan membawa perubahan bagi masyarakat. Melalui sinergi ini, kedua lembaga menegaskan komitmen berkelanjutan dalam menyediakan ruang tumbuh bagi para sociopreneur muda Indonesia.

Penulis: Yesi Rahma Mustika