Surakarta – Desamind Indonesia melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Chapter II Periode Kepengurusan 2025/2026 pada Minggu, (12/4). Kegiatan ini digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dengan melibatkan partisipasi aktif pengurus Desamind Chapter dari berbagai daerah di Indonesia.
Adapun chapter yang mengikuti kegiatan ini meliputi Asmat, Bogor, Majalengka, Magelang, Purbalingga, Soloraya, Yogyakarta, Gunungkidul, Malang, Pasuruan, Lombok Timur, dan Maros. Kehadiran perwakilan chapter dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga tata kelola organisasi yang sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Monitoring dan evaluasi ini bertujuan melakukan penilaian menyeluruh terhadap kinerja, akuntabilitas, serta efektivitas pelaksanaan program kerja selama satu periode kepengurusan berjalan. Selain menjadi sarana evaluasi, agenda ini juga difungsikan sebagai ruang refleksi bersama untuk mengidentifikasi capaian, tantangan, serta peluang pengembangan chapter pada periode berikutnya.
Rangkaian kegiatan Monev Chapter II terdiri atas empat sesi utama, yakni pembukaan dan sambutan, sesi monitoring dan evaluasi, penyampaian hasil besar, serta prosesi demisioner perangkat Desamind Chapter periode 2025/2026.
Pada sesi pembukaan, Vice Director Chapter Division Desamind Indonesia sekaligus Ketua Panitia Monev, Nur Kholifah, menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya berfokus pada aspek administratif semata.
“Esensi Monev II tidak sekadar pada penilaian administratif, melainkan sebagai wadah silaturahmi dan refleksi kolektif untuk menata kembali niat dalam menjalankan roda gerakan Desamind Chapter di periode mendatang,” ujar Kholifah.
Pelaksanaan monitoring dilakukan secara sistematis dengan membagi 12 chapter ke dalam dua ruang virtual (breakout room). Masing-masing chapter mengikuti sesi diskusi intensif selama 60 menit bersama auditor.

Gambar 1. Sesi diskusi bersama Auditor
Dalam sesi tersebut, auditor melakukan pendalaman terhadap kondisi internal organisasi melalui tanya jawab berbasis kolom capaian yang telah diisi sebelumnya oleh masing-masing chapter. Pendekatan ini tidak hanya berfungsi sebagai validasi kinerja, tetapi juga menjadi ruang konsultasi strategis untuk merumuskan langkah perbaikan dan penguatan organisasi.
Hasil evaluasi kemudian dituangkan ke dalam lembar penilaian sebagai bahan rekomendasi pengembangan chapter pada periode selanjutnya. Dengan demikian, proses monitoring tidak hanya menilai capaian masa lalu, tetapi juga menyiapkan fondasi yang lebih kuat untuk masa depan organisasi.
Agenda ditutup dengan prosesi demisioner perangkat Desamind Chapter periode 2025/2026 yang dipimpin Director Chapter Division bersama para Kepala Desamind Chapter secara simbolis dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya satu periode kepengurusan sekaligus awal bagi regenerasi kepemimpinan chapter di berbagai daerah.
Author : Alwi Dwi Rahmadi
Editor: Ahmad Zamzami
