Skip to main content

SOLO –  Founder dan President Director Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, menerima penghargaan GSI Local Hero 2026 dari Gerakan Solusi Indonesia (GSI) dalam rangkaian kegiatan GSI Youth Fest Hero Summit 2026 yang diselenggarakan di GOR Indoor Manahan, Solo, Minggu (8/11). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada generasi muda yang memiliki karya, prestasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerahnya.

Hardika terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan GSI Local Hero 2026 mewakili Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Ia dinilai memiliki kontribusi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui Desamind Indonesia, organisasi nirlaba berbasis kesukarelawanan yang bergerak dalam pengembangan potensi pemuda dan masyarakat desa.

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Prof. Dr. Pujiyono Suwadi selaku Ketua Dewan Pembina Gerakan Solusi Indonesia. Hardika menjadi bagian dari 29 sosok Local Hero yang mendapatkan apresiasi dalam program GSI Local Hero 2026 dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Melalui program ini, GSI berupaya memberikan ruang apresiasi kepada anak muda yang tidak hanya memiliki gagasan dan prestasi, tetapi juga mengambil peran dalam menghadirkan perubahan positif di lingkungan masing-masing. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari semangat GSI Youth Fest Hero Summit 2026 yang mendorong generasi muda untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Gambar 1. Apresiasi 29 Local Hero dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, Ketua Dewan Pembina Gerakan Solusi Indonesia, mengungkapkan penghargaan ini merupakan salah satu upaya memberikan apresiasi dan dorongan penuh kepada generasi muda yang telah menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerahnya.

“Kami berharap semakin banyak pemuda yang terinspirasi untuk berkontribusi, mengembangkan potensi daerah, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan masing-masing,” ungkap Pujiyono.

Kontribusi Hardika  menjadi salah satu perhatian menarik karena kiprahnya membangun Desamind Indonesia. Melalui Desamind, Hardika bersama para penggerak dan relawan mengembangkan berbagai inisiatif pemberdayaan yang berorientasi pada penguatan kapasitas pemuda, pengembangan potensi masyarakat, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Gerakan tersebut berangkat dari keyakinan bahwa pembangunan Indonesia tidak dapat hanya bertumpu pada pusat-pusat perkotaan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat desa.

Selain kiprahnya di bidang pemberdayaan masyarakat, Hardika juga berkontribusi dalam dunia pendidikan sebagai dosen Pendidikan Teknik Informatika di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Latar belakang akademik dan aktivitasnya di bidang pendidikan teknologi menjadi salah satu bekal dalam mengembangkan pendekatan pemberdayaan yang menghubungkan pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Hardika menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan  representasi dari kerja kolektif seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam gerakan Desamind.

“Bagi saya, penghargaan ini merupakan apresiasi bagi seluruh orang yang selama ini telah bergerak dan berproses bersama Desamind. Saya juga mengajak seluruh anak muda untuk berani mengambil peran, mengembangkan potensi daerah, dan menghadirkan solusi atas persoalan di lingkungannya. Sebab, kontribusi pemuda tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar,” ungkap Hardika.

Author: Ahmad Zamzami