Di tengah ribuan delegasi pemuda pada peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda, Desamind Indonesia memperkenalkan gerakan pengembangan desa dan pemberdayaan pemuda lewat booth di The Agora, Taman Ismail Marzuki.

Tim Desamind Indonesia berfoto bersama di depan booth The Agora pada Indonesia Youth Summit 2026.
Sumber; Dokumentasi Desamind Indonesia
JAKARTA – Desamind Indonesia turut ambil bagian dalam Indonesia Youth Summit (IYS) 2026, forum kolaboratif pemuda yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 29-30 Oktober 2026 di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Mengusung tema Youth for the Future: Leading Change,Creating Impact, acara ini menjadi bagian dari peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda.
IYS 2026 dirancang sebagai ruang bertemunya ribuan pemuda Indonesia untuk bertukar gagasan, memperkuat persatuan, membangun jejaring, dan bersama-sama merancang masa depan Indonesia yang inklusif, maju, dan berkelanjutan. Panitia memperkirakan sekitar 5.000 delegasi hadir, mulai dari komunitas pemuda, organisasi kepemudaan, akademisi, inovator, hingga pengambil kebijakan.
Satu Panggung, Empat Ekosistem
Rangkaian acara IYS 2026 disusun dalam empat ekosistem. The Plenary menjadi forum utama yang memuat keynote, konferensi, peluncuran dokumen Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia, serta Penghargaan Wirasena bagi daerah dengan capaian Indeks Pembangunan Pemuda terbaik. The Arena menghadirkan final lomba debat dan pidato, booth competition, serta talkshow tematik. The Lab menjadi zona pengalaman interaktif, termasuk Mental Health Sanctuary yang menyediakan ruang tenang untuk konsultasi ringan. Sementara itu, The Agora menjadi ruang pamer tempat inovasi pemuda bertemu dengan dukungan lembaga, mitra, dan pasar. Di The Agora, Desamind Indonesia hadir bersama komunitas dan organisasi kepemudaan lain di paviliun yang berlokasi di selasar Teater Besar. Booth Desamind mudah dikenali lewat nuansa pedesaan: anyaman bambu, keranjang rotan, dan penataan hasil bumi seperti rimpang, serai, serta kacang-kacangan yang menyambut para pengunjung.

Relawan Desamind menyambut pengunjung di booth yang menampilkan peta kemitraan, produk, dan informasi program.
Sumber: Dokumentasi Desamind Indonesia
Di bagian dinding booth, terpampang peta Nusantara yang menandai jejaring kemitraan dan chapter Desamind di berbagai wilayah. Tidak ketinggalan, spanduk bertuliskan “Dari Desa, Tumbuh Perubahan” menegaskan arah gerakan ini. Desamind Indonesia merupakan organisasi nonprofit berbasis kesukarelawanan yang berfokus pada pemberdayaan pemuda dan pengembangan desa. Melalui pendidikan, penguatan kapasitas, dan kolaborasi sosial, Desamind mendorong lahirnya local heroes, yaitu para penggerak yang mampu menghadirkan perubahan nyata dan berkelanjutan di lingkungannya.
Selain materi informasi, booth juga menampilkan tote bag bermerek Desamind dan ajakan donasi untuk mendukung proyek pemberdayaan desa, sehingga pengunjung dapat mengenal program sekaligus mengambil bagian secara langsung. Sepanjang acara, para relawan yang mengenakan rompi hijau khas Desamind melayani pengunjung yang datang, berbincang tentang program, serta mencatat masukan dan ketertarikan mereka untuk berkolaborasi.
Selaras dengan Semangat Sumpah Pemuda
Kehadiran Desamind di IYS 2026 sejalan dengan tiga nilai yang diusung acara ini, yaitu patriotik, gigih, dan berempati. Pemberdayaan desa adalah wujud nyata kecintaan pada tanah air; konsistensi para relawan di lapangan mencerminkan kegigihan; dan keberpihakan pada masyarakat desa menunjukkan empati yang diterjemahkan ke dalam aksi.
Partisipasi di forum nasional ini juga menjadi kesempatan bagi Desamind untuk memperluas jejaring, bertemu calon mitra dan relawan baru, serta menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari desa. Seperti semangat yang diwariskan Sumpah Pemuda, gerakan ini mengajak pemuda untuk tidak hanya bermimpi tentang masa depan Indonesia, tetapi juga turun tangan membangunnya.
Ingin ikut bergerak bersama Desamind? Ikuti informasi program, peluang menjadi relawan, dan cara berdonasi melalui kanal resmi Desamind Indonesia.
Editor: Alan Ferdian Syah
