Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat berat bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat, hal ini diakibatkan oleh adanya wabah pandemi Covid-19. Wabah pandemi Covid-19 telah merubah merubah sendi-sendi kehidupan masyarakat, baik dari sisi ekonomi, politik, keamanan, kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan lainnya.
Kamis, 26 Agustus 2021 – Setelah sukses menggelar acara mentoring internal pertama beberapa pekan lalu, Divisi Public Relation Desamind kembali melaksanakan mentoring internal kedua pada Kamis malam (26/08/2021). Tema yang diusung pada sesi kali ini adalah “Mastering Public Speaking: Pelatihan MC dan Moderator”. Tidak berbeda dengan kegiatan sebelumnya, mentoring internal kedua ini juga dibutuhkan oleh para Associate Divisi Public Relation guna meningkatkan kemampuan Public Speaking saat melakukan hubungan kerjasama antara Desamind dengan pihak luar.
Menghadirkan pembicara yakni Meilinda Putri Wijayanti, S.T., mahasiswi S2 Institut Teknologi Bandung yang sudah malang-melintang berperan sebagai MC dan moderator di berbagai acara, mulai dari tingkat Fakultas hingga tingkat Nasional. Acara yang diselenggarakan pada Kamis malam tersebut berhasil mendapat antusiasme dari peserta pelatihan yang hadir. Terlihat peserta yang hadir pada acara webinar kali ini berjumlah 78 orang dengan komposisi 42 orang berasal dari pengurus Desamind Pusat, 21 orang dari pengurus Desamind Chapters, dan 15 orang peserta dari LLD Community.
Sesi foto bersama acara Webinar Internal Mentoring 2.0
Pemateri yang kerap dipanggil kak Putri ini sudah mengantongi banyak pengalaman menjadi Master of Ceremony, Moderator bahkan Speaker di berbagai acara selama masa kuliahnya hingga sekarang. Sehingga, dapat dilihat dari konten materi pada acara webinar tersebut yang berisi “daging semua”, seperti istilah yang diutarakan beliau.
Acara ini berlangsung sekitar dua jam dan diawali dengan pembukaan langsung oleh moderator acara, yakni Kamilya Anjani Putri dari divisi Public Relation. Kemudian, dilanjutkan dengan foto bersama di awal acara oleh seluruh peserta, pembacaan timeline, dan penyampaian sambutan oleh Presiden Direktur Desamind, Hardika Dwi Hermawan,S.Pd., M.Sc(ITE). Setelah sambutan dan pembacaan profil pemateri, acara berlanjut ke pemaparan materi dari kak Putri dan sesi QnA.
Penyampaian materi berlangsung sekitar 60 menit. Kak Putri membuka materi dengan memperkenalkan diri dan berbagi pengalaman beliau sekitar 15 menit. Kemudian, beliau melanjutkan dengan pembahasan awal mengenai definisi public speaking. Beliau juga menjelaskan mengenai kunci dari public speaking yang dibatasi hanya dua komponen, yakni ide dan rasa percaya diri. Setelahnya, Kak Putri menjelaskan tentang pentingnya kemampuan public speaking, manfaat, tips dan trik memiliki kemampuan komunikasi yang bagus, lalu diakhiri dengan teknik menjadi MC dan moderator yang baik.
Sesi penyampaian materi oleh Pemateri, Kak Putri
Setelah sesi materi berakhir, maka dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Moderator mengambil alih acara lalu menunjuk peserta yang hendak bertanya kepada pemateri. Sesi tanya jawab berlangsung dengan baik dan atraktif. Pertanyaan diajukan dan langsung dijawab oleh kak Putri (pertanyaan tidak ditampung terlebih dahulu). Ada perkataan Kak Putri yang penulis catat sebagai quote yang bagus. “Great things never come from your comfort zone,” yang berarti hal-hal besar tidak akan datang dari zona nyamanmu. Hal yang ditekankan oleh kak Putri pada mentoring kali ini adalah tetap mencoba, berani menghadapi tantangan, jangan menyerah, dan perbanyak koneksi.
Setelah sesi tanya jawab berakhir, ada closing statement yang disampaikan oleh kak Putri dan selanjutnya acara ditutup oleh moderator. Seperti mentoring sebelumnya, harapannya mentoring kali ini juga dapat meningkatkan kemampuan public speaking dan komunikasi yang baik bagi para anggota divisi Public Relation Desamind dan peserta yang hadir pada umumnya. Dengan begitu, peserta dapat melakukan komunikasi yang efektif, bukan hanya sekadar berbicara tanpa tujuan yang jelas.
Senin, 16 Agustus 2021 – Desamind Chapter Purbalingga telah mengirimkan donasi berupa pakaian layak pakai untuk disalurkan kepada warga di Kampung Duofo, Timika, Papua. Kegiatan donasi ini merupakan kolaborasi antara Desamind Chapter Purbalingga, Orbit Paper, Elemenesia Foundation, dan Yasara Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyediakan pakaian layak pakai kepada warga di Kampung Doufo.
17 Agustus 2021 – Desamind Chapter Purbalingga (DCP) kali ini berkolaborasi dengan Desamind Chapter Bandung (DCB) untuk bersama-sama meramaikan HUT RI yang ke-76 yang diadakan pada hari Selasa (17/08/2021) pukul 13.35 WIB. Acara Semarak Kemerdekaan yang digelar tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Kapasitas Diri Lewat Komunitas Sosial”. Acara ini diikuti oleh 32 orang mencakup pemateri, perangkat DCP dan DCB, serta tamu undangan, dengan menggunakan dress code bertemakan “merah putih”.
Minggu, 1 Agustus 2021 – Desamind sukses menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Awardee Beasiswa Desamind 1.0 melalui platform Zoom Meeting pada hari Minggu (1/8/2021). Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengevaluasi hasil kinerja para awardee Beasiswa Desamind 1.0 dalam mengimplementasikan program pengabdian di desa masing-masing. Para awardee Beasiswa Desamind 1.0 yang melakukan presentasi pada kegiatan tersebut ialah Aan Munandar, Emi Triani, Aulia Syifa Ardianti, Bagas Peimandaru, dan Alfiana Eka Priyanika yang masing-masing berasal dari daerah yang berbeda-beda.
Sambutan oleh Yulia Susanti selaku penanggung jawab Beasiswa Desamind
Acara dibuka oleh pemandu acara, yaitu Dewi Fajar, yang merupakan salah satu associate dari divisi Program Development Desamind. Pembukaan acara diawali dengan pembacaan susunan acara yang kemudian diikuti dengan sambutan dari Yulia Susanti sebagai penanggung jawab Beasiswa Desamind serta Evi Lestari selaku trustee Desamind. Pada kata sambutannya, Yulia Susanti memaparkan bahwa kegiatan MONEV ini tidak hanya dilaksanakan untuk mengevaluasi para awardee saja, tetapi juga sebagai bahan evaluasi serta masukan para panitia dalam menyelenggarakan Beasiswa Desamind di masa yang akan datang. Sedangkan Evi Lestari, pada kata sambutannya, banyak memberikan pengingat untuk keluarga besar Desamind, termasuk para awardee Beasiswa Desamind. “Entah dengan cara apa pun kita mengukir kebaikan, yang harus diingat hanya satu; kita harus selalu berpegang kepada iman dan adab,” ujar Evi Lestari dalam kata sambutannya.
Sesi pembuka kemudian diikuti oleh sesi presentasi awardee. Pada kegiatan ini, para awardee akan memaparkan progress kinerja mereka selama enam bulan dalam program pengabdian masyarakat sebagai salah satu rangkaian kegiatan Beasiswa Desamind. Setiap presentasi dari masing-masing awardee akan diikuti oleh sesi tanya-jawab dari tim juri. Tim juri yang hadir dalam kegiatan kali ini antara lain; Hardika Dwi Hermawan selaku founder sekaligus president director Desamind, Evi Lestari, Zakky Muhammad Noor selaku managing director Desamind, Dita Puji Rahayu selaku director divisi Growth Management Desamind, dan Lailati Rohmah selaku director divisi Sekretariat Desamind. Jajaran tim juri ini juga merupakan mentor untuk masing-masing awardee.
Presentasi Program Kerja Bumi Trikarso: Mengolah Lidah Buaya Menjadi Keripik & Minuman oleh Bagas Primandaru
Sesi presentasi pertama diawali oleh Bagas Primandaru yang mengusung program kerja Pemanfaatan Lidah Buaya Menjadi Keripik dan Minuman. Program kerja yang dimentori oleh Evi Lestari ini dilaksanakan di Desa Trikarso, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen dan akan dieksekusi pada bulan Juli 2021 hingga akhir tahun 2021. Metode pelaksanaan program ini meliputi lima tahapan, yaitu: tahap persiapan Bumi Trikarso, pemanfaatan lahan pekarangan, tahap pengolahan lidah buaya, tahap pemasaran produk, dan evaluasi. Bagas Primandaru, pada presentasinya, memaparkan bahwa terdapat beberapa kendala dalam proses eksekusi program. Kendala-kendala tersebut antara lain, terbatasnya alat produksi yang membuat pengerjaan menjadi tidak efektif dan efisien, terbatasnya bahan baku daun lidah buaya yang sesuai dengan kualifikasi produksi, serta belum adanya pelatihan pengolahan lidah buaya menjadi makanan yang menyebabkan minimnya inovasi produk olahan lidah buaya. Dalam presentasinya, Bagas Peimandaru juga memaparkan rencana-rencana yang akan dilaksanakan untuk mengembangkan program ini diantaranya adalah mengembangkan inovasi produk olahan lidah buaya lain serta memperluas target pemasaran. Setelah presentasi berakhir, dilanjutkan oleh sesi tanya jawab dengan tim juri yang dibuka oleh Dita Puji Rahayu. Pada sesi tanya jawab tersebut disampaikan pula masukan-masukan yang dapat mendukung kegiatan program Bumi Trikarso hingga berakhir.
Presentasi Program Kerja kianmembumi: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menggunakan Prinsip Circular Economy pada Masa Pandemi COVID-19 oleh Aulia Syifa Ardianti
Presentasi dari Bagas Peimandaru kemudian dilanjutkan oleh Aulia Syifa Ardianti dengan program kerja bertajuk kianmembumi, yang dimentori oleh Dita Puji Rahayu. Program kerja ini mengusung konsep Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menggunakan Prinsip Circular Economy pada Masa Pandemi COVID-19 dan diaplikasikan di Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap bersama dengan Kelompok Wanita Tani Sida Megar. Dalam menyusun program kianmembumi, awardee asal Cilacap ini menyorot tiga poin masalah yang melatarbelakangi program tersebut. Poin pertama yang dikemukakan oleh Aulia Syifa Ardianti adalah mengenai eksekusi Sustainable Development Goals (SDGs) yang diharapkan tidak hanya mencakup wilayah perkotaan atau industri-industri besar saja, melainkan juga perlu mencakup daerah-daerah kecil seperti pedesaan. “Apabila bicara mengenai lingkungan, industri-industri skala besar sudah ada AMDAL dan UKL UPL. Secara tidak langsung, sudah menjamin SDGs dari sekitar kawasan industri yang umumnya berada di daerah perkotaan,” tutur Aulia Syifa Ardianti, “berangkat dari hal tersebut, muncul pertanyaan; bagaimana pengelolaan SDGs di daerah pedesaan?” Poin selanjutnya yang dijabarkan adalah mengenai pencemaran udara akibat pembakaran sampah yang marak dijumpai di daerah Desa Adipala serta penurunan kegiatan ekonomi masyarakat akibat pandemi COVID-19, sebagai contoh dari krisis tersebut adalah berhentinya kegiatan KWT Sida Megar. Berangkat dari permasalahan-permasalahan tersebut, Aulia Syifa Ardianti memutuskan untuk menganut metode circular economy yang nantinya akan memanfaatkan kembali sampah sebagai modal awal dalam laju perputaran uang. Pada presentasinya, Aulia Syifa Ardianti memaparkan rangkaian rencana program kerja kianmembumi yang diantaranya adalah melakukan publikasi kegiatan “jemput sampah”. Dalam kegiatan ini, sampah-sampah yang dikumpulkan nanti akan dijual dan dijadikan modal untuk pelaksanaan kegiatan lainnya yaitu pembuatan pupuk, budidaya ikan, pembuatan produk abon ikan patin, serta memasarkan produk-produk KWT Sida Megar lainnya. Sedangkan hambatan-hambatan yang terjadi selama berlangsungnya program ini salah satu diantaranya adalah perlunya usaha lebih dalam membangun perspektif masyarakat untuk mengurangi budaya pembakaran sampah. Sesi tanya jawab yang dibuka oleh Zakky Muhammad Noor menjadi penutup untuk presentasi dari Aulia Syifa Ardianti.
Presentasi Program Kerja Menyapa Lereng Merapi oleh Alfiana Eka Priyanika
Alfiana Eka Priyanika menjadi awardee berikutnya yang mempresentasikan pelaksanaan program kerjanya. Menyapa Lereng Merapi menjadi tajuk untuk program kerja Alfiana Eka Priyanika dan dimentori oleh Hardika Dwi Hermawan. Program kerja ini dilaksanakan di Padukuhan Gilir Pasang dan Padukuhan Ngaringin, Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dengan mengusung bidang pendidikan, pengembangan masyarakat dan potensi daerah. Faktor-faktor yang melatarbelakangi program kerja tersebut diantaranya adalah akses pendidikan yang terbatas serta kurangnya inisiatif dari generasi muda desa tersebut. Berdasarkan permasalahan serta latar belakang yang telah disebutkan, Alfiana Eka Priyanika memaparkan program-program kerja yang diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi di Desa Tegal Mulyo khususnya di Padukuhan Gilir Pasang dan Padukuhan Ngaringin. Program-program kerja tersebut diantaranya adalah Waste Scholarship, Rumah Belajar Lentera, dan Mentoring. Rumah Belajar Lentera terdiri dari beberapa buah kegiatan yakni Taman Baca yang bertujuan untuk meningkatkan literasi anak-anak Desa Tegal Mulyo, Taman Berdongeng yang dilaksanakan untuk meningkatkan budaya bertutur, serta Pohon Impian untuk meningkatkan rasa percaya diri serta optimisme anak-anak di desa setempat. Diharapkan, dengan dibuatnya Pohon Impian, Alfiana Eka Priyanika dan tim dapat membantu anak-anak Desa Tegal Mulyo untuk selalu bermimpi dan bercita-cita tinggi. Tak ketinggalan, juga dilaksanakan program beasiswa Waste Scholarship untuk anak-anak daerah setempat yang penggalangan dananya didapatkan dari Donasi Sampah dengan ikut memberdayakan masyarakat setempat dalam kegiatan ini.
Presentasi Program Kerja Lingkar Dahan: Peningkatan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Berbasis Pemanfaatan Sampah Organik di Padukuhan Denokan, Sendangsari, Minggir, Sleman oleh Aan Munandar
Presentasi keempat diisi oleh pemaparan program kerja milik Aan Munandar, yang dimentori oleh Zakky Muhammad Noor, dengan tema Peningkatan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Berbasis Pemanfaatan Sampah Organik di Padukuhan Denokan, Sendangsari, Minggir, Sleman. Program kerja ini didasari oleh beberapa poin permasalahan yang kerap dijumpai di Padukuhan Denokan. Wilayah padukuhan yang didominasi oleh perkebunan membuat dahan-dahan dan ranting kayu pepohonan dari perkebunan berakhir menjadi limbah karena tidak dimanfaatkan dengan baik. Hal ini menjadi poin permasalahan pertama yang melatarbelakangi program kerja Aan Munandar. Selanjutnya, permasalahan kedua, yakni banyaknya ibu rumah tangga usia produktif yang berada di Padukuhan Denokan, dan tergabung dalam komunitas PKK, tidak memiliki mata pencaharian tetap. Berangkat dari permasalahan yang dipaparkan, Aan Munandar dan tim bermaksud untuk memberdayakan Ibu-Ibu PKK untuk memanfaatkan limbah ranting-ranting kayu menjadi produk yang dapat dijual dan dipasarkan. Dalam pelaksanaanya, Aan Munandar merancang beberapa tahap kegiatan. Kegiatan pertama yaitu melakukan survey pendahuluan koordinasi dengan karang taruna padukuhan setempat serta kepala padukuhan. Kemudian, tahap selanjutnya adalah penyortiran ranting-ranting kayu yang layak produksi serta pengadaan bahan. Tahap berikutnya, yang sedang dilaksanakan saat ini, ialah tahap produksi. Tahap ini meliputi tahap percobaan, perakitan produk dan finishing. Tahap keempat adalah pemasaran serta di tahap terakhir akan dilakukan koordinasi lembaga-lembaga yang akan terlibat, monitoring, serta pendampingan.
Presentasi Program Kerja Baladesa.id oleh Emi Triani
Sesi presentasi awardee ditutup oleh presentasi Emi Triani dengan program kerjanya yang bertajuk Baladesa.id dan dimentori oleh Lailati Rohmah. Latar belakang dilaksanakannya program kerja ini adalah minimnya generasi muda desa yang ingin terlibat dalam kemajuan desa. Banyak anak-anak muda yang berasal dari desa, dan telah sukses meniti karir, enggan untuk kembali dan membangun desanya. Sementara itu, tidak sedikit pula orang-orang desa yang merasa kalah bersaing dan pesimis dapat memberi dampak terhadap desanya. Ada juga yang tergerak untuk berkontribusi namun terkendala oleh berbagai macam faktor. “Padahal, pembangunan desa yang berkelanjutan menyumbang 74% pada pembangunan nasional,” ujar Emi Triani dalam presentasinya. Sehingga, menurut Emi Triani, sangat penting untuk membantu para pemuda desa dalam memunculkan jiwa kepemimpinan serta membagikan ilmu yang dapat berguna untuk pengelolaan desa. Dari pemaparan tersebut, Emi Triani kemudian berangkat membangun sebuah platform yang bertujuan untuk memberikan informasi-informasi terkait desa, yakni platform Baladesa.id. Konten-konten yang disajikan dalam platform ini antara lain adalah, funfact seputar desa, informasi desa dari segi sosial, budaya, dan politik, kajian antroposentris desa, serta bincang desa yang merupakan media podcast para pemuda desa untuk menyampaikan harapan serta pandangannya terhadap desa. Baladesa.id juga memiliki sebuah kegiatan bertajuk Sekolah Desa yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para pemuda desa dalam mengembangkan desa seperti kebijakan anggaran, pengelolaan desa yang berkelanjutan, dan pemberdayaan sumber daya manusia. Selanjutnya, terdapat pula kegiatan Swadaya Desa untuk wadah melakukan sosialisasi dan penyuluhan terhadap kelompok desa. Emi Triani berharap Swadaya Desa dapat menjadi output dari keberlangsungan Sekolah Desa karena, melalui program Sekolah Desa, ia berharap dapat mencetak penggerak-penggerak desa yang dapat menjalankan Swadaya Desa. Sekolah Desa akan dimulai di Dusun Etanan, Desa Bantengan, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali dan harapannya dapat mencakup beberapa desa lainnya di masa depan. Sesi presentasi terakhir ini diakhir dengan sesi tanya jawab yang dibuka oleh Dita Puji Rahayu.
Sesi Foto Bersama Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Awardee Beasiswa Desamind 1.0 hari Minggu, 1 Agustus 2021, 13.00 WIB – 16.30 WIB
Acara ditutup oleh closing statement dari setiap juri yang diawali oleh Zakky Muhammad Noor dan diakhiri oleh Hardika Dwi Hermawan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Harapannya, dengan berlangsungnya kegiatan Monitoring dan Evaluasi Awardee Beasiswa Desamind 1.0 ini, para awardee dapat saling menginspirasi satu sama lain dan menjadi pelajaran serta catatan penting untuk keberlangsungan program kerja masing-masing.
Jum’at, 30 Juli 2021 — Desamind kembali menggelar acara Mind Cloud yang ketujuh kalinya pada Jum’at malam (30/07/2021). Acara Mind Cloud 7.0 ini merupakan salah satu program unggulan Desamind selain Beasiswa Desamind, Mind Talk, dan Desamind Leadership Camp (DLC).
Acara Mind Cloud 7.0 kali ini mengusung tema “Gerbang LPDP: Perjalanan Menuju Sebuah Petualangan Meraih Asa, Cita, dan Cinta”. Acara ini menghadirkan tujuh pembicara awardee Beasiswa LPDP sebagai pembicara yang dipandu oleh seorang moderator yang juga merupakan awardee Beasiswa LPDP. Acara ini sukses menarik minat peserta sebanyak 725 orang yang berasal dari berbagai macam latar belakang dan sekitar 68%-nya berasal dari desa. Hal lain yang membuat acara ini lebih spesial yaitu semua pembicara acara hingga moderator merupakan Executive of Desamind 2.0.
Rangkaian acara dibuka oleh Master of Ceremony (MC) yaitu Thoriqul Falah dari divisi Growth Management. Setelah sesi pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Zakky Muhammad Noor yang juga menjabat sebagai Managing Director di Desamind. “Kita ingin membentuk agen-agen baru, orang-orang yang punya pendidikan tinggi tapi juga tetap melek sama grass root-nya. Karena yang terjadi sekarang adalah banyak orang yang memiliki world-class competency, kuliah ke Luar Negeri tapi kalau teman-teman tidak balik lagi ke masyarakat, tidak melihat ‘akar rumput’ itu sama aja bohong teman-teman,” ujar Zakky. Ia juga menambahkan bahwa LPDP sangat menjunjung tinggi kontribusi balik lagi ke Indonesia. Oleh karena itu, dalam acara ini akan membahas tentang teman-teman awardee Beasiswa LPDP yang turut berkontribusi untuk Indonesia melalui Desamind.
Acara Mind Cloud 7.0 yang berlangsung pada Jum’at malam (30/07/2021)
Setelah sambutan berakhir, acara dilanjutkan dengan pengenalan moderator acara yaitu Edi Setiawan yang merupakan anggota divisi Secretariat di Desamind yang juga penerima Beasiswa LPDP 2021. Edi, sebagai moderator acara memandu jalannya diskusi dari awal hingga akhir. Sebelumnya, ada sesi penayangan video profil LPDP untuk mengenal lebih jauh mengenai beasiswa dari Kementerian Keuangan RI ini.
Memasuki acara inti, acara Mind Cloud 7.0 terbagi menjadi dua sesi yang berhasil dikemas dengan menarik. Sesi pertama yakni diskusi mengenai beasiswa LPDP Dalam Negeri yang diisi oleh Ujang Hartanto, S.Pd, M.Acc dari divisi Finance, Laila Rohmah, S.Pd dari divisi Secretariat yang juga menjabat sebagai Direkturnya, dan Dita Puji Rahayu, S.Pd., M.Pd, Direktur divisi Growth Management. Diskusi berjalan dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peserta yang sudah dituliskan sebelumnya. Tidak langsung beranjak ke sesi dua, acara ini menyisipkan kegiatan Ice Breaking setelah Closing Statement sesi 1. Trik ini cukup efektif mengembalikan semangat dan antusias peserta dan sebagai cooling down sebelum beranjak ke sesi kedua.
Sesi diskusi 1 dengan awardee Beasiswa LPDP Dalam Negeri.
Berlanjut ke sesi kedua, kali ini juga tidak kalah menariknya. Diskusi ini mengenai Beasiswa LPDP Luar Negeri, yang diisi oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc(ITE) yang juga merupakan Founder dan President Director of Desamind, Syifa Adiba, S.Hum, MDigHmnPubC yang juga direktur divisi Public Relation, Lily Suherlina Ahmad, S.Si., M.Sc dari divisi Program Development, serta Hafidzah, B.BA., M.Sc dari divisi Finance.
Serupa dengan diskusi pertama, sesi diskusi kedua ini juga lebih kepada tanya jawab dan diskusi ringan tentang pengalaman kuliah di luar negeri dan tips triknya agar lolos beasiswa LPDP Luar Negeri. Diskusi ini memberikan cerita yang mungkin jarang didengar orang serta pengalaman unik saat berkuliah di negeri orang. Hal ini membuka insight baru bagi para calon pendaftar beasiswa LPDP ataupun orang lainnya. Setelah diskusi dan tanya jawab pertanyaan dari peserta acara Mind Cloud 7.0 selesai, sesi ini diakhiri dengan Closing Statement dari keempat pembicara. Rangkaian diskusi ini diutup oleh Edi sebagai moderator dan dikembalikan kepada MC.
Sesi diskusi 2 dengan awardee Beasiswa LPDP Luar Negeri.
Acara kemudian diakhiri oleh Thoriq sebagai MC setelah penyampaian info program #1000untukdesa oleh perwakilan dari divisi Donation and Fundraising. Tidak lupa jargon Desamind, Ingat Bangsa Ingat Desa pada akhir acara dan foto bersama. Seperti tujuannya dan yang telah disampaikan saat sambutan, Desamind sebagai wadah bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat berkontribusi bagi Indonesia dengan aksi kecil namun berdampak besar dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Harapannya, suksesnya acara ini dapat memberikan motivasi kepada peserta Mind Cloud 7.0 dan masyarakat Indonesia umumnya untuk berani bermimpi dan bercita-cita besar untuk kemajuan Indonesia.
Bagi yang ingin melihat rekaman kegiatan Mind-Cloud 7.0, silahkan dapat klik link di bawah ini:
Desamind sukses melaksanakan Opening Program “Program Pelatihan Bahasa Inggris Keluarga Besar Desamind 2.0” melalui platform Zoom Meeting pada Senin (19/7/2021). Tujuan diselenggarakan opening program ini yaitu untuk memaparkan sistem dan teknik pembelajaran, pembagian kelas serta pembagian guru pembimbing. Acara dibuka oleh Salsabila Rizky Awalia sebagai moderator dengan memaparkan rundown kegiatan.
Desamind hadiri Rakornas Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI Tahun 2021 dan merupakan salah satu dari hanya 6 organisasi/komunitas kepemudaan di Indonesia yang diundang dalam Rakornas Deputi 1 Kemenpora RI.
Zoom Cloud Meeting, Minggu 04 Juli 2021 – Sebanyak enam puluh Pemuda yang berasal dari berbagai provinsi Indonesia dan berdomisili dalam dan luar negeri resmi dilantik menjadi Executive of Desamind 2.0 (Periode 2021-2022). Executive of Desamind 2.0 merupakan pengurus organisasi Desamind di bawah naungan Yayasan Desamind Indonesia (Desamind Indonesia Foundation) yang akan bertugas selama satu tahun kepengurusan mengabdi untuk pengembangan dan pemberdayaan yang berfokus pada masyarakat Desa, khususnya dalam bidang Pendidikan dan Sosial. Executive of Desamind 2.0 terdiri dari 36 Executive baru yang mengikuti Oprec tahun ini dan 24 Executive yang berasal dari Periode sebelumnya. Sebanyak tiga puluh enam executive baru merupakan pengurus hasil seleksi dari 223 pendaftar yang berasal dari 23 provinsi di Indonesia.
Peserta Pelantikan Executive of Desamind 2.0
Pelantikan Executive of Desamind 2.0 dilakukan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan dihadiri oleh seluruh Executive dan Pengurus Yayasan Desamind Indonesia. Sebelum pelantikan, AD/ART Desamind Indonesia Foundation juga dibahas dan disahkan yang menjadi landasan gerak Desamind dalam satu tahun ke depan. Sebelum rangkaian pembahasan AD/ART dan pelantikan dimulai, Hardika Dwi Hermawan selaku Direktur Utama Desamind menyampaikan beberapa poin terkait komitmen dan nilai-nilai dalam organisasi yang perlu di junjung. Presidium Sidang Pleno AR/ART Desamind dipimpin oleh Zakky Muhammad Noor (Presidium Sidang 1), Reza Muhtadin (Presidium Sidang 2), dan Restu Fitriani (Presidium SIdang 3/Notulen Sidang). Kegiatan ini dimoderatori/MC oleh Sevia Anggraeni dari Divisi Growth Management Desamind.
Peserta Pelantikan Executive of Desamind 2.0
Pembahasan AR/ART dan Pelantikan Executive of Desamind berlangsung dari pukul 19.30 hingga 21.30 WIB. Setelah SK Keputusan Executive of Desamind dibacakan oleh Pembina Yayasan, Evi Lestari, Pembacaan ikrar Executive of Desamind 2.0 yang dipimpin oleh Yulia Susanti (Direktur Divisi Program Development) diwakili oleh Rizky Kurniawan yang merupakan pengurus termuda dan masih menembuh kelas XI SMA N Kejayen, dan oleh Sanita Sitinjak yang menjadi domisili terjauh yaitu di Medan. Walaupun demikian, Desamind juga memiliki pengurus yang domisili saat ini di Paris, Prancis yang merupakan pengurus dari tahun pertama Desamind berdiri.
Tabel 1. Daftar Executive of Desamind 2.0 (Periode 2021-2022)
No
Name
Resident
Educational Background
Position
1.
Evi Lestari
Wonogiri
Jinan University
Trustee
PRESIDENT AND MANAGING DIRECTOR
2.
Hardika Dwi Hermawan
Purbalingga
S2 The University of Hong Kong
President Director
3.
Zakky Muhammad Noor
Bogor
IPB University
Managing Director
DIVISION OF SECRETARIAT
4.
Laila Rohmah
Klaten
S2 Univ. Negeri Yogyakarta
Director
5.
Restu Fitriani
Bogor
IPB University
Vice Director
6.
Ardiyanto Rozali
Klaten
ITB AAS Indonesia
Associate
7.
Nadia Rana Nabila
Bogor
Universitas Indonesia
Associate
8.
Edi Setiawan
Pati
Univ. Sebelas Maret
Associate
DIVISION OF FINANCE
9.
Rahmat Syawaludin
Sragen
Univ. Muh. Surakarta
Director
10.
Hafizhah
Dumai
S2 Manchester University, UK
Vice Director
11.
Isna Hardikasari
Purbalingga
Institut Teknologi Bandung
Associate
12.
Diyah Amalia Putri
Purbalingga
Univ. Negeri Semarang
Associate
13.
Ujang Hartato
Yogyakarta
S2 Univ. Gadjah Mada
Associate
DIVISION OF PROGRAM DEVELOPMENT
14.
Yulia Susanti
Pasuruan
ISI Surakarta
Director
15.
Abdul Aziz
Boyolali
Univ. Muh. Surakarta
Vice Director
16.
Ahmad Luthfi
Palembang
Univ. Muh. Surakarta
Associate
17.
Dina Marinda
Bangka Belitung
Univ. Muh. Surakarta
Associate
18.
Lily Suherlina Ahmad
Palembang
S3 TU Delft, The Netherland
Associate
19.
Annisa Nur Amelia
Pangkal Pinang
Univ. Muh. Surakarta
Associate
20.
Dewi Fajar Sariningtyas
Rembang
Univ. Sebelas Maret
Associate
21.
Rifa Sausan Ariqah
Bantul
Univ. Negeri Yogyakarta
Associate
22.
Fiki Nila
Wonogiri
Univ. Muh. Surakarta
Associate
DIVISION OF GROWTH MANAGEMENT
23.
Dita Puji Rahayu
Pati
S2 Univ. Pend. Indonesia
Director
24.
Nur Kholifah
Surakarta
Univ. Sebelas Maret
Vice Director
25.
Arlin Erlianti
Purbalingga
Univ. Negeri Yogyakarta
Associate
26.
Moh. Rifai
Pasuruan
Univ. Negeri Surabaya
Associate
27.
Thoriqul Falah
Purbalingga
Univ. Gadjah Mada
Associate
28.
Sevia Anggraeni
Purbalingga
Univ. Gadjah Mada
Associate
29.
Andika Rizki Faslulloh
Purbalingga
Univ. Negeri Yogyakarta
Associate
30.
Angga Adi Permana
Purbalingga
Univ. Negeri Yogyakarta
Associate
31.
Muh. Luqman Naufal
Kuningan
ITENAS Bandung
Associate
DIVISION OF CREATIVE MEDIA
32.
Khoirudin Nur Wahid
Boyolali
Univ. Muh. Surakarta
Director
33.
Indah Choirun Nisya’
Madura
UIN Sunan Ampel Surabaya
Vice Director
34.
Ratih Tri Wahyu Hutami
Klaten
ISI Surakarta
Associate
35.
Muhammad Musab
Sragen
Univ. Muh. Surakarta
Associate
36.
Ikhwan Caesar Amri Pradana
Banyumas
Univ. Muh. Surakarta
Associate
37.
Muhammad Ghozian
Magelang
S2 Univ. Negeri Semarang
Associate
38.
Gilang Setiawan
Garut
UIN Sunan Gunung Djati
Associate
39.
Rizky Kurniawan Effendy
Pasuruan
SMA Negeri 1 Kejayan
Associate
40.
Muh. Ertam Hidayat
Ngawi
Univ. Negeri Yogyakarta
Associate
41.
Shinta Marcellina
Jakarta Timur
Univ. Brawijaya
Associate
42.
Almiranda Jaihan C.
Bogor
Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta
Associate
DIVISION OF PUBLIC RELATION
43.
Syifa Adiba
Cilacap
S2 Australian National University, Canberra
Director
44.
Putri Aulia Pasa
Cilacap
Univ. Diponegoro
Vice Director
45.
Kamilya Anjani Putri
Sumbawa
Univ. Muh. Malang
Associate
46.
Sanita Sitinjak
Padang Lawas Utara
Univ. Diponegoro
Associate
47.
Annisa Amalia Shaleha
Klaten
Univ. Sebelas Maret
Associate
48.
HotDimas Simanjuntak
Pekanbaru
Institut Teknologi Sumatera
Associate
49.
Abdul Ali Mutammima
Lombok Tengah
Univ. Mataram
Associate
50.
Megan Ayucedar
Yogyakarta
Univ. Atma Jaya Yogyakarta
Associate
51.
Annisa Aulia
Bandung
Poltekesos Bandung
Associate
52.
Malik Akbar Mulki R.
Bengkulu
Univ. Negeri Semarang
Associate
53.
Bayu Prasetio
Surabaya
Univ. Negeri Surabaya
Associate
DIVISION OF DONATION AND FUNDRAISING
54.
Isna Fahrizal
Magelang
Univ. Negeri Yogyakarta
Director
55.
Ayu Larissa Maharani
Blitar
Univ. Wijaya Kusuma Surabaya
Vice Director
56.
Farah Nur Aulia
Kudus
Univ. Muh. Surakarta
Associate
57.
Joko Utomo
Jombang
Univ. Sebelas Maret
Associate
58.
Reza Muhtadin
Rantauprapat
Univ. Negeri Medan
Associate
59.
Tinna Nur Azizah
Bandung
Univ. Pendidikan Indonesia
Associate
60.
Yuni Setya Ningsih
Jambi
Univ. Muh. Surakarta
Associate
61.
Ahmad Zamzami
Rembang
UIN Walisongo Semarang
Associate
Berikut SK No: 01.072/DSM-O.K/VII/2021 tentang Pelantikan Executive of Desamind Periode 2021-2022 beserta lampiran nama-nama Executive: