Skip to main content
Category

Berita Terkini

Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Tahap 1 Awardee Beasiswa Desamind 1.0

By Berita Terkini, Press Release

Minggu, 1 Agustus 2021 – Desamind sukses  menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Awardee Beasiswa Desamind 1.0 melalui platform Zoom Meeting pada hari Minggu (1/8/2021). Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengevaluasi hasil kinerja para awardee Beasiswa Desamind 1.0 dalam mengimplementasikan program pengabdian di desa masing-masing. Para awardee Beasiswa Desamind 1.0 yang melakukan presentasi pada kegiatan tersebut ialah Aan Munandar, Emi Triani, Aulia Syifa Ardianti, Bagas Peimandaru, dan Alfiana Eka Priyanika yang masing-masing berasal dari daerah yang berbeda-beda.

Sambutan oleh Yulia Susanti selaku penanggung jawab Beasiswa Desamind

Acara dibuka oleh pemandu acara, yaitu Dewi Fajar, yang merupakan salah satu associate dari divisi Program Development Desamind. Pembukaan acara diawali dengan pembacaan susunan acara yang kemudian diikuti dengan sambutan dari Yulia Susanti sebagai penanggung jawab Beasiswa Desamind serta Evi Lestari selaku trustee Desamind. Pada kata sambutannya, Yulia Susanti memaparkan bahwa kegiatan MONEV ini tidak hanya dilaksanakan untuk mengevaluasi para awardee saja, tetapi juga sebagai bahan evaluasi serta masukan para panitia dalam menyelenggarakan Beasiswa Desamind di masa yang akan datang. Sedangkan Evi Lestari, pada kata sambutannya, banyak memberikan pengingat untuk keluarga besar Desamind, termasuk para awardee Beasiswa Desamind. “Entah dengan cara apa pun kita mengukir kebaikan, yang harus diingat hanya satu; kita harus selalu berpegang kepada iman dan adab,” ujar Evi Lestari dalam kata sambutannya. 

Sesi pembuka kemudian diikuti oleh sesi presentasi awardee. Pada kegiatan ini, para awardee akan memaparkan progress kinerja mereka selama enam bulan dalam program pengabdian masyarakat sebagai salah satu rangkaian kegiatan Beasiswa Desamind. Setiap presentasi dari masing-masing awardee akan diikuti oleh sesi tanya-jawab dari tim juri. Tim juri yang hadir dalam kegiatan kali ini antara lain; Hardika Dwi Hermawan selaku founder sekaligus president director Desamind, Evi Lestari, Zakky Muhammad Noor selaku managing director Desamind, Dita Puji Rahayu selaku director divisi Growth Management Desamind, dan Lailati Rohmah selaku director divisi Sekretariat Desamind. Jajaran tim juri ini juga merupakan mentor untuk masing-masing awardee. 

Presentasi Program Kerja Bumi Trikarso: Mengolah Lidah Buaya Menjadi Keripik & Minuman oleh Bagas Primandaru

Sesi presentasi pertama diawali oleh Bagas Primandaru yang mengusung program kerja Pemanfaatan Lidah Buaya Menjadi Keripik dan Minuman. Program kerja yang dimentori oleh Evi Lestari ini dilaksanakan di Desa Trikarso, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen dan akan dieksekusi pada bulan Juli 2021 hingga akhir tahun 2021. Metode pelaksanaan program ini meliputi lima tahapan, yaitu: tahap persiapan Bumi Trikarso, pemanfaatan lahan pekarangan, tahap pengolahan lidah buaya, tahap pemasaran produk, dan evaluasi. Bagas Primandaru, pada presentasinya, memaparkan bahwa terdapat beberapa kendala dalam proses eksekusi program. Kendala-kendala tersebut antara lain, terbatasnya alat produksi yang membuat pengerjaan menjadi tidak efektif dan efisien, terbatasnya bahan baku daun lidah buaya yang sesuai dengan kualifikasi produksi, serta belum adanya pelatihan pengolahan lidah buaya menjadi makanan yang menyebabkan minimnya inovasi produk olahan lidah buaya. Dalam presentasinya, Bagas Peimandaru juga memaparkan rencana-rencana yang akan dilaksanakan untuk mengembangkan program ini diantaranya adalah mengembangkan inovasi produk olahan lidah buaya lain serta memperluas target pemasaran. Setelah presentasi berakhir, dilanjutkan oleh sesi tanya jawab dengan tim juri yang dibuka oleh Dita Puji Rahayu. Pada sesi tanya jawab tersebut disampaikan pula masukan-masukan yang dapat mendukung kegiatan program Bumi Trikarso hingga berakhir. 

Presentasi Program Kerja kianmembumi: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menggunakan Prinsip Circular Economy pada Masa Pandemi COVID-19 oleh Aulia Syifa Ardianti

Presentasi dari Bagas Peimandaru kemudian dilanjutkan oleh Aulia Syifa Ardianti dengan program kerja bertajuk kianmembumi, yang dimentori oleh Dita Puji Rahayu. Program kerja ini mengusung konsep Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menggunakan Prinsip Circular Economy pada Masa Pandemi COVID-19 dan diaplikasikan di Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap bersama dengan Kelompok Wanita Tani Sida Megar. Dalam menyusun program kianmembumi, awardee asal Cilacap ini menyorot tiga poin masalah yang melatarbelakangi program tersebut. Poin pertama yang dikemukakan oleh Aulia Syifa Ardianti adalah mengenai eksekusi Sustainable Development Goals (SDGs) yang diharapkan tidak hanya mencakup wilayah perkotaan atau industri-industri besar saja, melainkan juga perlu mencakup daerah-daerah kecil seperti pedesaan. “Apabila bicara mengenai lingkungan, industri-industri skala besar sudah ada AMDAL dan UKL UPL. Secara tidak langsung, sudah menjamin SDGs dari sekitar kawasan industri yang umumnya berada di daerah perkotaan,” tutur Aulia Syifa Ardianti, “berangkat dari hal tersebut, muncul pertanyaan; bagaimana pengelolaan SDGs di daerah pedesaan?” Poin selanjutnya yang dijabarkan adalah mengenai pencemaran udara akibat pembakaran sampah yang marak dijumpai di daerah Desa Adipala serta penurunan kegiatan ekonomi masyarakat akibat pandemi COVID-19, sebagai contoh dari krisis tersebut adalah berhentinya kegiatan KWT Sida Megar. Berangkat dari permasalahan-permasalahan tersebut, Aulia Syifa Ardianti memutuskan untuk menganut metode circular economy yang nantinya akan memanfaatkan kembali sampah sebagai modal awal dalam laju perputaran uang. Pada presentasinya, Aulia Syifa Ardianti memaparkan rangkaian rencana program kerja kianmembumi yang diantaranya adalah melakukan publikasi kegiatan “jemput sampah”. Dalam kegiatan ini, sampah-sampah yang dikumpulkan nanti akan dijual dan dijadikan modal untuk pelaksanaan kegiatan lainnya yaitu pembuatan pupuk, budidaya ikan, pembuatan produk abon ikan patin, serta memasarkan produk-produk KWT Sida Megar lainnya. Sedangkan hambatan-hambatan yang terjadi selama berlangsungnya program ini salah satu diantaranya adalah perlunya usaha lebih dalam membangun perspektif masyarakat untuk mengurangi budaya pembakaran sampah. Sesi tanya jawab yang dibuka oleh Zakky Muhammad Noor menjadi penutup untuk presentasi dari Aulia Syifa Ardianti.

Presentasi Program Kerja Menyapa Lereng Merapi oleh Alfiana Eka Priyanika

Alfiana Eka Priyanika menjadi awardee berikutnya yang mempresentasikan pelaksanaan program kerjanya. Menyapa Lereng Merapi menjadi tajuk untuk program kerja Alfiana Eka Priyanika dan dimentori oleh Hardika Dwi Hermawan. Program kerja ini dilaksanakan di Padukuhan Gilir Pasang dan Padukuhan Ngaringin, Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dengan mengusung bidang pendidikan, pengembangan masyarakat dan potensi daerah. Faktor-faktor yang melatarbelakangi program kerja tersebut diantaranya adalah akses pendidikan yang terbatas serta  kurangnya inisiatif dari generasi muda desa tersebut. Berdasarkan permasalahan serta latar belakang yang telah disebutkan, Alfiana Eka Priyanika memaparkan program-program kerja yang diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi di Desa Tegal Mulyo khususnya di Padukuhan Gilir Pasang dan Padukuhan Ngaringin. Program-program kerja tersebut diantaranya adalah Waste Scholarship, Rumah Belajar Lentera, dan Mentoring. Rumah Belajar Lentera terdiri dari beberapa buah kegiatan yakni Taman Baca yang bertujuan untuk meningkatkan literasi anak-anak Desa Tegal Mulyo, Taman Berdongeng yang dilaksanakan untuk meningkatkan budaya bertutur, serta Pohon Impian untuk meningkatkan rasa percaya diri serta optimisme anak-anak di desa setempat. Diharapkan, dengan dibuatnya Pohon Impian, Alfiana Eka Priyanika dan tim dapat membantu anak-anak Desa Tegal Mulyo untuk selalu bermimpi dan bercita-cita tinggi. Tak ketinggalan, juga dilaksanakan program beasiswa Waste Scholarship untuk anak-anak daerah setempat yang penggalangan dananya didapatkan dari Donasi Sampah dengan ikut memberdayakan masyarakat setempat dalam kegiatan ini. 

Presentasi Program Kerja Lingkar Dahan: Peningkatan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Berbasis Pemanfaatan Sampah Organik di Padukuhan Denokan, Sendangsari, Minggir, Sleman oleh Aan Munandar

Presentasi keempat diisi oleh pemaparan program kerja milik Aan Munandar, yang dimentori oleh Zakky Muhammad Noor, dengan tema Peningkatan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Berbasis Pemanfaatan Sampah Organik di Padukuhan Denokan, Sendangsari, Minggir, Sleman. Program kerja ini didasari oleh beberapa poin permasalahan yang kerap dijumpai di Padukuhan Denokan. Wilayah padukuhan yang didominasi oleh perkebunan membuat dahan-dahan dan ranting kayu pepohonan dari perkebunan berakhir menjadi limbah karena tidak dimanfaatkan dengan baik. Hal ini menjadi poin permasalahan pertama yang melatarbelakangi program kerja Aan Munandar. Selanjutnya, permasalahan kedua, yakni banyaknya ibu rumah tangga usia produktif yang berada di Padukuhan Denokan, dan tergabung dalam komunitas PKK, tidak memiliki mata pencaharian tetap. Berangkat dari permasalahan yang dipaparkan, Aan Munandar dan tim bermaksud untuk memberdayakan Ibu-Ibu PKK untuk memanfaatkan limbah ranting-ranting kayu menjadi produk yang dapat dijual dan dipasarkan. Dalam pelaksanaanya, Aan Munandar merancang beberapa tahap kegiatan. Kegiatan pertama yaitu melakukan survey pendahuluan koordinasi dengan karang taruna padukuhan setempat serta kepala padukuhan. Kemudian, tahap selanjutnya adalah penyortiran ranting-ranting kayu yang layak produksi serta pengadaan bahan. Tahap berikutnya, yang sedang dilaksanakan saat ini, ialah tahap produksi. Tahap ini meliputi tahap percobaan, perakitan produk dan finishing. Tahap keempat adalah pemasaran serta di tahap terakhir akan dilakukan koordinasi lembaga-lembaga yang akan terlibat, monitoring, serta pendampingan.

Presentasi Program Kerja Baladesa.id oleh Emi Triani

Sesi presentasi awardee ditutup oleh presentasi Emi Triani dengan program kerjanya yang bertajuk Baladesa.id dan dimentori oleh Lailati Rohmah. Latar belakang dilaksanakannya program kerja ini adalah minimnya generasi muda desa yang ingin terlibat dalam kemajuan desa. Banyak anak-anak muda yang berasal dari desa, dan telah sukses meniti karir, enggan untuk kembali dan membangun desanya. Sementara itu, tidak sedikit pula orang-orang desa yang merasa kalah bersaing dan pesimis dapat memberi dampak terhadap desanya. Ada juga yang tergerak untuk berkontribusi namun terkendala oleh berbagai macam faktor. “Padahal, pembangunan desa yang berkelanjutan menyumbang 74% pada pembangunan nasional,” ujar Emi Triani dalam presentasinya. Sehingga, menurut Emi Triani, sangat penting untuk membantu para pemuda desa dalam memunculkan jiwa kepemimpinan serta membagikan ilmu yang dapat berguna untuk pengelolaan desa. Dari pemaparan tersebut, Emi Triani kemudian berangkat membangun sebuah platform yang bertujuan untuk memberikan informasi-informasi terkait desa, yakni platform Baladesa.id. Konten-konten yang disajikan dalam platform ini antara lain adalah, funfact seputar desa, informasi desa dari segi sosial, budaya, dan politik, kajian antroposentris desa, serta bincang desa yang merupakan media podcast para pemuda desa untuk menyampaikan harapan serta pandangannya terhadap desa. Baladesa.id juga memiliki sebuah kegiatan bertajuk Sekolah Desa yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para pemuda desa dalam mengembangkan desa seperti kebijakan anggaran, pengelolaan desa yang berkelanjutan, dan pemberdayaan sumber daya manusia. Selanjutnya, terdapat pula kegiatan Swadaya Desa untuk wadah melakukan sosialisasi dan penyuluhan terhadap kelompok desa. Emi Triani berharap Swadaya Desa dapat menjadi output dari keberlangsungan Sekolah Desa karena, melalui program Sekolah Desa, ia berharap dapat mencetak penggerak-penggerak desa yang dapat menjalankan Swadaya Desa. Sekolah Desa akan dimulai di Dusun Etanan, Desa Bantengan, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali dan harapannya dapat mencakup beberapa desa lainnya di masa depan. Sesi presentasi terakhir ini diakhir dengan sesi tanya jawab yang dibuka oleh Dita Puji Rahayu.

Sesi Foto Bersama Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Awardee Beasiswa Desamind 1.0 hari Minggu, 1 Agustus 2021, 13.00 WIB – 16.30 WIB

Acara ditutup oleh closing statement dari setiap juri yang diawali oleh Zakky Muhammad Noor dan diakhiri oleh Hardika Dwi Hermawan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Harapannya, dengan berlangsungnya kegiatan Monitoring dan Evaluasi Awardee Beasiswa Desamind 1.0 ini, para awardee dapat saling menginspirasi satu sama lain dan menjadi pelajaran serta catatan penting untuk keberlangsungan program kerja masing-masing.

WEBINAR MIND CLOUD 7.0 DESAMIND BERTEMAKAN BEASISWA LPDP MENDAPAT ANTUSIASME TINGGI DARI LEBIH 700 PESERTA

By Berita Terkini, Press Release

Jum’at, 30 Juli 2021 — Desamind kembali menggelar acara Mind Cloud yang ketujuh kalinya pada Jum’at malam (30/07/2021). Acara Mind Cloud 7.0 ini merupakan salah satu program unggulan Desamind selain Beasiswa Desamind, Mind Talk, dan Desamind Leadership Camp (DLC).

Acara Mind Cloud 7.0 kali ini mengusung tema “Gerbang LPDP: Perjalanan Menuju Sebuah Petualangan Meraih Asa, Cita, dan Cinta”. Acara ini menghadirkan tujuh pembicara awardee Beasiswa LPDP sebagai pembicara yang dipandu oleh seorang moderator yang juga merupakan awardee Beasiswa LPDP. Acara ini sukses menarik minat peserta sebanyak 725 orang yang berasal dari berbagai macam latar belakang dan sekitar 68%-nya berasal dari desa. Hal lain yang membuat acara ini lebih spesial yaitu semua pembicara acara hingga moderator merupakan Executive of Desamind 2.0.

Rangkaian acara dibuka oleh Master of Ceremony (MC) yaitu Thoriqul Falah dari divisi Growth Management. Setelah sesi pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Zakky Muhammad Noor yang juga menjabat sebagai Managing Director di Desamind. “Kita ingin membentuk agen-agen baru, orang-orang yang punya pendidikan tinggi tapi juga tetap melek sama grass root-nya. Karena yang terjadi sekarang adalah banyak orang yang memiliki world-class competency, kuliah ke Luar Negeri tapi kalau teman-teman tidak balik lagi ke masyarakat, tidak melihat ‘akar rumput’ itu sama aja bohong teman-teman,” ujar Zakky. Ia juga menambahkan bahwa LPDP sangat menjunjung tinggi kontribusi balik lagi ke Indonesia. Oleh karena itu, dalam acara ini akan membahas tentang teman-teman awardee Beasiswa LPDP yang turut berkontribusi untuk Indonesia melalui Desamind.

Acara Mind Cloud 7.0 yang berlangsung pada Jum’at malam (30/07/2021)

Setelah sambutan berakhir, acara dilanjutkan dengan pengenalan moderator acara yaitu Edi Setiawan yang merupakan anggota divisi Secretariat di Desamind yang juga penerima Beasiswa LPDP 2021. Edi, sebagai moderator acara memandu jalannya diskusi dari awal hingga akhir. Sebelumnya, ada sesi penayangan video profil LPDP untuk mengenal lebih jauh mengenai beasiswa dari Kementerian Keuangan RI ini.

Memasuki acara inti, acara Mind Cloud 7.0 terbagi menjadi dua sesi yang berhasil dikemas dengan menarik. Sesi pertama yakni diskusi mengenai beasiswa LPDP Dalam Negeri yang diisi oleh Ujang Hartanto, S.Pd, M.Acc  dari divisi Finance, Laila Rohmah, S.Pd dari divisi Secretariat yang juga menjabat sebagai Direkturnya, dan Dita Puji Rahayu, S.Pd., M.Pd, Direktur divisi Growth Management. Diskusi berjalan dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peserta yang sudah dituliskan sebelumnya. Tidak langsung beranjak ke sesi dua, acara ini menyisipkan kegiatan Ice Breaking setelah Closing Statement sesi 1. Trik ini cukup efektif mengembalikan semangat dan antusias peserta dan sebagai cooling down sebelum beranjak ke sesi kedua.

Sesi diskusi 1 dengan awardee Beasiswa LPDP Dalam Negeri.

Berlanjut ke sesi kedua, kali ini juga tidak kalah menariknya. Diskusi ini mengenai Beasiswa LPDP Luar Negeri, yang diisi oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc(ITE) yang juga merupakan Founder dan President Director of Desamind, Syifa Adiba, S.Hum, MDigHmnPubC yang juga direktur divisi Public Relation, Lily Suherlina Ahmad, S.Si., M.Sc dari divisi Program Development, serta Hafidzah, B.BA., M.Sc dari divisi Finance.

Serupa dengan diskusi pertama, sesi diskusi kedua ini juga lebih kepada tanya jawab dan diskusi ringan tentang pengalaman kuliah di luar negeri dan tips triknya agar lolos beasiswa LPDP Luar Negeri. Diskusi ini memberikan cerita yang mungkin jarang didengar orang serta pengalaman unik saat berkuliah di negeri orang. Hal ini membuka insight baru bagi para calon pendaftar beasiswa LPDP ataupun orang lainnya. Setelah diskusi dan tanya jawab pertanyaan dari peserta acara Mind Cloud 7.0 selesai, sesi ini diakhiri dengan Closing Statement dari keempat pembicara. Rangkaian diskusi ini diutup oleh Edi sebagai moderator dan dikembalikan kepada MC.

Sesi diskusi 2 dengan awardee Beasiswa LPDP Luar Negeri.

Acara kemudian diakhiri oleh Thoriq sebagai MC setelah penyampaian info program #1000untukdesa oleh perwakilan dari divisi Donation and Fundraising. Tidak lupa jargon Desamind, Ingat Bangsa Ingat Desa pada akhir acara dan foto bersama. Seperti tujuannya dan yang telah disampaikan saat sambutan, Desamind sebagai wadah bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat berkontribusi bagi Indonesia dengan aksi kecil namun berdampak besar dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Harapannya, suksesnya acara ini dapat memberikan motivasi kepada peserta Mind Cloud 7.0 dan masyarakat Indonesia umumnya untuk berani bermimpi dan bercita-cita besar untuk kemajuan Indonesia.

Bagi yang ingin melihat rekaman kegiatan Mind-Cloud 7.0, silahkan dapat klik link di bawah ini:

Opening Program “Program Pelatihan Bahasa Inggris Keluarga Besar Desamind 2.0 X Skyes University”

By Berita Terkini, Press Release

Desamind sukses melaksanakan Opening Program “Program Pelatihan Bahasa Inggris Keluarga Besar Desamind 2.0” melalui platform Zoom Meeting pada Senin (19/7/2021). Tujuan diselenggarakan opening program ini yaitu untuk memaparkan sistem dan teknik pembelajaran, pembagian kelas serta pembagian guru pembimbing. Acara dibuka oleh Salsabila Rizky Awalia sebagai moderator dengan memaparkan rundown kegiatan.

Read More

60 Pemuda dilantik menjadi Executive of Desamind Periode 2021-2022

By Berita Terkini

Zoom Cloud Meeting, Minggu 04 Juli 2021 – Sebanyak enam puluh Pemuda yang berasal dari berbagai provinsi Indonesia dan berdomisili dalam dan luar negeri resmi dilantik menjadi Executive of Desamind 2.0 (Periode 2021-2022). Executive of Desamind 2.0 merupakan pengurus organisasi Desamind di bawah naungan Yayasan Desamind Indonesia (Desamind Indonesia Foundation) yang akan bertugas selama satu tahun kepengurusan mengabdi untuk pengembangan dan pemberdayaan yang berfokus pada masyarakat Desa, khususnya dalam bidang Pendidikan dan Sosial. Executive of Desamind 2.0 terdiri dari 36 Executive baru yang mengikuti Oprec tahun ini dan 24 Executive yang berasal dari Periode sebelumnya. Sebanyak tiga puluh enam executive baru merupakan pengurus hasil seleksi dari 223 pendaftar yang berasal dari 23 provinsi di Indonesia.

Peserta Pelantikan Executive of Desamind 2.0

Pelantikan Executive of Desamind 2.0 dilakukan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan dihadiri oleh seluruh Executive dan Pengurus Yayasan Desamind Indonesia. Sebelum pelantikan, AD/ART Desamind Indonesia Foundation juga dibahas dan disahkan yang menjadi landasan gerak Desamind dalam satu tahun ke depan. Sebelum rangkaian pembahasan AD/ART dan pelantikan dimulai, Hardika Dwi Hermawan selaku Direktur Utama Desamind menyampaikan beberapa poin terkait komitmen dan nilai-nilai dalam organisasi yang perlu di junjung. Presidium Sidang Pleno AR/ART Desamind dipimpin oleh Zakky Muhammad Noor (Presidium Sidang 1), Reza Muhtadin (Presidium Sidang 2), dan Restu Fitriani (Presidium SIdang 3/Notulen Sidang). Kegiatan ini dimoderatori/MC oleh Sevia Anggraeni dari Divisi Growth Management Desamind.

Peserta Pelantikan Executive of Desamind 2.0

Pembahasan AR/ART dan Pelantikan Executive of Desamind berlangsung dari pukul 19.30 hingga 21.30 WIB. Setelah SK Keputusan Executive of Desamind dibacakan oleh Pembina Yayasan, Evi Lestari, Pembacaan ikrar Executive of Desamind 2.0 yang dipimpin oleh Yulia Susanti (Direktur Divisi Program Development) diwakili oleh Rizky Kurniawan yang merupakan pengurus termuda dan masih menembuh kelas XI SMA N Kejayen, dan oleh Sanita Sitinjak yang menjadi domisili terjauh yaitu di Medan. Walaupun demikian, Desamind juga memiliki pengurus yang domisili saat ini di Paris, Prancis yang merupakan pengurus dari tahun pertama Desamind berdiri.

Tabel 1. Daftar Executive of Desamind 2.0 (Periode 2021-2022)

NoNameResidentEducational BackgroundPosition
1.Evi LestariWonogiriJinan UniversityTrustee
 PRESIDENT AND MANAGING DIRECTOR   
2.Hardika Dwi HermawanPurbalinggaS2 The University of Hong KongPresident Director
3.Zakky Muhammad NoorBogorIPB UniversityManaging Director
 DIVISION OF SECRETARIAT   
4.Laila RohmahKlatenS2 Univ. Negeri YogyakartaDirector
5.Restu FitrianiBogorIPB UniversityVice Director
6.Ardiyanto RozaliKlatenITB AAS IndonesiaAssociate
7.Nadia Rana NabilaBogorUniversitas IndonesiaAssociate
8.Edi SetiawanPatiUniv. Sebelas MaretAssociate
 DIVISION OF FINANCE   
9.Rahmat SyawaludinSragenUniv. Muh. SurakartaDirector
10.HafizhahDumaiS2 Manchester University, UKVice Director
11.Isna HardikasariPurbalinggaInstitut Teknologi BandungAssociate
12.Diyah Amalia PutriPurbalinggaUniv. Negeri SemarangAssociate
13.Ujang HartatoYogyakartaS2 Univ. Gadjah MadaAssociate
 DIVISION OF PROGRAM DEVELOPMENT   
14.Yulia SusantiPasuruanISI SurakartaDirector
15.Abdul AzizBoyolaliUniv. Muh. SurakartaVice Director
16.Ahmad LuthfiPalembangUniv. Muh. SurakartaAssociate
17.Dina MarindaBangka BelitungUniv. Muh. SurakartaAssociate
18.Lily Suherlina AhmadPalembangS3 TU Delft, The NetherlandAssociate
19.Annisa Nur AmeliaPangkal PinangUniv. Muh. SurakartaAssociate
20.Dewi Fajar SariningtyasRembangUniv. Sebelas MaretAssociate
21.Rifa Sausan AriqahBantulUniv. Negeri YogyakartaAssociate
22.Fiki NilaWonogiriUniv. Muh. SurakartaAssociate
 DIVISION OF GROWTH MANAGEMENT   
23.Dita Puji RahayuPatiS2 Univ. Pend. IndonesiaDirector
24.Nur KholifahSurakartaUniv. Sebelas MaretVice Director
25.Arlin ErliantiPurbalinggaUniv. Negeri YogyakartaAssociate
26.Moh. RifaiPasuruanUniv. Negeri SurabayaAssociate
27.Thoriqul FalahPurbalinggaUniv. Gadjah MadaAssociate
28.Sevia AnggraeniPurbalinggaUniv. Gadjah MadaAssociate
29.Andika Rizki FaslullohPurbalinggaUniv. Negeri YogyakartaAssociate
30.Angga Adi PermanaPurbalinggaUniv. Negeri YogyakartaAssociate
31.Muh. Luqman NaufalKuninganITENAS BandungAssociate
 DIVISION OF CREATIVE MEDIA   
32.Khoirudin Nur WahidBoyolaliUniv. Muh. SurakartaDirector
33.Indah Choirun Nisya’MaduraUIN Sunan Ampel SurabayaVice Director
34.Ratih Tri Wahyu HutamiKlatenISI SurakartaAssociate
35.Muhammad MusabSragenUniv. Muh. SurakartaAssociate
36.Ikhwan Caesar Amri PradanaBanyumasUniv. Muh. SurakartaAssociate
37.Muhammad GhozianMagelangS2 Univ. Negeri SemarangAssociate
38.Gilang SetiawanGarutUIN Sunan Gunung DjatiAssociate
39.Rizky Kurniawan EffendyPasuruanSMA Negeri 1 KejayanAssociate
40.Muh. Ertam HidayatNgawiUniv. Negeri YogyakartaAssociate
41.Shinta MarcellinaJakarta TimurUniv. BrawijayaAssociate
42.Almiranda Jaihan C.BogorPoliteknik Negeri Media Kreatif JakartaAssociate
 DIVISION OF PUBLIC RELATION   
43.Syifa AdibaCilacapS2 Australian National University, CanberraDirector
44.Putri Aulia PasaCilacapUniv. DiponegoroVice Director
45.Kamilya Anjani PutriSumbawaUniv. Muh. MalangAssociate
46.Sanita SitinjakPadang Lawas UtaraUniv. DiponegoroAssociate
47.Annisa Amalia ShalehaKlatenUniv. Sebelas MaretAssociate
48.HotDimas SimanjuntakPekanbaruInstitut Teknologi SumateraAssociate
49.Abdul Ali MutammimaLombok TengahUniv. MataramAssociate
50.Megan AyucedarYogyakartaUniv. Atma Jaya YogyakartaAssociate
51.Annisa AuliaBandungPoltekesos BandungAssociate
52.Malik Akbar Mulki R.BengkuluUniv. Negeri SemarangAssociate
53.Bayu PrasetioSurabayaUniv. Negeri SurabayaAssociate
 DIVISION OF DONATION AND FUNDRAISING   
54.Isna FahrizalMagelangUniv. Negeri YogyakartaDirector
55.Ayu Larissa MaharaniBlitarUniv. Wijaya Kusuma SurabayaVice Director
56.Farah Nur AuliaKudusUniv. Muh. SurakartaAssociate
57.Joko UtomoJombangUniv. Sebelas MaretAssociate
58.Reza MuhtadinRantauprapatUniv. Negeri MedanAssociate
59.Tinna Nur AzizahBandungUniv. Pendidikan IndonesiaAssociate
60.Yuni Setya NingsihJambiUniv. Muh. SurakartaAssociate
61.Ahmad ZamzamiRembangUIN Walisongo SemarangAssociate

Berikut SK No: 01.072/DSM-O.K/VII/2021 tentang Pelantikan Executive of Desamind Periode 2021-2022 beserta lampiran nama-nama Executive:

223 Pendaftar Executive of Desamind 2021/2021 Dinyatakan Lolos ke Tahap Seleksi Wawancara. Apakah Kamu Siap Tumbuh dan Berkembang bersama Desamind?

By Berita Terkini

Oleh Yulia Susanti (Founder & Director of Program Development)

Desamind telah melakukan Open Recruitment Executive periode 2021/2022. Pendaftaran dibuka sejak 24 Mei – 3 Juni 2021. Adapun divisi yang dibutuhkan diataranya adalah Division of Secretariat 3 orang, Division of Finance 1 orang, Division of Program Development 3 orang, Division of Growth Management 2 orang, Division of Creative Media 4 orang, Division of Public Realation 5 orang, dan Division of Donation & Fundraising 6 orang. Meski hanya 24 orang yang dibutuhkan untuk bergabung, terdapat ratusan pendaftar yang ingin berproses bersama di Desamind. Status pendaftar beragam, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, pekerja, fresh graduate, relawan, lulusan SMA, dan freelancer. Namun, tidak menutup kemungkinan jumlah posisi yang dibutuhkan bertambah jika terdapat banyak kandidat terbaik.

Sebaran domisili pendaftar Executive of Desamind mencakup seluruh provinsi yang ada di Indonesia yaitu, Bali, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, NTT, Papua, Sulawesi Tenggara, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Papua Barat, Sulawesi Barat, Aceh, Riau, Sumatera Barat, NTB, Sumatera Selatan, Banten, Lampung, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Sumatera Utara, DIY, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Setelah dilakukan seleksi administrasi oleh pihak panitia penyelenggara. Terdapat 224 Pendaftar yang dinyatakan lolos ke tahap Seleksi Wawancara. Mayoritas pendaftar memilih Divisi Public Relations sebagai Pilihan pertama, yaitu sebanyak 28% (63 orang), disusul sekretariat 20% (44 orang). Growth Management (GM) yang pada periode sebelumnya bernama Divisi Community Management dipilih sebanyak 17% pendaftar atau 37 orang, Creative Media dan Program Development masing-masing 10% (25 orang), disusul Donation & Fundraising 8% (18 orang) dan Finance 5% (12 orang). Namun setiap divisi membutuhkan jumlah yang berbeda seperti Finance yang hanya dibutuhkan 1 orang. Untuk pilihan 2 sendiri, Public Relation masih menjadi pilihan pertama dengan 30% (68 orang), disusul Growth Management sebanyak 42 orang (19%) dan Program Development 37 orang (17%). Divisi selain itu di atas 10% dengan jumlah lebih dari 20 orang, kecuali Finance dengan jumlah 8 orang.

Terdapat 223 Calon Executive of Desamind yang lolos menuju tahap Seleksi Wawancara  akan berhadapan secara virtual dengan pewawancara, berlangsung pada tanggal 7-14 Juni 2021. Apakah kamu kandidat yang di cari Desamind? siapkah untuk menjadi penyala lilin-lilin desa? siapkan dirimu sebaik-baiknya di seleksi tahap selanjutnya.

(*) Berikut Surat Pemberitahuan Lolos Administrasi dan Daftar Peserta yang dinyatakan Lolos Tahap Administrasi dan akan mengikuti Seleksi Wawancara:

Desamind Leadership Camp 1.0 Dobrak Semangat Pemuda untuk Siap Memimpin dan Berkontribusi

By Berita Terkini

Oleh Yulia Susanti (Director of Program Development)

Generasi muda memiliki peranan yang sangat penting dalam kemajuan desa di Indonesia. Hal ini selaras dengan pernyataan Bung Hatta bahwa Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tetapi Indonesia akan bercahaya karena adanya lilin-lilin di Desa. Oleh sebab itu, Desamind mengadakan kegiatan Desamind Leadership Camp 1.0. Desamind Leadership Camp merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan peserta dan meningkatkan jiwa kontributif terhadap desa. Kegiatan ini memfasilitasi peserta dengan beragam materi serta real experience mengenai kepemimpinan, potensi, dan permasalahan serta solusi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan suatu daerah. Tema Desamind Leadership Camp tahun ini adalah “Kuatkan Karakter dan Kompetensi, Siap Memimpin dan Berkontribusi”. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari tanggal 26-28 Maret 2021 di Rumah Revolusi Mental Wahana Cipta Sinatria, Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 35 pemuda dari berbagai penjuru desa di Indonesia. Terdapat perserta bernama Cristian Runga yang menjadi peserta terjauh dari Sumba, NTT. Adapula peserta bernama Taqqiya Afifa menjadi peserta termuda yang masih duduk di bangku SMA. Kegiatan DLC 1.0 diketuai oleh Dina Marinda dari Divisi Program Development.

Desamind Leadership Camp 1.0 ini tidak hanya sebatas kegiatan pelatihan kepemimpinan seperti pada umumnya dengan cara memberi pengarahan atau sebuah sampel bagi peserta untuk menjadi pemimpin itu sendiri. Melainkan membentuk serta menguatkan karakter  dan kompetensi seorang pemuda yang sejatinya akan menjadi pemimpin di ranah manapun. Karakter dan kompetensi seorang pemimpin sangat mempengaruhi sebuah pola pikir dan etos kerja orang lain yang dipimpin atau kelompok organisasi yang berada dalam naungan pemimpin itu sendiri. Namun secara pada dasarnya sebuah kompetensi tidak melulu tentang intelegensi atau kepintaran yang bisa dilihat dari sebuah indeks prestasi, tetapi terdapat pada sebuah korelasi antara karakter dan kompetensi itu sendiri. Oleh karena itu, kepiawaian seseorang dalam memimpin dinilai pada karakter dan kompetensinya.

Kemudian kegiatan Desamind Leadership Camp 1.0 ini mengumpulkan para pemuda dari seluruh penjuru dengan visi dan misi yang sama dalam membangun dan mengembangkan suatu daerah demi tercapainya kehidupan yang sejahtera. Pemuda yang akan memimpin sebuah perubahan besar. Seperti yang sudah sering kita dengar bahwa pemuda merupakan agen perubahan “agent of change”. Tidak sedikit pemuda di era globalisasi yang bersikap acuh bahkan tidak peduli sama sekali terhadap perubahan terlebih lagi di desa atau daerah tempat tinggalnya sendiri. Pun tidak sedikit masalah yang terus menerus muncul dan harus dihadapi.

Garis besarnya adalah seorang pemuda harus mulai mengasah diri untuk menjadi pemimpin berkualitas. Mulai dari kualitas berfikir, karakter, wawasan luas dan mampu mengimplementasikannya dalam memimpin. Sebuah daerah atau desa dilihat perkembangannya dari para pemuda yang akan memberikan pengaruh terhadap orang-orang disekitarnya. Pemuda yang tidak hanya bisa dipimpin, namun juga mampu memimpin. Oleh karena itu peranan seorang pemuda sangatlah besar bagi sebuah daerah. Hasil Evaluasi Kegiatan DLC 1.0 yang diisi oleh peserta menunjukan bahwa lebih dari 80% peserta merasa sangat puas dengan kegiatan tersebut dan berharap bisa lebih lama. Untuk tetap mendapatkan update informasi terkait DLC, bisa dengan mengikuti instagram @desamind_id atau @desamind.leadershipcamp. Yuk mari menjadi bagian dari pemuda yang siap memimpi dan berkontribusi!

OPEN RECRUITMENT EXECUTIVE OF DESAMIND PERIODE 2021/2022

By Berita Terkini

[Open Recruitment Executive of Desamind]
⁣⁣
_”Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tapi Indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa.”_ ~ Bung Hatta⁣⁣
⁣⁣
Bergabunglah bersama kami ke dalam kepengurusan Desamind periode 2021/2022! Mari bersama, kita ciptakan percikan api untuk menyalakan lilin-lilin desa hingga bercahaya, menerangi seluruh Indonesia bahkan dunia!

Informasi selengkapnya tertera pada poster. Silakan dibaca dengan seksama yaaa! 😇✨

INFORMASI LENGKAP TERKAIT POSTER KLIK DISINI


Link Pendaftaran:

Desamind!
Ingat Bangsa, Ingat Desa!⁣⁣
@desamind_id


GAMBARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI
EXECUTIVE DESAMIND 2021/2022

Download here

Desamind Award 1.0 Ajang Apresiasi Pergerakan Perorangan atau Kelompok di Penjuru Desa

By Berita Terkini, Desamind Award

Tiga orang hebat dari berbagai daerah Indonesia yang telah memberikan peran dan kontribusi aktifnya untuk desa berhasil terpilih menjadi pemenang Desamind Award 1.0.

Mereka adalah Alvian Wardhana (Literasi Anak Banua) dari Desa Bumijaya Kalimantan Selatan untuk kategori Pendidikan, Dian Nugroho (Batik Ciprat) dari Desa Pucung Wonogiri Jawa tengah untuk Kategori Kewirausahaan sosial, dan Cindy Nur Oktaviani (Baroedak Tatanen) dari Desa Cimekar Bandung Jawa Barat.

“Desamind Award 1.0 ini diinisiasi oleh teman teman Desamind, dengan membawa sebuah keresahan bahwa banyak sekali karya kontribusi anak bangsa kepada masyarakat desa. Akan tetapi, belum banyak wadah yang mengapresiasi gerakan kontribusi mereka. Harapannya, dari kegiatan desamind kali ini mampu memberikan spirit kepada teman teman untuk lebih bisa berkontribusi untuk desa, mengingat jika bukan kita yang berkontribusi sebagai generasi muda terus siapa ?,“ jelas Ahmad Lutfi selaku ketua pelaksana Desamind Award 1.0.

Melalui dua tahap penjurian akhirnya Desamind Award 1.0 menghasilkan 3 pemenang dari masing-masing katagori. Penjurian tahap pertama merupakan seleksi berkas dan seleksi tulis dengan menjawab beberapa pertanyaan yang sudah di buat oleh panitia seputar kontribusi yang telah di berikan. Dari penjurian tahap pertama di ambil 3 peserta dari masing-masing kategori yakni pendidikan, kewirausahaan sosial dan pengabdian masyarakat. Tahap kedua awardee di minta membuat video profil yang menggambarkan kontribusi yang telah di lakukan. Total nilai akhir adalah seluruh nilai tahap pertama dan kedua di jumlahkan dan menghasilkan 1 pemenang dari masing-masing kategori.

Malam puncak penganugerahan Desamind Award 1.0 di selenggarakan dalam acara Desamind Leadhership Camp yang berlangsung pada Sabtu 28 Maret 2020 di Rumah Revolusi Mental WCS Mojogedang Karanganyar Jawa Tengah.

“Selamat kepada para pemenang terbaik dari masing-masing kategori, semoga akan lahir lebih banyak lagi generasi muda yang aktif dalam memberikan kontribusinya untuk desa. Ingatlah, Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tapi Indonesia akan bercahaya karena lilin lilin di desa. Terima kasih kepada seluruh peserta Desamind Award 1.0 jangan patah semangat dan terus berikan kontribusi untuk desa” Ungkap Ahmad Lutfi dalam sambutan di malam puncak penganugerahan desamind award 1.0.

Mind Talk 2.0 di Lereng Merbabu “Aku Guru Terbaik Bagi Anakku di Rumah”

By Berita Terkini

Penulis: Abdul Aziez / Editor: Yulia Susanti

Mind Talk merupakan program rutin Desamind yang diselenggarakan di suatu desa dalam bentuk pelatihan, pemberdayaan, diskusi, sharing, seminar atau talkshow dan sejenisnya dengan mengangkat tema yang disesuaikan dengan kondisi di desa.

Mind Talk 2.0 Hari Pertama di Lereng Merbabu

Setelah sukses di event pertama Mind Talk 1.0 di Desa Sugihan pada tahun 2020, Desamind berkolaborasi dengan Mata Garuda LPDP mengadakan kembali Mind Talk 2.0 di Desa Pogalan Kec. Pakis Kab. Magelang, sebuah desa yang terletak di Lereng Gunung Merbabu. Kegiatan ini juga didukung oleh BEM KM Universitas Tidar Magelang. Meski memiliki keindahan alam di desa tersebut menyimpan sebuah permasaslah serius di masa pandemi Covid-19 yaitu soal pendidikan. Sinyal internet yang tidak memadai menjadi salah satu penghambat belajarnya anak-anak di desa Pogalan. Mengingat, anak-anak sekolah saat ini diarahkan sekolah dari rumah secara virtual. Sedangkan guru tidak bisa memantau secara langsung para anak didiknya yang membuat siswa kesulitan dalam mengumpulkan tugas. Apalagi, para orang tua lebih sibuk bertani sehingga kurang mengontrol penggunaan gawai anak-anaknya.

Mind-Talk 1.o Hari Pertama Bersama Warga Lereng Merbabu

Hal itu yang melatarbelakangi Desamind dan Mata Garuda LPDP mengadakan kegiatan Mindtalk 2.0 bertajuk “Aku Guru Terbaik Bagi Anakku di Rumah” yang diselenggarakan pada Minggu-Senin, 21-22 Februari 2021. Menghadirkan narasumber Dita Puji Rahayu (Dosen Muda IPA Universitas Negeri Yogyakarta yang juga Associate Divisi Community Management Desamind) yang bercerita pengalaman tentang anak desa dengan segala keterbatasannya mampu meraih berbagai beasiswa hingga berhasil menjadi dosen di usia muda. Kami berharap dari cerita dari Dita Puji Rahayu memotivasi para orang tua agar memberikan dorongan kuat pada anaknya untuk menempuh pendidikan tinggi dengan cara mencari beasiswa. Dilanjutkan dengan pembiacara kedua Nawang Diani (Volunteer Yayasan Keluarga Kita) yang memaparkan materi tentang parenting. Hari pertama dihadiri oleh 30 ibu rumah tangga yang antusias bertanya.

Ahmad Luthfi dan Nur Kholifah Bersama anak-anak Desa Pogalan

Hari berikutnya diadakan Forum Grup Discussion (FGD) dengan para pengajar di SDN 3 Pogalan dan SMPN 5 karena menjadi pengajar di daerah tertinggal memiliki tantangan yang sangat berat. Narasumber di hadirkan khusus untuk sharing bersama dalam mencari solusi terbaik dalam inovasi pendidikan di masa pandemi.  Hardika Dwi Hermawan (Dosen PTI Universitas Muhammadiyah Surakarta) memberikan pemahaman kepada para pengajar tentang pola komunikasi antara guru dan murid sehingga murid dapat lebih tertarik dalam mempelajari materi, dan pemanfaatan teknologi berbasi low tech environment untuk memudahkan dalam pemberian materi pada siswa. Kegiatan FGD dihadiri sekitar 20 guru.

Mind-Talk 2.0 Hari Kedua Forum Group Discussion

Desamind berharap kegiatan seperti ini terus berlangsung untuk mengurangi disparitas kualitas pembelajaran diwilayah yang jauh dari akses dan terdampak pandemi.