Skip to main content
Category

Berita Terkini

Tingkatkan Literasi Nglegi

Tingkatkan Daya Literasi, Saung Lentera Nglegi Gelar Ajang Literasi 2022

By Berita Terkini, Press Release

NGLEGI, saung lentera – Ajang Literasi 2022 dilaksanakan secara meriah pada tanggal 09 Oktober 2022 di Sekretariat Saung Lentera Nglegi (Nglegi, RT 011/ RW 003). Sebanyak 35 orang anggota Saung Lentera Nglegi tergabung menjadi peserta dari Ajang Literasi 2022.

 Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh pengurus Saung Lentera Nglegi binaan Yayasan Desamind Indonesia, forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kapanewon Patuk serta menggandeng Balai Bahasa Provinsi DIY. Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Penasihat Saung Lentera Nglegi sekaligus Pimpinan Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kapanewon Patuk, serta sambutan dari perwakilan Balai Bahasa DIY.

Acara yang dilaksanakan pada hari Minggu ini menyajikan rangkaian-rangkaian acara yang sarat akan pengetahuan mengenai literasi dengan berbagai topik bahasan dan penampilan menarik dari para peserta  yang hadir seperti diskusi manajemen komunitas literasi, pelatihan menulis cerita bergambar, berbagi kisah pendongeng TBM menggunakan media boneka tangan, praktik literasi sekolah, praktik literasi finansial, praktik baik kolaborasi gerakan literasasi masyarakat, dan tak lupa penampilan-penampilan memukau dan menghibur seperti menyanyi, puisi berantai, cerita pendek berbahasa jawa, musikalisasi puisi, serta  hafalan surat-surat pendek dan doa.

Turut hadir juga penggiat literasi dari tokoh masyarakat yang ikut menyemarakkan kegiatan Ajang Literasi 2022 ini, diantaranya Bapak Yurianto, Ibu Wasriyati, S.Pd, AUD, dan Kak Noor dari Balai Bahasa DIY. Selain menyelenggarakan diskusi interaktif dan penampilan bakat-bakat literasi serta doorprize bagi peserta yang hadir, juga memberikan paket alat tulis kepada masing-masing peserta berupa buku tulis, tempat pensil, bolpoin, pensil, peghapus, penggaris, rautan serta pembagian botol minum pada pertemuan sebelumnya yang di support juga oleh Komunitas Saudara Pulau serta Kak Papsky (Putri Aulia Pasa) selaku salah satu Mentor Awardee Beasiswa Desamind 2.0 . Adapun support uang saku yang diberikan kepada masing-masing peserta yang hadir sebesar sepuluh ribu rupiah dari Ibu Wasriyati,S.Pd, AUD sebagai penyemangat peserta untuk terus berkegiatan di Saung Lentera Nglegi

Terakhir dalam Diskusi Ajang Literasi ini, Kak Noor menitipkan pesan kepada pengurus Saung Lentera Nglegi untuk tidak segan terjun bersama masyarakat di dalam TBM dan mengaplikasikan ilmunya serta menjalankan pengabdian kepada masyarakat, karena setiap hal baik pasti dibukakan jalannya. Selalu beri afirmasi positif kepada anak-anak untuk senang membaca, lewat afirmasi positif yang diberikan setiap waktu maka tanpa disadari alam bawah sadarnya akan terbuka dan bekerja.

Penulis : Imelta Indriyani Alfiah

Editor : Papsky

Hardika Menyabet Penghargaan

Hardika Dwi Hermawan, M.Sc(ITE), Founder dan Presdir Desamind Raih Penghargaan Ten Outstanding Young Person

By Berita Terkini, Press Release

Yogyakarta, Sabtu (8/10) – Pada ajang Ten Outstanding Young Person (TOYP) in Indonesia 2022 yang diselenggarakan di Hotel Royal Ambarukmo, Hardika–founder sekaligus Presdir Desamind Indonesia terpilih menjadi salah satu dari sepuluh anak muda berprestasi berusia di bawah 40 tahun. 

Ajang TOYP 2022 diinisiasi oleh Junior Chamber International (JCI) Indonesia, sebuah organisasi nasional pemuda yang merupakan bagian dari organisasi kepemudaan internasional terbesar di dunia yang berafiliasi pada PBB. JCI intens dalam menciptakan perubahan positif di seluruh dunia dengan mengangkat status pemimpin yang bertanggung jawab dalam ranah sosial dengan rentang usia 18 hingga 40 tahun. Pada ajang TOYP 2022 Hardika mendapatkan penghargaan kategori Kepemimpinan, Kemanusiaan, dan Voluntarism (Voluntary Leadership). Prestasi ini diraih atas kontribusinya sebagai salah satu pendiri dan President Director Desamind Indonesia Foundation, mendorong lahirnya local heroes, pemuda-pemuda yang akan menjadi pemimpin yang kontributif di berbagai wilayah di Indonesia terutama dari desa.

Sebagai generasi penerus bangsa, di mata Hardika para pemuda harus banyak kontribusinya terutama yang tinggal di kawasan pedesaan. Kita semua harus ikut bertanggung jawab atas kesejahteraan dan nasib masyarakat di sekitarnya karena masa depan suatu desa bergantung dari anak mudanya. Melihat kondisi saat ini, banyak anak muda yang kesusahan menjadi local heroes di desanya sendiri. Inilah yang melatarbelakangi Hardika dalam menyuarakan pemuda sebagai aktivis di desa. Sekaligus mengajak dan memberdayakan banyak anak muda, menjadi cahaya bagi desanya. Melalui program-program yang dikembangkan, Desamind dapat menjadi jembatan bagi banyak muda di pedesaan. 

Sementara itu, beberapa tokoh dunia pernah meraih penghargaan Ten Outstanding Young Person saat berusia di bawah 40 tahun. Di antaranya Jackie Chan dari Hong Kong pada 1998, Elvis Presley pada 1970, serta John. F. Kennedy pada 1946. Sederet tokoh lokal juga pernah mendapatkan penghargaan ini. Mulai dari psikolog Seto Mulyadi, pengusaha Aburizal Bakrie, Mendikburistek Nadiem Makarim, hingga politikus Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Berprestasi di usia muda, Hardika tetap sosok bersahaja. Bukan sosok kacang yang lupa akan kulitnya. Karena keberhasilannya saat ini, tak lepas dari dorongan dan kerja keras orang-orang di sekelilingnya. Tak lupa, ucapan terima kasihnya kepada Desamind, UMS, dan masyarakat yang telah mendukung. Penghargaan ini bukan miliknya pribadi. Justru menjadi milik seluruh anak muda, yang berjuang untuk menjadi pemimpin bagi desa. Mantan penerima beasiswa penuh luar negeri dari Pemerintah Indonesia ini berharap, bisa terus mengajak dan memberdayakan anak muda menjadi cahaya bagi desa masing-masing.

Penulis : Septriana
Editor : Papsky dan Syifa

PTI UMS x Desamind Berkolaborasi Laksanaan Pengabdian di Raja Ampat, Papua Barat

By Berita Terkini
Perjalanan ke Pulau Kalobo

Kalobo – Distrik Salawati Tengah, Raja Ampat, Papua Barat merupakan salah satu destinasi program transmigrasi di era tahun 1980-an. Akses ke pulau ini dapat dijangkau menggunakan kapal kurisi setiap pekan sekali ataupun taxi laut pada hari tertentu dengan waktu tempuh 2 – 3 jam. Meskipun demikian sarana dan prasarana di desa ini masih sangat terbatas termasuk listrik yang mengaliri seluruh desa sangat tergantung pada pasokan bahan bakar sehingga hanya menyala normal pada pukul 18.00 – 06.00 WIT yang juga berpengaruh terhadap koneksi internet, padahal aktivitas masyarakat terutama belajar mengajar di sekolah berlangsung di siang hari.  

Potret Kondisi Jalan

Desamind Indonesia yang diwakili oleh Khoirudin Nur Wahid dan Hardika Dwi Hermawan digandeng oleh PTI UMS dan Biro Bebras UMS untuk membawa misi berbakti untuk negeri melalui pengabdian masyarakat di daerah terpencil dalam bentuk workshop yang dilaksanakan di Madrasah ‘Aliyah Muhammadiyah Waibu Raja Ampat dengan sasaran guru (SD, SMP dan SMA/MA) dan siswa. Kegiatan workshop yang dilaksanakan pada tanggal 10 – 12 September 2022 dimulai dengan materi belajar kreatif dengan Computational Thinking (CT) melalui metode CS-Unplugged dan sosialisasi mapel informatika dalam Kurikulum Merdeka yang diberikan oleh Irma Yuliana, S.T., M.M., M.Eng., sebagai Dosen PTI sekaligus Biro Bebras UMS dan Fasilitator Sekolah Penggerak.  

Foto Bersaa Siswa-Siswi peserta Pelatihan Design Thinking (Hari ke 3)

Pada hari ke- 2 diberikan materi pengayaan pembuatan media pembelajaran melalui Canva dan Quizziz dengan mengoptimalkan waktu akses dan tenaga listrik yang terbatas oleh Khoirudin Nur Wahid, S.Pd dari Desamind Indonesia. Pengabdian di hari terakhir adalah Pelatihan Design Thinking untuk mengembangkan ide-ide kreatif bagi siswa yang diberikan oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc.ITE selaku dosen PTI UMS.

Bapak Dwi Irianto, S.P yang merupakan pengawas Sekolah di wilayah Kalobo  menyampaikan rasa  terima kasih dan bersyukur karena selama ini program pemberdayaan pendidikan melalui guru masih jarang dilakukan hingga mencapai daerah/sekolah secara langsung. Para guru memberikan apresiasi karena semakin termotivasi dan semangat untuk mengajar, apalagi dampak pandemi   selama 2 tahun lebih sangat berpengaruh terhadap pendidikan. Semua pihak berharap agar kegiatan ini akan berlanjut di masa mendatang sehingga dapat mempersempit kesenjangan pendidikan di daerah terpencil dan memajukan pendidikan di Indonesia.

Foto bersama Guru dan Kepala Sekolah

Kegiatan workshop ini merupakan bentuk nyata kepedulian tidak hanya bagi daerah-daerah di luar jawa yang memiliki keterbatasan akses informasi dan teknologi. Keberlanjutan program ini adalah guru-guru dapat menerapkan Computational Thinking dalam pembelajaran dan dapat menyusun RPP yang memasukan CT di dalamnya.

Rapat Kerja Desamind 3.0 di Yogyakarta

Menghadirkan Pemuda dari Penjuru Negeri dalam Rapat Kerja Desamind Indonesia 3.0 

By Berita Terkini, Press Release

YOGYAKARTA, Desamind – Desamind Indonesia sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) yang bertempat di Kaliurang, Yogyakarta selama 3 hari. Acara ini dimulai pada hari Jum’at, 30 September sampai dengan Minggu, 2 Oktober 2022.

Presiden Director Desamind 3.0, “Rapat kerja ini bertujuan untuk melakukan pembahasan evaluasi diri, merumuskan strategi, dan program operasional yang akan dilakukan Desamind selama satu tahun ke depan. Acara ini juga sekaligus menjadi ajang silaturahmi Executive of Desamind (EoD) 3.0.” ujar Hardika Dwi Hermawan.

Sebelum dilaksanakan Raker Desamind 3.0 di Yogyakarta, Pengurus Desamind 3.0 terlebih dahulu sudah melaksanakan rangkaian pra-raker dengan para Director dan Vice Director serta pemaparan RPD (Rencana Program Desamind) kepada Hardika Dwi Hermawan, President Director dan Zakky Muhammad Noor, Manager Director melalui aplikasi Zoom. Hal ini bertujuan agar semua pengurus Desamind 3.0 mengetahui proker yang terdapat di divisi masing-masing dan divisi lainnya.

Hari pertama Raker diisi dengan kegiatan internal dan penyambutan anggota baru EoD Desamind 3.0. Kemudian, pada hari kedua dilanjutkan dengan morning routine, perjalanan menuju Lost World, Stonehenge dan Warung Kopi Merapi hingga siang hari. Pukul 13.30 WIB peserta sudah kembali ke lokasi villa dan mempersiapkan diri untuk pelaksanaan kegiatan inti, yaitu Raker Desamind 3.0. Lalu, pada pukul 14.30 WIB Rapar Kerja Desamind 3.0 dimulai dengan susunan acara yaitu pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Sambutan, Penjelasan Teknis Raker Desamind 3.0, Sidang Komisi dan Laporan Hasil Sidang Komisi. Sidang Komisi dibagi menjadi 3 yang meliputi Komisi A, Komisi B dan Komisi C.

Pertama, Komisi A dipimpin oleh Zakky Muhammad Noor. Komisi A meliputi divisi Donation and Fundraising (DnF) dan Secretary and Finance (SF). Pembahasan pada komisi ini meliputi Tata Kelola Organisasi dan Pengembangan Pendanaan. Lalu, Komisi B dipimpin oleh Syifa Adiba. Komisi B meliputi divisi Creative Media (Crevmed) dan Public Relation (PR). Pembahasan pada komisi ini meliputi Humas, Media dan Jurnalistik. Terakhir, Komisi C dipimpin oleh Hardika Dwi Hermawan. Komisi C meliputi Divisi Chapter dan Scholarship dengan pembahasan seputar pengembangan chapter dan beasiswa. Rapat komisi berjalan dengan kritis dan aktif selama 3 (tiga) jam. Setiap komisi tidak hanya terdiri dari 2 divisi terkait. Akan tetapi, terdapat perwakilan diivisi lain yang mengikuti rapat komisi. Hal tersebut menjadikan rapat komisi berjalan dengan objektif dan memperluas elemen dalam menentukan suatu program. 

Setelah diskusi berjalan panjang dan menghasilkan banyak pemikiran baru, acara dilanjutkan dengan laporan hasil sidang komisi dari Komisi A (SF dan DnF), Komisi B (Crevmed dan PR) dan Komisi C (Scholarship dan Chapter) dengan pembacaan RPD bagian Operasional Kegiatan. Raker ini dihadiri puluhan pengurus Desamind Indonesia 3.0.Hari ketiga Raker Desamind 3.0 diisi dengan fun games yang dikemas untuk meningkatkan hubungan diantara pengurus Desamind 3.0 dan olahraga asik. Selepas games  dan olahraga yaitu persiapan kepulangan ke rumah masing-masing. Semoga raker ini bisa menjadi langkah awal yang lebih baik dan segala rencana yang telah disusun dapat terealisasi secara maksimal dan berdampak baik bagi pribadi, organisasi maupun masyarakat.

Author : Papsky
Editor : Syifa Adiba

Sosialisasi Anti Bullying

Sosialisasi Gerakan Stop Bullying di SMPN 3 Kutasari

By Berita Terkini

Purbalingga, Sabtu (17/9) – Bulan September menjadi bulan yang spesial bagi adik-adik SMPN 3 Kutasari. Desamind Chapter Purbalingga (DCPBG) telah sukses melaksanakan kegiatan “Sosialisasi Gerakan Stop Bullying” di SMPN 3 Kutasari dengan tema “Stop Bullying, Don’t Stand By!”. Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu langkah pengabdian pengurus Desamind Chapter Purbalingga di Desa Karangjengkol, dengan mengangkat tema tersebut, bertujuan untuk mengedukasi tentang bahaya perilaku bullying dan bagaimana untuk mengatasinya. Sosialisasi berlangsung mulai pukul 09.00 – 11.30 WIB kepada 216 siswa kelas 7 dan 8 di SMPN 3 Kutasari.

Kegiatan sosialisasi stop bullying meliputi dua kegiatan utama, yaitu menonton film pendek mengenai bahaya perilaku bullying yang berjudul “Bully” karya SMPN 4 Pekalongan. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi secara berkelompok, dimana adik-adik peserta diminta membentuk kelompok kecil 18-19 orang. Masing-masing kelompok akan ditemani oleh seorang fasilitator. Adapun sesi diskusi ini membahas seputar film pendek yang sudah ditayangkan dan refleksi tentang kondisi masing-masing peserta melalui studi kasus.

Dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi stop bullying, Desamind Chapter Purbalingga dibantu oleh tim relawan yang bertugas sebagai fasilitator. Diawali dengan membuka rekrutmen untuk menyeleksi setiap pendaftar, proses rekrutmen berjalan dengan lancar hingga diperoleh 14 orang fasilitator. Adapun tugas fasilitator dalam kegiatan sosialisasi bertugas sebagai pemandu sekaligus teman diskusi peserta dalam sesi kedua yaitu diskusi dan refleksi. Fasilitator disebar ke sejumlah kelompok yang terbentuk, sehingga masing-masing kelompok ditemani oleh minimal satu fasilitator.

Kegiatan Sosialisasi Stop Bullying berjalan dengan lancar dan penuh antusias. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyambutan dari perwakilan sekolah dan Desamind Purbalingga. Sambutan dari sekolah diwakilkan oleh Wakil Kepala Sekolah yakni Bapak Ashri Muh. Rafii, S.Si. Selanjutnya sambutan dari Desamind Chapter Purbalingga sekaligus perkenalan tentang Organisasi Desamind kepada peserta kegiatan. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pertama kegiatan inti, yaitu pemutaran film anti-bullying yang berjudul “Bully” karya SMPN 4 Pekalongan. Pemutaran film berjalan dengan penuh antusias dari peserta kegiatan. Kegiatan dilanjutkan pada sesi kedua kegiatan inti, yaitu diskusi dan refleksi secara berkelompok. Terdapat 14 kelompok kecil yang terbentuk, dengan masing-masing ditemani oleh satu fasilitator. Kegiatan diskusi dan refleksi berjalan dengan penuh semangat. Dalam kegiatan diskusi, masing-masing peserta diminta untuk menyampaikan pendapat tentang film pendek yang sudah ditonton. Kemudian dilanjutkan dengan refleksi dengan studi kasus yang telah diberikan oleh masing-masing fasilitator. Terakhir, kegiatan inti ditutup dengan penyampaian kesimpulan dari perwakilan peserta kegiatan.

Kegiatan Sosialisasi Gerakan Stop Bullying di SMPN 3 Kutasari, Purbalingga, Sabtu (17/9) bersama Desamind Chapter Purbalingga dan tim relawan.

Kegiatan Sosialisasi Gerakan Stop Bullying memberikan banyak sekali kesan dan pesan yang berharga. Menurut tim fasilitator kegiatan dalam sesi refleksi dan evaluasi, pengalaman yang berkesan pada kegiatan ini adalah bisa membersamai peserta kegiatan dalam kegiatan diskusi dan refleksi. Pengalaman untuk menjadi pendengar yang baik dan berempati adalah pengalaman yang luar biasa. Adapun salah satu pesan yang dapat diambil adalah pentingnya untuk peduli akan kondisi diri sendiri dan orang lain disekitar kita. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini menjadi pemantik bagi siapapun yang terlibat, baik peserta, tim fasilitator, pengurus Desamind Purbalingga, pihak sekolah, maupun masyarakat agar dapat memahami bahaya perilaku bullying.

4 Hari di Atas Lautan, Tim Desamind Sampai di Tempat Pengabdian “Projek Babar Kalesang” PFMuda

By Berita Terkini, Ensiklopedia Desa, Pemberdayaan Kepemudaan, Press Release

Disparitas informasi dan teknologi menjadi gap terbesar inovasi dan kemajuan bagi wilayah-wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal di Indonesia. Hingga saat ini, Indonesia masih memiliki banyak pulau terluar yang tidak mendapatkan akses yang sama dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Padahal, potensi manusia untuk tumbuh berkembang menjadi masyarakat sejahtera cukup besar, namun mereka dibatasi akses. Salah satu daerah 3T di Indonesia yang hingga kini hanya memiliki akses listrik dan internet terbatas adalah adalah Pulau-pulau Babar yang terletak di ujung selatan Indonesia yang berbatasan dengan Autralia dan Timor-Timur. Tidak adanya listrik yang mencukupi, menjadikan pulau-pulau Babar yang juga merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Maluku Barat Daya di tahun 2008 memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPB) rendah. Tidak hanya itu, daerah ini juga menduduki rangking terakhir IPM dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku dari tingkat (BPS, 2020).

Desamind Indonesia melalui keikutsertaanya dalam kompetisi Projek Sosial PFmuda pertamina, ambil bagian dalam upaya meminimalisasi gap disparitas informasi dan teknologi yang terjadi. Melalui projek bertajuk Babar Kalesang: Laboratorium Low-Tech Environment Pulau-Pulau Babar, nama Babar Kalesang yang diambil dari nama daerahnya “Babar” dan “Kalesang” yang berarti mengayomi/peduli dalam bahasa Maluku. Desamind Indonesia berkolaborasi dengan Bebras Indonesia Biro UMS, Pendidikan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (PTI UMS) serta Lembaga Pendidikan yang ada di Desa Tepa melakukan kegiatan dan pelatihan guna mendorong peningkatan wawasan, kapasitas, dan kapabilitas masyarakat Pulau-Pulau Babar dalam bidang akses informasi Pendidikan dan Teknologi.

Bersama Anak-Anak di Babar Timur

Laboratorium Low-Tech Environment merupakan sebuah komitmen untuk memanfaatkan teknologi informasi yang dapat digunakan dalam kondisi rendah teknologi, SMK Negeri 3 Maluku Barat Daya dan SMA Negeri 5 Maluku Barat Daya yang berlokasi di Desa Tepa, Pulau-Pulau Babar dipilih menjadi pilot projek pelaksanaan program ini. Perjalanan Panjang ditempuh selama 6 hari dan 4 hari ditempuh dengan kapal. Kondisi cuaca yang cukup buruk mengakibatkan kapal-kapal lain tidak dapat berlayar. Sabtu, 17 Juli 2022 pukul 12.30 WIT setelah 4 hari melewati cuaca buruk diperjalanan di atas Laut Banda, rombongan baru dapat menepi dengan penjemputan dari pihak kedua sekolah (SMA N 5 dan SMK N 3 MBD). Kegiatan dimulai pada hari Minggu, 18 Juli 2022 dengan melakukan kordinasi lintas sectoral mulai dari sekolah, kepala desa, pengawas sekolah hingga masyarakat umum. Kegiatan penguatan Laboratorium LTE di Desa Tepa mulai berlangsung dari tanggal 18 – 22 Juli 2022 dengan melibatkan tiga komunitas/instansi sebagai peserta kegiatan yaitu anak-anak usia SD-SMP di Desa Tepa, Siswa-Siswi dan guru-guru di SMA Negeri 5 Maluku Barat Daya dan SMK Negeri 3 Maluku Barat Daya. Total peserta yang terlibat dalam Projek ini sekitar 250 peserta (angka yang besar untuk sebuah projek di Daerah 3T). Hal ini dapat dicapai dengan adanya Kerjasama lintas sector dan instansi di Pulau-Pulau Babar.

Bersama Guru peserta Workshop Computational Thinking dan Kurikulum Merdeka

Dengan kondisi lingkungan minim teknologi, projek ini berupaya memaksimalkan teknologi informasi namun dengan penyesuaian kondisi low-tech environment. Beberapa hal yang dilakukan adalah sebelum menyerahkan perangkat teknologi yang dapat digunakan dalam kondisi Low-Tech Environment, tim melakukan pelatihan penggunaan aplikasi offline pembelajaran berbasis android, aplikasi Augmented Reality dan Virtual Reality offline yang ditanam diperangkat mobile, serta penggunaan buku-buku terintegrasi Augmented Reality yang dapat digunakan dalam kondisi tanpa internet.

Pelatihan penggunaan perangkat high tech untuk kondisi minim teknologi seperti VR Box, AR, LED Projector Portable yang mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dari siswa dan guru. Tim menghibahkan perangkat tersebut untuk digunakan dalam sekolah sebagai laboratorium low-tech dan dapat dinikmati di Perpustakaan di kedua Sekolah. Selain itu, tim juga melaksanakan Lilin Inspirasi bagi sekitar lebih dari 100 anak-anak usia SD-SMP di Desa Tepa dengan berbagai game yang mengimplementasikan computational thinking metode CS unplugged. CS Unplugged menjadi inovasi yang sangat cocok bagi daerah tanpa teknologi. Kegiatan penguatan Laboratorium LTE juga diberikan dengan memberikan kegiatan parallel bagi siswa dan guru berupa seminar Pendidikan, Seminar Literasi Teknologi, Pengenalan Perangkat Teknologi serta game untuk Siswa-siswa SMA N 5 Maluku Barat Daya dan SMK N 3 Maluku Barat. Hari selanjutnya diisi dengan kegiatan Bersama keluarga SMA N 5 dan SMK N 3 MBD di Kilo 3 dengan mengenal dan menari tradisional khas maluku Bersama dan berolahraga Bersama sembari menikmati pantai.

Pelatihan penggunaan Perangkat Laboratorium LTE

Workshop Computational Thinking dan Sosialisasi Kuirkulum Merdeka juga kepada bapak/ibu guru SMA N 5 dan SMK N 3 Maluku Barat Daya. Pendampingan bagi Siswa dalam belajar Computational Thinking dan persiapan pengikuti tantangan Bebras Indonesia juga diberikan. Selain itu, guru dari kedua sekolah juga diberikan pendampingan dalam pembuatan bahan ajar CT infused. Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari yang dimulai dari kordinasi langsung ini mendapat sambutan yang luar biasa karena mereka sangat jarang sekali mendapatkan kesempatan pelatihan dan kegiatan menginspirasi seperti ini. Peserta pelatihan berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dikemudian hari dan wilayah-wilayah terluar Indonesia semakin mendapatkan perhatian serta laboratorium Low-Tech Environment ini dapat menjadi awal yang baik untuk mengurangi disparitas informasi yang ada.

Bersama para siswa SMA N 5 dan SMK 3 Maluku Barat Daya setelah kegiatan Seminar dan Workshop

Selain itu, salah satu luaran yang diharapkan adalah sekolah dan desa dapat teraliri internet dengan baik. Dari survey broadband yang dilakukan oleh tim, SMK N 3 MBD mengalami gangguan dalam akses internet dan menghambat berbagai pelaksanaan kegiatan dan akses informasi. Tim Desamind kemudian berkordinasi dengan Kominfo dalam program BAKTI – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, dan sekarang sekolah tersebut sudah dapat terhubung dengan Internet Satelit.

Berikut para relawan yang tergabung dalam Projek Sosial Babar Kalesang:

  1. Hardika Dwi Hermawan (Ketua)
  2. Irma Yuliana (Anggota)
  3. Zakky Muhammad Noor (Anggota)
  4. Julianti Madiuw (Anggota)
  5. Rahmat Syawaludin (Anggota)
  6. Nur Kholifah Putri Taufani (Anggota)
  7. Sevia Anggraeni (Anggota)
  8. Muhammad Ertam Hidayat (Anggota)
  9. Arlin Erlianti (Anggota)
  10. Indah Choirun Nisya (Anggota)
  11. Muhammad Luqman Naufal (Anggota)
  12. Khoirudin Nur Wahid (Anggota)

Buletin Desamind No. 2 Vol. 2 Juli 2022

By Berita Terkini, Buletin, Ensiklopedia Desa

Buletin Desamind No. 2 Vol. 2 merupakan buletin ke-3 yang diterbitkan Desamind dengan mengangkat tema “Sinergi Desamind Mendorong Kepemimpinan Kontributif Anak Muda bagi Desa dan Pendidikan di Indonesia”. Buletin ini mengangkat isu-isu dan perjalanan perjuangan anak muda Indonesia di Keluarga Besar Desamind dalam hal mendorong kepemimpinan yang kontributif dalam mendorong Pendidikan, mulai dari kegiatan yang dilaksanakan oleh Desamind, kolaborasi lintas sektoral yang dilaksanakan di Jawa, Sumatera, dan beberapa kota lainnya, hingga perjuangan pengabdian di daerah 3T Indonesia.

Semoga Buletin Desamind ini menjadi pematik semangat dan prasasti perjuangan rekan-rekan semua. Selamat membaca.

KLIK TAMPILAN DI BAWAH UNTUK MENGAKSES FULL!

Pengumuman Executive of Desamind 3.0 (Periode Kepengurusan Desamind Indonesia 2022/2023)

By Berita Terkini, Pengumuman

Desamind! Ingat Bangsa, Ingat Desa!

“Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tapi Indonesia akan bercahaya karena Lilin-Lilin di Desa.”

– Bung Hatta

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. Semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya. 

Menindaklanjuti proses pemantapan dan wawancara yang telah diselenggarakan pada Rabu, 24 Agustus 2022 pukul 21.00 dan hasil Sidang Pleno pada Minggu, 28 Agustus 2022 pukul 20.00 WIB, dengan ini kami sampaikan bahwa saudara/i LOLOS sebagai Executive of Desamind 3.0 (Pengurus Desamind Indonesia Periode 2022/2023). Berkenaan dengan hal tersebut kami harap saudara/i dapat memegang erat komitmen selama satu tahun ke depan. 

Daftar nama dan posisi peserta yang lolos (Lihat lampiran 1). Nomor Induk Executive Desamind (NIED) sebagai identitas resmi Executive of Desamind dimiliki oleh seluruh EoD serta email yang dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya dapat dilihat pada Lampiran file yang dikirimkan ke email masing-masing. Selanjutnya saudara/i dapat menghubungi Director divisi masing-masing untuk kemudian diundang ke dalam WhatsApp Group divisi. 

Informasi lebih lanjut terkait dengan pelantikan dan lainnya, akan diinformasikan lebih lanjut melalui channel-channel Desamind. Silahkan mulai mengenal Desamind dengan mengikuti dan memantau seluruh channel yang Desamind miliki, serta mulai membuka diri dengan keluarga baru EoD 3.0.

“Menjadi bagian dari Desamind Indonesia adalah menjadi bagian dari Patriot-Patriot Muda Indonesia. Kalian wajib berbangga diri dari jutaan anak muda Indonesia, kalian menjadi bagian yang mau mengambil peran. Sebagai sebuah gerakan organik yang lahir dari bawah kita bertekad tanpa embel-embel material untuk ikut memiliki masalah yang dimiliki negeri ini. Ownership to problem menjadi sangat penting untuk kita bergerak. Ownership to Desamind juga menjadi hal yang sangat penting, Desamind milik kita bersama, mari kita jaga dan tumbuhkan bersama. Kita melihat bahwa tugas mendorong kemajuan Desa dan Indonesia memang secara konstitusional adalah tugas dan tanggung jawab negara. Namun, secara moral adalah tanggung jawab kita semua, melalui peran-peran yang bisa kita lakukan. Kalian semua adalah orang-orang luar biasa.

Dalam kepengurusan, ada kalanya, jangan terus merasa gengsi, jika kita kesulitan atau kebingungan, jangan tolak bantuan dan bertanyalah. Terus terang saja, sikap terus terang membuka jalan bagi penerimaan orang lain. Kerjasama dan kekeluargaan membutuhkan keakraban, keakraban tercipta bila satu sama lain saling menerima. Sedangkan penerimaan yang tulus itu terwujud dari sikap jujur dan terus terang. Semangat dan mari saling merangkul dan melangkah bersama untuk diri kita sendiri dan Indonesia. 
Dalam kepengurusan, pasti kita juga akan bertemu dengan beragam karakter yang berbeda, cara penyampaian yang berbeda. Ketika ada sesuatu hadapilah dengan bijak, sabar, menghargai dan jangan dirasa dulu, namun adakalanya dipikirkan terlebih dahulu. Bisa jadi, setelah kita pikirkan, hal yang disampaikan rekan kita ada baiknya juga, jikapun tidak, tanggapilah dengan bijak.”  Hardika Dwi Hermawan

Sekali lagi kami ucapkan selamat. Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Dengan hormat,
President Director of Desamind Indonesia


Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc.ITE
NIED. DSM200001

Lampiran 1. Daftar Nama Executive of Desamind 3.0

NoNamePositionResident ofEducational Background
0Evi LestariTrusteeWonogiriJinan University
1Hardika Dwi HermawanPresident DirectorPurbalinggaUniversity of Hong Kong (S2)
2Zakky Muhammad NoorManaging DirectorBogorUniversity of New South Wales, Australia (S2)
Secretariat and Finance Division (5)
3Rahmat SyawaludinDirectorSragenUniv. Muh. Surakarta
4Nadia Rana NabilaVice DirectorBogorUniversitas Indonesia
5Restu FitrianiCo. SecretariatBogorIPB University
6Rizal Afid UdinCo. FinanceSragenUniv. Muh. Surakarta
7Sevia AnggrainiCo. SF ChapterPurbalinggaUniversitas Gadjah Mada
Scholarship Division (6)
8Yulia SusantiDirectorPasuruanISI Surakarta
9Edo RiyandaniVice DirectorTulungagungNational Yang Ming Chiao Tung University, Taiwan (S2)
10Lily SuherlinaCo. Self Improvement ClassPalembangTU Delft, The Netherland & ETH Zurich, Switzerland (S3)
11Dewi Fajar SariningtyasCo. CurriculumRembangUniversitas Sebelas Maret
12Meilani Intan P.Co. RecruitmentMagelangUniversitas Gadjah Mada (S2)
13Rike NursafitriCo. MentorshipBangka BelitungUniv. Muh. Surakarta
Chapter Division (9)
14Muhammad AzrilDirectorBoneWageningen University & Research, The Netherland (S2)
15Nur Kholifah Putri TaufaniVice Director of Chapter ManagementSukoharjoUniversitas Sebelas Maret
16Abdul AzizVice Director of Chapter DevelopmentBoyolaliUniv. Muh. Surakarta
17Dinda BerlianCo. Chapter Reg. 1JakartaUniv. Kristen Indonesia
18Kintan Nur RomadhonaCo. Chapter Reg. 2CilacapUniv. Muh. Purwokerto
19Muhammad RifaiCo. Chapter Reg. 3PasuruanUniv. Negeri Surabaya
20Ahmad ZamzamiAssociateRembangUIN Walisongo Semarang
21Arlin ErliantiAssociatePurbalinggaUniv. Negeri Yogyakarta
22Alwi Dwi RahmadiAssociateKlatenUniv. Muh. Surakarta
Creative Media Division (10)
23Khoirudin Nur WahidDirectorBoyolaliUniv. Muh. Surakarta
24Indah Choirun Nisya’Vice DirectorMaduraUIN Sunan Ampel
25Ikhwan Caesar Amri Co. DesignBanyumasUniv. Muh. Surakarta
26Shinta MarcellinaCo. Social MediaJakartaUniversitas Brawijaya
27M. GhozianCo. WebsiteMagelangUniv. Negeri Semarang (S2)
28Muhammad Mus’abAssociateSragenUniv. Muh. Surakarta
29Azhar MuzaqqiAssociateNgawiUniv. Muh. Surakarta
30Rahmat Misbiyantoro P.AssociateKotawaringin BaratUniv. Muh. Surakarta
31Selvia Syella SepindahAssociatePare-PareUniv. Muh. Surakarta
32Syahkist Afi DaibAssociateWonosoboUniv. Muh. Surakarta
Public Relation Division (8)
33Syifa AdibaDirectorCilacapAustralian National University (S2)
34Putri Aulia PasaVice DirectorCilacapUniversitas Diponegoro
35Anisa Amalia SalehaAssociateKlatenUniversitas Sebelas Maret
36Megan Ayu CedarAssociateYogyakartaUKDW Yogyakarta
37Bayu PrasetioAssociateSurabayaUniv. Negeri Surabaya
38Sanita SitinjakAssociatePadang Lawas UtaraUniversitas Diponegoro
39Septiarida NonalisaAssociateBantenUniversitas Indonesia (S2)
40Muh. Ertam H.AssociateNgawiUniv. Negeri Yogyakarta
Donation and Fundraising Division (9)
41Isna FahrizalDirectorMagelangUniv. Negeri Yogyakarta
42Dita Puji RahayuVice DirectorPatiUniv. Pendidikan Indonesia (S2)
43Yuni Setya NingsihCo. Creative FundraisingJambiUniv. Muh. Surakarta
44Farah Nur AuliaCo. DonationKudusUniv. Muh. Surakarta
45Lailati RohmahAssociateKlatenUniv. Negeri Yogyakarta (S2)
46Edi SetiawanAssociatePatiInstitut Teknologi Bandung (S2)
47Ayu LarissaAssociateBlitarUniv. Muh. Surakarta
48Ahmad LuthfiAssociatePalembangUniv. Muh. Surakarta
49Dina MarindaAssociateBangka BelitungUniv. Muh. Surakarta

Desamind Turut Serta Rapat Pembahasan Implementasi Pedoman Sentra Pemberdayaan Pemuda Desa/Kelurahan berbasis Data Desa Presisi

By Berita Terkini, Pemberdayaan Kepemudaan, Press Release

Jakarta (28/6) Desamind Indonesia menghadiri Rapat Pembahasan Implementasi Pedoman Sentra Pemberdayaan Pemuda Desa/Kelurahan berbasis Data Desa Presisi. Rapat yang digelar di lantai 3 Gedung Graha Pemuda Kemenpora RI Pukul 13.00 WIB, dibuka langsung oleh Sekretaris Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Esa Sukmawijaya.

Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dan arahan Presiden pada Peraturan Presiden (PP) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Permenpora Nomor 32 Tahun 2016 tentang Sentra Pemberdayaan Pemuda, Permenpora Nomor 1 Tahun 2018 tentang Strategi, Capaian dan Kurikulum Sentra Pemberdayaan Pemuda, dimana secara kelembagaan, SPP pada tingkat desa harus ditetapkan oleh Bupati. Merujuk arahan dan amanat tersebut, Kemenpora telah menjalin kerjasama dengan IPB University untuk menerapkan inovasi Data Desa Presisi sejak tahun 2021 lalu.

Pak Esa pada sambutannya mengingatkan kembali kepada peserta rapat bahwasannya Pak Menpora pernah berpesan bahwa dalam disetiap kota/kabupaten minimal ada 1 Sentra Pemuda Desa (SPP) yang akan komparasikan atau dikombinasikan dengan Data Desa Perisisi dan perihal anggaran tentunya akan melibatkan pengambil kebijakan terkait.

Rapat ini membahas mengenai implementasi dari SPP, mulai dari pengambilan datanya sampai manfaatnya, sehingga organisasi kepemudaan seperti Desamind bakal turun andil ke desa.

Data yang dihasilkan berupa identitas dari pemuda yang ada di desa yang meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, data kesehatan, dan sebagainya. Data ini nantinya bakal open access jadi bisa dimanfaatin oleh organisasi pemuda untuk membangun proyek yang sesuai dengan desa yang jadi fokus organisasi tersebut.

Narasumber pada rapat ini yaitu Sofyan Sjaff yang merupakan Wakil Kepala LPP IPB Bidang Pengabdian kepada Masyarakat/Penggagas Data Desa Prestasi. Ada hal menarik yang bisa menjadi periksa untuk kita semua tentang akses perguruan tinggi cukup baik di Indonesia. Akses perguruan tinggi yang cukup baik tidak sejalan dengan masih banyaknya pengangguran di Indonesia. Selain itu bonus demografi dapat menjadi ancaman tersendiri. Harapannya dengan adanya DDP dapat melengkapi pendataan untuk menjawab tujuan bangsa terhadap masalah-masalah data.

Saat ini Data yang dibangun di Indonesia masih menggunakan cara Top-Down bukan Bottom-Up. Kelebihan dari DPP yaitu dapat membantu mengetahui keadaan pemuda yang masih memerlukan bantuan untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan dan bentuk perhatian lainnya. SPP perlu dimaknai sebagai Sense Of Prioritas yang dapat memberi dampak nilai ekonomi bagi masyarakat.

Mewakili Bupati, Kadispora Tapanuli Utara Baharudin Siagian, mengatakan bahwa Data pemuda diperlukan tindak lanjut dari data pemuda yang memerlukan dukungan pengembangan kapasitas. Dukungan ini seperti wirausaha pemuda,sehingga dapat diketahui dengan jelas siapa saja yang menjadi target penerima akses atau layanan bantuan. Oleh karena itu perlunya dilakukan pelatihan-pelatihan dan sosialisasi kepada para pemuda sebagai bagian dari pada fungsi SPP.

Rapat ini dihadiri sebanyak 22 orang peserta yang meliputi Pejabat dan Staf Kemenpora RI (Staf Ahli Bidang Hukum Samsudin, Analis Kebijakan Ahli Utama Imam Gunawan, Asdep Peningkatan IPTEK dan IMTAQ Pemuda Deputi 1 Kemenpora RI H. Amar Ahmad, Kepala Pusat PP-PON Tri Winarno, Asdep Kapasitas Pemuda, Pemuda Zainal Aminin, Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda H. Ibnu Hasan, Kabiro Hubungan Masyarakat dan Hukum Sanusi, Staf Khusus Kreativitas dan Inovasi Kaum Milenial, Alia Sasono, Kabbag Evaluasi dan Penilaian Kinerja Yayat Suyatna, Kabid Pemetaan dan Penelusuran IPTEK Yossi Ahmad Falah) serta Perwakilan Indonesia Stundent and Youth Forum, 3 orang dari IPB, Desamind, Ssayp, OIC Youth Idonesia, Milenial Institute, serta lintas komunitas dan organisasi.

Gambar 2 Nadia Rana Nabila (Associate of Secretariat Desamind) dan Ahmad Luthfi (Associate of Program Development Desamind)

Nadia selaku salah satu perwakilan dari Desamind Indonesa berkata bahwasannya Nadia seneng mengikuti kegiatan ini karena Kemenpora berusaha melibatkan pemuda dalam pembahasan Sentra Pemberdayaan Pemuda (SPP) Desa/Kelurahan dan Desamind diundang untuk ikut pembahasannya.

Harapannya Rapat Pembahasan Implementasi Pedoman Sentra Pemberdayaan Pemuda dapat menjadi langkah maju dalam pengembangan pemuda di Indonesia melalui Data Desa Presisi (pap/nad).

Live In Desamind Purbalingga

Live In Desamind Chapter Purbalingga (DCPBG): Break the Bias! Menjadi Pemuda Milenial Cerdas Membangun Inovasi untuk Desa

By Berita Terkini

Purbalingga, Sabtu-Minggu (25-26/6) – Menutup bulan Juni, Desamind Chapter Purbalingga (DCPBG) telah sukses melaksanakan kegiatan “Live In” dengan tema “Break the Bias! Menjadi Pemuda Milenial Cerdas Membangun Inovasi untuk Desa”. Kegiatan “Live In” DCPBG bertempat di SMPN 3 Kutasari berlangsung sejak hari Sabtu pukul 10.00 WIB hingga hari Minggu pukul 08.00 WIB. Dengan misi sebagai partner desa dalam upaya mengembangkan masyarakat desa yang maju, kehadiran DCPBG diharapkan mampu memberikan dampak positif untuk desa. Kegiatan yang diadakan selama 2 hari 1 malam ini menjadi sarana bagi perangkat DCPBG untuk mengenal lebih dekat Desa Karangjengkol, baik dari segi masyarakat, problematika, maupun peluang potensi yang ada.

Kegiatan “Live In” DCPBG meliputi rangkaian kegiatan diantaranya Sapa Warga, Reveal Karang Taruna, Forum Group Discussion, dan Susur Desa. Kegiatan “Live In” DCPBG menghadirkan perwakilan elemen masyarakat desa diantaranya Kepala Desa, Kepala Dusun, BUMDES, TPQ/Muslimat, Guru/Pendidik, Bidan Desa, Ibu PKK, Karang Taruna, Pokdarwis, IPNU/IPPNU, dan Kepanitian PHBI. Kurang lebih 18 orang peserta dari perwakilan masyarakat hadir meramaikan kegiatan ini. Diharapkan dengan kehadiran perwakilan masyarakat mampu memberi gambaran lebih menyeluruh tentang kondisi dan potensi desa.

Kegiatan “Live In” DCPBG diawali dengan kegiatan Sapa Warga. Kegiatan Sapa Warga merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk membuka serangkaian acara dan kesempatan untuk saling mengenal antara pihak Desamind Chapter Purbalingga dengan elemen masyarakat yang hadir. Adapun kegiatan Sapa Warga terbagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi pengenalan tentang Desamind Chapter Purbalingga dan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama perwakilan warga yang hadir. Kegiatan dibuka pada pukul 10.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana (Gunawan), Kepala Desamind Chapter Purbalingga (Glagah Eskacakra Setyowisnu), dan Kepala Desa Karangjengkol (Ibu Sutirah).

Kegiatan Sapa Warga dibuka dengan penjelasan singkat kegiatan “Live In” DCPBG dan dilanjutkan dengan pemaparan tentang Desamind Chapter Purbalingga secara umum yang mencakup sejarah, tujuan, dan harapan ke depan bersama desa mitra, khususnya Desa Karangjengkol. Setelah itu, Ibu Kepala Desa dalam sambutannya menyebutkan menerima dengan baik kehadiran Desamind Chapter Purbalingga. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama warga. Diskusi berjalan dengan membagi warga dan perangkat DCPBG menjadi dua kelompok besar, yang mana masing-masing kelompok akan membahas empat topik yang telah disiapkan panitia meliputi pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan ekonomi. Peserta yang hadir sangat antusias untuk saling bertukar informasi dan memberikan berbagai saran yang luar biasa tentang masalah dan potensi yang dimiliki Desa Karangjengkol. Kegiatan berjalan dengan lancar dan kondusif hingga diakhiri dengan foto bersama.

Kegiatan selanjutnya adalah Forum Group Discussion (FGD) 1, yang dilaksanakan setelah istirahat, sholat, dan makan untuk panitia. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 14.00 WIB. Kegiatan FGD1 bertujuan untuk mengumpulkan hasil diskusi bersama warga dan merumuskan program yang akan dilaksanakan Desamind Chapter Purbalingga bersama desa mitra untuk mengatasi masalah maupun memanfaatkan potensi yang ada. Kegiatan terbagi menjadi dua, yakni pada siang hari setelah kegiatan Sapa Warga dan pada malam hari setelah kegiatan Reveal Karang Taruna.

Kegiatan FGD1 berlangsung dengan kondusif, masing-masing perangkat DCPBG saling memberikan ide dan masukan terkait hasil diskusi yang telah dilaksanakan bersama warga. Masing-masing ide dan masukan menjadi pertimbangan penting bagi perumusan program kerja yang akan dilaksanakan selama satu periode di Desa Karangjengkol.

Pukul 16.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan Reveal Karang Taruna. Kegiatan ini merupakan diskusi secara khusus dengan pihak Karang Taruna tentang program yang akan dilaksanakan sekaligus menjadi awal kerja sama pelaksanaan program. Reveal Karang taruna secara tidak langsung menjadi bekal agar program yang telah disusun dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Kegiatan Reveal Karang Taruna mendiskusikan lebih lanjut terkait hal-hal yang diperoleh pada FGD1 dan merumuskan lebih jauh program apa yang sekiranya akan dilaksanakan di Desa Karangjengkol bersama Karang Taruna. Ditemani dengan kopi hitam dan cemilan, diskusi berjalan dengan lancar, santai, dan kondusif. Diharapkan melalui diskusi ini dapat memberi gambaran lebih jelas tentang apa dan bagaimana pelaksanaan program solusi di Desa Karangjengkol, kegiatan diskusi diakhiri dengan foto bersama.

Kegiatan selanjutnya adalah FGD2, yang dilaksanakan setelah istirahat, sholat, dan makan untuk panitia, pada pukul 20.00 WIB. Penghujung kegiatan “Live In” DCPBG hari pertama, kegiatan ini digunakan untuk merekap hasil kegiatan bersama warga dan mengevaluasi kegiatan secara keseluruhan. Sambil melepas penat, kegiatan keakraban panitia menjadi penutup kegiatan “Live In” hari pertama. Lelah tapi bahagia, itulah yang dirasakan panitia yang hadir kala itu.

Pukul 06.00 WIB, kegiatan Susur Desa menjadi kegiatan utama hari kedua. Susur Desa merupakan kegiatan berkeliling desa untuk melihat potensi dan keadaan desa secara langsung. Ditemani oleh Bapak Kusyanto selaku Kepala Karang Taruna, perangkat Desamind Chapter Purbalingga diajak menuju lokasi pengembangan objek wisata “Maliomoro” di Desa Karangjengkol sambil berkeliling desa. Kegiatan berjalan dengan menyenangkan dan tentunya membawa perangkat DCPBG lebih dekat dengan Desa Karangjengkol dan berbagai potensinya.

Berakhirnya kegiatan Susur Desa pada pukul 08.00 WIB sekaligus menutup kegiatan “Live In” Desamind Chapter Purbalingga yang telah terlaksana selama 2 hari 1 malam di Desa Karangjengkol.