Skip to main content
Category

Berita Terkini

VOLUNTALK Aksiberbagi.com: Ketika Nongkrong Menjadi Ruang Belajar Kerelawanan

By Berita Terkini, Pemberdayaan Kepemudaan, Press Release

Surakarta – Aksiberbagi.com menghadirkan ruang belajar kerelawanan melalui VOLUNTALK “Dari Pengabdian Menuju Perubahan” yang digelar pada Sabtu (15/8/2026) di Nusantara Tea House, Surakarta. Mengusung konsep diskusi santai di ruang nongkrong, kegiatan ini mempertemukan Didie Putri, Head of Remote Area CT ARSA Foundation, dan Hardika Dwi Hermawan, President Director of Desamind Indonesia Foundation, untuk berbagi pengalaman tentang pengabdian, realitas masyarakat rural, serta pentingnya membangun empati dalam menciptakan perubahan.

VOLUNTALK dikemas dalam suasana informal untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat dengan keseharian generasi muda. Melalui diskusi dan berbagi pengalaman, peserta diajak melihat kerelawanan tidak hanya sebagai aktivitas untuk membantu orang lain, tetapi juga sebagai proses belajar untuk memahami persoalan sosial, membangun kepedulian, memperluas jejaring, dan menemukan ruang untuk berkontribusi.

Gambar 1. Sesi Berbagai Pengalaman dari Para Narasumber

Dalam kesempatan tersebut, Didie Putri membagikan pengalamannya ketika terjun langsung ke berbagai wilayah rural. Pengalaman di lapangan memperlihatkan kepadanya bahwa masih terdapat masyarakat yang menghadapi persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan pangan hingga sulitnya memperoleh akses pendidikan.

Didie menceritakan pengalamannya bertemu dengan anak-anak yang hidup dalam kondisi serba terbatas. Di sejumlah wilayah, ia menemukan anak yang bahkan harus menjalani pagi hanya dengan minum kopi karena tidak memiliki makanan untuk sarapan. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan di wilayah rural tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan fasilitas, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar dan kesempatan anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Ketika kita turun ke daerah rural, kita akan melihat realitas yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Masih ada anak-anak yang kelaparan, ada yang sarapan hanya dengan minum kopi. Akses pendidikan juga sangat sulit. Dari situ kita belajar bahwa persoalan masyarakat itu sangat kompleks dan tidak bisa kita lihat hanya dari satu sisi,” ujar Didie.

Menurut Didie, pengalaman tersebut memberikan pelajaran bahwa kerja pengabdian membutuhkan kepekaan terhadap kondisi masyarakat. Relawan tidak cukup hanya datang dengan keinginan untuk membantu, tetapi perlu memahami konteks dan kebutuhan masyarakat sebelum menentukan bentuk kontribusi yang diberikan.

Berinteraksi langsung dengan masyarakat juga membuat seseorang memahami bahwa persoalan sosial tidak selalu dapat diselesaikan melalui pendekatan yang sama. Setiap wilayah memiliki tantangan, karakter masyarakat, serta kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kehadiran di lapangan menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman sekaligus kepedulian terhadap kondisi masyarakat.

Sementara itu, Hardika Dwi Hermawan membagikan perspektif mengenai pentingnya membangun empati dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Menurutnya, kegiatan yang dikerjakan seseorang seharusnya tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga memiliki dampak positif bagi orang lain.

“Ketika kita mengerjakan sesuatu, jangan hanya berpikir apa dampaknya bagi diri kita. Bangun empati, karena apa yang kita kerjakan seharusnya juga memberikan dampak bagi orang lain. Dari empati itu kita bisa memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat dan kemudian menentukan apa yang bisa kita lakukan,” kata Hardika.

Pengalaman Hardika dalam membangun gerakan kepemudaan melalui Desamind turut membentuk pandangannya mengenai peran anak muda dalam menjawab persoalan sosial. Melalui berbagai inisiatif berbasis masyarakat, Desamind mendorong generasi muda untuk mengambil peran sebagai local heroes yang mampu mengembangkan potensi di lingkungan masing-masing.

Bagi Hardika, menjadi anak muda bukan hanya tentang mengembangkan kapasitas diri. Pengetahuan, energi, dan kesempatan yang dimiliki juga dapat diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Karena itu, empati menjadi penting agar seseorang mampu melihat persoalan bukan hanya dari sudut pandang dirinya sendiri, tetapi juga dari perspektif orang lain yang terdampak.

“Menjadi anak muda bukan hanya tentang bagaimana kita berkembang untuk diri sendiri. Ada tanggung jawab sosial di dalamnya. Ketika kita memiliki pengetahuan, energi, dan kesempatan, pertanyaannya adalah bagaimana semua itu bisa kita gunakan agar orang lain juga merasakan manfaatnya,” lanjut Hardika.

Pertemuan kedua narasumber tersebut memberikan gambaran bahwa pengabdian memiliki banyak bentuk. Anak muda dapat mengambil peran melalui pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kemanusiaan, teknologi, lingkungan, maupun berbagai inisiatif lain yang berangkat dari persoalan di sekitarnya.

Konsep VOLUNTALK yang memadukan diskusi dengan ruang nongkrong menjadi salah satu pendekatan aksiberbagi.com untuk memperkenalkan isu kerelawanan melalui ruang yang lebih informal. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan praktisi yang memiliki pengalaman di lapangan.

Gambar 2. Para Relawan Ekspedisi Merdeka Berbagi Aksiberbagi

Salah satu peserta, Silvi Aliya Sakina, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, konsep VOLUNTALK memberikan alternatif ruang bagi generasi muda untuk memperoleh pengetahuan sekaligus bersosialisasi.

“Ini adalah salah satu pendekatan yang dibutuhkan kami. Selain memang bisa nongkrong di kafe, tetapi juga dapat ilmu berbasis kerelawanan yang ternyata sangat dibutuhkan oleh generasi kami (Gen Z),” ujar Silvi.

Menurut Silvi, pendekatan tersebut membuat pembelajaran mengenai kerelawanan terasa lebih dekat dengan kehidupan generasi muda. Ruang informal juga memungkinkan peserta untuk berdiskusi secara lebih terbuka dan bertukar pengalaman dengan orang-orang yang memiliki perhatian terhadap isu sosial. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proses belajar mengenai kerelawanan tidak selalu harus berlangsung dalam ruang formal. 

Percakapan, perjumpaan, dan cerita pengalaman langsung dari mereka-mereka yang sering terjun di dunia kerelawanan dapat menjadi bagian dari proses kami untuk membentuk kepedulian serta mendorong anak muda untuk mengambil peran di masyarakat,” pungkas Silvi.

Author: Ahmad Zamzami

Kolaborasi dengan Sanggar Edukasi Purbalingga, Desamind Gelar Lilin Inspirasi “Jelajah Teknologi, Temukan Potensi”

By Berita Terkini, Press Release

Purbalingga – Desamind Indonesia berkolaborasi dengan Sanggar Edukasi Purbalingga menyelenggarakan Lilin Inspirasi  “Jelajah Teknologi, Temukan Potensi” pada Sabtu (1/8) di Sanggar Edukasi Karang Petir, Purbalingga. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar berbasis teknologi bagi 48 anak jenjang kelas 1 hingga kelas 6 sekolah dasar sebagai upaya menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan literasi digital sejak dini.

Selama 2,5 jam, para siswa belajar terkait pemanfaatan teknologi secara bijak, pembelajaran interaktif yang menyenangkan, mencoba teknologi Virtual Reality (VR), hingga bereksperimen menggunakan Makey-Makey sebagai media belajar kreatif. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri.

Gambar 1. Anak-Anak Mencoba VR dan Makey-Makey

Sesi inspiratif ini diisi oleh para akademisi dan penerima berbagai program beasiswa dari beragam latar belakang keilmuan, yaitu Hardika Dwi Hermawan (Dosen Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Penerima Beasiswa LPDP, Master of Information Technology in EducationUniversity of Hong Kong), Alwy Ahmed (Mahasiswa Internasional asal Kenya, Universitas Muhammadiyah Surakarta), Ari Septian (Penerima Beasiswa LPDP, Magister Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Ahmad Zamzami (Penerima Beasiswa LPDP, Magister Teknologi Pendidikan Universitas Sebelas Maret), Anisa Amalia (Penerima Beasiswa Universitas Sebelas Maret, Magister Pendidikan Bahasa Inggris), Ahmad Luthfi (Magister Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta), serta Abyan Wardhana (Penerima Beasiswa S1 Teknik Komputer, Telkom University).

Kehadiran rekan-rekan Desamind tidak hanya memperkenalkan berbagai teknologi kepada anak-anak, tetapi juga membagikan kisah perjalanan pendidikan mereka. Melalui cerita tersebut, anak-anak Sanggar Edukasi didorong untuk berani bermimpi, terus belajar, serta memanfaatkan teknologi secara positif sebagai bekal menghadapi masa depan.

Sanggar Edukasi Purbalingga merupakan ruang belajar gratis yang didirikan oleh Sherly sebagai bentuk kepeduliannya melihat masih banyak anak usia sekolah dasar yang belum menguasai kemampuan dasar, seperti membaca, menulis, dan berhitung. Sanggar ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang tumbuh bagi anak-anak untuk mengembangkan karakter, kreativitas, dan keterampilan hidup melalui kegiatan yang diselenggarakan secara rutin setiap Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu.

Gambar 2. Foto Bersama Sanggar Edukasi dan Desamind Purbalingga

Menanggapi kolaborasi antara Desamind dengan Sanggar Edukasi, Sherly menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak di sanggar.

“Bagi anak-anak kami, ini bukan sekadar kegiatan, tetapi pengalaman baru yang membuka cara pandang mereka tentang belajar  dan arti terus semangat,” ujar Sherly.

Sementara itu, Indri Wahyu N, Guru Sanggar Edukasi, menilai Desamind membawa semangat baru bagi anak-anak untuk terus belajar dan mengeksplorasi hal-hal baru.

“Kehadiran teman-teman Desamind memberikan energi baru bagi anak-anak. Mereka pulang dengan rasa ingin tahu yang jauh lebih besar setelah dikenalkan berbagai teknologi,” tutur Indri.

Selain melaksanakan kegiatan Lilin Inspirasi, Desamind Indonesia, Desamind Chapter Purbalingga, dan Sanggar Edukasi Purbalingga juga berdiskusi untuk mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan guna memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak di lingkungan Karang Petir, Purbalingga.

Author: Ahmad Zamzami

Cetak 108 Local Heroes, Desamind Indonesia Sukses Gelar Bootcamp Strategic SDGs-Based Rural Community Empowerment Specialist

By Berita Terkini, Press Release

Surakarta, 20 Juni 2026 – Di tengah berbagai tantangan pembangunan desa yang semakin kompleks, mulai dari isu lingkungan, ketimpangan sosial, hingga transformasi digital. Oleh karena itu, kebutuhan akan hadirnya generasi muda yang mampu menjadi penggerak perubahan semakin mendesak. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Sekolah Local Heroes by Desamind Indonesia sukses menyelenggarakan program “Bootcamp Strategic SDGs-Based Rural Community Empowerment Specialist”. Pelatihan intensif ini dirancang untuk mencetak calon pemimpin muda dan praktisi pemberdayaan masyarakat desa yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi desa-desa di Indonesia.

Program ini menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium sosial bagi para mahasiswa, pemuda, aktivis, pegiat desa, dan siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan masyarakat. Tidak sekadar menawarkan teori, Bootcamp Sekolah Local Heroes Desamind 2026 ini mengajak peserta memahami persoalan desa secara langsung, memetakan potensi lokal, serta merancang program pemberdayaan yang berorientasi pada dampak jangka panjang dan keberlanjutan.

Mengusung pendekatan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), program ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan strategis yang dibutuhkan untuk menjadi agen perubahan di komunitasnya masing-masing. Melalui pembelajaran yang aplikatif ini, peserta diajak melihat desa bukan sebagai wilayah yang tertinggal. Sebaliknya, desa dilihat sebagai ruang tumbuh bagi berbagai inovasi sosial desa yang mampu menjawab tantangan masa depan.

“Pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur. Yang jauh lebih penting adalah membangun kapasitas manusianya. Ketika generasi muda memiliki kapasitas, kepedulian, dan kemampuan untuk mengorganisasi masyarakat, maka perubahan yang berkelanjutan akan lebih mudah diwujudkan,” ungkap Hardika Dwi Hermawan selaku President Director dalam sambutannya.

Belajar dari Praktik dan Capaian Luar Biasa Peserta

Kurikulum dalam Bootcamp Sekolah Local Heroes Desamind 2026 dirancang dengan orientasi penuh pada kebutuhan nyata di lapangan. Peserta mempelajari berbagai aspek penting dalam pemberdayaan masyarakat desa, mulai dari pemahaman tentang SDGs Desa, tantangan pembangunan berkelanjutan, kepemimpinan pemuda, gerakan komunitas. Selain itu, mereka belajar teknik penelitian sosial serta praktik social mapping sebagai dasar penyusunan program yang tepat sasaran.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan intensif terkait perencanaan program sosial desa. Mereka juga dibekali strategi kampanye digital dan pemanfaatan digital tools. Di samping itu, terdapat materi teknik monitoring, evaluasi, dan pengukuran dampak program. Seluruh proses pembelajaran ini ditutup dengan penyusunan final project. Kemudian, hasilnya dipresentasikan di hadapan mentor dan praktisi.

Melalui pendekatan dari seluruh rangkaian tersebut, pelatihan ini berhasil meluluskan 108 peserta dari berbagai daerah, sebanyak 95% peserta dinyatakan Lulus dengan predikat Sangat Baik, sebuah angka yang membuktikan komitmen tinggi dari para calon spesialis pemberdayaan masyarakat ini.

Apresiasi Peserta dan Proyek Sosial Terbaik 2026

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi selama program, panitia penyelenggara Bootcamp Sekolah Local Heroes mengumumkan nama-nama peserta serta inovasi sosial desa terbaik dalam angkatan ini:

  • Peserta Terbaik 1: Andhika Januardyh (Kota Tarakan, Kalimantan Utara)
  • Peserta Terbaik 2: Marco Timothy Manurip (Surabaya, Jawa Timur)
  • Proyek Sosial Terbaik 1: Muhammad Fajar Firdaus – Handil Bakti Eco-Digital Village (Handil Bakti, Kalimantan Selatan)
  • Proyek Sosial Terbaik 2: Anak Agung Istri Agung Adnyani – Desa Mandiri Pangan (Kelurahan Bitera, Provinsi Bali)

Membangun Jejaring Penggerak Desa dan Ekosistem Kolaboratif

Salah satu nilai tambah dari Bootcamp Sekolah Local Heroes ini adalah kesempatan untuk membangun jejaring lintas daerah di Indonesia. Melalui diskusi kelompok, studi kasus, dan refleksi mendalam, para peserta berhasil membentuk ekosistem kolaboratif yang kuat untuk mendukung aksi sosial mereka di masa depan. 

Di era digital yang terintegrasi, keberhasilan pembangunan masyarakat tidak lagi ditentukan oleh kerja individu, melainkan oleh kekuatan sinergi multitaraf. Oleh karena itu, bootcamp ini tidak hanya fokus pada pengembangan kompetensi personal, melainkan juga pada pembentukan komunitas pembelajar (community of practice) yang saling menguatkan antar-wilayah.

Metode Pelaksanaan yang Fleksibel dan Didukung Mitra Strategis

Program ini sukses dilaksanakan secara daring menggunakan kombinasi metode synchronous dan asynchronous learning melalui platform Zoom dan Learning Management System (LMS) Sekolah Local Heroes. Fleksibilitas ini memungkinkan para pemuda dari pelosok negeri untuk tetap berpartisipasi aktif tanpa mengorbankan aktivitas utama mereka.

Kesuksesan agenda besar ini tidak lepas dari dukungan penuh para mitra strategis yang memiliki komitmen serupa terhadap pembangunan SDM Indonesia, antara lain Danantara Indonesia, Pertamina Foundation, Desamind Research and Training Center, serta Gress Tropika Fruitindo.

Menyiapkan Local Heroes untuk Indonesia Masa Depan

Lebih dari sekadar pelatihan biasa, program ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan kepemimpinan sosial Indonesia. Desa membutuhkan lebih banyak tangan-tangan terampil yang mampu membaca persoalan secara kritis, mengorganisasi potensi lokal, serta menghadirkan solusi yang berdampak luas.

Melalui rilisnya angkatan baru ini, Desamind Indonesia berharap para alumni dapat menjadi Local Heroes sejati di daerahnya masing-masing — menghubungkan teori akademik dengan aksi nyata di lapangan, serta mentransformasikan pembangunan desa menjadi gerakan kolektif menuju Indonesia yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.

Karena setiap perubahan besar selalu dimulai dari komunitas yang bergerak. Dan komunitas yang bergerak, selalu dimulai dari satu orang yang berani mengambil langkah pertama.

Penulis: Kiki Irafa

Editor: Yesi Rahma Mustika

 

Universitas Indonesia dan Desamind Indonesia Kerjasama Perkuat Kapasitas Diaspora Indonesia di Selandia Baru melalui Program INTEGRA

By Artikel, Berita Terkini, Press Release

Auckland, Selandia Baru –  (23-27/05) Komitmen Desamind Indonesia dalam membangun jejaring pemuda dan komunitas Indonesia di tingkat global kembali diwujudkan melalui keterlibatannya dalam Program INTEGRA (Integrated Improvement of Digital Marketing Strategy, Food Safety Awareness, and Occupational Health and Safety System) yang diinisiasi oleh Universitas Indonesia.

Program yang dilaksanakan di Auckland, Selandia Baru, ini melibatkan 15 pekerja diaspora Indonesia yang bekerja di Mill Bakery dan K-Chicken, unit usaha yang berada di bawah naungan Fabulous Work Group. Kegiatan bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan pengembangan pemasaran digital, keamanan pangan, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Sebagai mitra strategis dalam program tersebut, Desamind Indonesia turut berperan dalam menjembatani kolaborasi antara dunia akademik, pelaku usaha diaspora, dan komunitas Indonesia di luar negeri. Keterlibatan ini sejalan dengan visi Desamind untuk menghadirkan generasi muda Indonesia yang memiliki kompetensi global sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

President Director Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, hadir langsung di Auckland untuk mengikuti rangkaian kegiatan, berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memperkuat peluang kolaborasi internasional yang dapat memberikan manfaat bagi komunitas diaspora Indonesia.

“Diaspora Indonesia memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dan penggerak ekonomi di berbagai negara. Melalui kolaborasi seperti INTEGRA, kami ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan akses terhadap pengetahuan, keterampilan, dan jejaring yang dapat mendukung pertumbuhan usaha maupun pengembangan komunitas secara berkelanjutan,” ujar Hardika.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh berbagai materi terkait strategi pemasaran digital dan pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar, penerapan standar keamanan pangan berbasis Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), hingga penguatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan usaha.

Gambar 1. Kolaborasi Tim INTEGRA dengan Mill Bakery dan K-Chicken

Program ini hadir sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi usaha kecil dan menengah di sektor pangan, mulai dari transformasi digital, meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kualitas produk, hingga pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Melalui sesi diskusi, studi kasus, serta praktik langsung, peserta didorong untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas operasional sehari-hari.

Salah satu capaian utama kegiatan ini adalah penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keamanan Pangan dan Food Safety Checklist yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional Mill Bakery. Dokumen tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas produksi, menjaga konsistensi layanan, serta memperkuat kepercayaan pelanggan.

Program INTEGRA juga menjadi ruang kolaborasi internasional yang melibatkan akademisi dan mahasiswa Indonesia di University of Auckland. Pertukaran pengetahuan yang terjadi selama kegiatan menunjukkan bahwa pengembangan komunitas tidak lagi dibatasi oleh wilayah geografis, melainkan dapat dilakukan melalui jejaring kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak dengan latar belakang yang beragam.

Gambar 2. Sesi Kunjungan Langsung ke Mill Bakery

Bagi Desamind Indonesia, keterlibatan dalam program ini merupakan bagian dari upaya memperluas dampak organisasi di tingkat global. Tidak hanya berfokus pada pembangunan desa dan pengembangan pemuda di Indonesia, Desamind juga terus mendorong terciptanya ruang kolaborasi yang mempertemukan pengetahuan, inovasi, dan praktik baik dari berbagai negara untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui kemitraan dengan Universitas Indonesia dan Fabulous Work Group, Desamind percaya bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia merupakan pondasi penting dalam membangun bisnis yang berdaya saing, komunitas yang tangguh, serta ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.

Ke depan, hasil pembelajaran dari program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai inisiatif pengembangan komunitas lainnya, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional. Dengan menghubungkan keahlian akademik, pengalaman praktis dunia usaha, dan semangat kolaborasi komunitas, program seperti INTEGRA menunjukkan bahwa perubahan yang berdampak dapat lahir dari kerja sama lintas sektor dan lintas negara.

Desamind Indonesia Dorong Dampak Nyata Akar Rumput Lewat Forum Internasional Para Peneliti di The University of Queensland

By Berita Terkini, Press Release

Queensland, Australia – (23/05) Hardika Dwi Hermawan, President Director Desamind Indonesia menjadi pembicara dalam forum diskusi bertajuk “From Global Insight to Local Impact: Bridging Knowledge with Grassroots Realities in Indonesia” yang diselenggarakan di The University of Queensland, Australia.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kopikir Indonesia sebagai Think Thank Indonesian Scholar di Queensland yang bekerja sama dengan UQ Indonesian Student Association dan dihadiri oleh beragam scholars Indonesia dari berbagai kampus di Queensland. Forum tersebut menjadi ruang diskusi reflektif mengenai bagaimana wawasan global dapat diterjemahkan menjadi dampak nyata bagi masyarakat Indonesia, khususnya di tingkat akar rumput.

Dalam sesi tersebut, Hardika menekankan bahwa akses terhadap pengetahuan global di luar negeri perlu diiringi dengan kesadaran akan konteks lokal Indonesia. Ia menggarisbawahi bahwa tantangan terbesar bukan sekadar memperoleh wawasan internasional, tetapi bagaimana memastikan pengetahuan tersebut kembali dan memberi manfaat bagi masyarakat di desa, komunitas, dan wilayah yang sering kali tidak terjangkau inovasi.

Gambar 1. Penyampaian Diskusi oleh Hardika

Dalam perspektif Desamind Indonesia, hal ini menjadi sangat relevan dengan misi organisasi dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan pemuda desa melalui pendekatan berbasis local heroes. Hardika menjelaskan bahwa Desamind hadir untuk menjembatani kesenjangan antara gagasan dan realitas lapangan dengan mendorong anak muda agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga turun langsung membangun solusi di komunitasnya.

Melalui berbagai program seperti pengembangan kapasitas pemuda desa, literasi digital, pendampingan komunitas, hingga inisiatif sosial berbasis kebutuhan lokal, Desamind Indonesia berupaya memastikan bahwa transformasi pengetahuan tidak berhenti di ruang akademik. Sebaliknya, pengetahuan tersebut harus menjadi alat perubahan yang hidup di tengah masyarakat.

“Desamind percaya bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari pusat, tetapi bisa tumbuh dari desa. Ketika pemuda diberi ruang, akses, dan kepercayaan, mereka mampu menjadi penggerak utama perubahan sosial di lingkungannya,” ungkap Hardika.

Lebih lanjut, melalui pertemuan ini Desamind Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk terus menjadi jembatan antara pengetahuan global dan realitas lokal, serta memperkuat peran pemuda desa sebagai aktor utama perubahan sosial yang berkelanjutan.

Diskusi berlangsung dengan sangat dinamis dan penuh antusiasme. Para peserta yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu membahas peran lintas bidang dalam menjawab tantangan sosial di Indonesia. Mulai dari pendidikan, teknologi, kesehatan, hingga pembangunan komunitas, seluruh perspektif dipadukan dalam semangat kolaborasi multidisiplin.

Gambar 2. Foto Bersama Scholars Indonesia di Queensland

Forum ini juga memperkuat pandangan bahwa dampak sosial yang berkelanjutan hanya dapat tercapai melalui kolaborasi antara akademisi, praktisi, komunitas, dan gerakan sosial seperti Desamind Indonesia. Pendekatan ini selaras dengan semangat collective impact, di mana perubahan besar lahir dari kerja bersama berbagai pihak yang memiliki tujuan yang sama.

Ketua Kopikir Indonesia, Hardo, turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi Hardika dan Desamind Indonesia dalam forum tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas perspektif yang dibagikan dan menilai diskusi ini membuka ruang refleksi penting bagi para scholars Indonesia di luar negeri.

“Terima kasih sudah berbagi bersama teman-teman di sini. Diskusi ini sangat memperkaya perspektif kami, terutama dalam melihat bagaimana pengetahuan global dapat benar-benar kembali memberi dampak bagi masyarakat di Indonesia,” ujar Hardo.

Monitoring dan Evaluasi Desamind Chapter 2025/2026: Perkuat Akuntabilitas dan Arah Gerak Organisasi

By Berita Terkini, Desamind Chapter, Press Release

Surakarta – Desamind Indonesia melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Chapter II Periode Kepengurusan 2025/2026 pada Minggu, (12/4). Kegiatan ini digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dengan melibatkan partisipasi aktif pengurus Desamind Chapter dari berbagai daerah di Indonesia.

Adapun chapter yang mengikuti kegiatan ini meliputi Asmat, Bogor, Majalengka, Magelang, Purbalingga, Soloraya, Yogyakarta, Gunungkidul, Malang, Pasuruan, Lombok Timur, dan Maros. Kehadiran perwakilan chapter dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga tata kelola organisasi yang sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Monitoring dan evaluasi ini bertujuan melakukan penilaian menyeluruh terhadap kinerja, akuntabilitas, serta efektivitas pelaksanaan program kerja selama satu periode kepengurusan berjalan. Selain menjadi sarana evaluasi, agenda ini juga difungsikan sebagai ruang refleksi bersama untuk mengidentifikasi capaian, tantangan, serta peluang pengembangan chapter pada periode berikutnya.

Rangkaian kegiatan Monev Chapter II terdiri atas empat sesi utama, yakni pembukaan dan sambutan, sesi monitoring dan evaluasi, penyampaian hasil besar, serta prosesi demisioner perangkat Desamind Chapter periode 2025/2026.

Pada sesi pembukaan, Vice Director Chapter Division Desamind Indonesia sekaligus Ketua Panitia Monev, Nur Kholifah, menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya berfokus pada aspek administratif semata.

“Esensi Monev II tidak sekadar pada penilaian administratif, melainkan sebagai wadah silaturahmi dan refleksi kolektif untuk menata kembali niat dalam menjalankan roda gerakan Desamind Chapter di periode mendatang,” ujar Kholifah.

Pelaksanaan monitoring dilakukan secara sistematis dengan membagi 12 chapter ke dalam dua ruang virtual (breakout room). Masing-masing chapter mengikuti sesi diskusi intensif selama 60 menit bersama auditor.

Gambar 1. Sesi diskusi bersama Auditor

Dalam sesi tersebut, auditor melakukan pendalaman terhadap kondisi internal organisasi melalui tanya jawab berbasis kolom capaian yang telah diisi sebelumnya oleh masing-masing chapter. Pendekatan ini tidak hanya berfungsi sebagai validasi kinerja, tetapi juga menjadi ruang konsultasi strategis untuk merumuskan langkah perbaikan dan penguatan organisasi.

Hasil evaluasi kemudian dituangkan ke dalam lembar penilaian sebagai bahan rekomendasi pengembangan chapter pada periode selanjutnya. Dengan demikian, proses monitoring tidak hanya menilai capaian masa lalu, tetapi juga menyiapkan fondasi yang lebih kuat untuk masa depan organisasi.

Agenda ditutup dengan prosesi demisioner perangkat Desamind Chapter periode 2025/2026 yang dipimpin Director Chapter Division bersama para Kepala Desamind Chapter secara simbolis dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya satu periode kepengurusan sekaligus awal bagi regenerasi kepemimpinan chapter di berbagai daerah.

Author : Alwi Dwi Rahmadi

Editor: Ahmad Zamzami

YBKI Surakarta Rujuk Praktik Desamind Indonesia dalam Perkuat Pengelolaan Relawan Berkelanjutan

By Berita Terkini, Press Release

Surakarta — Yayasan Benih Keluarga Indonesia (YBKI) Surakarta menggelar kegiatan sharing session bersama Desamind Indonesia pada Jumat (4/4). Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama dalam memperkuat kapasitas kelembagaan, khususnya dalam pengelolaan relawan dan pengembangan program pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Ketua YBKI Surakarta, Nurhayati, S.Pd.I., Gr. dengan memperkenalkan profil serta berbagai program yang telah dijalankan. YBKI selama ini bergerak dalam bidang pembinaan dan pemberdayaan keluarga melalui sejumlah inisiatif, seperti sekolah pranikah, program parenting, hingga pendidikan anak berbasis masjid.

Dalam sesi tersebut, YBKI juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam mengelola relawan. Salah satu isu yang disoroti adalah menjaga konsistensi keterlibatan relawan dalam jangka panjang. Sebagai organisasi berbasis kerelawanan, YBKI menyadari bahwa relawan tidak dapat dipaksa, sehingga dibutuhkan pendekatan yang tepat agar mereka tetap berkomitmen.

Menjawab hal tersebut, President and Director Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. (ITE), memaparkan strategi Desamind dalam membangun dan menjaga keberlanjutan relawan. Ia menegaskan bahwa kekuatan utama Desamind terletak pada empat nilai inti, yaitu fun, ownership, collaborative, dan integrity.

Menurut Hardika, nilai fun diwujudkan melalui suasana kerja yang menyenangkan sehingga relawan merasa nyaman dalam berproses. Nilai ownership mendorong setiap individu untuk merasa memiliki program yang dijalankan. Sementara itu, collaborative menjadi kunci dalam membangun jejaring dan kerja sama lintas pihak, serta integrity menjaga komitmen dan konsistensi dalam setiap gerakan sosial.

“Relawan tidak bisa dipertahankan hanya dengan sistem, tetapi dengan rasa memiliki dan makna. Ketika mereka merasa menjadi bagian dari perubahan, mereka akan bertahan,” ujar Hardika.

Gambar 1. Sharing Session Pengelolaan Relawan dan Pengembangan Program Pemberdayaan Masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Director of Finance Desamind Indonesia, Meilani Intan Pertiwi, turut membagikan pengalamannya terkait dinamika internal organisasi. Ia menekankan bahwa soliditas tim menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan.

“Di Desamind, kami tumbuh bersama. Satu sama lain saling mendukung, sehingga terbentuk ekosistem yang kuat dan penuh semangat gotong royong,” jelas Meilani.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung interaktif sepanjang kegiatan. Salah satu pegiat YBKI, Nunik Nurhayati, mengaku mendapatkan banyak pembelajaran dari pengalaman Desamind.

“Kami belajar bahwa mengelola relawan bukan hanya soal program, tetapi juga membangun nilai dan budaya organisasi. Ini sangat membuka wawasan kami,” ungkapnya.

Ia juga berharap ke depan YBKI dan Desamind dapat menjalin kolaborasi yang lebih konkret dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam penguatan keluarga dan generasi muda.

Author: Ahmad Zamzami

Semarakkan Ramadhan, Angkasa Pura Gandeng Desamind Bersihkan 12 Masjid di Boyolali

By Berita Terkini, Press Release

Boyolali — PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Adi Soemarmo berkolaborasi dengan Desamind Indonesia menggelar kegiatan Ramadhan Bersih dan Berkah dengan melakukan aksi bersih-bersih masjid di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu hingga Jumat (8–13/3), dengan melibatkan 30 relawan dari wilayah Soloraya.

Melalui kegiatan ini, relawan melakukan pembersihan di 12 masjid dan musala yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Ngemplak. Aksi bersih-bersih meliputi pembersihan ruang utama masjid, tempat wudu, halaman, serta penataan fasilitas ibadah guna menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan.

Adapun lokasi kegiatan meliputi Masjid Al-Ikhlas di Cepit, Ngargorejo; Masjid Nur Hidayah di Gentan, Sobokerto; Masjid Manhajunadzor di Tegal Pucung, Ngesrep; Masjid Husnul Jami’ di Kanoman, Gagaksipat; Musala Al Barokah di Sanggrahan, Donohudan; Masjid NU di Sadon, Sawahan; Masjid Al-Mukmin di Welar, Pandeyan; Masjid Jami’ Al-Muttaqin di Tambas, Kismoyoso; Masjid Nurul Khasanah di Lemahabang, Dibal; Masjid Al-Hikmah di Sindon; Masjid Al-Mukmin di Batongan, Manggung; serta Masjid Baitul Muslimin di Borongan, Giriroto.

Managing Director Desamind Indonesia, Zakky Muhammad Noor, dalam technical meeting dan pembekalan relawan menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan rumah ibadah, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan semangat kepedulian sosial.

Gambar 1. Technical Meeting dan Pembekalan Relawan

“Melalui kegiatan ini, para relawan diajak untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan aksi sederhana namun berdampak nyata, seperti menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah,” ujar Zakky.

Branch Communication, CSR, and Legal Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Adi Soemarmo, Tyas Ayu Novitasari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional bandara.

Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas seperti Desamind menjadi langkah penting untuk memperluas dampak kegiatan sosial sekaligus melibatkan generasi muda dalam gerakan kerelawanan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menghadirkan kenyamanan bagi jamaah dalam menjalankan ibadah selama Ramadan,” ungkap Tyas.

Gambar 2. Para Relawan Membersihkan dan Merapikan Masjid

Salah satu relawan, Afra Lana, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan bersih masjid tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi amalan baik di bulan puasa.

“Kegiatan ini memberi pengalaman yang berharga bagi kami. Hal sederhana seperti membersihkan masjid ternyata bisa menjadi bentuk ibadah sekaligus kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,” pungkas Afra.

Author: Ahmad Zamzami

Desamind Salurkan 275 Dus Air Minum untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

By Berita Terkini, Press Release

Aceh Barat – Desamind Indonesia menyalurkan 275 dus air minum bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Barat, Sumatera, pada Rabu (25/2). Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan donasi masyarakat yang dihimpun dan dititipkan melalui Desamind sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat dan akan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Desa Jambak, Desa Lawet, Desa Lancong, serta beberapa desa lain di Kabupaten Aceh Barat yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih.

Ari Rizky, perwakilan dari Desamind Chapter Aceh Barat, mengatakan bantuan air minum difokuskan karena kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak di lapangan, terutama saat Ramadhan. 

“Kami menerima laporan bahwa masih banyak masyarakat kesulitan memperoleh air bersih,” ujar Rizky.

Menurutnya, bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Desamind dalam merespon kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana secara cepat dan tepat sasaran. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan BPBD dilakukan agar distribusi bantuan dapat menjangkau titik-titik yang paling membutuhkan.

Agus Junaedi, Koordinator Gudang BPBD Aceh Barat, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini sebagian warga masih kesulitan mendapatkan air layak konsumsi. 

Gambar 1. 275 Dus Air Minum Siap Didistribusikan ke Desa Jambak, Desa Lawet, Desa Lancong, serta beberapa desa lain di Kabupaten Aceh Bara

“Untuk bulan puasa ini, kebutuhan air bersih meningkat. Banyak sumur warga tertutup lumpur, sehingga bantuan air minum sangat dibutuhkan,” ungkap Agus.

Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Barat menyebabkan kerusakan infrastruktur serta mengganggu akses terhadap kebutuhan dasar, termasuk air bersih. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat.

Melalui penyaluran bantuan ini, Desamind berharap dapat membantu meringankan beban warga terdampak sekaligus mengajak masyarakat luas untuk terus memperkuat solidaritas dalam menghadapi situasi kebencanaan. 

Author: Ahmad Zamzami

Satu-satunya di Pasuruan, Warga Tambaksari Kenang Peristiwa Langka Jatuhnya Meteor 1975

By Berita Terkini, Desamind Chapter, Press Release

Pasuruan — Desamind Chapter Pasuruan berkesempatan mengikuti kegiatan “Ambal Dumugi” yang diselenggarakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Arjuna Desa Tambaksari untuk mengenang peristiwa langka jatuhnya meteor Tambakwatu pada 14 Februari 1975. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (14/2) sebagai bentuk upaya merawat ingatan kolektif atas fenomena alam yang diyakini menjadi satu-satunya peristiwa jatuhnya meteor di Kabupaten Pasuruan.

Ketua Pokdarwis Arjuna Desa Tambaksari, Misto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjaga nilai sejarah agar tetap hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, Ambal Dumugi berarti mengenang kembali datangnya meteor Tambakwatu agar peristiwa tersebut tidak hilang dari ingatan generasi muda.

Acara yang dikemas dalam bentuk tasyakuran tersebut juga menjadi momentum refleksi spiritual bagi warga. Kepala Dusun Tambakwatu, Sumarto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menyebut fenomena alam yang terjadi 51 tahun silam itu sebagai anugerah Tuhan yang patut disyukuri.

“Semoga kegiatan ini membawa berkah, keselamatan, dan ketenteraman bagi warga Desa Tambaksari, khususnya Dusun Tambakwatu,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Tambaksari, Holikhati Rohmah, menilai peringatan ini memiliki makna penting bagi identitas desa. Ia menyebut peristiwa yang terjadi merupakan fenomena langka yang memperkaya sejarah lokal.

“Tadi Pak Kasun menyampaikan bahwa Tambaksari bukan hanya ‘banyu langit’, tetapi juga batu yang jatuh dari langit. Ini merupakan anugerah bagi kita,” ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga serta melestarikan lokasi bersejarah tersebut agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Momentum peringatan semakin bermakna dengan kehadiran saksi mata peristiwa tersebut. Doro, warga setempat yang saat kejadian berusia sekitar 15 tahun, mengisahkan detik-detik jatuhnya meteor. Ia melihat langsung benda langit itu melintas dengan cahaya hijau kebiruan dari kejauhan sebelum berubah putih dan menghantam tanah tidak jauh dari ladangnya.

“Kebetulan saya berada di kandang sapi dan lokasinya dekat ladang. Saya melihat cahayanya terang sekali, tetapi waktu itu tidak tahu benda apa yang jatuh,” tuturnya.

Gambar 1. Prosesi “Ambal Dumugi” dengan mendengarkan kisah dari saksi mata, Pak Doro

Menurut Doro, warga sempat mengira sebuah pesawat jatuh. Mereka mencari sumber cahaya tersebut sepanjang malam menggunakan lampu petromak dan senter. Batu meteor baru ditemukan keesokan harinya setelah digali sedalam satu hingga dua meter oleh warga bersama aparat keamanan desa.

Peristiwa yang semula menimbulkan kepanikan itu kini justru menjadi bagian dari kebanggaan kolektif masyarakat Tambaksari. Lima dekade berlalu, kenangan tentang malam langka tersebut tetap hidup dalam ingatan warga.

Ia mengaku bangga karena generasi muda kini berupaya mengangkat kembali peristiwa tersebut sebagai bagian dari sejarah desa.

“Kalau ini mau disejarahkan, saya sangat bangga. Supaya tidak terlupakan dan orang tahu bahwa di Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, pernah terjadi jatuhnya batu meteor,” pungkas Doro.

Author: Mukhammad Thoriq Aziz

Editor: Ahmad Zamzami