Skip to main content
Category

Berita Terkini

Penandatanganan MoU Tahun Kedua Desamind Farm & Pengelola Ternak Kambing di Desa Kajongan Purbalingga

By Berita Terkini, Pemberdayaan Kepemudaan

Desa Kajongan, Bojongsari, Purbalingga – Minggu, 13 November 2022 Desamind Farm dari Desamind Indonesia bertemu kembali dengan Mas Sidik selaku peternak kambing untuk melanjutkan kerjasama tahun kedua pembudidayaan kambing. Kesepakatan kerjasama dilakukan dengan melakukan penandatanganan MoU kembali yang akan berjalan 1 tahun mendatang. 

Kegiatan pembudidayaan kambing yang dilakukan Desamind dan Peternak menjadi langkah strategis Desamind untuk mendorong masyarakat Desa tetap produktif dan menghidupi sektor ramah lingkungan. Beberapa permasalahan yang ditemukan di Desa salah satunya adalah terdapatnya kandang ternak, namun tidak berisi ternak karena terkendala modal usaha. Desamind membantu untuk mencukupi kebutuhan modal dengan pembagian hasil yang adil, sesuai kesepakatan dan sebagian digunakan untuk kegiatan sosial ataupun pengembangan Desa. Tujuan utama dari kerjasama ini adalah mendukung para peternak di Desa untuk terus tumbuh dan berkembang serta memberikan dampak sosial yang lebih dengan memberikan alokasi keuntungan yang digunakan untuk projek sosial bagi pemberdayaan desa.

Mas Sidik yang mewakili Pengelola dan Hardika dari Desamind melakukan penandatanganan MoU

Kerjasama ini disambut dengan baik oleh kedua belah pihak. Hardika yang mewakili pihak Desamind yang ditemani Tim dari Desamind Indonesia dan Desamind Chapter Solo Raya berharap program ini akan semakin berkembang di beberapa titik Desa dan membangkitkan semangat anak muda untuk berinfestasi di sektor produktif, mendorong petani, dan menumbuhkan jiwa sosial. Perwakilan dari Desamind Chapter Solo Raya yang diwakili oleh Vivin dan Anis pun menanggapi sangat  postif dan membuka wawasan baru terkait dengan pemberdayaan masyarakat Desa.

Saung Lentera Nglegi

GPT Saung Lentera Nglegi, Upaya Pembentukan Karakter Budaya Literasi Anak

By Berita Terkini, Pemberdayaan Kepemudaan

Penutupan kegiatan Saung Lentera Nglegi (awardee Beasiswa Desamind 2.0) dilaksanakan pada Minggu (14/11/2022) dengan mengadakan ‘Gebyar Permainan Tradisional GPT’. Acara ini diselenggarakan di area Komplek Balai Kalurahan Nglegi. Beragam kegiatan dolanan anak ini diikuti oleh 35 orang dari anggota maupun non-anggota Saung Lentera Nglegi.

Peserta berasal dari latar belakang pendidikan yang bervariasi, mulai dari anak usia dini hingga sekolah menengah pertama. Acara ini merupakan kolaborasi antara Taman Baca Masyarakat (TBM) Handayani Kapanewon Patuk, Karang Taruna Wahana Kartika Muda, Desamind Chapter Gunungkidul, serta Kak Papsky selaku mentor Beasiswa Desamind 2.0. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk mengajarkan anak–anak pentingnya bersosialisasi dan tetap menjaga kebudayaan bangsa Indonesia.

GPT Saung Lentera Nglegi 2022 diawali dengan upacara pembukaan di Pendopo Kalurahan Nglegi. Acara ini dihadiri oleh semua peserta GPT Saung Lentera Nglegi 2022. Acara dilanjutkan dengan sambutan serta pengarahan kegiatan dari Ibu Wasriyati selaku salah satu penanggungjawab acara.

GPT Saung Lentera Nglegi 2022 yang diadakan sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB. Acara diisi dengan beragam permainan tempo dulu yang biasa dimainkan anak-anak generasi sebelum Milenial (tahun 2000an). Ragam permainan tradisional yang diperkenalkan dan dimainkan meliputi: suda manda, gobag sodor, dingklik oglak-aglik dan masih banyak lagi.

Sebagai contoh, permainan gobak sodor atau galah asin merupakan permainan ketiga di GPT yang dilombakan serta membutuhkan kekompakan regu. Permainan ini dimainkan oleh 2 kelompok yang terdiri dari 4 anak setiap kelompoknya. Butuh tenaga ekstra dan strategi yang mumpuni untuk memenangkan permainan ini.

Inti permainan gobak sodor adalah menghadang lawan agar tidak lolos melewati garis depan menuju garis belakang. Jika, ada lawan yang bisa lolos sampai ke garis belakang dihadang lagi agar tak sampai ke garis depan kembali. Permainan ini dimainkan di lapangan dengan bentuk garis segi empat mirip garis lapangan bulu tangkis.

Dalam acara gebyar permainan tradisional ini, juga terdapat kegiatan peragaan busana adat Jawa. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan pakaian khas Jawa kepada anak-anak, serta cinta produk lokal.

Di tengah maraknya permainan digital yang semakin modern, anak-anak diharapkan tidak kehilangan masa bermainnya dan mampu mendorong kreativitas anak. Gebyar permainan tradisional ini juga bertujuan sebagai upaya mengurangi candu dari gawai yang menjadi salah satu permasalahan anak belakangan ini. 

Semoga Saung Lentera Nglegi bisa menjadi lentera bagi Desa Nglegi, Gunung Kidul dan Indonesia. Desamind, Ingat Bangsa! Ingat Desa!

Penulis : Imelta
Editor : Papsky dan Syifa

Imelta Duta Baca Gunungkidul 2022

Saung Lentera, Menghantarkan Imelta Menjadi Duta Literasi Kabupaten Gunungkidul

By Beasiswa Desamind, Berita Terkini, Press Release

Wonosari (31/10), Acara Penetapan Duta Baca Kabupaten Gunungkidul sukses dilaksanakan pada bulan Oktober oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul. Acara ini dihadiri oleh Bupati Gunung Kidul, Mayor Chb. (Purn.) H. Sunaryanta dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta perwakilan Duta Baca Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kisworo S.Pd, M.Pd, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul mengatakan bahwa penetapan duta baca merupakan salah satu ikhtiar dalam peningkatan pembangunan literasi di masyarakat. Sebelum penetapan duta baca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul telah melaksanakan program berupa wisata pustaka, perpustakaan digital, perpustakaan keliling dan satu jiwa pustaka. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat gemar membaca masyarakat di Kabupaten Gunungkidul.

Imelta Indriyani Afifah, awardee Beasiswa Desamind 2.0 dengan projek pengabdian Saung Lentera ditetapkan sebagai juara II Duta Baca Tahun 2022. Imelta berhasil melewati langkah seleksi pendaftaran, administrasi hingga tahap akhir berupa paparan presentasi. Sosok wanita asal Padukuhan Nglegi, Kapanewon Patuk ini merupakan sosok inspiratif dan berperan sebagai motivator di desanya dalam bidang literasi. Hal ini selaras dengan tujuan jangka panjang dari duta baca Kabupaten Gunungkidul.

“Selalu terbayang apa yang diucapkan Bung Hatta tentang desa. Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tapi Indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa. Hal inilah yang selalu saya tanamkan sebagai pegangan dalam menumbuhkan literasi di desa guna menumbuhkan cahaya dari lilin-lilin di desa.” ujar Imelta.

Bupati Gunungkidul juga berharap kepada rekan Duta Baca untuk dapat menjadi warna terbaik bagi generasi saat ini dan generasi di masa yang akan datang. Hal ini tentunya perlu ada upaya dari kaum muda, terutama Duta Baca dalam proses pembelajaran dan edukasi untuk meningkatkan pertumbuhan literasi di Kabupaten Gunungkidul.

Baca juga : GPT Saung Lentera Nglegi, Upaya Pembentukan Karakter Budaya Literasi Anak

Semoga langkah Imelta dapat menjadi kebermanfaatan dan inspirasi bagi pemuda, terutama dalam meningkatkan literasi pada masyarakat desa.

Tingkatkan Literasi Nglegi

Tingkatkan Daya Literasi, Saung Lentera Nglegi Gelar Ajang Literasi 2022

By Berita Terkini, Press Release

NGLEGI, saung lentera – Ajang Literasi 2022 dilaksanakan secara meriah pada tanggal 09 Oktober 2022 di Sekretariat Saung Lentera Nglegi (Nglegi, RT 011/ RW 003). Sebanyak 35 orang anggota Saung Lentera Nglegi tergabung menjadi peserta dari Ajang Literasi 2022.

 Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh pengurus Saung Lentera Nglegi binaan Yayasan Desamind Indonesia, forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kapanewon Patuk serta menggandeng Balai Bahasa Provinsi DIY. Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Penasihat Saung Lentera Nglegi sekaligus Pimpinan Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kapanewon Patuk, serta sambutan dari perwakilan Balai Bahasa DIY.

Acara yang dilaksanakan pada hari Minggu ini menyajikan rangkaian-rangkaian acara yang sarat akan pengetahuan mengenai literasi dengan berbagai topik bahasan dan penampilan menarik dari para peserta  yang hadir seperti diskusi manajemen komunitas literasi, pelatihan menulis cerita bergambar, berbagi kisah pendongeng TBM menggunakan media boneka tangan, praktik literasi sekolah, praktik literasi finansial, praktik baik kolaborasi gerakan literasasi masyarakat, dan tak lupa penampilan-penampilan memukau dan menghibur seperti menyanyi, puisi berantai, cerita pendek berbahasa jawa, musikalisasi puisi, serta  hafalan surat-surat pendek dan doa.

Turut hadir juga penggiat literasi dari tokoh masyarakat yang ikut menyemarakkan kegiatan Ajang Literasi 2022 ini, diantaranya Bapak Yurianto, Ibu Wasriyati, S.Pd, AUD, dan Kak Noor dari Balai Bahasa DIY. Selain menyelenggarakan diskusi interaktif dan penampilan bakat-bakat literasi serta doorprize bagi peserta yang hadir, juga memberikan paket alat tulis kepada masing-masing peserta berupa buku tulis, tempat pensil, bolpoin, pensil, peghapus, penggaris, rautan serta pembagian botol minum pada pertemuan sebelumnya yang di support juga oleh Komunitas Saudara Pulau serta Kak Papsky (Putri Aulia Pasa) selaku salah satu Mentor Awardee Beasiswa Desamind 2.0 . Adapun support uang saku yang diberikan kepada masing-masing peserta yang hadir sebesar sepuluh ribu rupiah dari Ibu Wasriyati,S.Pd, AUD sebagai penyemangat peserta untuk terus berkegiatan di Saung Lentera Nglegi

Terakhir dalam Diskusi Ajang Literasi ini, Kak Noor menitipkan pesan kepada pengurus Saung Lentera Nglegi untuk tidak segan terjun bersama masyarakat di dalam TBM dan mengaplikasikan ilmunya serta menjalankan pengabdian kepada masyarakat, karena setiap hal baik pasti dibukakan jalannya. Selalu beri afirmasi positif kepada anak-anak untuk senang membaca, lewat afirmasi positif yang diberikan setiap waktu maka tanpa disadari alam bawah sadarnya akan terbuka dan bekerja.

Penulis : Imelta Indriyani Alfiah

Editor : Papsky

Hardika Menyabet Penghargaan

Hardika Dwi Hermawan, M.Sc(ITE), Founder dan Presdir Desamind Raih Penghargaan Ten Outstanding Young Person

By Berita Terkini, Press Release

Yogyakarta, Sabtu (8/10) – Pada ajang Ten Outstanding Young Person (TOYP) in Indonesia 2022 yang diselenggarakan di Hotel Royal Ambarukmo, Hardika–founder sekaligus Presdir Desamind Indonesia terpilih menjadi salah satu dari sepuluh anak muda berprestasi berusia di bawah 40 tahun. 

Ajang TOYP 2022 diinisiasi oleh Junior Chamber International (JCI) Indonesia, sebuah organisasi nasional pemuda yang merupakan bagian dari organisasi kepemudaan internasional terbesar di dunia yang berafiliasi pada PBB. JCI intens dalam menciptakan perubahan positif di seluruh dunia dengan mengangkat status pemimpin yang bertanggung jawab dalam ranah sosial dengan rentang usia 18 hingga 40 tahun. Pada ajang TOYP 2022 Hardika mendapatkan penghargaan kategori Kepemimpinan, Kemanusiaan, dan Voluntarism (Voluntary Leadership). Prestasi ini diraih atas kontribusinya sebagai salah satu pendiri dan President Director Desamind Indonesia Foundation, mendorong lahirnya local heroes, pemuda-pemuda yang akan menjadi pemimpin yang kontributif di berbagai wilayah di Indonesia terutama dari desa.

Sebagai generasi penerus bangsa, di mata Hardika para pemuda harus banyak kontribusinya terutama yang tinggal di kawasan pedesaan. Kita semua harus ikut bertanggung jawab atas kesejahteraan dan nasib masyarakat di sekitarnya karena masa depan suatu desa bergantung dari anak mudanya. Melihat kondisi saat ini, banyak anak muda yang kesusahan menjadi local heroes di desanya sendiri. Inilah yang melatarbelakangi Hardika dalam menyuarakan pemuda sebagai aktivis di desa. Sekaligus mengajak dan memberdayakan banyak anak muda, menjadi cahaya bagi desanya. Melalui program-program yang dikembangkan, Desamind dapat menjadi jembatan bagi banyak muda di pedesaan. 

Sementara itu, beberapa tokoh dunia pernah meraih penghargaan Ten Outstanding Young Person saat berusia di bawah 40 tahun. Di antaranya Jackie Chan dari Hong Kong pada 1998, Elvis Presley pada 1970, serta John. F. Kennedy pada 1946. Sederet tokoh lokal juga pernah mendapatkan penghargaan ini. Mulai dari psikolog Seto Mulyadi, pengusaha Aburizal Bakrie, Mendikburistek Nadiem Makarim, hingga politikus Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Berprestasi di usia muda, Hardika tetap sosok bersahaja. Bukan sosok kacang yang lupa akan kulitnya. Karena keberhasilannya saat ini, tak lepas dari dorongan dan kerja keras orang-orang di sekelilingnya. Tak lupa, ucapan terima kasihnya kepada Desamind, UMS, dan masyarakat yang telah mendukung. Penghargaan ini bukan miliknya pribadi. Justru menjadi milik seluruh anak muda, yang berjuang untuk menjadi pemimpin bagi desa. Mantan penerima beasiswa penuh luar negeri dari Pemerintah Indonesia ini berharap, bisa terus mengajak dan memberdayakan anak muda menjadi cahaya bagi desa masing-masing.

Penulis : Septriana
Editor : Papsky dan Syifa

PTI UMS x Desamind Berkolaborasi Laksanaan Pengabdian di Raja Ampat, Papua Barat

By Berita Terkini
Perjalanan ke Pulau Kalobo

Kalobo – Distrik Salawati Tengah, Raja Ampat, Papua Barat merupakan salah satu destinasi program transmigrasi di era tahun 1980-an. Akses ke pulau ini dapat dijangkau menggunakan kapal kurisi setiap pekan sekali ataupun taxi laut pada hari tertentu dengan waktu tempuh 2 – 3 jam. Meskipun demikian sarana dan prasarana di desa ini masih sangat terbatas termasuk listrik yang mengaliri seluruh desa sangat tergantung pada pasokan bahan bakar sehingga hanya menyala normal pada pukul 18.00 – 06.00 WIT yang juga berpengaruh terhadap koneksi internet, padahal aktivitas masyarakat terutama belajar mengajar di sekolah berlangsung di siang hari.  

Potret Kondisi Jalan

Desamind Indonesia yang diwakili oleh Khoirudin Nur Wahid dan Hardika Dwi Hermawan digandeng oleh PTI UMS dan Biro Bebras UMS untuk membawa misi berbakti untuk negeri melalui pengabdian masyarakat di daerah terpencil dalam bentuk workshop yang dilaksanakan di Madrasah ‘Aliyah Muhammadiyah Waibu Raja Ampat dengan sasaran guru (SD, SMP dan SMA/MA) dan siswa. Kegiatan workshop yang dilaksanakan pada tanggal 10 – 12 September 2022 dimulai dengan materi belajar kreatif dengan Computational Thinking (CT) melalui metode CS-Unplugged dan sosialisasi mapel informatika dalam Kurikulum Merdeka yang diberikan oleh Irma Yuliana, S.T., M.M., M.Eng., sebagai Dosen PTI sekaligus Biro Bebras UMS dan Fasilitator Sekolah Penggerak.  

Foto Bersaa Siswa-Siswi peserta Pelatihan Design Thinking (Hari ke 3)

Pada hari ke- 2 diberikan materi pengayaan pembuatan media pembelajaran melalui Canva dan Quizziz dengan mengoptimalkan waktu akses dan tenaga listrik yang terbatas oleh Khoirudin Nur Wahid, S.Pd dari Desamind Indonesia. Pengabdian di hari terakhir adalah Pelatihan Design Thinking untuk mengembangkan ide-ide kreatif bagi siswa yang diberikan oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc.ITE selaku dosen PTI UMS.

Bapak Dwi Irianto, S.P yang merupakan pengawas Sekolah di wilayah Kalobo  menyampaikan rasa  terima kasih dan bersyukur karena selama ini program pemberdayaan pendidikan melalui guru masih jarang dilakukan hingga mencapai daerah/sekolah secara langsung. Para guru memberikan apresiasi karena semakin termotivasi dan semangat untuk mengajar, apalagi dampak pandemi   selama 2 tahun lebih sangat berpengaruh terhadap pendidikan. Semua pihak berharap agar kegiatan ini akan berlanjut di masa mendatang sehingga dapat mempersempit kesenjangan pendidikan di daerah terpencil dan memajukan pendidikan di Indonesia.

Foto bersama Guru dan Kepala Sekolah

Kegiatan workshop ini merupakan bentuk nyata kepedulian tidak hanya bagi daerah-daerah di luar jawa yang memiliki keterbatasan akses informasi dan teknologi. Keberlanjutan program ini adalah guru-guru dapat menerapkan Computational Thinking dalam pembelajaran dan dapat menyusun RPP yang memasukan CT di dalamnya.

Rapat Kerja Desamind 3.0 di Yogyakarta

Menghadirkan Pemuda dari Penjuru Negeri dalam Rapat Kerja Desamind Indonesia 3.0 

By Berita Terkini, Press Release

YOGYAKARTA, Desamind – Desamind Indonesia sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) yang bertempat di Kaliurang, Yogyakarta selama 3 hari. Acara ini dimulai pada hari Jum’at, 30 September sampai dengan Minggu, 2 Oktober 2022.

Presiden Director Desamind 3.0, “Rapat kerja ini bertujuan untuk melakukan pembahasan evaluasi diri, merumuskan strategi, dan program operasional yang akan dilakukan Desamind selama satu tahun ke depan. Acara ini juga sekaligus menjadi ajang silaturahmi Executive of Desamind (EoD) 3.0.” ujar Hardika Dwi Hermawan.

Sebelum dilaksanakan Raker Desamind 3.0 di Yogyakarta, Pengurus Desamind 3.0 terlebih dahulu sudah melaksanakan rangkaian pra-raker dengan para Director dan Vice Director serta pemaparan RPD (Rencana Program Desamind) kepada Hardika Dwi Hermawan, President Director dan Zakky Muhammad Noor, Manager Director melalui aplikasi Zoom. Hal ini bertujuan agar semua pengurus Desamind 3.0 mengetahui proker yang terdapat di divisi masing-masing dan divisi lainnya.

Hari pertama Raker diisi dengan kegiatan internal dan penyambutan anggota baru EoD Desamind 3.0. Kemudian, pada hari kedua dilanjutkan dengan morning routine, perjalanan menuju Lost World, Stonehenge dan Warung Kopi Merapi hingga siang hari. Pukul 13.30 WIB peserta sudah kembali ke lokasi villa dan mempersiapkan diri untuk pelaksanaan kegiatan inti, yaitu Raker Desamind 3.0. Lalu, pada pukul 14.30 WIB Rapar Kerja Desamind 3.0 dimulai dengan susunan acara yaitu pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Sambutan, Penjelasan Teknis Raker Desamind 3.0, Sidang Komisi dan Laporan Hasil Sidang Komisi. Sidang Komisi dibagi menjadi 3 yang meliputi Komisi A, Komisi B dan Komisi C.

Pertama, Komisi A dipimpin oleh Zakky Muhammad Noor. Komisi A meliputi divisi Donation and Fundraising (DnF) dan Secretary and Finance (SF). Pembahasan pada komisi ini meliputi Tata Kelola Organisasi dan Pengembangan Pendanaan. Lalu, Komisi B dipimpin oleh Syifa Adiba. Komisi B meliputi divisi Creative Media (Crevmed) dan Public Relation (PR). Pembahasan pada komisi ini meliputi Humas, Media dan Jurnalistik. Terakhir, Komisi C dipimpin oleh Hardika Dwi Hermawan. Komisi C meliputi Divisi Chapter dan Scholarship dengan pembahasan seputar pengembangan chapter dan beasiswa. Rapat komisi berjalan dengan kritis dan aktif selama 3 (tiga) jam. Setiap komisi tidak hanya terdiri dari 2 divisi terkait. Akan tetapi, terdapat perwakilan diivisi lain yang mengikuti rapat komisi. Hal tersebut menjadikan rapat komisi berjalan dengan objektif dan memperluas elemen dalam menentukan suatu program. 

Setelah diskusi berjalan panjang dan menghasilkan banyak pemikiran baru, acara dilanjutkan dengan laporan hasil sidang komisi dari Komisi A (SF dan DnF), Komisi B (Crevmed dan PR) dan Komisi C (Scholarship dan Chapter) dengan pembacaan RPD bagian Operasional Kegiatan. Raker ini dihadiri puluhan pengurus Desamind Indonesia 3.0.Hari ketiga Raker Desamind 3.0 diisi dengan fun games yang dikemas untuk meningkatkan hubungan diantara pengurus Desamind 3.0 dan olahraga asik. Selepas games  dan olahraga yaitu persiapan kepulangan ke rumah masing-masing. Semoga raker ini bisa menjadi langkah awal yang lebih baik dan segala rencana yang telah disusun dapat terealisasi secara maksimal dan berdampak baik bagi pribadi, organisasi maupun masyarakat.

Author : Papsky
Editor : Syifa Adiba

Sosialisasi Anti Bullying

Sosialisasi Gerakan Stop Bullying di SMPN 3 Kutasari

By Berita Terkini

Purbalingga, Sabtu (17/9) – Bulan September menjadi bulan yang spesial bagi adik-adik SMPN 3 Kutasari. Desamind Chapter Purbalingga (DCPBG) telah sukses melaksanakan kegiatan “Sosialisasi Gerakan Stop Bullying” di SMPN 3 Kutasari dengan tema “Stop Bullying, Don’t Stand By!”. Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu langkah pengabdian pengurus Desamind Chapter Purbalingga di Desa Karangjengkol, dengan mengangkat tema tersebut, bertujuan untuk mengedukasi tentang bahaya perilaku bullying dan bagaimana untuk mengatasinya. Sosialisasi berlangsung mulai pukul 09.00 – 11.30 WIB kepada 216 siswa kelas 7 dan 8 di SMPN 3 Kutasari.

Kegiatan sosialisasi stop bullying meliputi dua kegiatan utama, yaitu menonton film pendek mengenai bahaya perilaku bullying yang berjudul “Bully” karya SMPN 4 Pekalongan. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi secara berkelompok, dimana adik-adik peserta diminta membentuk kelompok kecil 18-19 orang. Masing-masing kelompok akan ditemani oleh seorang fasilitator. Adapun sesi diskusi ini membahas seputar film pendek yang sudah ditayangkan dan refleksi tentang kondisi masing-masing peserta melalui studi kasus.

Dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi stop bullying, Desamind Chapter Purbalingga dibantu oleh tim relawan yang bertugas sebagai fasilitator. Diawali dengan membuka rekrutmen untuk menyeleksi setiap pendaftar, proses rekrutmen berjalan dengan lancar hingga diperoleh 14 orang fasilitator. Adapun tugas fasilitator dalam kegiatan sosialisasi bertugas sebagai pemandu sekaligus teman diskusi peserta dalam sesi kedua yaitu diskusi dan refleksi. Fasilitator disebar ke sejumlah kelompok yang terbentuk, sehingga masing-masing kelompok ditemani oleh minimal satu fasilitator.

Kegiatan Sosialisasi Stop Bullying berjalan dengan lancar dan penuh antusias. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyambutan dari perwakilan sekolah dan Desamind Purbalingga. Sambutan dari sekolah diwakilkan oleh Wakil Kepala Sekolah yakni Bapak Ashri Muh. Rafii, S.Si. Selanjutnya sambutan dari Desamind Chapter Purbalingga sekaligus perkenalan tentang Organisasi Desamind kepada peserta kegiatan. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pertama kegiatan inti, yaitu pemutaran film anti-bullying yang berjudul “Bully” karya SMPN 4 Pekalongan. Pemutaran film berjalan dengan penuh antusias dari peserta kegiatan. Kegiatan dilanjutkan pada sesi kedua kegiatan inti, yaitu diskusi dan refleksi secara berkelompok. Terdapat 14 kelompok kecil yang terbentuk, dengan masing-masing ditemani oleh satu fasilitator. Kegiatan diskusi dan refleksi berjalan dengan penuh semangat. Dalam kegiatan diskusi, masing-masing peserta diminta untuk menyampaikan pendapat tentang film pendek yang sudah ditonton. Kemudian dilanjutkan dengan refleksi dengan studi kasus yang telah diberikan oleh masing-masing fasilitator. Terakhir, kegiatan inti ditutup dengan penyampaian kesimpulan dari perwakilan peserta kegiatan.

Kegiatan Sosialisasi Gerakan Stop Bullying di SMPN 3 Kutasari, Purbalingga, Sabtu (17/9) bersama Desamind Chapter Purbalingga dan tim relawan.

Kegiatan Sosialisasi Gerakan Stop Bullying memberikan banyak sekali kesan dan pesan yang berharga. Menurut tim fasilitator kegiatan dalam sesi refleksi dan evaluasi, pengalaman yang berkesan pada kegiatan ini adalah bisa membersamai peserta kegiatan dalam kegiatan diskusi dan refleksi. Pengalaman untuk menjadi pendengar yang baik dan berempati adalah pengalaman yang luar biasa. Adapun salah satu pesan yang dapat diambil adalah pentingnya untuk peduli akan kondisi diri sendiri dan orang lain disekitar kita. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini menjadi pemantik bagi siapapun yang terlibat, baik peserta, tim fasilitator, pengurus Desamind Purbalingga, pihak sekolah, maupun masyarakat agar dapat memahami bahaya perilaku bullying.

4 Hari di Atas Lautan, Tim Desamind Sampai di Tempat Pengabdian “Projek Babar Kalesang” PFMuda

By Berita Terkini, Ensiklopedia Desa, Pemberdayaan Kepemudaan, Press Release

Disparitas informasi dan teknologi menjadi gap terbesar inovasi dan kemajuan bagi wilayah-wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal di Indonesia. Hingga saat ini, Indonesia masih memiliki banyak pulau terluar yang tidak mendapatkan akses yang sama dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Padahal, potensi manusia untuk tumbuh berkembang menjadi masyarakat sejahtera cukup besar, namun mereka dibatasi akses. Salah satu daerah 3T di Indonesia yang hingga kini hanya memiliki akses listrik dan internet terbatas adalah adalah Pulau-pulau Babar yang terletak di ujung selatan Indonesia yang berbatasan dengan Autralia dan Timor-Timur. Tidak adanya listrik yang mencukupi, menjadikan pulau-pulau Babar yang juga merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Maluku Barat Daya di tahun 2008 memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPB) rendah. Tidak hanya itu, daerah ini juga menduduki rangking terakhir IPM dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku dari tingkat (BPS, 2020).

Desamind Indonesia melalui keikutsertaanya dalam kompetisi Projek Sosial PFmuda pertamina, ambil bagian dalam upaya meminimalisasi gap disparitas informasi dan teknologi yang terjadi. Melalui projek bertajuk Babar Kalesang: Laboratorium Low-Tech Environment Pulau-Pulau Babar, nama Babar Kalesang yang diambil dari nama daerahnya “Babar” dan “Kalesang” yang berarti mengayomi/peduli dalam bahasa Maluku. Desamind Indonesia berkolaborasi dengan Bebras Indonesia Biro UMS, Pendidikan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (PTI UMS) serta Lembaga Pendidikan yang ada di Desa Tepa melakukan kegiatan dan pelatihan guna mendorong peningkatan wawasan, kapasitas, dan kapabilitas masyarakat Pulau-Pulau Babar dalam bidang akses informasi Pendidikan dan Teknologi.

Bersama Anak-Anak di Babar Timur

Laboratorium Low-Tech Environment merupakan sebuah komitmen untuk memanfaatkan teknologi informasi yang dapat digunakan dalam kondisi rendah teknologi, SMK Negeri 3 Maluku Barat Daya dan SMA Negeri 5 Maluku Barat Daya yang berlokasi di Desa Tepa, Pulau-Pulau Babar dipilih menjadi pilot projek pelaksanaan program ini. Perjalanan Panjang ditempuh selama 6 hari dan 4 hari ditempuh dengan kapal. Kondisi cuaca yang cukup buruk mengakibatkan kapal-kapal lain tidak dapat berlayar. Sabtu, 17 Juli 2022 pukul 12.30 WIT setelah 4 hari melewati cuaca buruk diperjalanan di atas Laut Banda, rombongan baru dapat menepi dengan penjemputan dari pihak kedua sekolah (SMA N 5 dan SMK N 3 MBD). Kegiatan dimulai pada hari Minggu, 18 Juli 2022 dengan melakukan kordinasi lintas sectoral mulai dari sekolah, kepala desa, pengawas sekolah hingga masyarakat umum. Kegiatan penguatan Laboratorium LTE di Desa Tepa mulai berlangsung dari tanggal 18 – 22 Juli 2022 dengan melibatkan tiga komunitas/instansi sebagai peserta kegiatan yaitu anak-anak usia SD-SMP di Desa Tepa, Siswa-Siswi dan guru-guru di SMA Negeri 5 Maluku Barat Daya dan SMK Negeri 3 Maluku Barat Daya. Total peserta yang terlibat dalam Projek ini sekitar 250 peserta (angka yang besar untuk sebuah projek di Daerah 3T). Hal ini dapat dicapai dengan adanya Kerjasama lintas sector dan instansi di Pulau-Pulau Babar.

Bersama Guru peserta Workshop Computational Thinking dan Kurikulum Merdeka

Dengan kondisi lingkungan minim teknologi, projek ini berupaya memaksimalkan teknologi informasi namun dengan penyesuaian kondisi low-tech environment. Beberapa hal yang dilakukan adalah sebelum menyerahkan perangkat teknologi yang dapat digunakan dalam kondisi Low-Tech Environment, tim melakukan pelatihan penggunaan aplikasi offline pembelajaran berbasis android, aplikasi Augmented Reality dan Virtual Reality offline yang ditanam diperangkat mobile, serta penggunaan buku-buku terintegrasi Augmented Reality yang dapat digunakan dalam kondisi tanpa internet.

Pelatihan penggunaan perangkat high tech untuk kondisi minim teknologi seperti VR Box, AR, LED Projector Portable yang mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dari siswa dan guru. Tim menghibahkan perangkat tersebut untuk digunakan dalam sekolah sebagai laboratorium low-tech dan dapat dinikmati di Perpustakaan di kedua Sekolah. Selain itu, tim juga melaksanakan Lilin Inspirasi bagi sekitar lebih dari 100 anak-anak usia SD-SMP di Desa Tepa dengan berbagai game yang mengimplementasikan computational thinking metode CS unplugged. CS Unplugged menjadi inovasi yang sangat cocok bagi daerah tanpa teknologi. Kegiatan penguatan Laboratorium LTE juga diberikan dengan memberikan kegiatan parallel bagi siswa dan guru berupa seminar Pendidikan, Seminar Literasi Teknologi, Pengenalan Perangkat Teknologi serta game untuk Siswa-siswa SMA N 5 Maluku Barat Daya dan SMK N 3 Maluku Barat. Hari selanjutnya diisi dengan kegiatan Bersama keluarga SMA N 5 dan SMK N 3 MBD di Kilo 3 dengan mengenal dan menari tradisional khas maluku Bersama dan berolahraga Bersama sembari menikmati pantai.

Pelatihan penggunaan Perangkat Laboratorium LTE

Workshop Computational Thinking dan Sosialisasi Kuirkulum Merdeka juga kepada bapak/ibu guru SMA N 5 dan SMK N 3 Maluku Barat Daya. Pendampingan bagi Siswa dalam belajar Computational Thinking dan persiapan pengikuti tantangan Bebras Indonesia juga diberikan. Selain itu, guru dari kedua sekolah juga diberikan pendampingan dalam pembuatan bahan ajar CT infused. Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari yang dimulai dari kordinasi langsung ini mendapat sambutan yang luar biasa karena mereka sangat jarang sekali mendapatkan kesempatan pelatihan dan kegiatan menginspirasi seperti ini. Peserta pelatihan berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dikemudian hari dan wilayah-wilayah terluar Indonesia semakin mendapatkan perhatian serta laboratorium Low-Tech Environment ini dapat menjadi awal yang baik untuk mengurangi disparitas informasi yang ada.

Bersama para siswa SMA N 5 dan SMK 3 Maluku Barat Daya setelah kegiatan Seminar dan Workshop

Selain itu, salah satu luaran yang diharapkan adalah sekolah dan desa dapat teraliri internet dengan baik. Dari survey broadband yang dilakukan oleh tim, SMK N 3 MBD mengalami gangguan dalam akses internet dan menghambat berbagai pelaksanaan kegiatan dan akses informasi. Tim Desamind kemudian berkordinasi dengan Kominfo dalam program BAKTI – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, dan sekarang sekolah tersebut sudah dapat terhubung dengan Internet Satelit.

Berikut para relawan yang tergabung dalam Projek Sosial Babar Kalesang:

  1. Hardika Dwi Hermawan (Ketua)
  2. Irma Yuliana (Anggota)
  3. Zakky Muhammad Noor (Anggota)
  4. Julianti Madiuw (Anggota)
  5. Rahmat Syawaludin (Anggota)
  6. Nur Kholifah Putri Taufani (Anggota)
  7. Sevia Anggraeni (Anggota)
  8. Muhammad Ertam Hidayat (Anggota)
  9. Arlin Erlianti (Anggota)
  10. Indah Choirun Nisya (Anggota)
  11. Muhammad Luqman Naufal (Anggota)
  12. Khoirudin Nur Wahid (Anggota)

Buletin Desamind No. 2 Vol. 2 Juli 2022

By Berita Terkini, Buletin, Ensiklopedia Desa

Buletin Desamind No. 2 Vol. 2 merupakan buletin ke-3 yang diterbitkan Desamind dengan mengangkat tema “Sinergi Desamind Mendorong Kepemimpinan Kontributif Anak Muda bagi Desa dan Pendidikan di Indonesia”. Buletin ini mengangkat isu-isu dan perjalanan perjuangan anak muda Indonesia di Keluarga Besar Desamind dalam hal mendorong kepemimpinan yang kontributif dalam mendorong Pendidikan, mulai dari kegiatan yang dilaksanakan oleh Desamind, kolaborasi lintas sektoral yang dilaksanakan di Jawa, Sumatera, dan beberapa kota lainnya, hingga perjuangan pengabdian di daerah 3T Indonesia.

Semoga Buletin Desamind ini menjadi pematik semangat dan prasasti perjuangan rekan-rekan semua. Selamat membaca.

KLIK TAMPILAN DI BAWAH UNTUK MENGAKSES FULL!