Skip to main content
All Posts By

desamind.id

Aji Saka, Desamind Leadership Camp 4.0: Mengasah Jiwa Kolaboratif-Kontributif Pemuda agar Berdampak bagi Desa

By Berita Terkini, Press Release, Program Unggulan DesamindNo Comments

(DESAMIND.ID) Yogyakarta, 07-09 Juni 2024 – Desamind Indonesia sukses menyelenggarakan acara Desamind Leadership Camp (DLC) 4.0 yang berlangsung 3 hari 2 malam secara offline  di Youth Center Yogyakarta.

Kegiatan ini diikuti sejumlah 58 peserta yang berasal dari beragam daerah di Indonesia. DLC 4.0 mengangkat tema “Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Kolaboratif-Kontributif Pemuda melalui Internalisasi Peacebuilding untuk Pengembangan Desa”. Pemilihan tema ini selaras dengan tujuan dari Acara DLC 4.0 yaitu mengembangkan kemampuan kepemimpinan peserta dan meningkatkan sikap kontributif terhadap desa.

Pada tahun ini “Aji Saka” dipilih sebagai nama angkatan karena dianggap relevan dengan tema. Filosofi nama angkatan: Aji Saka digambarkan sebagai pemuda sakti yang mempunyai keris pusaka, sebuah sorban sakti, dan dua orang abdi setia bernama Dora dan Sembada. Mereka juga pribadi yang suka menolong, termasuk menolong rakyat Jawa dari kekejaman penguasanya.

Sikap tersebut relevan dengan kepemimpinan dan peran kontributif anak muda dalam mengatasi permasalahan yang ada di desa. Selain itu juga menciptakan ide-ide kreatif dan inovatif dalam rangka belajar bersama yang mana berjalan secara berdampingan dengan masyarakat desa terutama karang taruna.

Aji Saka diharapkan mampu memberikan semangat perubahan dan berani berkontribusi untuk menjadi garda terdepan dalam membawa desa menuju kesejahteraan serta menerapkan nilai-nilai perdamaian pada setiap pergerakan mereka di pedesaan. Sekaligus, menjadi inisiator yang diharapkan mampu memberikan peran secara totalitas sesuai dengan tujuan dan cita-cita Desamind dalam membentuk local heroes untuk kemajuan desa.

Acara DLC 4.0 dibuka secara langsung oleh Staff Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman, Drs. H. Hery Sutopo Mm. Msc bersama dengan President Director Desamind Indonesia Foundation, Hardika Dwi Hermawan, S.Pd. M.Sc (ITE) dengan simbolisasi penandatangan caping putih.

Gambar 1 Pemasangan Tanda Peserta DLC oleh Drs. H. Hery Sutopo Mm. Msc sebagai Salah Satu Tanda Dibukannya DLC 4.0 (doc desamind.id/Panitia DLC)

Pada hari pertama, acara diawali dengan Networking: Dinamika Kelompok yang berupa sesi pengenalan dan pengakraban peserta. Kemudian dilanjutkan dengan sesi materi pertama yang diisi oleh Joko Susilo (Founder Gunung Kidul Menginspirasi) yang membawakan materi berupa Assessment: Self Awareness and Growth Mindset. Sesi materi kedua diisi mengenai materi Peacebuilding / Socio-Cultural Issue oleh Zakky Muhammad Noor dan Hardika Dwi Hermawan. Setelah kedua sesi materi selesai, acara dilanjutkan dengan pengelompokan antara peserta dengan mentor untuk Refleksi dan Briefing acara yang akan dilaksanakan esok hari.

Hari kedua acara dimulai dengan Morning Season yaitu pemanasan dan senam pagi. Acara dilanjut sesi materi ketiga yaitu mengenai Design Thinking yang diisi oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd. M.Sc (ITE) kemudian penerjunan jelajah desa, di mana peserta menjelajahi kondisi desa dan menganalisis potensi lokal yang ada di desa.

Sesi jelajah desa sendiri dilaksanakan pada delapan titik lokasi potensi desa yang tersebar di sekitar tempat pelaksanaan DLC 4.0, Youth Center Yogyakarta. Kedelapan titik lokasi tersebut dipilih sebagai objek penjelajahan peserta dengan pembagian kedelapan objek lokasi disesuaikan dengan jumlah kelompok kegiatan. Adapun potensi yang dijelajahi antara lain petani, peternak, pemilik UMKM dll.

Gambar 2 Salah Satu titik Jelajah Desa yang di-explore oleh Peserta DLC (doc desamind.id/Panitia DLC)

Peserta kemudian melanjutkan sesi diskusi dan pemaparan materi ke empat yang diisi oleh Zakky Muhammad Noor. S.E berupa Brief Leadership Development. Sesi materi Panel Discussion: Inspiring Community Project merupakan sesi selanjutnya yang diisi oleh Kak Didi dan Kak Jamaludin.

Setelah Panel Discussion, acara dilanjutkan dengan presentasi pemaparan hasil analisis potensi desa yang dilakukan secara berkelompok oleh peserta. Acara pada hari kedua pun ditutup dengan penampilan kreatif pentas seni dari para peserta dan diakhiri dengan tukar kado yang dilakukan antara peserta dan panitia.

Kemeriahan hari ketiga pelaksanaan dirasakan ketika berlangsungnya kegiatan senam pagi dan kegiatan outbound yang memecah keseruan bersama, seperti telepati, lempar bola, kode barang dan permainan yang lainnya yang mengasah kekompakan tim.

Sesi acara berikutnya dilanjutkan dengan kesan dan pesan antar peserta dan pengumuman pemenang kegiatan outbound, serta pengumuman nominasi yang diberikan kepada peserta selama kegiatan Desamind Leadership Camp 4.0 berlangsung, nominasi yang diberikan meliputi nominasi untuk individu maupun kelompok yang merupakan hasil dari kompetisi berupa Pitching Social Project serta hasil dari sikap kolaboratif setiap peserta di dalam kelompok tersebut.

Pemenang nominasi Individu terbagi menjadi beberapa kategori; peserta terbaik dimenangkan oleh Muhammad Ayash, peserta teraktif dimenangkan oleh Fahreza Azka, peserta terinspirasi dimenangkan oleh Naomi Zakkia. Sedangkan untuk kategori pemenang kelompok terbagi menjadi beberapa kategori yang meliputi hasil kompetisi maupun sifat kolaboratif yang ditunjukan tiap kelompok.

Pitching Social Project Competition dimenangkan oleh kelompok 2 sebagai juara pertama yang mengangkat issue pemanfaatan limbah sebagai biogas, kelompok 1 sebagai juara 2 dan disusul oleh kelompok 8 sebagai juara ke-3. Selain itu, terdapat kategori kelompok terkompak dimenangkan oleh kelompok 7, kelompok terajin dimenangkan oleh kelompok 2, kelompok terkritis dimenangkan oleh kelompok 8, kelompok ter-totalitas dimenangkan oleh kelompok 1, kelompok terpositif dimenangkan oleh kelompok 6, dan kelompok terkreatif dimenangkan oleh kelompok 4. Keseluruhan acara berlangsung dengan ditutup dengan upacara penutupan. 

Gambar 3 Pasukan Aji Saka Siap Berkontribusi untuk Desa (doc desamind.id/Panitia DLC)

Kintan Nur Romadhona, Ketua Panitia Desamind Leadership Camp 4.0 menuturkan harapannya terhadap kegiatan DLC, ”Melihat antusias dan tingkat kepuasan survey peserta terhadap DLC 4.0 yang baik, saya berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi setiap pemimpin muda untuk berani berkarya dengan menjadi problem solver bagi permasalahan yang menjadi urgensi pada masyarakat khususnya di pedesaan”. Hal ini menunjukan bahwa DLC 4.0 adalah salah satu wadah sebagai jawaban bagi harapan setiap insan muda yang ingin mengasah potensi diri agar lebih memiliki jiwa yang kolaboratif dan solutif. (Author Kintan/Editor Papsky)

Pengembangan Hutan Pleseran di Desa Nglurah dalam Upaya Mengatasi Pengangguran

By Artikel, Berita TerkiniNo Comments

DESAMIND.ID – Bumper Pleseran di Desa Nglurah, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar menjadi destinasi wisata alam yang unik dan berkelanjutan berkat kolaborasi antara masyarakat setempat dan Perum Perhutani. Sejak diinisiasi pada 2016, tempat ini telah berhasil menarik minat wisatawan yang mencari ketenangan dan keindahan alam asli dengan menawarkan pengalaman berkemah yang tak terlupakan.

Read More
Rayakan 4 Tahun Desamind di Giriroto

Selamat Ulang Tahun Ke-4 Desamind Indonesia

By Artikel, Berita TerkiniNo Comments

GIRIROTO (14/01) – Desamind Indonesia telah menginjak usia ke-4 di tahun 2024. Berbagai rangkaian acara dilaksanakan secara hybrid dalam rangka refleksi, melihat sejauh mana kebermanfaatan, dan harapan positif ke depan. Sebanyak 60 pengurus Desamind pusat ikut serta baik secara offline di Rumah Desamind Giriroto maupun melalui pertemuan online pada Minggu, 14 Januari 2024. 

Acara dimulai pukul 15.00 WIB dengan fun games yang dikemas guna membangun bonding antar anggota dan dilanjutkan acara puncak pada pukul 19.00 WIB. Pemutaran rekaman video dari awal berdiri, kuis wawasan Desamind, berbagi cerita, serta diskusi memberikan saran maupun harapan untuk langkah yang akan ditempuh Desamind ke depan mewarnai acara yang penuh makna ini. 

Gambar 1 Merayakan 4 Tahun Desamind melalui Online

Sejak awal berdiri 05 Januari 2020, Desamind berkomitmen untuk mendorong lahirnya local heroes dalam rangka pengembangan desa yang berkompetensi global dan berpemahaman akar rumput. Hingga kini, dedikasi Desamind mampu melebarkan sayapnya melalui inisiasi chapter, pemberian beasiswa, program kebermanfaatan, serta berbagai pelibatan masyarakat dengan output kemajuan desa. 

Keterdampakan program Desamind hingga Januari 2024 telah menyebar di berbagai wilayah Indonesia dengan capaian menjangkau 25.784 partisipan, 4.403 barang tersalurkan, 1.296 donatur, 306 partner, 179 keikutsertaan kegiatan, 321 kegiatan, dan 11 chapter. Capaian positif ini tentu akan terus ditingkatkan dengan berbagai strategi dan terobosan sesuai apa yang disampaikan oleh Hardika Dwi Hermawan selaku President Director of Desamind Indonesia.

Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tetapi Indonesia akan bercahaya karena kalian para lilin-lilin di desa. Sungguh luar biasa perjalanan 4 tahun yang sudah kita tempuh, banyak sekali perjuangan dan cerita yang luar biasa dari teman-teman. Kita semakin melihat banyak anak muda terus membangkitkan optimisme untuk bergerak menggerakkan. Mari bersama-sama melakukan kontribusi memberikan dampak yang berkelanjutan dan berkualitas. Bersama Desamind, mari kita memilih untuk menciptakan ekosistem bagi kemajuan desa serta anak muda di Indonesia. Terima kasih, selamat ulang tahun Desamind yang ke 4, Desamind Ingat Bangsa Ingat Desa.” ungkap Hardika.

Internalisasi Nilai Perdamaian dan Kearifan Lokal Melalui Festival Ecoprint di Gunungkidul

By Berita Terkini, Press ReleaseNo Comments

GUNUNGKIDUL (29/10) – Desamind Chapter Gunungkidul, organisasi non-profit bidang sosial kemasyarakatan terus berinovasi dan menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Seperti kegiatan yang baru ini diadakan, Desamind Chapter Gunungkidul menyelenggarakan festival Ecoprint pada hari Minggu (29/10) bertempat di pendopo Kalurahan Nglegi.

Kegiatan ini mengundang antusias peserta sebanyak 45 orang anak dari usia 6 hingga 15 tahun dan berkolaborasi dengan  Indika Foundation, Desamind Indonesia, Saung Lentera Nglegi, Karang Taruna Wahana Kartika Muda, dan Remaja Masjid (Greinstar).

Festival ecoprint bertujuan  untuk memberikan pembekalan keterampilan kepada anak-anak sekitar dalam mengolah bahan alam menjadi kerajinan yang memiliki nilai guna bahkan nilai jual tinggi sebagai bentuk penyelenggaraan literasi finansial. Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan dari pagi hingga siang hari ini dilaksanakan dengan penuh antusias. Kegiatan ini juga menghadirkan permainan menarik, seperti penampilan tari medley nusantara hingga tepuk anti bullying.

Aidinan selaku penanggung jawab acara mengatakan bahwa ecoprint merupakan sebuah teknik mencetak pada kain atau media lain dengan menggunakan pigmen alami dari tanaman. Kegiatan mencetak tersebut menimbulkan motif dari daun dan bunga pada media yang ditempel.

Festival ini menggunakan bahan alam dan setiap peserta dibebaskan untuk berkreasi menggunakan daun dan bunga yang telah dibawa. Peserta membawa macam-macam bahan, di antaranya daun pepaya, bunga pacar banyu, dan daun jarak dan menggunakan media totebag berbasis teknik pounding

Teknik pounding merupakan teknik pencetakan pola daun-daun dan bunga yang telah dipilih dengan cara dipukul menggunakan palu ke permukaan totebag. Pigmen alami dari daun-daun tersebut menempel dan menghasilkan pola yang indah dan unik pada permukaan totebag.

Aidinan menyampaikan rasa senangnya bisa membersamai kegiatan ini. “Saya sangat senang karena bisa terlibat dan dapat membagikan ilmu yang saya miliki untuk orang lain. Semoga ilmu ini dapat bermanfaat dan berguna bagi adik-adik peserta festival ecoprint,” ucapnya.

Kegiatan ini diapresiasi oleh warga setempat. Ibu Wasriyati, S.Pd, AUD, penasihat Saung Lentera Nglegi mengatakan bahwa kerja sama dengan berbagai lini ini sangat bermanfaat untuk anak-anak agar punya keterampilan dan mengurangi bermain gawai. Selain itu, kegiatan ini dapat dijadikan sarana menanamkan nilai-nilai perdamaian, serta memupuk rasa cinta tanah air dan lingkungan melalui kreasi dari kearifan lokal yang ada dalam rangka menyongsong hari sumpah pemuda.

“Saya senang di daerah kami ada anak muda yang peduli pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pembangunan desanya, salah satunya dengan mengadakan festival ecoprint. Kegiatan ini sangat bagus dan positif,” ucap Ibu Wasriyati.

Pelaksanaan proyek ini pun diharapkan dapat menambahkan keterampilan anak-anak di Kalurahan Nglegi dan dapat mengembangkan potensi mereka lebih jauh lagi ke depan.

***

Ocha Gadis Anggita, Desamind Chapter Gunungkidul

Foto: Dokumentasi Tim Medinfo Desamind Gunungkidul

Buletin Desamind Vol. 3 No. 12 Tahun 2023

By BuletinNo Comments

Buletin Desamind Vol. 3 No. 12 November merupakan buletin ketiga yang diterbitkan Desamind pada kepengurusan 4.0. Buletin ini akan hadir setiap bulannya dengan tema yaitu pengabdian, desa, masyarakat, pemuda dan kegiatan lainnya.

Di bulan yang baru ini, kami persembahkan Buletin Desamind Vol. 3 No. 12 yang bercerita mengenai Pencapaian Awardee Beasiswa Desamind Indonesia Berpijar, Penyusunan Roadmap Literasi Digital 2.0, kegiatan Ecoprint Desamind Chapter Gunung Kidul serta cerita Lilin Inspirasi dari Sindi.

Semoga Buletin Desamind ini menjadi pematik semangat perjuangan rekan-rekan semua.

Buletin Desamind Vol. 3 No. 11 Tahun 2023

By BuletinNo Comments

Buletin Desamind Vol. 3 No 11 Oktober merupakan buletin ke-2 yang diterbitkan Desamind pada kepengurusan 4.0. Buletin ini akan hadir setiap bulannya dengan tema yaitu pengabdian, desa, masyarakat, pemuda dan kegiatan lainnya.

Di bulan yang baru ini, kami persembahkan Buletin Desamind Vol. 3 No. 11 semua yang bercerita mengenai Proyek Pengabdian di Konferenai Winner, Pelatihan Proyek Sosial, serta update Mentoring Class Awardee Beasiswa Desamind.

Semoga Buletin Desamind ini menjadi pematik semangat perjuangan rekan-rekan semua

Lilin Inspirasi, Menggugah Sindi Menjadi Atlet Berprestasi

By Pemberdayaan Kepemudaan, Press ReleaseNo Comments

Kotawaringin Barat, 7 November 2023 – Terhitung sudah 3 tahun Desamind hadir sebagai partner masyarakat Indonesia dalam mendorong kemajuan dalam berbagai aspek. Salah satunya yaitu bidang pendidikan. Desamind sadar bahwa belum meratanya pendidikan di negeri ini akibat beberapa faktor, seperti lingkungan, akses, dan kesadaran orang tua menjadi isu pelik yang harus ditangani bersama. Program demi program dijalankan demi menggerakkan roda pendidikan dari hulu ke hilir.

Memang, perjalanan Desamind masih sangat belia. Namun, siapa sangka berkat dukungan secara material maupun immaterial dari berbagai pihak, usaha kita bersama turut segera diaminkan. Lilin Inspirasi yang digelar di pelosok Kalimantan Tengah, tepatnya di SDS 015 Best Agro, Desa Gandis, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat pada bulan Juli 2023 mengobarkan asa ratusan murid untuk senantiasa meraih mimpi.

Ada kabar membanggakan dari salah satu peserta Lilin Inspirasi. Kabar ini, tentu kami terima dengan rasa penuh haru. Cerita yang akan menjadi bukti, bahwa apa yang pernah kita usahakan membuahkan hasil di waktu mendatang.

Maria Sindi Lina Lita, berhasil meraih salah satu mimpinya melalui prestasi gemilang sebagai atlet senam. Ia mampu menjuarai perlombaan dari tingkat kecamatan hingga provinsi, sehingga mengantarkannya mewakili Kalimantan Tengah dalam perhelatan 02SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Jakarta, 23 September 2023. Masih teringat dalam benak kami, murid yang akrab disapa Sindi ini mencurahkan segala ketakutan dan ingin mengubur impiannya.

(Maria Sindi Lina Lita, Siswa SDS 015 Best Agro)

“Pak, kalau lomba dengan anak-anak kota, pasti mereka akan menang, ya? Fasilitas mereka lengkap. Jadi percuma saja saya ikut!” keluh siswa kelahiran 08 Oktober 2011 itu.

Perlahan, pertanyaan Sindi kami jawab dan pemikirannya kami luruskan. Motivasi dan semangat terus ditanamkan bahwasannya setiap orang memiliki kesempatan yang sama tanpa pandang bulu. Tinggal di pelosok dengan berbagai keterbatasan tidak menjadi ukuran untuk mencapai kesuksesan. Dari penjelasan ini, Sindi mulai tergugah dan berkomitmen tinggi.

“Saya yakin, bisa lomba tembus ke Jakarta,” tegas Sindi kepada kami.

Hari demi hari Sindi semakin bersemangat berlatih. Kaki terkilir, badan tergores papan senam, dan terjatuh dari atas mimbar loncat tidak mematahkan semangatnya. Tidak disangka, walaupun dengan fasilitas terbatas ia mampu mengalahkan lawan-lawannya dari tingkat kecamatan hingga provinsi. Tangis haru tak terbendung ketika ia dipastikan terbang ke Jakarta mewakili Kalimantan Tengah bertanding ke tingkat nasional.

(Penyerahan Penghargaan dan Piala Juara 02SN 2023 Prov. Kalimantan Tengah)

Cita-cita Sindi ke Jakarta bertanding dengan siswa-siswa perwakilan setiap provinsi di Indonesia sudah tercapai. Kini, ia menjadi contoh dan menularkan energi kepada siswa-siswa yang lain agar senantiasa berusaha dan tidak pernah takut untuk meraih mimpi. Semua bangga terhadap perjuangan dan apa yang telah diraih Sindi.

(Sindi Bersama adik-adik kelas yang ingin meneruskan perjuangannya mendatang )

Sindi bukan hanya memberikan energi positif bagi orang di sekitarnya. Akan tetapi, kisah Sindi juga mendorong kita semua untuk bergerak dan menggerakkan perubahan yang lebih baik. Lilin Inspirasi menjadi contoh bahwa langkah kecil dan dukungan dari apa yang kita berikan akan memberikan perubahan luar biasa serta nantinya tumbuh menjadi cerita inspiratif.

(Ahmad Zamzami/Public Relation Division)

Team Building

Mentoring #1: Desamind Perkuat Team Building Penerima Beasiswa

By Artikel, Beasiswa Desamind, Press ReleaseNo Comments

DESAMIND.ID – Minggu (20/08), langkah awardee Beasiswa Desamind berPijar telah sampai tahap Mentoring Class. Pertemuan kali ini mengangkat tema Team Building: Intrapersonal dan Interpersonal.

Mentoring Class sendiri merupakan kegiatan bulanan yang diadakan oleh Desamind dalam rangka membantu meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan bagi para awardee. Kegiatan ini juga bisa dikatakan pendampingan jangka panjang serta pemantauan terhadap projek-projek yang sedang dikerjakan oleh awardee. Dengan begitu, projek tersebut dapat terkonsep dan terlaksana dengan efektif.

Zakky Muhammad Noor selaku Managing Director Desamind menjadi pembicara dalam pertemuan pertama kali ini. Beliau menjelaskan secara rinci terkait strategi dalam team building.

“Hal utama dalam mengatur team building adalah membangun self building dengan cara peningkatan kemampuan intrapersonal dan interpersonal,” ujar Zakky.

Kemampuan intrapersonal merupakan sebuah proses pertukaran dan transformasi pesan yang sangat unik karena dilakukan dari, untuk dan oleh diri sendiri. Sedangkan kemampuan interpersonal yaitu kemampuan berkomunikasi, berinteraksi, membangun dan menjaga hubungan dengan orang lain. Secara singkatnya adalah seni membangun hubungan dengan individu atau grup lain.

Pemaparan materi tersampaikan dengan jelas selama kurang lebih satu jam. Para awardee sangat antusias dan aktif dalam menerima ilmu yang bermanfaat tersebut. Hal ini ditandai dengan lontaran pertanyaan-pertanyaan yang membuat diskusi semakin menarik.
Di penghujung kegiatan, setiap awardee diberikan satu mentor yang nantinya menjadi rekan diskusi maupun merancang projek yang akan dikerjakan. Sesi ini dinamakan 1 on 1. Sesi yang sangat tepat untuk mendampingi awardee dengan harapan menjadi pemimpin yang consultative dan supportive. (Tavia Aulia A/Scholarship Division)

Self Improvement Class: Langkah Awal Awardee Beasiswa Desamind berPijar

By Artikel, Beasiswa Desamind, Berita TerkiniNo Comments

DESAMIND.ID – Rabu (09/08) Kelas Pengembangan Awardee Beasiswa Desamind berPijar diselenggarakan selama tiga pekan berturut-turut, yaitu pada tanggal 9, 16, dan 23 Juli 2023. Pada pekan pertama, penerima beasiswa mendapat materi tentang Know Your Project Well 101 bersama Joko Susilo, Founder Gunungkidul Menginspirasi. 

Pada pekan kedua, para awardee mendapat materi yang tidak kalah menariknya dari materi pertama, yakni Make Your Project Influential. Pada materi ini mereka berkesempatan untuk mendengarkan paparan langsung dari Zukruf Novandaya, Director Program & Comdev ID Next Leader. 

Para awardee berkesempatan menyimak materi Ultimate Guide For Project Collaboration pada pekan terakhir bersama narasumber Leody Sarmanella, Program Strategist Manager dan Anthony Marwan Dermawan, Policy Specialist dari Pijar Foundation sekaligus mitra Desamind dalam program Beasiswa Desamind berPijar. Rangkaian Self Improvement Class merupakan kegiatan pembekalan yang sangat membantu langkah awal awardee dalam memulai proyek sosial.

Pada kelas pertama, awardee melakukan praktik pembuatan Customer Empathy Board (CEB) dan Crazy Eight (CE). Awardee Beasiswa Desamind berPijar diarahkan untuk membuat rancangan dengan tiga poin yang mendasar, yakni: isu, target, dan konteks yang berkaitan dengan proyek sosial di desa masing-masing. 

Dari ketiga poin tersebut kemudian diturunkan pada penerapan kebutuhan yang akan dilakukan mencakup Pain, Gain, Ideate. Hal ini berguna untuk mengidentifikasi potensi dan peluang, merumuskan kerangka masalah dan alternatif solusi, serta mempertimbangkan pelatihan, monitoring, evaluasi, dan target luaran. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk menentukan Smart Objective sebagai metode yang digunakan dalam penetapan tujuan. 

Pada akhir sesi, awardee mendapatkan materi teknik brainstorming dengan menggambarkan sketsa desain produk produk dalam waktu 8 menit. Kesan awardee Beasiswa Desamind berPijar yang mengikuti kelas ini sangat antusias dan turut aktif dalam diskusi.

Gambar 1. Kelas Pengembangan Week 1

Kelas kedua, Zukruf Novandaya mengajak kelima Awardee Beasiswa Desamind Berpijar  yaitu: 1) Dian Arifando Rusyadi, 2) Devi Nurbaeti, 3) Ego Ibnu, 4) Putri Felita Listiani, 5) Lalu Junaedi Halki untuk praktik menentukan divisi yang dibutuhkan dalam proyek sosial di desa yang dituju. 

Kemudian, awardee diajak menentukan Key Performance Indicator dari setiap list jobdesc. Materi ini, bisa langsung diterapkan oleh para awardee dalam pembentukan tim, khususnya dalam pelibatan orang-orang yang memiliki kemampuan menjawab kebutuhan program. Selain itu, awardee juga praktek membuat Objectives and Key Results (OKR) sebagai tolak ukur pencapaian tujuan dengan menentukan sejumlah hasil utama.

Gambar 2. Kelas Pengembangan Week 2

Kelas ketiga, Leody Sarmanella dan Anthony Marwan Dermawan sebagai pemateri dari Pijar Foundation memberikan materi terkait Ultimate Guide For Project Collaboration. Pada sesi ini, pemateri memberikan pemaparan mengenai pentingnya kolaborasi, terutama bagi proyek sosial, dan mengenai beberapa matrik praktikal terkait. Matrik yang disampaikan oleh pemateri adalah Hexa Helix Strategy, sebuah strategi terbaru yang menggabungkan elemen komunitas, bisnis, media, akademisi, pembuat regulasi, dan pemerintah. 

Salah satu elemen penting dari Hexa-helix Strategy ini adalah collaborative government. Melalui sesi ini, awardee satu per satu menyusun ekosistem kolaborasi proyek sosial melalui tahapan empathize and synthesizing, mapping, dan transforming. Selain itu, bersama pemateri, awardee diajak untuk melakukan pemetaan kolaborator pemegang kepentingan (Stakeholder Mapping).

Gambar 3. Kelas Pengembangan Week 3

Setelah melakukan praktik bersama narasumber, hasil dari praktik kelas menjadi modal awal bagi Awardee Beasiswa Desamind berPijar untuk memperdalam latar belakang program yang diusulkan. Selain itu, materi yang didapatkan oleh awardee dapat membantu mereka dalam pembentukan kebutuhan tim yang terukur dan ideal, dan dapat memahami cara menjalin kolaborasi dengan berbagai lini yang dapat mendukung kemajuan program. Pada akhir sesi, awardee ditugaskan untuk membedah kembali proposal grand design pengabdian di desa tentang kewirausahaan sosial yang akan dipresentasikan pada para panelis di agenda Pitching Session. (Yulia Susanti/Dewi Fajar Sariningtyas)