Skip to main content
Category

Berita Terkini

Aat Rahmawati Raih UGM Law School Awards 2026 atas Dedikasi Pengabdian di NTT

By Berita Terkini, Press Release

Yogyakarta — Aat Rahmawati, pemudi asal Purbalingga sekaligus Wakil Kepala Desamind Chapter Purbalingga 2024, menerima anugerah UGM Law School Awards 2026 kategori Tokoh Pelopor Berkelanjutan. Penghargaan tersebut diberikan dalam puncak peringatan Dies Natalis ke-80 (Lustrum ke-16) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada pada Jumat (13/2) di Auditorium Gedung Fakultas Hukum UGM.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi Aat dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui pengabdiannya sebagai aktivis Desamind dan relawan guru muda dalam Program Pi Mengajar (Pijar) 2025 yang diinisiasi CT ARSA Foundation.

Selama satu tahun penuh, Aat mengabdi di SDN 02 Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ia mendampingi 69 siswa dengan latar belakang akses pendidikan yang terbatas. Tak hanya menjalankan tugas mengajar, Aat juga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan dukungan tambahan bagi siswa, guru, dan orang tua.

Gambar 1. Aat saat mendampingi belajar anak-anak SDN 02 Lelogama

Perjalanan tersebut tidak terlepas dari proses panjangnya di Desamind. Sebagai Wakil Kepala Desamind Chapter Purbalingga, Aat aktif menginisiasi program pemberdayaan, penguatan kapasitas pemuda, serta pengembangan komunitas berbasis desa. Pengalaman memimpin dan mengelola program di Desamind membentuk ketajaman perspektif sosialnya sekaligus memperkuat komitmennya terhadap pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.

Menurut Aat, ruang belajar dan praktik sosial di Desamind menjadi bekal penting dalam menjalankan pengabdian di Lelogama.

“Desamind mengajarkan saya melihat desa sebagai ruang tumbuh bersama, bukan sekadar objek program. Dari sana saya belajar membangun kolaborasi dan memahami kebutuhan masyarakat secara partisipatif,” ungkap Aat.

Selama masa pengabdian di Lelogama, Aat dikenal adaptif dan aktif berbaur dengan masyarakat setempat. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan warga, mulai dari diskusi pendidikan hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Kehadirannya tidak hanya memberi dampak akademik, tetapi juga memperkuat semangat belajar dan partisipasi orang tua dalam mendukung pendidikan anak.

Perjalanan satu tahun di Lelogama, menurut Aat, menjadi pengalaman yang membentuk cara pandangnya tentang makna syukur dan pengabdian.

“Di sana saya belajar bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi. Justru dari sanalah semangat untuk terus berbuat lahir,” ujarnya.

Penghargaan yang diterima Aat merupakan sebuah apresiasi dan dukungan Fakultas Hukum UGM kepada mereka yang melaksanakan praktik pengabdian kolaboratif dan berkelanjutan. Sebelumnya, Fakultas Hukum UGM juga telah menggelar Program Pengabdian Unggul di Nusa Tenggara Timur melalui kolaborasi multiple helix bersama Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira (FH Unwira), Desamind Indonesia, serta dukungan Sinarmas Mining. Salah satu lokasi pengabdian program tersebut berada di SDN 02 Lelogama, tempat Aat menjalankan tugasnya.

Gambar 2. Penyuluhan Hukum PKBH UGM di SDN 02 Lelogama

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Penghargaan ini menunjukkan konsistensi Fakultas Hukum UGM dalam mengapresiasi pihak-pihak yang terus menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tutur Prof. Ova Emilia.

UGM Law School Awards merupakan bentuk penghargaan kepada individu yang dinilai berkontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan hukum dan pengabdian berkelanjutan. Pencapaian Aat Rahmawati menjadi bukti bahwa semangat pengabdian generasi muda mampu menghadirkan dampak konstruktif bagi komunitas yang membutuhkan.

Author: Ahmad Zamzami

Dorong Pengentasan Kemiskinan, Dinsos Jateng Libatkan Desamind dalam Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Ekonomi Produktif

By Berita Terkini, Press Release

Semarang – Upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah terus diperkuat melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Sosial menyelenggarakan Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) pada Selasa (10/2) di Petra Ballroom, Hotel Noormans, Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan Dinas Sosial kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Dalam pembukaan kegiatan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, S.H., M.Hum., memaparkan perkembangan kondisi kemiskinan di Jawa Tengah. Ia menyampaikan bahwa garis kemiskinan per September 2025 tercatat sebesar Rp570.870 per kapita per bulan, meningkat 6,15 persen dibandingkan Maret 2025. Data tersebut menjadi pengingat pentingnya penguatan program-program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dan tepat sasaran.

Sosialisasi dan koordinasi ini dirancang sebagai ruang konsolidasi lintas daerah untuk menyamakan persepsi dan strategi dalam pelaksanaan program Usaha Ekonomi Produktif. Program UEP diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.

Dalam forum tersebut, Desamind Indonesia melalui Hardika Dwi Hermawan, M.Sc.(ITE) memaparkan terkait “Pemberdayaan dan Pengembangan Desa”. Hardika menekankan pentingnya pendekatan social entrepreneurship dalam merancang dan menjalankan program Usaha Ekonomi Produktif, khususnya di wilayah desa.

Gambar 1. Narasumber dan Peserta Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Dinsos Jateng

“Usaha ekonomi produktif seharusnya diposisikan sebagai proses pemberdayaan, bukan sekadar bantuan. Dengan pendekatan social entrepreneurship, masyarakat didorong membangun usaha yang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial yang berkelanjutan,” ujar Hardika.

Ia menjelaskan bahwa penguatan usaha berbasis desa perlu memperhatikan potensi lokal, partisipasi masyarakat, serta keberlanjutan jangka panjang. Dalam konteks tersebut, pemuda desa memiliki peran strategis sebagai penggerak inovasi dan aktor pembangunan yang mampu menjembatani nilai sosial dan ekonomi.

“Pelibatan pemuda menjadi penting karena mereka memiliki kemampuan adaptasi terhadap perubahan, kreativitas dalam mengembangkan usaha, serta visi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan program,” tambahnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan dr. Moch. Ichlas Riyanto, M.M., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cilacap. Dalam pemaparannya, Ichlas menekankan pergeseran pendekatan program sosial dari pola bantuan menuju kemandirian usaha. Ia menyoroti peran strategis pemerintah daerah dalam memastikan proses pendampingan berjalan secara konsisten dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Pendampingan tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan. Yang lebih penting adalah memastikan usaha yang dijalankan mampu tumbuh, bertahan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga penerima,” jelas Ichlas.

Melalui kegiatan sosialisasi dan koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi masyarakat sipil, dalam mendorong Usaha Ekonomi Produktif sebagai instrumen pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan. Keterlibatan Desamind Indonesia dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus mendukung pengembangan desa melalui pendekatan social entrepreneurship dan penguatan kapasitas masyarakat.

Author: Ahmad Zamzami

Monitoring dan Evaluasi Jadi Momentum Penguatan Proyek Sosial Awardee Beasiswa Desamind 5.0

By Beasiswa Desamind, Berita Terkini, Press Release

Desamind Indonesia menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MoNev) Awardee Beasiswa Desamind 5.0 pada Sabtu, (31/01) pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari mekanisme pendampingan awardee dalam memantau perkembangan, pelaksanaan, serta keberlanjutan proyek sosial yang dijalankan.

Dalam sambutannya, President Director Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, M.Sc.(ITE), menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan ruang refleksi dan pembelajaran bersama bagi para awardee.

“Monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum untuk melihat sejauh mana proyek sosial berjalan, apa yang telah dan belum dilakukan, serta menjadi ruang konsultasi dengan mentor untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh lima awardee Beasiswa Desamind 5.0, yaitu Anisatul Himmah (Universitas Jember), Wawan Sulaeman (UIN Sunan Gunung Djati Bandung), Bayu Hardito (Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya), Ruhillah Khadijah El Basri (Universitas Brawijaya), serta Aprilia Kusuma Dewi (Universitas Gadjah Mada). Para awardee mempresentasikan perkembangan proyek sosial yang telah berjalan selama setengah periode program, mencakup capaian kegiatan, tantangan pelaksanaan, serta rencana tindak lanjut.

Salah satu proyek yang mendapat perhatian panel adalah program edukasi seksual anak berbasis komunitas yang dijalankan oleh Wawan Sulaeman. Proyek ini mengintegrasikan materi edukasi seksual dengan pendekatan kultural melalui cerita rakyat Sunda, khususnya tokoh Kabayan. Pendekatan tersebut digunakan sebagai medium pembelajaran agar materi lebih komunikatif, kontekstual, dan dapat diterima oleh anak-anak serta orang tua di lingkungan desa.

Panelis monitoring dan evaluasi yang terdiri atas akademisi dan praktisi kemudian memberikan tanggapan serta masukan terhadap seluruh presentasi proyek sosial. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi tertutup untuk menyusun catatan evaluasi yang memuat perkembangan program, kendala yang dihadapi, serta rekomendasi perbaikan.

Hasil monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian dari proses pendampingan lanjutan bagi awardee Beasiswa Desamind 5.0 dalam pelaksanaan proyek sosial pada periode berikutnya.

Author: Zaky Badruzzaman

Editor: Ahmad Zamzami

Bangun Budaya Riset, Desamind Jogja Gelar Workshop Strategi Tembus Jurnal Bereputasi

By Berita Terkini, Desamind Chapter, Press Release

Yogyakarta — Desamind Chapter Yogyakarta menggelar workshop daring “Strategi Jitu Tembus Artikel Reputable” pada Jumat (30/1) melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti 20 peserta dengan mayoritas mahasiswa jenjang S1 sebagai bagian dari upaya membangun budaya riset dan publikasi ilmiah sejak dini.

Workshop dipandu oleh Aldi Firmansyah dengan menghadirkan Rahmat Naufal mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang telah mempublikasikan artikel di jurnal terindeks Scopus. Dalam pemaparannya, Naufal membagikan strategi praktis menembus jurnal bereputasi, mulai dari menemukan ide riset, membaca peta literatur, hingga memahami proses review jurnal.

Naufal menjelaskan bahwa riset dapat dimulai dari kebiasaan mengkritisi fenomena sosial dan membaca tren isu aktual. Salah satu langkah penting, menurutnya, adalah menemukan research gap atau celah penelitian yang belum banyak dikaji. Untuk itu, peserta diperkenalkan pada penggunaan perangkat lunak VOSviewer guna memetakan perkembangan literatur dan mengidentifikasi peluang kebaruan penelitian.

Selain membahas perumusan masalah dan penyusunan kerangka teori, sesi juga menyoroti pentingnya kesesuaian antara pertanyaan riset dan metode penelitian. Naufal mencontohkan bahwa penelitian eksperimental memerlukan pendekatan laboratorium, sedangkan riset yang mengeksplorasi pengalaman sosial lebih tepat menggunakan wawancara mendalam atau metode kualitatif lainnya.

Tak hanya aspek teknis, peserta juga diajak memahami dinamika publikasi ilmiah, termasuk proses revisi dan kemungkinan penolakan naskah.

 “Penolakan bukan akhir, melainkan bagian dari proses belajar untuk memperbaiki kualitas tulisan,” ujar Naufal.

Gambar 1. Pemaparan Materi oleh Rahmat Naufal

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar pemilihan metode, strategi menentukan jurnal tujuan, hingga membangun kolaborasi lintas disiplin. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap publikasi ilmiah, sekaligus perlunya ruang belajar yang lebih aksesibel dan aplikatif.

Melalui kegiatan ini, Desamind Chapter Yogyakarta menegaskan komitmennya sebagai wadah pembelajaran kolaboratif dalam mendorong peningkatan kapasitas riset mahasiswa. Ke depan, Desamind Jogja berencana menghadirkan sesi lanjutan berupa pendampingan penulisan artikel hingga simulasi pengiriman naskah ke jurnal bereputasi.

Author: Desamind Chapter Yogyakarta

Editor:  Ahmad Zamzami

Tanamkan Nilai Etika Sejak Dini, Desamind Indonesia Gelar Ethics for Kids Action Day di SD Muhammadiyah 1 Patuk

By Berita Terkini, Press Release

Gunungkidul – (28/01) Dalam upaya membentuk generasi muda yang berkarakter dan beretika, Desamind Indonesia menyelenggarakan kegiatan Ethics for Kids Action Day di SD Muhammadiyah 1 Patuk, Gunungkidul. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sekolah dasar untuk mengenal, memahami, dan membiasakan nilai-nilai etika dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini merupakan kelanjutan dari Desamind Youth Impact Lab yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA), serta terhubung dengan rangkaian Luring Hands-On Experience Proyek Sosial di Desa dalam rangkaian Bootcamp Junior Rural Development oleh Sekolah Local Hero Indonesia. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari program lanjutan Desamind bersama PF Muda yang berfokus pada praktik baik, pembelajaran kontekstual, serta keterlibatan langsung pemuda di desa.

Kegiatan Ethics for Kids Action Day dirancang dengan pendekatan yang ringan, interaktif, dan dekat dengan dunia anak-anak. Nilai-nilai etika tidak disampaikan melalui ceramah panjang, melainkan melalui cerita, permainan, dan pengalaman langsung yang mudah dipahami. Fokus utama kegiatan meliputi nilai kejujuran, kesopanan, kepedulian, saling menghargai, keberanian berbuat baik, serta sikap anti-perundungan (bullying), nilai-nilai dasar yang penting ditanamkan sejak dini, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan pertemanan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi storytelling atau mendongeng etika yang mengajak anak-anak berdiskusi mengenai perilaku baik dan tidak baik dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, para siswa diajak menuliskan mimpi, harapan, serta kebaikan yang ingin mereka lakukan pada kertas warna-warni yang kemudian ditempelkan di “Dinding Mimpi Anak Hebat”. Aktivitas ini menjadi simbol bahwa setiap anak memiliki cita-cita dan potensi untuk tumbuh menjadi pribadi yang beretika.

Suasana semakin hidup saat anak-anak mengikuti permainan edukatif Truth or Dare versi etika yang dikemas melalui Little Heroes Card. Melalui permainan ini, siswa belajar tentang kejujuran, keberanian mengakui kesalahan, serta pentingnya bersikap sopan dan peduli melalui pertanyaan dan tantangan sederhana yang dekat dengan keseharian mereka.

Gambar 1. Pos Permaianan Word Search Ethics for Kids 

Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah “Petualangan 5 Kata Ajaib”, sebuah permainan berbentuk treasure hunt yang mengajak siswa menjelajah lima pos permainan. Setiap pos mewakili satu kata kunci etika, yaitu maaf, terima kasih, permisi, silakan, dan tolong. Melalui berbagai permainan seperti word search, oper pesan, hingga puzzle sederhana, anak-anak diajak memahami bahwa kata-kata tersebut bukan sekadar ucapan, melainkan wujud sikap tanggung jawab, kesopanan, kepedulian, dan empati dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh siswa SD Muhammadiyah 1 Patuk mengikuti Deklarasi Anti-Bullying. Anak-anak diajak memahami apa itu perundungan, dampaknya bagi korban, serta pentingnya saling menjaga dan menghargai. Deklarasi ini ditandai dengan cap tangan para siswa pada media deklarasi sebagai simbol komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif.

Gambar 2. Deklarasi Anti-Bullying dengan Cap Tangan

Kepala SD Muhammadiyah 1 Patuk, Indah Hariyani, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

 “Saya mewakili segenap guru mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan hari ini. Saya sangat senang dan bangga. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di sekolah-sekolah lain, khususnya di wilayah Gunungkidul,” ujarnya.

Tak hanya berdampak bagi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bagi para relawan muda. Cintya, salah satu peserta Desamind Youth Impact Lab yang baru pertama kali terjun langsung sebagai relawan di desa mengaku bersyukur bisa gabung dan terlibat langsung bersama rekan-rekan Desamind.


“Awalnya saya gugup karena ini pengalaman pertama berinteraksi langsung dengan anak-anak di desa. Namun prosesnya ternyata hangat dan menyenangkan. Saya belajar bahwa menanamkan nilai etika tidak harus rumit, cukup melalui hal-hal kecil, dilakukan secara konsisten, dan dengan hati. Pengalaman ini menguatkan keyakinan saya bahwa praktik baik di desa itu penting dan berdampak,” tuturnya.

Lebih lanjut, Cintya berharap sinergi antara Desamind Indonesia, Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA), Sekolah Local Hero Indonesia, PF Muda, serta SD Muhammadiyah 1 Patuk, menjadi pemantik lahirnya lebih banyak ruang belajar etika yang menyenangkan, sekaligus mendorong anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat karena keberanian mereka untuk berbuat baik dan beretika.

Author : Alwi Dwi Rahmadi

Pengumuman Hasil Seleksi Bootcamp Junior Rural Development Specialist Desamind 2026

By Berita Terkini, Pengumuman

Sukoharjo, 23 Januari 2026 – Setelah melalui proses seleksi administrasi, Desamind Indonesia Foundation secara resmi mengumumkan daftar nama peserta yang lolos untuk mengikuti Bootcamp Junior Rural Development Specialist by Sekolah Local Heroes Desamind.

Sesuai dengan semangat Bung Hatta, “Indonesia tidak akan besar hanya karena obor di Jakarta, tetapi Indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa”, antusiasme pendaftar tahun ini sangat luar biasa. Berdasarkan Surat Keputusan No. 226.02/A.2/DSM/1/2026, panitia telah menetapkan 187 peserta dari berbagai institusi, universitas, dan komunitas di seluruh Indonesia untuk bergabung dalam program ini.

Jadwal Pelaksanaan Bootcamp Bagi peserta yang dinyatakan lolos, diwajibkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan secara daring pada:

    • Hari: Minggu
    • Tanggal: 25 Januari dan 1 Februari 2026
    • Waktu: 19.30 – 22.00 WIB
    • Tempat: Zoom Cloud Meeting

 

Langkah Selanjutnya bagi Peserta Lolos Peserta yang namanya tercantum dalam lampiran pengumuman diharapkan segera bergabung ke dalam Whatsapp Group melalui tautan yang telah disediakan untuk mendapatkan informasi teknis lebih lanjut.

Selamat kepada 187 peserta terpilih! Mari bersiap untuk belajar, bertumbuh, dan berdampak bersama bagi desa-desa di Indonesia. Bagi kawan-kawan yang belum terpilih, jangan berkecil hati dan tetap nantikan program Desamind selanjutnya.

Ingat Bangsa, Ingat Desa!

 

Perkuat Kepemimpinan Berbasis Etika, Desamind Gelar Youth Impact Lab di Yogyakarta

By Berita Terkini, Press Release

Yogyakarta – Desamind Indonesia menyelenggarakan Desamind Youth Impact Lab: Leadership & Ethics Action pada Minggu (18/1) di Nutrihub Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi pemuda untuk memperkuat kepemimpinan berbasis nilai, etika, dan aksi nyata dalam pembangunan desa. Sebanyak 30 peserta terpilih mengikuti kegiatan ini secara gratis sebagai bagian dari komitmen Desamind dalam menyiapkan generasi muda yang berintegritas dan berdampak sosial.

Desamind Youth Impact Lab ini merupakan kelanjutan dari programMonitoring ActWISE+ Leadership Café 2025,sebuah inisiatif pengembangan kapasitas pemuda yang diinisiasi oleh Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA) dan berafiliasi dengan Globethics. Dalam program tersebut, Desamind Indonesia terpilih sebagai Top 20 komunitas dari berbagai daerah di Indonesia yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendorong gerakan sosial berlandaskan integritas, nilai, dan kepemimpinan etis. Kepercayaan ini sekaligus membuka dukungan pendanaan bagi Desamind untuk mengimplementasikan kegiatan lanjutan yang berdampak secara langsung.d

Kegiatan diawali dengan Desamind Leadership Class yang membahas peran pemuda sebagai local heroes dalam pembangunan desa berbasis Community Driven Development (CDD). Materi disampaikan oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc.ITE, Founder sekaligus President Director Desamind Indonesia, melalui mini class, diskusi interaktif, dan studi kasus kontekstual desa. Dalam pemaparannya, Hardika menekankan bahwa kepemimpinan pemuda tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi perlu dibangun di atas pemahaman nilai, keberanian terlibat, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pemuda desa memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Yang dibutuhkan adalah ruang belajar, kepercayaan, dan ekosistem yang memungkinkan mereka bertumbuh dan berkontribusi secara nyata,” ujar Hardika.

Gambar 1. Pemecahan Studi Kasus Pedesaan

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi penguatan etika kepemimpinan yang menitikberatkan pada keterampilan active listening, komunikasi empatik, serta penggunaan WISE+ Ethical Decision Making Tool. Sesi ini dipandu oleh Abdul Aziez, Director of Chapter Division Desamind Indonesia, bersama Lakhsmi Nuswantari Subandi, S.H., LL.M., Regional Manager Globethics sekaligus Chairperson Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA). Peserta diajak terlibat langsung dalam simulasi konflik, latihan mendengarkan aktif, serta berbagi praktik baik dari berbagai komunitas.

Menurut Lakhsmi, kepemimpinan yang beretika bukan hanya tentang mengambil keputusan yang benar, tetapi juga tentang proses memahami berbagai perspektif dan mempertimbangkan dampak sosial dari setiap pilihan. “Etika perlu dilatih melalui praktik, bukan hanya dipahami sebagai konsep,” tuturnya.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, kegiatan ini juga memuat sesi briefing Ethics for Kids Action Day, sebuah aksi edukatif yang akan dilaksanakan pada Rabu (28/1) di SD Muhammadiyah Patuk 1, Gunungkidul. 

Gambar 1. Lakhsmi Nuswantari Subandi, S.H., LL.M, , memberikan arahan dalam membedah WISE+ Ethical Decision Making Tool

Husniyah Mujahadah, peserta asal Bengkulu, Sumatera, berbagi refleksi dan kesiapan peserta dalam menerjemahkan nilai-nilai etika yang telah dipelajari ke dalam kegiatan pembelajaran bagi anak-anak.

“Kegiatan ini membuka perspektif baru bagi kami sebagai pemuda untuk tidak hanya belajar tentang kepemimpinan, tetapi juga bagaimana menanamkan nilai etika kepada anak-anak melalui pendekatan yang sederhana dan menyenangkan,” ujarnya.

Gambar 3. Presentasi Pengaplikasian WISE+ Ethical Decision Making Tool 

Husniyah juga menegaskan komitmennya setelah mengikuti kegiatan ini untuk berusaha membangun ekosistem pemuda yang tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan, tetapi juga berpijak pada nilai, integritas, dan keberpihakan pada desa. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bertumbuh bagi pemuda untuk belajar, berjejaring, dan mengambil peran aktif dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.

Author: Ahmad Zamzami

Desamind Indonesia Akan Gelar Dies Natalis ke-6, Tegaskan Komitmen Penguatan Desa dan Dampak Pemuda

By Berita Terkini

Desamind Indonesia akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-6 pada 11–31 Januari 2026 dengan mengusung tema “Menumbuhkan Akar, Menguatkan Dampak”. Peringatan enam tahun perjalanan ini menjadi momentum penguatan komitmen Desamind dalam membangun desa, memberdayakan pemuda, serta memperluas dampak sosial yang berkelanjutan.

Sejak berdiri pada 5 Januari 2020, Desamind Indonesia konsisten mengembangkan berbagai inisiatif berbasis pendidikan, literasi, kepemudaan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Enam tahun perjalanan tersebut dirayakan melalui rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan program-program yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Desamind Indonesia lahir dari inisiatif sekelompok pemuda yang memiliki latar belakang keterlibatan sosial dan pendidikan tinggi, dengan tujuan untuk kembali berkontribusi dalam pembangunan desa. Organisasi ini dibangun atas kesadaran bahwa generasi muda dengan kompetensi akademik dan pengalaman global memiliki peran strategis dalam membentuk local heroes yang berpijak pada realitas akar rumput sekaligus berpandangan luas.

Sebagai organisasi nirlaba berbasis kesukarelawanan, Desamind Indonesia menghimpun pemuda Indonesia di dalam dan luar negeri untuk terlibat aktif dalam pengembangan desa melalui program pendidikan, pelatihan kepemimpinan, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor. Hingga saat ini, Desamind telah berkembang ke puluhan chapter di berbagai daerah dan melibatkan ribuan pemuda dalam kegiatan sosial dan pembangunan desa.

Rangkaian Kegiatan Dies Natalis ke-6

Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-6, Desamind Indonesia menyelenggarakan empat agenda utama:

  1. Soft Launching BUMI SAWALA (Agroeduwisata)
    Digelar pada 11 Januari 2026 di Bodogol Kampung Hoya, Benda, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. Program ini merupakan peresmian ruang belajar hidup berbasis agroeduwisata yang mengintegrasikan edukasi, ekologi, dan pemberdayaan masyarakat desa.

  2. Desamind Youth Impact Lab
    Diselenggarakan pada 18 Januari 2026 di Nutrihub, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi laboratorium gagasan bagi pemuda untuk merancang solusi sosial yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

  3. Ethical for Kids
    Kegiatan edukatif yang dilaksanakan pada 28 Januari 2026 bersama siswa SD Muhammadiyah 1 Patuk, Gunungkidul. Program ini bertujuan menanamkan nilai etika, empati, dan karakter sejak dini melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan.
  4. Closing Dies Natalis dan Peluncuran Platform “Sekolah Local Heroes”
    Puncak Dies Natalis ke-6 akan berlangsung pada 31 Januari 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Pada kesempatan ini, Desamind Indonesia akan meluncurkan platform e-learning Sekolah Local Heroes sebagai ekosistem pembelajaran bagi calon penggerak desa dan pemuda berdampak di seluruh Indonesia.

Menumbuhkan Akar, Menguatkan Dampak

Tema Dies Natalis ke-6, “Menumbuhkan Akar, Menguatkan Dampak”, mencerminkan semangat Desamind Indonesia dalam memperkuat kerja-kerja di tingkat komunitas sekaligus memperluas dampak melalui kolaborasi dan inovasi. Peringatan ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi gerakan, penguatan jejaring, serta pijakan strategis untuk keberlanjutan program Desamind ke depan.

Melalui rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-6, Desamind Indonesia mengajak mitra, relawan, komunitas, dan masyarakat luas untuk terus berkolaborasi dalam menciptakan perubahan sosial yang bermakna, dimulai dari desa, digerakkan oleh pemuda, dan diarahkan untuk masa depan Indonesia.

Author : Ahmad Zamzami

Sinergi Membangun Desa, Desamind Pasuruan Jalin Kerja Sama dengan Pemdes Tambaksari

By Berita Terkini, Desamind Chapter

Pasuruan — Desamind Chapter Pasuruan menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Desa Tambaksari melalui rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk periode satu tahun ke depan. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Tambaksari pada Minggu (14/12) dan dihadiri oleh Sekretaris Desa Tambaksari, perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desamind Chapter Pasuruan, Wawan Darwan. Dalam sambutannya, Wawan menegaskan komitmen Desamind untuk turut berkontribusi dalam pengembangan potensi Desa Tambaksari, khususnya dalam mendukung kemajuan desa dan sektor pariwisata.

“Kami berharap kehadiran Desamind dapat membantu pengembangan program-program Desa Tambaksari, terutama di sektor pariwisata dan kemajuan desa secara umum. Selama satu tahun ke depan, kami siap berkolaborasi dan terlibat dalam berbagai kegiatan desa, semoga kerja sama ini berjalan lancar dan mendapat rida Allah SWT,” ujar Wawan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Abdul Aziz selaku perwakilan Desamind Indonesia. Ia menyampaikan harapan agar Desa Tambaksari dapat menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium berdampak bagi Desamind Chapter Pasuruan dalam menjalankan berbagai program sosial.

“Harapannya, Desa Tambaksari bisa menjadi laboratorium berdampak bagi teman-teman Desamind Chapter Pasuruan. Di sini, kolaborasi dan jejaring dapat dibangun secara optimal untuk memaksimalkan potensi yang ada,” ungkap Aziz.

Aziz juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan sinergi yang berkelanjutan dengan pemerintah desa agar setiap program yang dijalankan dapat terlaksana secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Desa Tambaksari, Slamet, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kerja sama yang dilakukan oleh Desamind Chapter Pasuruan. Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi desa dan masyarakat.

“Kami berharap kehadiran Desamind dapat membawa manfaat dan menjadi berkah bagi Desa Tambaksari,” ujar Slamet.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan rencana program kerja, sesi diskusi dan tanya jawab, serta pembacaan nota kesepahaman. 

Author :  Mukhammaad Thoriq Aziz

Editor: Alan Ferdian Syah / Ahmad Zamzami

Desamind Pasuruan Perkuat Sinergi di Raker Tahunan, Dorong Digitalisasi dan Edukasi Desa 

By Artikel, Berita Terkini, Desamind Chapter, Press Release

Pasuruan – Desamind Chapter Pasuruan sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan pada Minggu (5/10/2025) di Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dihadiri 12 perwakilan divisi, kegiatan ini menetapkan program kerja strategis untuk setahun ke depan, dengan fokus utama pada pengembangan Desa Tambaksari.

Salah satu hasil kunci Raker adalah peluncuran empat program unggulan, termasuk Tambaksari Digital Journey yang berfokus pada digitalisasi potensi desa. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana, Ridha Ritama Trisani. 

“Saya selaku Ketua Pelaksana, berterima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan Raker ini. Mari kita jadikan Rapat Kerja  ini sebagai momentum untuk memantapkan diri dalam membawa Desamind Chapter Pasuruan mengangkat Desa Tambaksari menjadi desa yang lebih baik lagi,” ujar Ridha.

Sambutan berikutnya diberikan Wawan Darmawan selaku Kepala Desa Desamind Chapter Pasuruan, “Mari kita manfaatkan Raker ini untuk sharing ide-ide keren dan ngobrol nyaman. Dan setelah ini, kerjaan kita di Desa Tambaksari jadi makin on point, terasa dampaknya, dan Desamind Chapter Pasuruan bisa jadi lebih baik lagi,” ujar Wawan.

Memasuki kegiatan inti, setiap divisi mempresentasikan program kerjanya, kemudian saling memberikan saran dan tanggapan untuk memperjelas programnya. Rapat diakhiri dengan diskusi Badan Pengurus Harian (BPH) yang membahas serta menetapkan program kerja yang telah disepakati bersama.

Tahun ini terdapat empat program utama yang akan dijalankan, yakni Tambaksari Digital Journey, Sosmed Academy: Cerdas Branding Digital, Betari (Belajar Tambaksari Asri), dan Agri Edukita.

  • Tambaksari Digital Journey: Inisiatif pemasaran digital untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan kehidupan masyarakat Desa Tambaksari melalui platform media sosial dan konten visual menarik.
  • Sosmed Academy: Cerdas Branding Digital : Pelatihan dengan narasumber ahli untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kreativitas, desain grafis, dan strategi konten digital.
  • Betari (Belajar Tambaksari Asri): Kegiatan belajar seru dengan suasana menyenangkan melalui permainan edukatif. 
  • Agri Edukita: Program edukasi pengelolaan sampah agar dapat dimanfaatkan menjadi pupuk, pakan ternak, atau produk lainnya.

Selain empat program utama tersebut, terdapat pula program pendukung dari Divisi Internal, yaitu Makrab dan Internal Awarding. Kedua kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan internal yang aktif, suportif, serta mendorong pengembangan diri secara personal maupun profesional agar lebih siap terjun dalam kegiatan sosial dan edukasi masyarakat.

Selain itu, Divisi Media dan Informasi juga menetapkan empat kegiatan, yaitu peringatan hari besar nasional dan hari besar Islam, publikasi after event untuk memperkuat citra organisasi, penyebaran informasi desa mitra melalui program FYI di media sosial, serta Podmind, yakni program podcast yang menghadirkan berbagai narasumber dengan topik menarik bagi audiens internal maupun eksternal.

Kemudian, dari Divisi Kewirausahaan terdapat program Branding Produk UMKM sebagai bentuk promosi digital untuk memperkenalkan potensi produk-produk lokal di Desa Tambaksari melalui platform media sosial. Sementara itu, Divisi Eksternal juga akan menjalankan tiga program, yaitu Sinau Bareng Chapter, studi banding dengan chapter lain untuk berbagi praktik dan pengelolaan organisasi, serta Cooler (Cooperation with Stakeholder) yang berfokus pada kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan sesuai kebutuhan program kerja Desamind Chapter Pasuruan, termasuk portal Desamind untuk publikasi berita kegiatan.

Meski sempat tertunda, Rapat Kerja Tahunan Desamind Chapter Pasuruan berjalan lancar dan penuh semangat Melalui penetapan program ini, organisasi berharap dapat memperkuat sinergi antardivisi, memperluas dampak sosial pengembangan Desa Tambaksari, serta meneguhkan komitmen dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan dan berdaya di Pasuruan.

Penulis: Mukhammad Thoriq Aziz 

Editor: Yesi Rahma Mustika