Skip to main content
Category

Artikel

Townhall Muda Desamind Series 3.0 Jadi Ajang Awardee Mengenalkan Proyek Sosial dan Kolaborasi Antar Stakeholders Guna Mendukung Keberlanjutan Program

By Artikel, Beasiswa Desamind

Desa Sumber Bakti – Awardee Beasiswa Desamind berPijar bersama Desamind Chapter Aceh Barat mengadakan Townhall Muda Desamind Series 3.0 di desa Sumber Bakti Kab. Nagan Raya dalam rangka mengenalkan proyek sosial yang bertajuk ISAMBA. Proyek ini merupakan produk awardee dalam upayanya meningkatkan partisipasi perempuan dan pemuda tentang pentingnya pengelolaan ekosistem gambut maupun dalam menjalankan bisnis ikan asap. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Sumber Bakti pada hari Minggu (29/10/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh aparatur desa Sumber Bakti yakni Kades dan Sekdes, Ketua Pemuda Sumber Bakti, PT. SPS 2, P3RK dan dosen dari Universitas Teuku Umar, Divisi Kewirausahaan GenBI Universitas Teuku Umar, Organisasi mahasiswa dalam lingkup Universitas Teuku Umar, di antaranya HIMAKUA dan HIMAGRO, serta ibu rumah tangga dan nelayan bubu sebagai peserta kegiatan.

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari penyelenggara sekaligus awardee Beasiswa Desamind berPijar 3.0, Ego Ibnu Wijaksena, diikuti dengan keynote speaker, ahli lingkungan, dan praktisi industri perikanan yang memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya gambut dalam konteks keberlanjutan. Panel diskusi kemudian melibatkan ahli lingkungan, perwakilan industri, dan pemuda-pemudi yang telah aktif dalam proyek-proyek keberlanjutan.

Kepala Desa Sumber Bakti Deni Firmansyah, S.E. dalam sambutannya menghimbau kepada peserta untuk memahami pentingnya pengelolaan ekosistem gambut di desa sebagai bentuk adaptasi dan mitigasi untuk mencegah perubahan iklim dan membuka sektor peluang bisnis hijau di desa dari usaha ikan asap. Sekretaris Desa Sulaiman Yusuf dalam sambutannya menekankan pentingnya antusias peserta dalam mengikuti program ini, agar usaha yang dirintis dapat berkembang dan maju untuk membantu perekonomian bagi keluarga. beliau juga turut berterima kasih kepada penyelenggara kegiatan karena terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat di desa Sumber Bakti.

Dalam kegiatan (Panel Talks) ini mengundang 2 pemateri, yaitu Zahrial Syah Alam, S.I.Kom., M.Si yang merupakan Kepala Sekolah SMK Dharma Shalihat Nagan Raya dan Taufik Akbar, S.T. selaku Praktisi Teknologi Tepat Guna. Zahrial membahas tentang Business Development. Peserta diajak berpikir tentang pengembangan yang akan dilakukan untuk mendapatkan hasil produk terbaiknya dan dapat dipasarkan secara luas. Selain itu harus mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dengan model circular ekonomi.

Adapun Taufik menjelaskan tentang penerapan alat pengasapan ikan yang membantu dalam proses produksi untuk mendapatkan rasa yang khas dan kapasitas produksi besar dalam sekali produksi serta ramah lingkungan. Dalam materinya disampaikan bahwa usulan alat pengasapan ikan ini memiliki spesifikasi yang dapat mengurangi Global Warming dan mendukung Program Protocol Kyoto sehingga aman, nyaman dan sehat bagi penggunanya.

Saat sesi Neworking Forum ada beberapa pernyataan dari pelaku usaha yang antusias dengan materi yang disampaikan. Forum terbuka antara pemuda dan tokoh-tokoh inspiratif menciptakan ruang untuk pertukaran ide dan pengetahuan. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana kolaborasi antar-generasi dapat memperkuat langkah-langkah keberlanjutan.

Dalam penutupan acara, hasil diskusi dirangkum, dan peserta menyatakan komitmen aksi mereka. Langkah-langkah konkret untuk mendukung keberlanjutan gambut dan produksi ikan asap melakukan MoU dengan desa mitra dan Penandatanganan Caping Desamind, serta menegaskan peran aktif generasi muda dalam menjaga lingkungan. Sebagai penutup, peserta menikmati sesi networking sambil menikmati hidangan yang tersedia.

Penulis : Ego Ibnu Wijaksena

Awardee Beasiswa Desamind berPijar Menjadi Inisiator Pemuda Pertama yang Menggagas Proyek Sosial Parsial dengan Memanfaatkan Biji Karet Sebagai Pakan Ikan (IH-KALONG)

By Artikel, Beasiswa Desamind

Salah satu program dari rangkaian Townhall Muda Desamind Series adalah proyek sosial parsial yang ditelah dilaksanakan di desa Sinarbakti, Kab. Ogan Komering Ulu. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Minggu (29/10/2023) dan berjalan dengan lancar. acara Townhall Muda tersebut mengusung tema “Membentuk Pola Pikir Adaptif Pemuda dalam Mengembangkan Inovasi untuk Desa”.

Proyek ini bertujuan untuk memberdayakan pemuda agar mampu berkreasi dan menghasilkan produk bernilai tinggi melalui pemanfaatan sumber daya alam di sekitar mereka. Dian Arifando Rusyadi, selaku awardee beasiswa dan pelaksana kegiatan, menyampaikan bahwa tujuan utama dari proyek ini adalah untuk menciptakan produk kreatif dan inovatif dari sumber daya alam di sekitar, meningkatkan ekonomi desa, dan menciptakan keberlanjutan lingkungan. Salah satu contohnya yaitu dengan menciptakan produk inovasi Ih-Kalong, dengan memanfaatkan biji karet sebagai pakan ikan.

Acara Townhall Muda di desa Sinarbakti ini dihadiri oleh 35 peserta dengan inti kegiatan yaitu membuka dialog antar pemuda desa, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Presentasi yang menginspirasi mengenai proyek sosial tersebut dapat merangkul pemuda dengan visi kreatif dan semangat untuk merubah desa mereka. Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam acara Townhall Muda meliputi pengenalan proyek sosial, diskusi yang dikonsep dalam bentuk panel talks serta networking forum, yang dilaksanakan dalam waktu 60 – 120 menit. Kegiatan juga diselingi dengan games untuk menghibur peserta acara.

Respon masyarakat terhadap pengenalan proyek sosial ini luar biasa. Masyarakat desa termasuk para pemuda menanggapi dengan penuh semangat, memperlihatkan ketertarikan besar untuk terlibat dalam kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memberdayakan kreativitas mereka. Townhall Muda menjadi momentum positif yang menggairahkan semangat gotong royong di desa Sinarbakti.

Proyek ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga memberikan wadah bagi pemuda desa untuk mengaktualisasikan ide-ide kreatif mereka. Melalui berbagai pelatihan, workshop, dan kegiatan kolaboratif, pemuda desa didorong untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi sumber daya alam di sekitar mereka menjadi produk bernilai tinggi, seperti kerajinan tangan, produk pertanian lokal, atau inovasi lainnya. Dengan melibatkan pemuda desa dalam proses proyek sosial, desa Sinarbakti berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan kreativitas. Produk-produk yang dihasilkan tidak hanya meningkatkan ekonomi lokal tetapi juga membawa dampak positif terhadap citra desa sebagai pusat kreativitas dan keberlanjutan.

Proyek sosial yang diperkenalkan melalui Townhall Muda Desamind ini menciptakan terobosan yang positif. Dengan antusiasme tinggi dan partisipasi aktif masyarakat, proyek ini memberikan arah baru untuk pemuda desa, mendorong mereka untuk berkreasi dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar dan menciptakan produk inovasi yang mampu memberikan nilai jual tinggi. Desa Sinarbakti menjadi contoh bagi desa-desa lain, menunjukkan bahwa melibatkan pemuda dalam pembangunan lokal dapat menciptakan perubahan yang signifikan dan berkelanjutan.

Townhall Muda: Launching Proyek Sosial Pawon Uwii, Langkah Awal Pioneer Desa Pengkok dalam Memberdayakan Perempuan Melalui Program Beasiswa Desamind berPijar 3.0

By Artikel, Beasiswa Desamind

Townhall Muda Desamind Series adalah salah satu rangkaian acara program awardee beasiswa Desamind berPijar yang bertujuan untuk mengenalkan proyek sosial awardee beasiswa, mendapat dukungan pelaksanaan program, dan menjalin kolaborasi. Townhall Muda Desamind Series desa Pengkok Gunungkidul dilaksanakan pada hari Minggu (22/10/2023) bertempat di aula desa Pengkok. Kegiatan ini melibatkan 68 peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga, pemuda, pengurus Desamind Indonesia Foundation dan Desamind chapter Gunungkidul, serta berbagai mahasiswa dari berbagai kampus seperti UNY dan UPY.

Acara Townhall Muda desa Pengkok menghadirkan dua pembicara hebat yaitu bapak Riyanto M. M selaku ASN dan ketua POKDARWIS Gunung Ireng serta ibu Wiwik Hikmawati Wulandari selaku BPD desa Pengkok dan ketua sekolah alam Srikandi Handayani. Salah satu poin penting yang perlu digaris bawahi pada penyampaian materi dari pemateri adalah tentang sifat kepemimpinan atau leadership. “Jiwa kepemimpinan itu ada 3 mbak. Yaitu ada momor, momot, dan momong” ujar Bapak Riyanto.

Dalam istilah Jawa, jiwa kepemimpinan ada 3 M, yaitu momor, momot, dan momong. Momor berarti seorang pemimpin harus bisa “amor” atau membaur dengan masyarakat, momot berarti seorang pemimpin harus bisa menampung segala aspirasi dari masyarakat, dan yang terakhir momong atau ngemong yang artinya seorang pemimpin harus bisa menjadi orangtua yang membimbing masyarakat.

Konsep materi disampaikan menggunakan metode panel talks dan dilanjutkan dengan networking forum. Sesi panel talks dilakukan selama 120 menit, setiap pembicara memaparkan materinya selama 40 menit dan dilanjutkan sesi diskusi atau networking forum dilakukan di akhir selama 30 menit agar terjadi komunikasi yang baik antar pemangku kebijakan dan sasaran peserta program proyek sosial.

Kegiatan Townhall Muda Desamind Series desa Pengkok Gunungkidul ini mengambil tema “Keterlibatan Pemuda dan Perempuan Desa dalam Mengakselerasi Pencapaian SDGs Desa”. SDGs adalah singkatan dari Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. Sebagai bagian dari upaya untuk mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan nasional (SDGs Nasional) hingga ke tingkat desa, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes

PDTT) menerbitkan Permendesa PDTT No. 13 Tahun 2020 yang berfokus pada SDGs desa. Dalam regulasi ini diatur tentang prioritas penggunaan dana desa pada tahun 2021 yang juga fokus terhadap upaya pencapaian SDGs. 
“Kita tahu di masa sekarang ini tantangan semakin luas terutama di era VUCA ini. Harapannya adalah pemuda-pemudi di Indonesia salah satunya di desa Pengkok ini bisa menjadi salah satu local heroes yang akan membawa perubahan di masa depan. Seperti pepatah Indonesia tidak akan besar hanya karena obor di Jakarta tetapi Indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa” ujar Khoiruddin Nur Wahid selaku mentor dari Putri Felita Listiani.

Mind-Fest 2023 : Peran Anak Muda dan Media Digital dalam Menguatkan Nilai Perdamaian Desa dan Kesukarelawanan

By Artikel, Berita Terkini, Pemberdayaan Kepemudaan

desamind.id (26/11)- Mind-Fest sukses diselenggakan selama 2 (dua) hari dari tanggal 25-26 November 2023. Kegiatan ini merupakan program kolaborasi antara Desamind Indonesia dan Indika Foundation sebagai bentuk peningkatan kapasitas perangkat chapter. Kegiatan Mind-Fest dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting dengan mengusung tema “Peran Anak Muda dan Media Digital dalam Menguatkan Nilai Perdamaian Desa dan Kesukarelawanan”.

Rangkaian kegiatan Mind-Fest pada hari pertama dibuka oleh Vivi Rosian Rahmadika (Associate of Secretary and Finance Division) selaku Master of Ceremony (MC). Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Abdul Aziez selaku (Director of Chapter Division). Dalam sambutannya, Aziez menyampaikan bahwa Mind-Fest ini adalah program upgrading akhir periode untuk seluruh perangkat Chapter Menjelang demisioner, Aziez juga mengungkapkan bahwa besar harapan program atau kurikulum yang telah dibuat untuk Chapter Desamind bisa selalu diperbaiki agar kedepannya program untuk Chapter Desamind bisa lebih maksimal.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pre-test yang dipandu oleh Aziez dan dilajutkan dengan penyampaian materi pertama dari Yudan Hermawan (Owner Goa Pindul) yang dimoderatori oleh Dewi Fajar Sariningtyas (Vice Director of Scholarship Division) mengenai “Berkarya dari Desa”. Yudan menceritakan awalnya mempunyai keinginan untuk bermanfaat bagi orang lain. Setelah merantau ke Jakarta, Yudan memutuskan untuk kembali lagi ke desa asalnya. Berawal dari desalah beliau menemukan sebuah inspirasi untuk mengembangkan desa dari potensi apapun yang dimilikinya.

Gambar 1. Penyampaian Materi Berkarya dari desa oleh Yudan

Setelah memahami materi dari Pak Yudan dan melakukan ice breaking, materi selanjutnya adalah “Membangun Semangat Kerelawanan di Desa” yang dibawakan oleh Atrida Hedianti (RCE Yogyakarta). Pada penyampaian materi kedua dipandu oleh Zidni Amaliyatul Hidayah (Wakil Kepala Desamind Chapter Yogyakarta) sebagai moderator. Melalui materi ini, Atrida menjelaskan masih banyaknya anak muda yang terlahir di desa tidak mau kembali lagi ke desanya. Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor, meliputi: lapangan pekerjaan yang terbatas “hanya” di bidang pertanian karena dari secara terminologi di pedesaan sumber penghasilanya dari sektor pertanian. Selain itu, kesempatan untuk mengembangkan diri yang terbatas karena aktifitas yang ada di desa adalah kehidupan yang sederhana sehingga banyak kaum muda yang tidak tertarik untuk hidup di desa, dan selanjutnya adalah kurang fasilitas pendidikan & kesehatan yang berkualitas.

Atrida menegaskan bahwa dalam menumbuhkan pengembangan ekonomi di desa dibutuhkan sumberdaya anak muda yang inovatif, itelegent, jujur dan berintegritas didalamnya karena menurut Atrida pemuda adalah Agent of Change atau Agen Perubahan yang dimana keberadaan pemuda dengan semangat dan energinya yang akan membawa perubahan di Desa.

Gambar 2. Penyampaian Materi Membangun Semangat Kerelawanan di Desa oleh Atrida

Dengan disampaikannya materi kedua oleh Atrida Hedianti, menandakan Mind-Fest hari pertama telah selesai. Selanjutnya kegiatan diisi oleh Chapter Division dengan menyampaikan informasi kegiatan Mind-Fest hari kedua.

Hari kedua Mind-Fest dibuka oleh Kintan Nur Romadhona (Associate of Chapter Division) selaku Master of Ceremony (MC). Di hari kedua terdapat dua materi yang dibawakan oleh Hilmi Hilmansyah (Koordinator Patriot Desa Kab. Indramayu, Korjen ICCN Media Jawa Barat) dan Alfath Bagus Panuntun (Dosen Politik dan Pemerintahan UGM).

Materi pertama dimoderatori oleh Kinanthi Sekar Nareswari (Associate Scholarship Division). Pada materi pertama, Hilmi Hilmansyah menyampaikan tentang “Membangun Kesadaran dan Kampanye Media Digital yang Positif untuk Kemanjuan Desa”, dalam materi yang disampaikan oleh Hilmi beliau mengatakan bahwa anak muda harus memiliki kesadaran sebagai penggerak desa dan menjadi local heros.

Harapannya anak muda dapat memiliki aksi nyata untuk bisa berdampak kepada masyarakat khususnya masyarakat desa. Selain itu, anak muda dapat mengajak kampanye kolaborasi kepada mitra kolaborator seperti pemerintah desa, pegiat lokal dan perusahaan swasta. Hal tersebut ada erat kaitannya dengan kampanye di media digital dan media sosial sehingga menjadi peluang besar untuk melakukan kolaborasi yang luar biasa untuk kegiatan yang ada di desa.

Gambar 3. Penyampaian Materi Kesadaran dan Kampanye Media Digital yang Positif untuk Kemajuan Desa oleh Hilmi Hilmansyah

Materi kedua disampaikan oleh Alfath Bagus Panuntun dan dimoderatori oleh Syahrul Hilbram Julanar (Associate Creative Media Division). Materi yang dibawakan Alfath mengenai “Kaum Muda Sebagai Agen Perdamaian Desa Ditengah tahun Politik”. Secara rinci Alfath menyampaikan desa bukanlah tempat yang bebas nilai, desa menjadi arena kontestasi dan kaum muda dapat berperan sebagai juru dengar dalam artian desa memiliki subjektifitas, keberpihakan, budaya, culture dan normanya tersendiri sehingga ketika kita kembali ke desa itu sudah memiliki Value. 

Gambar 4. Penyampaian Materi Kaum Muda Sebagai Agen Perdamaian Desa Ditengah tahun Politik oleh Alfath

Materi kedua dari Alfath menutup rangkaian kegiatan Mind-Fest 2023 yang diselenggarakan oleh Desamind Indonesia dan Indika Foundation. Semoga kegiatan pengembaran kapasitas chapter dapat terselenggara secara periodik dan memberikan output yang lebih baik.

Oleh : Dinda Berlian

Awardee Beasiswa Desamind Berpijar Menerima Penghargaan Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Provinsi NTB

By Artikel, Beasiswa Desamind, Berita Terkini, Press Release

Lalu Junaedi Halki, awardee Beasiswa Desamind Berpijar berhasil meraih Juara 1 Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan di kancah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). 

“Dukungan pemerintah Desa secara pikiran, materi, dan administrasi diberikan secara penuh kepada saya selaku founder Senanggalih English Corner, sehingga dalam setiap tahapan saya dapat survive,” ucap Halki

Poin penilaian dalam seleksi penghargaan Pemuda Pelopor cukup kompleks. Terdiri dari komitmen dan dedikasi, inovasi dan kreativitas, pengaruh dan dampak sosial, keterlibatan komunitas, keterampilan pemimpin, serta presentasi dan komunikasi. 

Halki menjelaskan bahwa dedikasi dan hasil dari Senanggalih English Corner dapat terlihat dari prestasi peserta didik di sekolah. Banyak alumni yang telah bekerja di beberapa hotel Lombok, tour guide geowisata dan ekowisata, serta guide umroh. Bahkan tahun ini salah satu Keluarga Senanggalih English Corner berhasil menjadi Duta Bahasa NTB. 

“Ini menjadi salah poin penting bagi Senanggalih English Corner, ” ungkap Halki. 

Sebagai awardee Desamind Indonesia, Halki juga memiliki project social yang diberi judul Sosialisasi dan Pelatihan Alat Panen Madu Non-destruktif untuk Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Panen  Madu Trigona Di Desa Senanggalih. 

Halki menjelaskan alasan dirinya memilih project ini karena proses pemanenan madu lebah trigona di desa Senanggalih masih terbilang konservatif. Maka dari itu, ia dan timmya akan membuat inovasi alat TTG (alat panen madu non-destruktif), serta inovasi packaging dan marketing strategy untuk lebih memperluas pemasaran produk. 

“Target saya kedepannya setelah menyelesaikan S1 adalah ingin melanjutkan study ke Italy dengan jurusan Gastronomy. Saya ingin memajukan desa dan serta mengukir sejarah di desa bahwa pemuda desa berhak mempunyai ambisi dan mimpi walaupun berada di pelosok,” ujar Halki. 

Halki juga mengajak seluruh seluruh generasi muda, untuk terus menyalakan semangat Sumpah Pemuda dan jadi penerus perjuangan untuk memajukan bangsa Indonesia.

Penulis : Sanita Sitinjak

Editor : Putri Aulia Pasa

Desamind Berpartisipasi dalam Pelatihan Fasilitator Dampak Sosial untuk Meningkatkan Kompetensi Melakukan Proyek Sosial

By Artikel, Berita Terkini, Pemberdayaan Kepemudaan, Press Release

DESAMIND.ID, (19/10) – Desamind Indonesia menjadi salah satu organisasi yang diundang untuk mengikuti Pelatihan Fasilitator Dampak Sosial (PFDS) yang diadakan oleh Dampak Sosial Indonesia (DSI). PFDS merupakan program tahunan yang rutin diadakan oleh DSI dalam rangka meningkatan kapasitas individu untuk menjadi fasilitator perubahan di lingkungannya. Pada kesempatan ini, Muhammad Ertam Hidayat (Associate of Public Relations) dan Yuni Setyaningsih (Associate of Donation and Fundraising) menjadi delegasi dari Desamind Indonesia untuk mengikuti kegiatan PFDS.

PFDS tahun ini menarik minat 1033 pendaftar. Setelah melalui seleksi, dari 1033 pendaftar dipilih 225 pendaftar yang berasal dari 29 provinsi di Indonesia untuk menjadi peserta PFDS Batch 3 tahun 2023. Sebanyak 225 peserta akan mengikuti kegiatan PFDS yang dimulai pada 19 Oktober sampai 17 November 2023.

Jumlah pendaftar dan peserta terpilih Pelatihan Fasilitator Dampak Sosial

Kegiatan PFDS dimulai dengan sesi on boarding yang dilaksanakan pada Kamis (19/10) melalui zoom meeting. Sesi on boarding dibuka dengan sambutan oleh Yogie Armanda (Managing Director Yayasan Dampak Sosial Indonesia). Dalam sambutannya, Yogie Armanda menyampaikan DSI memiliki visi yaitu mendorong perubahan sosial melalui edukasi dan praktik pembangunan berkelanjutan. Salah satu program DSI adalah PFDS. PFDS merupakan program yang sudah dilaksanakan sebanyak sembilan batch dan ditujukan kepada pemuda yang ingin menjadi fasilitator perubahan di lingkungannya.

Sambutan Yogie Armanda (Managing Director Yayasan Dampak Sosial Indonesia)

Agenda pada sesi on boarding diisi dengan pengenalan DSI, pengelasan program DSI, tanya jawab program, pengenalan learning partner, dan kumpul kelompok bersama learning partner.

Setelah mengikuti sesi onboarding, peserta PFDS akan mengikuti training sebanyak dua kali dengan materi social impact, theory of change, system thinking, peacebuilding dan facilitation skill. Acara selanjutnya,  peserta mengikuti group coaching dan mentoring sebelum pelaksanaan proyek sosial. Agenda terakhir dalam pelatihan ini adalah graduation yang diikuti seluruh peserta PFDS.

Peserta kegiatan Pelatihan Fasilitator Dampak Sosial Batch 9

Dalam kesempatan ini, Yuni Setyaningsih menyampaikan harapannya yaitu agar dapat berperan aktif menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Rencananya perubahan akan dilakukan bersama organisasi yang menjadi bagian dari proyek sosial PFDS ini yaitu Desamind Chapter Bandung. Berikut adalah harapan jika program dapat terselesaikan dengan baik, salah satunya adalah Parenting Cendekia (Cerdas Mendidik Anak). Output dari Parenting Cendekia semakin banyak anak yang mempunyai pengetahuan dalam bidang akademik maupun non akademik dengan didikan dari orang tuanya langsung.

Desamind, Ingat Bangsa! Ingat Desa!

Penulis: Muhammad Ertam Hidayat

Editor: Putri Aulia Pasa dan Syifa Adiba

Peduli Anak-Anak Indonesia di Luar Negeri: Desamind Indonesia digandeng FKIP UMS Lakukan Pengabdian Kemitraan Internasional

By Artikel, Berita Terkini

Desamind Indonesia menjadi mitra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam kegiatan PKM-KI (Pengabdian Kepada Masyarakat-Kemitraan Internasional) selama dua hari, 25 & 26 September 2023. PKM-KI tersebut mengangkat judul Pendampingan Media Belajar dan Literasi Digital kepada anak-anak Indonesia di Sanggar Bimbingan (SB) Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia.

Read More

Gandeng Desamind, PKBH FH UGM Laksanakan Penyuluhan Hukum di Desa Cipaku, Purbalingga dan Penjajagan Kerjasama Berkelanjutan

By Artikel, Berita Terkini, Press Release

Purbalingga – Desa Cipaku, Mrebet, Purbalingga 21 & 22 September 2023, Desamind Indonesia dan Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (PKBH FH UGM) sukses melaksanakan Penyuluhan Hukum kepada masyarakat Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.

Pertemuan PKBH FH UGM dan Desamind Indonesia dengan (BAPPELITBANGDA) Pemerintah Kabupaten Purbalingga

Dr. Heribertus Jaka Triyana, S.H., M.A., LL.M., selaku wakil Dekan III bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Sistem Informasi menegaskan kemitraan PKBH FH UGM dengan Desamind merupakan kerjasama strategis jangka panjang dalam merespon permasalahan-permasalahan hukum yang ada di desa. 

Sebelum melakukan penyuluhan di Desa Cipaku pada Jum’at (22/09), tim PKBH FH UGM dan perwakilan dari Desamind telah melakukan audiensi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPELITBANGDA) Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Audiensi ini bertujuan menyampaikan itikad baik kerjasama dalam program pengabdian masyarakat yang akan diselenggarakan di Desa Cipaku. 

Selain itu, Perwakilan Desamind melalui Zaky Badruzzaman, S.H., menambahkan terkait peranan dan kontribusi Desamind bagi pengembangan masyarakat desa. Cakupan peranananya yaitu melalui program beasiswa berbasis projek Desa, pelatihan kepemimpinan, pendampingan, kajian isu permasalahan desa dan inisiasi program dalam pembangunan masyarakat desa.

Penjajagan Potensi Kerjasama antara Desamind Indonesia dengan PKBH Fakultas Hukum UGM

Drs. Suroto, M.Si, kepala BAPPELITBANGDA menyambut baik langkah Desamind Indonesia dan PKBH FH UGM. Ia yakin untuk kedepannya tidak hanya meciptakan Desa Sadar Hukum saja, namun lebih jauh lagi, yaitu terkait perhatian serius penguatan legalitas UMKM dan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Menciptakan Desa Cipaku Sadar Hukum

Penyampaian Materi oleh Pemateri 1, Dr. Dani Krisnawati, S.H., M.Hum (Direktur PKBH FH UGM)

Kegiatan penyuluhan Hukum di Desa Cipaku mengangkat tema “Penyuluhan Hukum dalam Upaya Pembinaan Desa Sadar Hukum”. Hal ini merupakan respon dari permasalahan-permasalahan hukum yang ada di lingkungan desa. Permasalahan yang ditemui diantaranya maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online dan Lembaga yang terkadang meresahkan masyarakat desa. Tentu dengan adanya penyuluhan ini akan tercipta kesadaran hukum masyarakat. Masyarakat mampu mengetahui langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan apabila menemukan permasalahan hukum di desa. 

Sugiarto, S.Pd., M.M.,, Kepala Desa Cipaku mengaku terbantu dengan penyuluhan ini. Ia menyampaikan masyarakat desa masih perlu dibina secara intensif dan berkelanjutan agar kesadaran hukumnya dapat terbangun. Tidak perlu dari skala besar, namun dari hal-hal sederhana, bertahap, konsisten, dan dapat dimulai dari kesadaran membuang sampah pada tempatnya, pengelolaan sumber mata air sesuai dengan ketentuan hukum, serta pengembangan kompetensi perangkat desa dalam mengelola pemerintahan desa.

Peserta bertanya pada Sesi Tanya Jawab

Narasumber dalam penyuluhan hukum kali ini yaitu Dr. Dani Krisnawati, S.H., M.Hum. selaku Direktur PKBH FH UGM dan Muhammad Jibril, S.H., M.PrivateLaw selaku Sekretaris PKBH FH UGM. Dani memaparkan secara mendalam terkait pentingnya kesadaran hukum.

“Kesadaran hukum bukan hanya bertumpu pada penegak hukum dan pemangku kebijakan saja, namun kita sebagai masyarakat harus mencoba patuh dan memberi contoh terutama di lingkungan keluarga dan anak-anak kita,” tutur Dani.

Berbeda dengan materi Dani, Jibril lebih fokus mengulik fenomena pinjaman online yang kini digandrungi masyarakat. Masyarakat masih belum sadar dan terjebak dengan pinjaman yang sangat merugikan serta berakibat fatal dalam kehidupan nantinya.

Kurang lebih 40 orang dengan latar belakang berbeda mulai dari tokoh masyarakat dan perangkat desa sangat antusias mengikuti kegiatan hingga usai. Mereka saling bertukar cerita serta meminta saran mengenai permasalahan hukum sederhana yang dialami di lingkungannya. 

Beberapa peserta Penyuluhan berfoto bersama

Sebagai penutup, Hardika Dwi Hermawan selaku President Director Desamind memberikan penegasan bahwasannya penyuluhan hukum ini merupakan langkah awal mengentaskan permasalahan-permasalahan hukum pedesaan. Semoga ini menjadi langkah awal untuk dapat memberikan pendampingan dan bantuan hukum juga nantinya bagi Desa-Desa lain yang membutuhkan. Desamind Indonesia sendiri memiliki dua pengurus dengan latar belakang Hukum yaitu Zaky Badruzzaman, S.H., yang juga sedang menempuh studi S2 di FH UGM dan juga Femas Andika J. yang saat ini menempuh pendidikan S1 di FH UNS. Selanjutnya, perumusan MoU akan dipersiapkan dan dapat menindaknajutinya dengan kajian dan langkah-langkah strategis untuk merespon permasalahan hukum yang terjadi di Desa Cipaku sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan.

Penulis: Zaky Badruzzaman
Editor: Ahmad Zamzami

Team Building

Mentoring #1: Desamind Perkuat Team Building Penerima Beasiswa

By Artikel, Beasiswa Desamind, Press Release

DESAMIND.ID – Minggu (20/08), langkah awardee Beasiswa Desamind berPijar telah sampai tahap Mentoring Class. Pertemuan kali ini mengangkat tema Team Building: Intrapersonal dan Interpersonal.

Mentoring Class sendiri merupakan kegiatan bulanan yang diadakan oleh Desamind dalam rangka membantu meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan bagi para awardee. Kegiatan ini juga bisa dikatakan pendampingan jangka panjang serta pemantauan terhadap projek-projek yang sedang dikerjakan oleh awardee. Dengan begitu, projek tersebut dapat terkonsep dan terlaksana dengan efektif.

Zakky Muhammad Noor selaku Managing Director Desamind menjadi pembicara dalam pertemuan pertama kali ini. Beliau menjelaskan secara rinci terkait strategi dalam team building.

“Hal utama dalam mengatur team building adalah membangun self building dengan cara peningkatan kemampuan intrapersonal dan interpersonal,” ujar Zakky.

Kemampuan intrapersonal merupakan sebuah proses pertukaran dan transformasi pesan yang sangat unik karena dilakukan dari, untuk dan oleh diri sendiri. Sedangkan kemampuan interpersonal yaitu kemampuan berkomunikasi, berinteraksi, membangun dan menjaga hubungan dengan orang lain. Secara singkatnya adalah seni membangun hubungan dengan individu atau grup lain.

Pemaparan materi tersampaikan dengan jelas selama kurang lebih satu jam. Para awardee sangat antusias dan aktif dalam menerima ilmu yang bermanfaat tersebut. Hal ini ditandai dengan lontaran pertanyaan-pertanyaan yang membuat diskusi semakin menarik.
Di penghujung kegiatan, setiap awardee diberikan satu mentor yang nantinya menjadi rekan diskusi maupun merancang projek yang akan dikerjakan. Sesi ini dinamakan 1 on 1. Sesi yang sangat tepat untuk mendampingi awardee dengan harapan menjadi pemimpin yang consultative dan supportive. (Tavia Aulia A/Scholarship Division)

Dipercaya sebagai Mitra Potensial, Desamind Berkesempatan Mengikuti Acara Ramah Tamah GIK UGM

By Artikel, Berita Terkini, Press Release

Foto bersama para perwakilan mitra potensial dalam acara GIK UGM

JAKARTA (27/08) – Desamind sebagai salah satu organisasi yang senantiasa mendukung inovasi dan kreativitas khususnya untuk kaum muda berkesempatan ikut andil dalam acara ramah tamah Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM) pada Minggu, 27 Agustus 2023 bertempat di Rumah Dinas Menteri Sekretariat Negara.

GIK UGM sendiri merupakan sebuah upaya memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) dengan menawarkan infrastruktur pendidikan yang mendorong kolaborasi antar-mahasiswa dari berbagai fakultas. Selain itu, GIK UGM juga berinisiatif mendeteksi potensi soft skill mahasiswa sedini mungkin yang nantinya dikembangkan melalui program-program berkelanjutan yang bekerjasama dan berkolaborasi secara intensif dengan mitra-mitra potensial.

GIK UGM mengundang sekitar 40 mitra potensial yang bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, musik, seni budaya, pengetahuan, investasi, keuangan, self development, teknologi, dan lainnya. Dalam hal ini, GIK UGM mempercayai dan mengundang Desamind sebagai salah satu mitra potensial sesuai dengan tujuan utamanya. 

Zakky Muhammad Noor, selaku Managing Director Desamind Indonesia, mewakili Desamind berkesempatan hadir dan duduk bersama merumuskan terobosan berbagai program yang tepat bersama mitra-mitra lainnya.

Acara dimulai dengan penjelasan latar belakang pembentukan GIK oleh Bu Ova Emilia, Rektor UGM. Beliau menjelaskan detail visi dan misi GIK UGM dalam menciptakan sarana yang nantinya akan membawa manfaat besar bagi generasi muda. Lalu, sejarah inisiasi GIK juga disampaikan secara tuntas oleh Pak Pratikno, Menteri Kesekretariatan Negara RI, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat UGM.

Dari penjelasan tersebut, GIK UGM secara maksimal akan berupaya memainkan peran penting dalam menyelamatkan masa depan industri dengan memperkenalkan generasi muda, termasuk mahasiswa, kepada berbagai aspek industri masa kini seperti investasi, digitalisasi, seni budaya, data, teknologi, hingga pengembangan desa dan lain sebagainya.

Lebih lanjut, kerja sama yang akan diinisiasi antara Desamind dengan GIK UGM adalah mencakup tema pengabdian masyarakat desa seperti penguatan pemuda desa dan pengembangan kepemimpinan desa. Inisiatifnya berupa penyelarasan kurikulum tentang pengabdian masyarakat, workshop yang mengkaji praktik baik pengabdian di lapangan, serta knowledge sharing melalui kelas-kelas insidental. Selain itu, ada kemungkinan besar adanya kolaborasi yang berkaitan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa.

Hadirnya GIK UGM diharapkan bisa menghasilkan generasi yang memiliki emerging skills, mampu menyelesaikan masalah melalui pendekatan lintas disiplin ilmu, memiliki karakter inovatif dan kemampuan kolaborasi yang kuat, serta berkontribusi pada kemanusiaan dan kemajuan bangsa. Oleh karena itu, GIK UGM dirancang dengan beberapa ekosistem pendukung, yaitu pengembangan bakat, pembelajaran personal, pembelajaran sepanjang hayat, kompetensi lintas disiplin ilmu dan penerapan standar, kepemimpinan masa depan, serta inovasi dalam kontribusi kemanusiaan dan bangsa.