Skip to main content
Category

Desamind Chapter

Sinergi Membangun Desa, Desamind Pasuruan Jalin Kerja Sama dengan Pemdes Tambaksari

By Berita Terkini, Desamind Chapter

Pasuruan — Desamind Chapter Pasuruan menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Desa Tambaksari melalui rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk periode satu tahun ke depan. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Tambaksari pada Minggu (14/12) dan dihadiri oleh Sekretaris Desa Tambaksari, perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desamind Chapter Pasuruan, Wawan Darwan. Dalam sambutannya, Wawan menegaskan komitmen Desamind untuk turut berkontribusi dalam pengembangan potensi Desa Tambaksari, khususnya dalam mendukung kemajuan desa dan sektor pariwisata.

“Kami berharap kehadiran Desamind dapat membantu pengembangan program-program Desa Tambaksari, terutama di sektor pariwisata dan kemajuan desa secara umum. Selama satu tahun ke depan, kami siap berkolaborasi dan terlibat dalam berbagai kegiatan desa, semoga kerja sama ini berjalan lancar dan mendapat rida Allah SWT,” ujar Wawan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Abdul Aziz selaku perwakilan Desamind Indonesia. Ia menyampaikan harapan agar Desa Tambaksari dapat menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium berdampak bagi Desamind Chapter Pasuruan dalam menjalankan berbagai program sosial.

“Harapannya, Desa Tambaksari bisa menjadi laboratorium berdampak bagi teman-teman Desamind Chapter Pasuruan. Di sini, kolaborasi dan jejaring dapat dibangun secara optimal untuk memaksimalkan potensi yang ada,” ungkap Aziz.

Aziz juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan sinergi yang berkelanjutan dengan pemerintah desa agar setiap program yang dijalankan dapat terlaksana secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Desa Tambaksari, Slamet, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kerja sama yang dilakukan oleh Desamind Chapter Pasuruan. Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi desa dan masyarakat.

“Kami berharap kehadiran Desamind dapat membawa manfaat dan menjadi berkah bagi Desa Tambaksari,” ujar Slamet.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan rencana program kerja, sesi diskusi dan tanya jawab, serta pembacaan nota kesepahaman. 

Author :  Mukhammaad Thoriq Aziz

Editor: Alan Ferdian Syah / Ahmad Zamzami

Desamind Pasuruan Perkuat Sinergi di Raker Tahunan, Dorong Digitalisasi dan Edukasi Desa 

By Artikel, Berita Terkini, Desamind Chapter, Press Release

Pasuruan – Desamind Chapter Pasuruan sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan pada Minggu (5/10/2025) di Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dihadiri 12 perwakilan divisi, kegiatan ini menetapkan program kerja strategis untuk setahun ke depan, dengan fokus utama pada pengembangan Desa Tambaksari.

Salah satu hasil kunci Raker adalah peluncuran empat program unggulan, termasuk Tambaksari Digital Journey yang berfokus pada digitalisasi potensi desa. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana, Ridha Ritama Trisani. 

“Saya selaku Ketua Pelaksana, berterima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan Raker ini. Mari kita jadikan Rapat Kerja  ini sebagai momentum untuk memantapkan diri dalam membawa Desamind Chapter Pasuruan mengangkat Desa Tambaksari menjadi desa yang lebih baik lagi,” ujar Ridha.

Sambutan berikutnya diberikan Wawan Darmawan selaku Kepala Desa Desamind Chapter Pasuruan, “Mari kita manfaatkan Raker ini untuk sharing ide-ide keren dan ngobrol nyaman. Dan setelah ini, kerjaan kita di Desa Tambaksari jadi makin on point, terasa dampaknya, dan Desamind Chapter Pasuruan bisa jadi lebih baik lagi,” ujar Wawan.

Memasuki kegiatan inti, setiap divisi mempresentasikan program kerjanya, kemudian saling memberikan saran dan tanggapan untuk memperjelas programnya. Rapat diakhiri dengan diskusi Badan Pengurus Harian (BPH) yang membahas serta menetapkan program kerja yang telah disepakati bersama.

Tahun ini terdapat empat program utama yang akan dijalankan, yakni Tambaksari Digital Journey, Sosmed Academy: Cerdas Branding Digital, Betari (Belajar Tambaksari Asri), dan Agri Edukita.

  • Tambaksari Digital Journey: Inisiatif pemasaran digital untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan kehidupan masyarakat Desa Tambaksari melalui platform media sosial dan konten visual menarik.
  • Sosmed Academy: Cerdas Branding Digital : Pelatihan dengan narasumber ahli untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kreativitas, desain grafis, dan strategi konten digital.
  • Betari (Belajar Tambaksari Asri): Kegiatan belajar seru dengan suasana menyenangkan melalui permainan edukatif. 
  • Agri Edukita: Program edukasi pengelolaan sampah agar dapat dimanfaatkan menjadi pupuk, pakan ternak, atau produk lainnya.

Selain empat program utama tersebut, terdapat pula program pendukung dari Divisi Internal, yaitu Makrab dan Internal Awarding. Kedua kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan internal yang aktif, suportif, serta mendorong pengembangan diri secara personal maupun profesional agar lebih siap terjun dalam kegiatan sosial dan edukasi masyarakat.

Selain itu, Divisi Media dan Informasi juga menetapkan empat kegiatan, yaitu peringatan hari besar nasional dan hari besar Islam, publikasi after event untuk memperkuat citra organisasi, penyebaran informasi desa mitra melalui program FYI di media sosial, serta Podmind, yakni program podcast yang menghadirkan berbagai narasumber dengan topik menarik bagi audiens internal maupun eksternal.

Kemudian, dari Divisi Kewirausahaan terdapat program Branding Produk UMKM sebagai bentuk promosi digital untuk memperkenalkan potensi produk-produk lokal di Desa Tambaksari melalui platform media sosial. Sementara itu, Divisi Eksternal juga akan menjalankan tiga program, yaitu Sinau Bareng Chapter, studi banding dengan chapter lain untuk berbagi praktik dan pengelolaan organisasi, serta Cooler (Cooperation with Stakeholder) yang berfokus pada kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan sesuai kebutuhan program kerja Desamind Chapter Pasuruan, termasuk portal Desamind untuk publikasi berita kegiatan.

Meski sempat tertunda, Rapat Kerja Tahunan Desamind Chapter Pasuruan berjalan lancar dan penuh semangat Melalui penetapan program ini, organisasi berharap dapat memperkuat sinergi antardivisi, memperluas dampak sosial pengembangan Desa Tambaksari, serta meneguhkan komitmen dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan dan berdaya di Pasuruan.

Penulis: Mukhammad Thoriq Aziz 

Editor: Yesi Rahma Mustika

Desamind Chapter Magelang Dorong Pemberdayaan Perempuan Desa lewat Program Public Speaking KWT Permai Tani

By Berita Terkini, Desamind Chapter

Magelang – (21/10) Desamind Chapter Magelang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan desa melalui peningkatan kapasitas komunikasi dengan menyelenggarakan Public Speaking KWT Permai Tani. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum sekaligus membangun rasa percaya diri anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Permai Tani, Desa Gandusari.

Mengusung tema “Bangun Percaya Diri, Tingkatkan Potensi Diri,” kegiatan Public Speaking KWT Permai Tani dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama digelar pada Minggu, 31 Agustus 2025, dan tahap kedua pada Minggu, 21 September 2025. Kedua kegiatan berlangsung di Markas KWT Desa Gandusari, Kabupaten Magelang. Narasumber utama dalam pelatihan ini adalah Rahmat Subur Santoso, praktisi komunikasi yang aktif dalam pelatihan pengembangan diri, serta turut dihadiri oleh Ketua KWT, Ibu Darojatul Aliyah.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan pembekalan teori mengenai dasar-dasar public speaking, termasuk cara membangun kepercayaan diri, menyusun pesan yang efektif, dan mengatasi rasa gugup. Sementara itu, pada tahap kedua, peserta diajak untuk berlatih berbicara langsung di depan audiens. Melalui metode praktik dan umpan balik langsung dari pemateri, anggota KWT berkesempatan mengasah kemampuan komunikasi yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk mendukung kegiatan pemasaran produk mereka.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif bertanya, berdiskusi, dan mencoba berbicara di depan rekan-rekannya. Salah satu peserta, Musripah, mengaku sangat terbantu dengan diadakan praktik ini.

“Pelatihan yang dilakukan kakak-kakak sangat sesuai dengan kebutuhan kami. Selama ini kami kesulitan memasarkan produk karena kurang percaya diri berbicara di depan orang. Dengan pelatihan ini, kami jadi tahu bagaimana menyampaikan pesan dengan baik dan percaya diri,” ujar Musripah.

Peserta lain, Choisah, juga menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami sangat berterima kasih karena melalui program ini kami jadi punya gambaran untuk melakukan pemasaran, terutama lewat media sosial. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkap Choisah.

Sebagai ketua pelaksana, Alif Zidan Ramadhan merasa bangga dan bersyukur atas kelancaran kegiatan ini. Baginya antusiasme peserta menjadi bukti nyata bahwa pelatihan tersebut dibutuhkan oleh masyarakat.

“Antusiasme ibu-ibu luar biasa. Mereka aktif berdiskusi dan berlatih berbicara di depan umum. Harapannya, setelah pelatihan ini, anggota KWT lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan mampu mempromosikan produk-produk mereka secara efektif, baik secara langsung maupun melalui media digital,” jelas Alif.

Melalui program ini, Desamind Chapter Magelang berharap pemberdayaan perempuan desa tidak hanya berhenti pada pelatihan teknis, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas personal yang memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan di tingkat lokal. Langkah sederhana seperti berbicara dengan percaya diri di ruang publik menjadi awal bagi tumbuhnya kemandirian dan keberdayaan yang lebih luas di masyarakat.

Author: Ahmad Zamzami

Peluk Alam, Peluk Sesama: Desamind Chapter Solo Raya dan Sekolah Alam Aminah Tanamkan Cinta Bumi Sejak Dini

By Desamind Chapter, Press Release

Sukoharjo — (15/10) Sekolah Alam Aminah bersama Desamind Chapter Solo Raya menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Peluk Alam, Peluk Sesama: Tangan Kecil Menanam, Bumi Besar Merasakan” di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 4 dan 5, baik dari peserta reguler maupun nonreguler, didampingi wali kelas serta guru pendamping khusus, dengan total 46 peserta.

Melalui berbagai aktivitas seperti melukis pot, fun games, hingga menanam bibit, para peserta diajak memahami bahwa mencintai alam tidak harus dimulai dari hal besar. Dari satu genggam tanah dan satu bibit kecil, mereka belajar tentang pentingnya menjaga bumi dan menghargai kehidupan di sekitar.

Kepala Sekolah Alam Aminah, Taqwa Hasma Septyaninda, S. Psi., S. Pd.I, menyambut baik terselenggaranya kolaborasi ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini memperkuat nilai kepedulian lingkungan sekaligus menanamkan tanggung jawab terhadap alam sejak usia dini.

“Kami sangat mengapresiasi gerakan Desamind Chapter Solo Raya. Anak-anak tidak hanya belajar menanam, tetapi juga belajar mencintai bumi, merawat, dan menjaga kehidupan di sekitarnya,” ujarnya.

 Gambar 1. Pengecatan Botol Bekas untuk Pembuatan Pot  (Dok. Arsip Desamind)

Addam Mufti Rohmani, S.Ak., Wali Kelas 4 Sekolah Alam Aminah, menambahkan bahwa pembelajaran berbasis lingkungan memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang siswa, terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Pembelajaran seperti ini sangat bermanfaat. Anak-anak bisa belajar motorik, berinteraksi langsung, dan memahami konsep menjaga lingkungan dengan cara yang menyenangkan. Terlebih, di sini juga banyak anak-anak unik yang butuh pendekatan belajar berbeda,” jelas Addam.

Bagi Desamind Chapter Solo Raya, kegiatan ini menjadi pengalaman yang bermakna. Selain sebagai bentuk pengabdian, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran bersama tentang nilai inklusivitas dan empati.

“Ini pengalaman pertama kami berinteraksi langsung dengan anak-anak spesial. Kami belajar banyak hal tentang kesabaran, empati, dan bagaimana membangun kegiatan yang ramah bagi semua anak,” ujar Hanan Fajri, Kepala Desamind Chapter Solo Raya.

Ia juga berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal bagi kemitraan berkelanjutan antara Desamind dan Sekolah Alam Aminah dalam menciptakan program yang berfokus pada pendidikan lingkungan dan pemberdayaan anak.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, karena anak-anak adalah generasi yang akan menentukan masa depan bumi. Menanam bagi mereka bukan sekadar aktivitas, tapi bentuk cinta terhadap kehidupan,” tutup Hanan.

 Gambar 2. Deklarasi Menjaga Bumi dengan Merawat Tanaman (Dok. Arsip Desamind)

Sebagai tindak lanjut, pot yang telah dilukis dan ditanami bibit oleh para siswa diletakkan di lingkungan sekolah. Tanaman-tanaman tersebut akan dirawat bersama sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan dan bentuk nyata menjaga bumi melalui tindakan sederhana di sekolah.

Melalui Peluk Alam, Peluk Sesama, Desamind Chapter Solo Raya dan Sekolah Alam Aminah menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari ruang belajar, dari tangan-tangan kecil yang menanam, hingga tumbuhnya kesadaran besar untuk menjaga bumi bersama.

Author: Ahmad Zamzami

Desamind Chapter Lombok Timur dan Desa Sapit Jalin Kemitraan Strategis untuk Penguatan Potensi Lokal

By Berita Terkini, Desamind Chapter, Press Release

Lombok Timur – Desamind Chapter Lombok Timur resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Sapit, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai Desa Mitra Desamind Chapter Lombok Timur. Kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lokal desa, khususnya di bidang pendidikan, pariwisata, perekonomian, dan pemberdayaan masyarakat.

Penandatanganan MoU dilaksanakan di Aula Kantor Desa Sapit pada Minggu (12/10). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Sapit, Sekretaris Desa Sapit, para kepala wilayah Desa Sapit, perwakilan Pengurus Pusat Desamind (Koordinator Wilayah 3), anggota Desamind Chapter Lombok Timur, tokoh pemuda, kader desa, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), dan para pelaku UMKM setempat.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret Desamind Chapter Lombok Timur dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan. Desa Sapit dikenal memiliki kekayaan potensi budaya, sejarah, dan alam. Terletak di lereng Gunung Rinjani, desa ini juga telah berkembang sebagai desa wisata dengan beragam tradisi lokal yang masih terjaga, salah satunya Maulid Adat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sapit, H. Sriatun, S.Pt., NL.P., menyambut baik kolaborasi yang terjalin dengan Desamind Chapter Lombok Timur. Ia mengapresiasi peran aktif pemuda dalam mendukung pembangunan desa.

“Kami mengucapkan terima kasih atas inisiatif Desamind Chapter Lombok Timur. Desa Sapit memiliki potensi alam, budaya, dan hasil pertanian yang melimpah. Namun, kami membutuhkan sentuhan inovasi, terutama dari para pemuda, agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara maksimal. Harapannya, seluruh program Desamind dapat menjangkau 11 dusun yang ada di Desa Sapit dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desamind Chapter Lombok Timur, M. Abdul Hayyi, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Sapit sebagai Desa Mitra didasarkan pada kekayaan potensi desa, kuatnya semangat gotong royong masyarakat, serta letak geografisnya yang strategis dan berdekatan dengan kawasan wisata Sembalun yang ramai dikunjungi wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara.

Gambar 1. Foto Bersama Usai Penandatangan MoU (Arsip Desamind Chapter Lombok Timur)

Ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan Desamind Leadership Camp di Desa Sapit sebagai salah satu program tahunan Yayasan Desamind. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Desa Sapit sebagai destinasi wisata sekaligus menjadi ruang pengembangan kapasitas pemuda desa.

“Desamind Chapter Lombok Timur berkomitmen mendampingi Desa Sapit melalui sejumlah program prioritas, antara lain peningkatan kapasitas literasi dan pendidikan melalui taman baca serta pelatihan pemuda, pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan produk unggulan UMKM desa seperti kopi, jahe, pisang, dan produk lokal lainnya,” jelas Hayyi.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan model pembangunan desa yang berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Selain itu, kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendorong peningkatan tata kelola desa melalui pemanfaatan digitalisasi dan inovasi.

Dalam pelaksanaannya, Desamind Chapter Lombok Timur akan menjadi ujung tombak pelaksanaan program di lapangan, memastikan sinergi antara program organisasi dan kebutuhan riil masyarakat Desa Sapit.

Author: Desamind Chapter Lombok Timur

Editor: Alan Ferdian Syah / Ahmad Zamzami

Bangun Sinergi, Desamind Chapter Magelang Pilih Desa Gandusari sebagai Desa Mitra

By Berita Terkini, Desamind Chapter

Magelang – Desamind Chapter Magelang menggelar Sosialisasi Program Kerja (Proker) periode 2025/2026 dengan mengusung tema “Bersama Desa, Membangun Kapasitas Menuju Kemandirian.” Kegiatan ini dilaksanakan di Markas Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Gandusari, Kabupaten Magelang, pada Minggu (10/08).

Desamind Chapter Magelang menyampaikan empat fokus program, yaitu Integrated Farming, Public Speaking & Digital Marketing, Sharing Kemitraan, dan Benchmarking. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi, menjalin sinergi, sekaligus menyepakati bentuk kolaborasi yang akan dijalankan bersama Desa Gandusari.

Desa Gandusari dipilih sebagai desa binaan karena memiliki potensi besar di sektor pertanian serta kekuatan sosial melalui KWT yang aktif dan solid. Komitmen pemerintah desa dalam mendorong inovasi serta pemberdayaan masyarakat juga menjadi alasan penting bagi Desamind Chapter Magelang menjalin kemitraan strategis.

Mustofa Kamal, Kepala Desa Gandusari, turut hadir memberikan sambutan sekaligus dukungan di hadapan para anggota KWT dan perangkat desa.


“Kami menyambut baik inisiatif dari Desamind Chapter Magelang. Program ini harus dijalankan dengan kolaborasi lintas pihak agar konsisten dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Gandusari,” ujarnya.

Antusiasme tinggi terlihat dari para anggota KWT. Mereka menilai program-program yang ditawarkan relevan dengan kebutuhan sehari-hari serta membuka peluang untuk meningkatkan produktivitas. Nurhidayah, salah satu anggota KWT Desa Gandusari, menyampaikan kesan positifnya.


“Kegiatan ini bermanfaat sekali, terutama terkait pertanian terpadu dan cara memasarkan produk. Semoga pendampingannya dilakukan secara berkelanjutan agar ilmu yang didapat bisa langsung kami terapkan,” ungkap Nurhidayah.

Dengan dukungan pemerintah desa dan semangat anggota KWT, Desamind Chapter Magelang berkomitmen menjadikan Desa Gandusari sebagai teladan praktik baik pemberdayaan berbasis komunitas yang berkelanjutan.

Penulis: Ahmad Zamzami

Desamind Chapter Malang Dorong Ibu-Ibu Desa Kucur Melek Digital dan Percaya Diri Jualan Online

By Berita Terkini, Desamind Chapter

Malang (27 Juli 2025) – Balai Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang menjadi saksi semangat pemberdayaan perempuan desa melalui kegiatan workshop bertajuk “Mengasah Keberanian: Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Keterampilan Komunikasi Ibu-Ibu Desa”. Acara ini diprakarsai oleh Desamind Chapter Malang sebagai bentuk kontribusi dalam penguatan kapasitas ibu-ibu desa, khususnya dalam hal pemasaran dan komunikasi.

Workshop dibuka dengan pemaparan dari Hardika Dwi Hermawan, seorang praktisi pemasaran digital sekaligus penggerak literasi teknologi di berbagai wilayah Indonesia. Dalam sesi berjudul “Pemasaran Digital untuk UMKM Desa”, Hardika memperkenalkan beragam kanal digital yang dapat digunakan untuk memasarkan produk lokal, seperti WhatsApp Business, Instagram, dan platform e-commerce. Ia juga menekankan pentingnya membangun citra produk melalui foto menarik dan cerita yang mengena.

“Teknologi adalah peluang. Kita hanya perlu membiasakan diri menggunakannya agar produk ibu-ibu bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Hardika yang disambut antusias oleh peserta.

Gambar 1. Pemaparan Materi oleh Ziddan Hakim Abdul Jabbar (Arsip Desamind)

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Ziddan Hakim Abdul Jabbar dengan topik “Membangun Kepercayaan Diri untuk Memulai Berjualan Online”. Dalam paparannya, Ziddan mendorong para peserta untuk tidak ragu memulai usaha, meskipun tanpa pengalaman sebelumnya. Ia mengajak peserta melakukan praktik berbicara di depan umum dan memberikan strategi untuk mengatasi rasa minder atau malu saat harus menawarkan produk secara langsung maupun daring.

“Kepercayaan diri itu dilatih, bukan ditunggu. Mulai saja dulu, dari hal kecil, dari lingkungan sekitar,” pesan Ziddan dengan semangat.

Gambar 2. Foto Bersama Desamind Chapter Malang dengan Ibu-Ibu Peserta Pelatihan (Arsip Desamind)

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan sesi ice breaking, relaksasi, dan foto bersama, yang semakin menghangatkan suasana kekeluargaan. Ketua Pelaksana, Anaqotul Fadillah A, menuturkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari misi Desamind untuk memberdayakan masyarakat desa melalui pendidikan yang menyenangkan dan aplikatif.

Dengan semangat “Ingat Bangsa – Ingat Desa”, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi awal dari perubahan positif bagi para ibu-ibu Desa Kucur dalam berwirausaha dan beradaptasi di era digital.

Rapat Kerja dan Upgrading Desamind Magelang: Menguatkan Soliditas, Menyusun Arah Gerakan

By Berita Terkini, Desamind Chapter

Magelang – Desamind Chapter Magelang menggelar Upgrading Lilin Senja dan Rapat Kerja Perangkat Desamind 2025/2026 yang berlangsung di Mangkujo Magelang Kuda & Joglo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang pada Sabtu, (19/07). Kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta dari berbagai divisi internal chapter sebagai ruang membangun keakraban, meningkatkan kapasitas, serta menyusun arah kerja strategis program pemberdayaan di desa mitra.

Mengusung tagline “Menyalakan hangat dari siang hingga malam, dalam tawa dan rasa yang menyatu,” kegiatan ini memadukan nuansa reflektif dan produktif. Nama “Lilin Senja” sendiri mengandung makna filosofis yang kuat. Lilin sebagai simbol penerangan dan ketulusan memberi, sementara senja melambangkan waktu tenang yang penuh makna. Sehingga Lilin Senja mencerminkan keindahan proses tumbuh bersama dalam kehangatan komunitas.

Abdul Aziez, Director Division Chapter Desamind Indonesia, berkesempatan hadir dan memberikan materi Time Management and Mindfulness. Ia menekankan pentingnya pengelolaan waktu dan kesadaran diri bagi para relawan agar tetap adaptif dalam menjalankan peran sosial mereka. 

Hadir pula Agus Maryanto, pemilik Mangkujo sekaligus alumni Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM), membahas mengenai Leadership and Teamwork. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi, rasa percaya dalam tim, serta kepemimpinan yang tumbuh dari pemahaman dan kedewasaan berpikir.

Gambar 1. Agus Maryanto memaparkan pentingnya pengetahuan Leadership and Teamwork dalam berorganisasi

Tidak hanya menerima materi, para peserta juga terlibat aktif dalam menyusun rencana kerja yang akan dijalankan di periode mendatang. Rapat kerja ini menjadi ruang pembahasan program-program yang relevan bagi desa mitra, menyepakati strategi kolaboratif, serta menyatukan pemahaman lintas divisi agar eksekusi program ke depan lebih terkoordinasi.

Rohani Hanifatul Azizah, Sekretaris Desamind Chapter Magelang, bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Walaupun baru bertemu antar divisi, semua langsung akrab.

“Acaranya seru, dapat teman baru, bisa kenal lebih dekat dengan perangkat lain. Meski sempat bingung karena beda divisi , tapi justru jadi kesempatan buat menjalin relasi baru. Kegiatan ini menambah pengetahuan, keterampilan, dan memberi gambaran jelas soal rencana kerja ke desa mitra,” ungkap Rohani. 

Annisa Kusuma Wardhani, ketua panitia kegiatan, berharap Upgrading Lilin Senja ini mampu meningkatkan kesolidan antar perangkat dan siap terjun ke lapangan. 

“Kami yakin ini menjadi awal baik untuk program-program pemberdayaan ke depan yang lebih berdampak dan terarah,” ujarnya.

Upgrading Lilin Senja tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas, tetapi juga ruang menyatukan ide dan niat baik dalam satu misi yang sama. Desamind Chapter Magelang terus berkomitmen menciptakan produktif bagi anggotanya agar tumbuh, bergerak, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penulis: Desamind Chapter Magelang

Editor:  Ahmad Zamzami

Festival Literasi BUKULANDARA: Menumbuhkan Minat Baca, Kepedulian Lingkungan, dan Semangat Menggapai Mimpi

By Artikel, Desamind Chapter, Pemberdayaan Kepemudaan

“Seorang pembaca hidup seribu kehidupan sebelum ia meninggal. Sementara, orang yang tidak pernah membaca hanya hidup satu kali.” – George R.R. Martin

DESAMIND ID – Membaca bukan sekadar memahami kata-kata, tetapi juga membuka wawasan, memperluas mimpi, dan menumbuhkan kepedulian terhadap dunia. Sayangnya, minat baca masih menjadi tantangan bagi banyak pelajar, termasuk di SMP Islam Al-Muttaqien, Desa Cijayanti. Untuk menjawab tantangan ini, Desamind Chapter Bogor berkolaborasi bersama TBM Bale Baca Cijayanti menghadirkan Festival Literasi BUKULANDARA, sebuah program yang dirancang khusus untuk menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan kemampuan literasi siswa.

Program BUKULANDARA berlangsung sejak Oktober 2024 hingga Januari 2025 dengan target utama siswa kelas 7 SMP Islam Al-Muttaqien. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Desamind dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, dengan menjadikan literasi sebagai langkah awal menuju perubahan positif dan masa depan yang lebih cerah.

Melalui program ini, anak-anak di Desa Cijayanti diharapkan semakin menyadari pentingnya pendidikan, pengembangan diri, dan kebiasaan membaca yang konsisten. Dengan minat baca yang lebih tinggi, mereka dapat mengembangkan pola pikir kritis, memperluas wawasan, serta memiliki peluang lebih besar untuk masa depan yang cerah.

Melalui rangkaian kegiatan interaktif dan edukatif, BUKULANDARA tidak hanya mengajak siswa lebih gemar membaca, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan inspiratif. Terdapat empat agenda utama program ini, yaitu pembukaan, pendampingan komunitas literasi, puncak kegiatan yaitu literasi dan konservasi, serta sesi motivasi bersama pendiri Desamind, Hardika Dwi Hermawan.

Acara pembukaan dengan penyerahan buku bacaan secara simbolis kepada pihak sekolah, permainan literasi yang memacu antusiasme siswa, serta pengenalan program pendampingan komunitas literasi yang akan dilakukan secara berkala.

Pendampingan komunitas literasi berlangsung setiap dua pekan sekali, diikuti oleh siswa kelas 7 dengan berbagai tema menarik seputar literasi, pengembangan diri, dan keterampilan belajar. Kegiatan ini bertujuan membantu siswa memahami pentingnya membaca, meningkatkan kemampuan literasi, serta menumbuhkan kebiasaan membaca yang konsisten sejak dini.

Sebagai puncak acara, Desamind Chapter Bogor menggandeng Safari untuk mengedukasi siswa mengenai pentingnya menjaga kelestarian Banteng Jawa. Dalam sesi ini, siswa diajak menonton video edukasi tentang habitat dan pelestarian Banteng Jawa, lalu berpartisipasi dalam games interaktif seperti membuat poster ajakan menjaga kelestarian satwa langka tersebut.

Pada penghujung acara, siswa memperoleh kesempatan istimewa untuk berdiskusi langsung bersama Kak Hardika, Founder Desamind. Dalam sesi inspiratif ini, Kak Hardika berbagi pengalaman perjuangannya dalam meraih mimpi, sekaligus mengajak siswa untuk berani bermimpi besar, tidak mudah menyerah, dan terus berusaha meskipun menghadapi berbagai rintangan.

Dengan hadirnya Festival Literasi BUKULANDARA, diharapkan siswa tidak hanya lebih gemar membaca, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, memahami dunia dengan lebih luas, serta memiliki semangat juang dalam mengejar impian mereka. 

Mari bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang mendukung budaya literasi, kepedulian terhadap alam, dan semangat menggapai mimpi!

Penulis: Febrian Batara Aditya Rahman (Desamind Chapter Bogor)

Editor: Syifa Adiba, Kamilya Anjani Putri

Desamind Purbalingga Ajak Siswa SMPN 3 Kutasari Ciptakan Sekolah Aman dan Bebas Kekerasan

By Berita Terkini, Desamind Chapter

Purbalingga – (14/07) Dalam rangka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMP Negeri 3 Kutasari, tim Desamind Purbalingga mendapatkan kesempatan mengisi sesi pembuka dengan melaksanakan kegiatan “Pencegahan dan Penanganan Bullying, Kekerasan, dan Pelecehan Seksual di Lingkungan Sekolah” 

Acara ini menjadi salah satu upaya membangun ruang belajar  inklusif, aman, dan penuh empati. Isu yang dibedah pun beragam, mulai dari bullying, kesehatan mental, seksual, dan relasi remaja. 

Priyanto, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Kutasari, sangat mengapresiasi tim Desamind dan seluruh komunitas mitra atas dedikasinya menggalakkan sekolah yang aman bagi siswa. 

“Rumah kedua bagi anak-anak kita adalah sekolah. Sudah semestinya sekolah menjadi ruang yang aman dan nyaman untuk belajar dan tumbuh,” ungkap Priyanto.

handmade ceramic tableware, empty craft ceramic plates, bowls and cups, close-up

Gambar 1. Sesi sharing dan diskusi (Arsip Desamind Chapter Purbalingga)

Selain memberikan materi, para siswa juga diajak untuk diskusi kelompok dan menyuarakan pendapat. Meysa, salah satu siswi mengaku mendapatkan banyak pemahaman mendalam yang sebelumnya tidak pernah ia dapatkan

“Aku jadi tahu ternyata bullying itu bukan cuma fisik, tapi juga bisa lewat kata-kata. Aku senang bisa diajak ngobrol bareng teman-teman di grup kecil, jadi lebih nyaman buat cerita,” ujar Meysa.

Handmade ceramic vases and dishes on display in a shop.

Gambar 2. Pendampingan kelompok sesi suarakan pendapat (Arsip Desamind Chapter Purbalingga)

Program MPLS Ramah ini juga menjadi wadah kolaborasi antar komunitas dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman . Desamind Purbalingga menggandeng sejumlah mitra di antaranya, Forum Anak Purbalingga, GenRe Purbalingga, Ruang Inspirasi, serta rekan-rekan BEM Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA). 

“Kami sadar, menciptakan lingkungan yang aman bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi kita semua,” ungkap Muhammad Wafa, Kepala Desamind Purbalingga.

Penulis: Desamind Chapter Purbalingga

Editor: Ahmad Zamzami