Skip to main content
 
 

"Indonesia Tidak akan Besar karena Obor di Jakarta, Tapi Indonesia akan Bercahaya karena Lilin-lilin di Desa" - Bung Hatta

 
 

“Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali" - Tan Malaka

1
1

Universitas Indonesia dan Desamind Indonesia Kerjasama Perkuat Kapasitas Diaspora Indonesia di Selandia Baru melalui Program INTEGRA

By Artikel, Berita Terkini, Press Release

Auckland, Selandia Baru –  (23-27/05) Komitmen Desamind Indonesia dalam membangun jejaring pemuda dan komunitas Indonesia di tingkat global kembali diwujudkan melalui keterlibatannya dalam Program INTEGRA (Integrated Improvement of Digital Marketing Strategy, Food Safety Awareness, and Occupational Health and Safety System) yang diinisiasi oleh Universitas Indonesia.

Program yang dilaksanakan di Auckland, Selandia Baru, ini melibatkan 15 pekerja diaspora Indonesia yang bekerja di Mill Bakery dan K-Chicken, unit usaha yang berada di bawah naungan Fabulous Work Group. Kegiatan bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan pengembangan pemasaran digital, keamanan pangan, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Sebagai mitra strategis dalam program tersebut, Desamind Indonesia turut berperan dalam menjembatani kolaborasi antara dunia akademik, pelaku usaha diaspora, dan komunitas Indonesia di luar negeri. Keterlibatan ini sejalan dengan visi Desamind untuk menghadirkan generasi muda Indonesia yang memiliki kompetensi global sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

President Director Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, hadir langsung di Auckland untuk mengikuti rangkaian kegiatan, berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memperkuat peluang kolaborasi internasional yang dapat memberikan manfaat bagi komunitas diaspora Indonesia.

“Diaspora Indonesia memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dan penggerak ekonomi di berbagai negara. Melalui kolaborasi seperti INTEGRA, kami ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan akses terhadap pengetahuan, keterampilan, dan jejaring yang dapat mendukung pertumbuhan usaha maupun pengembangan komunitas secara berkelanjutan,” ujar Hardika.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh berbagai materi terkait strategi pemasaran digital dan pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar, penerapan standar keamanan pangan berbasis Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), hingga penguatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan usaha.

Gambar 1. Kolaborasi Tim INTEGRA dengan Mill Bakery dan K-Chicken

Program ini hadir sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi usaha kecil dan menengah di sektor pangan, mulai dari transformasi digital, meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kualitas produk, hingga pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Melalui sesi diskusi, studi kasus, serta praktik langsung, peserta didorong untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas operasional sehari-hari.

Salah satu capaian utama kegiatan ini adalah penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keamanan Pangan dan Food Safety Checklist yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional Mill Bakery. Dokumen tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas produksi, menjaga konsistensi layanan, serta memperkuat kepercayaan pelanggan.

Program INTEGRA juga menjadi ruang kolaborasi internasional yang melibatkan akademisi dan mahasiswa Indonesia di University of Auckland. Pertukaran pengetahuan yang terjadi selama kegiatan menunjukkan bahwa pengembangan komunitas tidak lagi dibatasi oleh wilayah geografis, melainkan dapat dilakukan melalui jejaring kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak dengan latar belakang yang beragam.

Gambar 2. Sesi Kunjungan Langsung ke Mill Bakery

Bagi Desamind Indonesia, keterlibatan dalam program ini merupakan bagian dari upaya memperluas dampak organisasi di tingkat global. Tidak hanya berfokus pada pembangunan desa dan pengembangan pemuda di Indonesia, Desamind juga terus mendorong terciptanya ruang kolaborasi yang mempertemukan pengetahuan, inovasi, dan praktik baik dari berbagai negara untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui kemitraan dengan Universitas Indonesia dan Fabulous Work Group, Desamind percaya bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia merupakan pondasi penting dalam membangun bisnis yang berdaya saing, komunitas yang tangguh, serta ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.

Ke depan, hasil pembelajaran dari program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai inisiatif pengembangan komunitas lainnya, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional. Dengan menghubungkan keahlian akademik, pengalaman praktis dunia usaha, dan semangat kolaborasi komunitas, program seperti INTEGRA menunjukkan bahwa perubahan yang berdampak dapat lahir dari kerja sama lintas sektor dan lintas negara.

Selamat! 108 Peserta dari Berbagai Daerah Indonesia Berkesempatan Ikuti Bootcamp Strategic SDGs-Based Rural Community Empowerment Specialist

By Pengumuman, Press Release

Surakarta — (27/05) Sebanyak 108 peserta dari berbagai daerah, institusi, komunitas, organisasi, perguruan tinggi, hingga sektor profesional di Indonesia resmi terpilih untuk mengikuti Bootcamp Strategic SDGs-Based Rural Community Empowerment Specialist yang akan dilaksanakan secara daring pada 31 Mei–14 Juni 2026. Program ini merupakan pelatihan intensif berbasis Rural Community Empowerment Project dan inovasi sosial yang diselenggarakan oleh Sekolah Local Heroes Desamind Indonesia sebagai bagian dari Laboratorium Sosial Penggerak Desa Batch 2 yang didukung oleh Pertamina Foundation.

Bootcamp ini dirancang sebagai ruang pembelajaran kolaboratif bagi generasi muda, penggerak komunitas, mahasiswa, serta aktor pembangunan masyarakat untuk memperkuat kapasitas dalam menghadirkan solusi sosial yang kreatif, terukur, dan berkelanjutan bagi desa dan komunitas. Melalui pendekatan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), design thinking, social innovation, community research and mapping, hingga pengembangan proyek sosial berkelanjutan, peserta akan dibekali kemampuan untuk memahami persoalan masyarakat sekaligus merancang program yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Tingginya antusiasme peserta dari berbagai wilayah di Indonesia menunjukkan meningkatnya perhatian generasi muda terhadap isu pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Para peserta yang lolos berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari mahasiswa, pegiat sosial, organisasi kepemudaan, komunitas desa, relawan, hingga profesional dari berbagai lembaga dan perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan.

Selama pelaksanaan bootcamp, peserta akan mengikuti serangkaian materi dan pendampingan yang mencakup:

  1. SDGs Desa dan Tantangan Pembangunan Berkelanjutan
  2. Youth Leadership and Community Movement
  3. Community Research & Social Mapping
  4. Perencanaan Program dan Proyek Sosial Desa
  5. Digital Tools & Social Campaign
  6. Monitoring, Evaluation, and Impact Measurement
  7. Final Project & Pitching Session.

Setelah pengumuman ini, seluruh peserta akan melaksanakan pertemuan pertama pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 15.30–17.30 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Pertemuan perdana tersebut akan menjadi ruang pengenalan program sekaligus pembelajaran awal mengenai SDGs Desa dan kepemimpinan pemuda dalam pembangunan masyarakat berkelanjutan.

Desamind Indonesia Dorong Dampak Nyata Akar Rumput Lewat Forum Internasional Para Peneliti di The University of Queensland

By Berita Terkini, Press Release

Queensland, Australia – (23/05) Hardika Dwi Hermawan, President Director Desamind Indonesia menjadi pembicara dalam forum diskusi bertajuk “From Global Insight to Local Impact: Bridging Knowledge with Grassroots Realities in Indonesia” yang diselenggarakan di The University of Queensland, Australia.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kopikir Indonesia sebagai Think Thank Indonesian Scholar di Queensland yang bekerja sama dengan UQ Indonesian Student Association dan dihadiri oleh beragam scholars Indonesia dari berbagai kampus di Queensland. Forum tersebut menjadi ruang diskusi reflektif mengenai bagaimana wawasan global dapat diterjemahkan menjadi dampak nyata bagi masyarakat Indonesia, khususnya di tingkat akar rumput.

Dalam sesi tersebut, Hardika menekankan bahwa akses terhadap pengetahuan global di luar negeri perlu diiringi dengan kesadaran akan konteks lokal Indonesia. Ia menggarisbawahi bahwa tantangan terbesar bukan sekadar memperoleh wawasan internasional, tetapi bagaimana memastikan pengetahuan tersebut kembali dan memberi manfaat bagi masyarakat di desa, komunitas, dan wilayah yang sering kali tidak terjangkau inovasi.

Gambar 1. Penyampaian Diskusi oleh Hardika

Dalam perspektif Desamind Indonesia, hal ini menjadi sangat relevan dengan misi organisasi dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan pemuda desa melalui pendekatan berbasis local heroes. Hardika menjelaskan bahwa Desamind hadir untuk menjembatani kesenjangan antara gagasan dan realitas lapangan dengan mendorong anak muda agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga turun langsung membangun solusi di komunitasnya.

Melalui berbagai program seperti pengembangan kapasitas pemuda desa, literasi digital, pendampingan komunitas, hingga inisiatif sosial berbasis kebutuhan lokal, Desamind Indonesia berupaya memastikan bahwa transformasi pengetahuan tidak berhenti di ruang akademik. Sebaliknya, pengetahuan tersebut harus menjadi alat perubahan yang hidup di tengah masyarakat.

“Desamind percaya bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari pusat, tetapi bisa tumbuh dari desa. Ketika pemuda diberi ruang, akses, dan kepercayaan, mereka mampu menjadi penggerak utama perubahan sosial di lingkungannya,” ungkap Hardika.

Lebih lanjut, melalui pertemuan ini Desamind Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk terus menjadi jembatan antara pengetahuan global dan realitas lokal, serta memperkuat peran pemuda desa sebagai aktor utama perubahan sosial yang berkelanjutan.

Diskusi berlangsung dengan sangat dinamis dan penuh antusiasme. Para peserta yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu membahas peran lintas bidang dalam menjawab tantangan sosial di Indonesia. Mulai dari pendidikan, teknologi, kesehatan, hingga pembangunan komunitas, seluruh perspektif dipadukan dalam semangat kolaborasi multidisiplin.

Gambar 2. Foto Bersama Scholars Indonesia di Queensland

Forum ini juga memperkuat pandangan bahwa dampak sosial yang berkelanjutan hanya dapat tercapai melalui kolaborasi antara akademisi, praktisi, komunitas, dan gerakan sosial seperti Desamind Indonesia. Pendekatan ini selaras dengan semangat collective impact, di mana perubahan besar lahir dari kerja bersama berbagai pihak yang memiliki tujuan yang sama.

Ketua Kopikir Indonesia, Hardo, turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi Hardika dan Desamind Indonesia dalam forum tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas perspektif yang dibagikan dan menilai diskusi ini membuka ruang refleksi penting bagi para scholars Indonesia di luar negeri.

“Terima kasih sudah berbagi bersama teman-teman di sini. Diskusi ini sangat memperkaya perspektif kami, terutama dalam melihat bagaimana pengetahuan global dapat benar-benar kembali memberi dampak bagi masyarakat di Indonesia,” ujar Hardo.

Desamind Indonesia Gelar FGD Penyempurnaan Kurikulum Beasiswa Berbasis DACUM

By Beasiswa Desamind, Press Release

Surakarta — Desamind Indonesia menggelar rangkaian Focus Group Discussion (FGD) penyempurnaan Kurikulum Beasiswa Desamind pada Minggu (15/3) dan Sabtu (2/5) sebagai upaya memperkuat sistem pembinaan sekaligus meningkatkan dampak program bagi masyarakat desa. Kegiatan ini melibatkan pihak internal serta panelis eksternal dari kalangan praktisi pemberdayaan masyarakat dan pengelola program beasiswa.

Rangkaian FGD tersebut merupakan bagian dari evaluasi program beasiswa berbasis proyek sosial yang telah dijalankan Desamind selama lima tahun terakhir. Dalam proses penyusunannya, Desamind menggunakan metode Developing A Curriculum (DACUM), yakni pendekatan pengembangan kurikulum yang berorientasi pada praktik nyata dan kebutuhan lapangan.

FGD pertama diselenggarakan pada Minggu (15/3) dengan melibatkan pengurus, alumni beasiswa, mentor, dan penerima Beasiswa Desamind. Pada tahap ini, peserta bersama-sama mengidentifikasi berbagai aktivitas utama yang dilakukan penggerak perubahan di desa dalam menjalankan program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Diskusi difokuskan pada identifikasi tanggung jawab, proses kerja, serta aktivitas utama penggerak desa. Melalui pendekatan DACUM, FGD pertama menghasilkan pemetaan kompetensi berupa enam duty dan 23 task yang menggambarkan peran Desamind Social Impact Leader dalam praktik pengembangan masyarakat desa.

Sebagai tahap lanjutan, Desamind Indonesia kemudian menyelenggarakan FGD kedua pada Sabtu (2/5) untuk memvalidasi, menyempurnakan, dan memperkuat draft DACUM Chart yang telah dihasilkan pada tahap sebelumnya.

FGD kedua menghadirkan sejumlah panelis eksternal, yaitu Iqbal Nurpriyanto, Sekretaris Desa Tunjungsari, Pekalongan; Aulia Pradipta, Founder Creafo ID; Intan Nisaaul Chusna dari Pertamina Foundation; serta Hanif M. Ibrahim, Founder Bumi Scholar.

Gambar 1. Analisis Desamind Social Impact Leader dalam Praktik Pengembangan Masyarakat Desa.

Melalui forum ini, para panelis memberikan masukan terkait relevansi duty dan task dengan kondisi lapangan, kelayakan implementasi bagi awardee, serta penguatan metode dan kompetensi yang dibutuhkan dalam pengembangan masyarakat desa.

Hardika Dwi Hermawan, Founder serta President Director Desamind Indonesia, menyampaikan bahwa pembaruan kurikulum dilakukan untuk memastikan program beasiswa tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan desa saat ini.

“Desamind sudah lima tahun memberikan beasiswa berbasis proyek sosial. Saat ini kami sedang mengevaluasi kurikulum beasiswa kami, apakah masih relevan atau perlu perbaikan,” ujarnya.

Menurut Hardika, penggunaan metode DACUM bertujuan agar kurikulum yang disusun lebih terstruktur, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, program beasiswa tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga membentuk awardee menjadi local hero dan local champion di desa masing-masing.

Sementara itu, Hanif M. Ibrahim turut mengapresiasi konsistensi Desamind dalam membina generasi muda yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat desa.

“Pemberdayaan masyarakat itu hal yang seru, unik, tetapi penuh tantangan. Kehadiran Desamind menjadi katalisator perubahan di desa, sehingga saya sangat mengapresiasi konsistensi Desamind dalam menjaga dan mengembangkan para local heroes untuk memberikan kebermanfaatan dan dampak bagi masyarakat desa,” pingkas Hanif.

Author: Astriyanti

Editor: Ahmad Zamzami

Desamind Indonesia Open Recruitment Inisiator Chapter 2026, Ajak Pemuda Jadi Penggerak Pembangunan Desa

By Pengumuman, Press Release

Surakarta – Desamind Indonesia kembali membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan desa melalui program Open Recruitment Inisiator Desamind Chapter 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan gerakan pemberdayaan berbasis desa sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak local heroes di berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai organisasi non-profit berbasis kesukarelawanan, Desamind Indonesia berfokus pada penguatan kapasitas pemuda dan masyarakat desa melalui pendekatan bottom-up. Hingga saat ini, Desamind telah memiliki 16 chapter yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan ratusan pengurus dan ribuan anggota komunitas yang terlibat dalam berbagai program pemberdayaan.

Melalui program inisiasi chapter, Desamind membuka ruang bagi individu maupun kelompok untuk membentuk cabang resmi di tingkat kabupaten. Chapter ini nantinya berperan sebagai mitra strategis dalam menjalankan program-program pengembangan desa, seperti pelatihan, pembinaan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Tahapan Inisiasi Desamind Chapter 2026

Proses inisiasi dilakukan secara bertahap dan selektif guna memastikan kualitas serta keberlanjutan chapter yang terbentuk. Adapun tahapan yang harus dilalui peserta meliputi:

  • Open Recruitment dan Pengumpulan Berkas: 15–30 April 2026
  • Pengumuman Tahap 1: 1–3 Mei 2026
  • Technical Meeting Grand Design: 6 Mei 2026
  • Seleksi Grand Design: 7–16 Mei 2026
  • Pengumuman Tahap 2: 24 Mei 2026
  • Brainstorming dan Masa Inkubasi: 27 Mei 2026
  • Seleksi Tahap 3: 28 Mei–25 Juni 2026
  • Pengumuman Chapter Terpilih: 1 Juli 2026
  • Pelantikan Chapter 2026/2027: 5 Juli 2026

Selain seleksi administrasi, peserta juga akan menyusun grand design program serta mengikuti masa inkubasi yang berisi pengenalan organisasi, arah kebijakan, serta penguatan kapasitas sebagai inisiator gerakan sosial di tingkat desa.

Ketentuan dan Persyaratan Inisiator

Program ini terbuka bagi masyarakat yang memiliki semangat pengabdian dan visi yang sejalan dengan Desamind. Adapun ketentuan utama meliputi:

  • Memiliki visi dan misi yang sejalan dengan Desamind
  • Lingkup chapter berada pada wilayah administratif kabupaten
  • Belum terdapat Desamind Chapter di kabupaten yang diinisiasi
  • Bersedia mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi

Sementara itu, ketentuan bagi tim inisiator adalah sebagai berikut:

  • Terdiri dari 3–5 orang
  • Minimal 2 orang berusia ≥20 tahun atau mahasiswa semester 5, serta memiliki pengalaman organisasi minimal 1 tahun
  • Berdomisili atau berkomitmen beraktivitas di wilayah yang diinisiasi minimal 1 tahun ke depan
  • Anggota tim dapat berasal dari berbagai daerah, selama memiliki komitmen pada wilayah yang diusulkan

Akses Pendaftaran dan Panduan

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan berikut:
🔗 bit.ly/InisiasiChapter2026

Panduan lengkap terkait program, persyaratan, serta mekanisme seleksi dapat diakses melalui:
🔗 bit.ly/PanduanInisiasiChapter2026

Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui narahubung:

  • Melinda (Chapter Division): +62 895-3899-95899
  • Linda (Chapter Division): +62 812-9102-7654

Gambar 1. Pamflet Informasi Open Recruitment Inisiator Desamind Chapter 2026.

Desamind menegaskan bahwa seluruh proses inisiasi tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Program ini tidak hanya menjadi ajang seleksi, tetapi juga ruang pembelajaran bagi pemuda untuk memahami pembangunan desa secara komprehensif. Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis komunitas, Desamind mendorong lahirnya pemuda yang mampu merancang solusi nyata sesuai kebutuhan masyarakat.

Melalui inisiatif chapter, Desamind berharap semakin banyak generasi muda yang mengambil peran aktif dalam pembangunan desa, tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di wilayahnya masing-masing.

Author: Ahmad Zamzami

Monitoring dan Evaluasi Desamind Chapter 2025/2026: Perkuat Akuntabilitas dan Arah Gerak Organisasi

By Berita Terkini, Desamind Chapter, Press Release

Surakarta – Desamind Indonesia melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Chapter II Periode Kepengurusan 2025/2026 pada Minggu, (12/4). Kegiatan ini digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dengan melibatkan partisipasi aktif pengurus Desamind Chapter dari berbagai daerah di Indonesia.

Adapun chapter yang mengikuti kegiatan ini meliputi Asmat, Bogor, Majalengka, Magelang, Purbalingga, Soloraya, Yogyakarta, Gunungkidul, Malang, Pasuruan, Lombok Timur, dan Maros. Kehadiran perwakilan chapter dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga tata kelola organisasi yang sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Monitoring dan evaluasi ini bertujuan melakukan penilaian menyeluruh terhadap kinerja, akuntabilitas, serta efektivitas pelaksanaan program kerja selama satu periode kepengurusan berjalan. Selain menjadi sarana evaluasi, agenda ini juga difungsikan sebagai ruang refleksi bersama untuk mengidentifikasi capaian, tantangan, serta peluang pengembangan chapter pada periode berikutnya.

Rangkaian kegiatan Monev Chapter II terdiri atas empat sesi utama, yakni pembukaan dan sambutan, sesi monitoring dan evaluasi, penyampaian hasil besar, serta prosesi demisioner perangkat Desamind Chapter periode 2025/2026.

Pada sesi pembukaan, Vice Director Chapter Division Desamind Indonesia sekaligus Ketua Panitia Monev, Nur Kholifah, menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya berfokus pada aspek administratif semata.

“Esensi Monev II tidak sekadar pada penilaian administratif, melainkan sebagai wadah silaturahmi dan refleksi kolektif untuk menata kembali niat dalam menjalankan roda gerakan Desamind Chapter di periode mendatang,” ujar Kholifah.

Pelaksanaan monitoring dilakukan secara sistematis dengan membagi 12 chapter ke dalam dua ruang virtual (breakout room). Masing-masing chapter mengikuti sesi diskusi intensif selama 60 menit bersama auditor.

Gambar 1. Sesi diskusi bersama Auditor

Dalam sesi tersebut, auditor melakukan pendalaman terhadap kondisi internal organisasi melalui tanya jawab berbasis kolom capaian yang telah diisi sebelumnya oleh masing-masing chapter. Pendekatan ini tidak hanya berfungsi sebagai validasi kinerja, tetapi juga menjadi ruang konsultasi strategis untuk merumuskan langkah perbaikan dan penguatan organisasi.

Hasil evaluasi kemudian dituangkan ke dalam lembar penilaian sebagai bahan rekomendasi pengembangan chapter pada periode selanjutnya. Dengan demikian, proses monitoring tidak hanya menilai capaian masa lalu, tetapi juga menyiapkan fondasi yang lebih kuat untuk masa depan organisasi.

Agenda ditutup dengan prosesi demisioner perangkat Desamind Chapter periode 2025/2026 yang dipimpin Director Chapter Division bersama para Kepala Desamind Chapter secara simbolis dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya satu periode kepengurusan sekaligus awal bagi regenerasi kepemimpinan chapter di berbagai daerah.

Author : Alwi Dwi Rahmadi

Editor: Ahmad Zamzami

YBKI Surakarta Rujuk Praktik Desamind Indonesia dalam Perkuat Pengelolaan Relawan Berkelanjutan

By Berita Terkini, Press Release

Surakarta — Yayasan Benih Keluarga Indonesia (YBKI) Surakarta menggelar kegiatan sharing session bersama Desamind Indonesia pada Jumat (4/4). Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama dalam memperkuat kapasitas kelembagaan, khususnya dalam pengelolaan relawan dan pengembangan program pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Ketua YBKI Surakarta, Nurhayati, S.Pd.I., Gr. dengan memperkenalkan profil serta berbagai program yang telah dijalankan. YBKI selama ini bergerak dalam bidang pembinaan dan pemberdayaan keluarga melalui sejumlah inisiatif, seperti sekolah pranikah, program parenting, hingga pendidikan anak berbasis masjid.

Dalam sesi tersebut, YBKI juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam mengelola relawan. Salah satu isu yang disoroti adalah menjaga konsistensi keterlibatan relawan dalam jangka panjang. Sebagai organisasi berbasis kerelawanan, YBKI menyadari bahwa relawan tidak dapat dipaksa, sehingga dibutuhkan pendekatan yang tepat agar mereka tetap berkomitmen.

Menjawab hal tersebut, President and Director Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. (ITE), memaparkan strategi Desamind dalam membangun dan menjaga keberlanjutan relawan. Ia menegaskan bahwa kekuatan utama Desamind terletak pada empat nilai inti, yaitu fun, ownership, collaborative, dan integrity.

Menurut Hardika, nilai fun diwujudkan melalui suasana kerja yang menyenangkan sehingga relawan merasa nyaman dalam berproses. Nilai ownership mendorong setiap individu untuk merasa memiliki program yang dijalankan. Sementara itu, collaborative menjadi kunci dalam membangun jejaring dan kerja sama lintas pihak, serta integrity menjaga komitmen dan konsistensi dalam setiap gerakan sosial.

“Relawan tidak bisa dipertahankan hanya dengan sistem, tetapi dengan rasa memiliki dan makna. Ketika mereka merasa menjadi bagian dari perubahan, mereka akan bertahan,” ujar Hardika.

Gambar 1. Sharing Session Pengelolaan Relawan dan Pengembangan Program Pemberdayaan Masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Director of Finance Desamind Indonesia, Meilani Intan Pertiwi, turut membagikan pengalamannya terkait dinamika internal organisasi. Ia menekankan bahwa soliditas tim menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan.

“Di Desamind, kami tumbuh bersama. Satu sama lain saling mendukung, sehingga terbentuk ekosistem yang kuat dan penuh semangat gotong royong,” jelas Meilani.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung interaktif sepanjang kegiatan. Salah satu pegiat YBKI, Nunik Nurhayati, mengaku mendapatkan banyak pembelajaran dari pengalaman Desamind.

“Kami belajar bahwa mengelola relawan bukan hanya soal program, tetapi juga membangun nilai dan budaya organisasi. Ini sangat membuka wawasan kami,” ungkapnya.

Ia juga berharap ke depan YBKI dan Desamind dapat menjalin kolaborasi yang lebih konkret dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam penguatan keluarga dan generasi muda.

Author: Ahmad Zamzami

Merajut Kebersamaan Antar Chapter dan Menebar Kebermanfaatan di Bulan Ramadhan

By Artikel, Desamind Chapter

Yogyakarta – Bulan Ramadhan telah lama menjadi ruang istimewa bagi umat Islam untuk berlomba-lomba dalam kebaikan atau bahasa kerennya adalah fastabiqul khairat. Momentum inilah yang coba ditangkap oleh Desamind Chapter Yogyakarta melalui inisiasi Ramadhan Berkah Chapter Yogyakarta (RBCY) 1447 H. Sebuah rangkaian kegiatan yang dirancang tidak hanya menebar manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat, tetapi juga untuk menghidupkan kembali rasa solidaritas dan kekeluargaan antar perangkat chapter.

Berlangsung sepanjang bulan Ramadhan, dari tanggal 18 Februari hingga 19 Maret 2026, RBCY 1447 H menghadirkan beberapa kegiatan utama. Di tengah hiruk-pikuknya kesibukan Ramadhan, ada dua program yang secara khusus menyoroti dimensi kemanusiaan yang paling fundamental, yaitu pendekatan kepada anak-anak dengan nama “Sahabat Cilik Desamind” dan kolaborasi lintas chapter dengan nama “Chapter Nyawiji”. Keduanya mengajarkan bahwa Ramadhan bukan sekadar tentang ibadah personal, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir bagi sesama.

Sahabat Cilik Desamind: Ketika Anak-Anak Mendapatkan Teman Baru

Di sebuah sore yang teduh di Dusun Kemiri, sekelompok anak berkumpul di TPA bukan sekadar untuk mengaji, tetapi untuk bertemu dengan “kakak-kakak” baru yang datang dengan senyum dan cerita. Itulah gambaran sederhana dari Sahabat Cilik Desamind, sebuah program yang berfokus pada pendekatan edukatif dan spiritual kepada anak-anak. Nama “Sahabat Cilik” dipilih bukan tanpa alasan. Lebih dari sekadar pengajar, para perangkat chapter ingin menjadi sahabat bagi anak-anak Dusun Kemiri. Pendekatan ini disadari sebagai kunci utama: sebelum ilmu dapat tersampaikan, kedekatan emosional harus terlebih dahulu terbangun.

Gambar 1. Belajar Bersama Anak-Anak TPA Dusun Kemiri

Setiap hari Jumat atau hari-hari lain yang disepakati, tim Sahabat Cilik hadir di tengah kegiatan TPA anak-anak dusun. Lebih daripada itu, kegiatan ini juga dijalankan bersama dengan rekan-rekan dari Dakwah Hijrah Mahasiswa (DHM) dari Universitas Islam Indonesia (UII). Materi yang disampaikan dirancang dengan pendekatan fun learning, agar anak-anak tidak merasa sedang “sekolah” tetapi justru menikmati proses belajar. Ada sesi mengaji Iqra dan Al-Qur’an yang dipandu oleh teman-teman DHM, kemudian diselingi dengan storytelling tentang kisah-kisah Nabi dan Rasul, serta teladan dari para sahabat dari tim Desamind Chapter Yogyakarta. Tidak hanya itu, cerita-cerita inspiratif tentang tokoh-tokoh Islam dikemas dengan cara yang interaktif. Kadang menggunakan alat peraga sederhana, kadang dengan metode bercerita yang dramatis, semuanya bertujuan agar pesan-pesan kebaikan dapat meresap dengan cara yang menyenangkan.

Tujuan dari kegiatan ini sederhana, tetapi bermakna. Kami belajar menjadi pendidik, pendengar, dan sahabat peran yang mungkin jarang mereka dapatkan dalam keseharian.

Chapter Nyawiji: Ketika Dua Chapter Menjadi Satu

Jika Sahabat Cilik berbicara tentang pendekatan personal kepada anak-anak, maka Chapter Nyawiji adalah tentang bagaimana solidaritas lintas wilayah diwujudkan dalam aksi nyata. “Nyawiji” dalam bahasa Jawa berarti menjadi satu. Nama ini dipilih untuk merefleksikan esensi dari kegiatan ini: menyatukan dua chapter, yaitu Yogyakarta dan Gunungkidul dalam sebuah kolaborasi yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh nilai-nilai kemanusiaan.

Pada Minggu, 8 Maret 2026, seluruh perangkat Desamind Chapter Yogyakarta dan Gunungkidul berkumpul di Panti Asuhan Ulil Albab, Potorono, Banguntapan. Bukan sekadar berkunjung, rombongan datang membawa 15 paket sembako dari DRW Foundation, hal itu menjadi sebuah aksi sosial yang menjadi manifestasi nyata kepedulian di bulan yang penuh berkah. Rangkaian kegiatan dirancang dengan penuh perhatian. Dimulai dengan sambutan dari Ketua Desamind Chapter Gunungkidul, Putri Felita Listiani, dan Penanggung Jawab Panti Asuhan, Pak Andra. Kemudian, sesi inspirasi dengan tema “Menumbuhkan Harapan dan Semangat Bermimpi” dibawakan oleh Aqil Rafi Aljauzia sebuah sesi yang dirancang tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga untuk membuka ruang dialog interaktif dengan anak-anak panti.

Gambar 2. Games Outbound bersama Santri Ponpes Ulil Albab

Puncak dari kebersamaan terjadi saat sesi games outbound berlangsung. Dirancang sebagai sarana bonding, permainan ini tidak sekadar menghibur, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang menyenangkan. Ada Cerdas Cermat yang menguji pengetahuan seputar Ramadhan dan pengetahuan umum, Kata Berantai Ramadhan yang melatih konsentrasi dan kekompakan, hingga Tebak Gaya Ramadhan yang memicu tawa sekaligus kebersamaan.

Setelah rangkaian kegiatan bersama anak-anak panti, acara ditutup dengan internal bonding session antar perangkat kedua chapter. Di sinilah esensi “Nyawiji” benar-benar terasa refleksi bersama, evaluasi cepat, dan penguatan visi kolaborasi ke depan. Semua berlanjut hingga buka puasa bersama antar chapter.

Kegiatan yang Memberi Pesan Fundamental

Apa yang dilakukan Desamind Chapter Yogyakarta melalui Ramadhan Berkah 1447 H sebenarnya bukan sekadar serangkaian kegiatan. Ada pesan yang lebih dalam yang ingin disampaikan, bahwa kebaikan di bulan Ramadhan tidak harus selalu dalam bentuk materi yang besar, tetapi bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan konsisten.

Sahabat Cilik Desamind mengajarkan bahwa menjadi sahabat bagi anak-anak adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai. Sedekah ilmu, waktu, dan perhatian di bulan yang penuh ampunan mungkin tidak terukur dengan angka, tetapi dampaknya akan terasa bertahun-tahun kemudian. Chapter Nyawiji mengajarkan bahwa kolaborasi lintas wilayah bukan sekadar soal koordinasi administratif, tetapi tentang bagaimana dua kelompok dengan latar belakang berbeda bisa saling menguatkan. Ketika Yogyakarta dan Gunungkidul bersatu, yang terbangun bukan hanya program, tetapi juga jaringan persaudaraan yang lebih luas.

Di balik semua itu, ada satu kesadaran yang terus dijaga, bahwa Ramadhan adalah momentum untuk kembali kepada fitrah sebagai manusia yang peduli. Bukan sekadar peduli pada diri sendiri, tetapi peduli pada anak-anak yang membutuhkan teman belajar, peduli pada sesama yang membutuhkan uluran tangan, dan peduli pada kebersamaan yang selama ini mungkin terabaikan oleh kesibukan.

Ramadhan Berkah Chapter Yogyakarta 1447 H mungkin hanya berlangsung satu bulan. Namun, semangat yang dihidupkan tentang solidaritas, tentang pendekatan kepada anak-anak, tentang kolaborasi lintas chapter adalah benih yang ditanam untuk masa panjang. Sahabat Cilik bukan hanya tentang satu Ramadhan. Ia adalah awal dari bagaimana Desamind hadir secara konsisten di tengah anak-anak Dusun Kemiri. Chapter Nyawiji bukan hanya tentang satu kunjungan ke panti asuhan. Ia adalah fondasi dari kolaborasi lintas chapter yang akan terus dipelihara dan dikembangkan.

Pada akhirnya, Ramadhan mengajarkan satu hal yang sederhana namun fundamental, yaitu kebaikan sejati adalah kebaikan yang berkelanjutan. Hal itulah yang coba diwujudkan oleh Desamind Chapter Yogyakarta bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sebagai komitmen jangka panjang untuk terus hadir, terus memberi, dan terus bersatu.

Author: Desamind Chapter Yogyakarta

Semarakkan Ramadhan, Angkasa Pura Gandeng Desamind Bersihkan 12 Masjid di Boyolali

By Berita Terkini, Press Release

Boyolali — PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Adi Soemarmo berkolaborasi dengan Desamind Indonesia menggelar kegiatan Ramadhan Bersih dan Berkah dengan melakukan aksi bersih-bersih masjid di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu hingga Jumat (8–13/3), dengan melibatkan 30 relawan dari wilayah Soloraya.

Melalui kegiatan ini, relawan melakukan pembersihan di 12 masjid dan musala yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Ngemplak. Aksi bersih-bersih meliputi pembersihan ruang utama masjid, tempat wudu, halaman, serta penataan fasilitas ibadah guna menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan.

Adapun lokasi kegiatan meliputi Masjid Al-Ikhlas di Cepit, Ngargorejo; Masjid Nur Hidayah di Gentan, Sobokerto; Masjid Manhajunadzor di Tegal Pucung, Ngesrep; Masjid Husnul Jami’ di Kanoman, Gagaksipat; Musala Al Barokah di Sanggrahan, Donohudan; Masjid NU di Sadon, Sawahan; Masjid Al-Mukmin di Welar, Pandeyan; Masjid Jami’ Al-Muttaqin di Tambas, Kismoyoso; Masjid Nurul Khasanah di Lemahabang, Dibal; Masjid Al-Hikmah di Sindon; Masjid Al-Mukmin di Batongan, Manggung; serta Masjid Baitul Muslimin di Borongan, Giriroto.

Managing Director Desamind Indonesia, Zakky Muhammad Noor, dalam technical meeting dan pembekalan relawan menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan rumah ibadah, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan semangat kepedulian sosial.

Gambar 1. Technical Meeting dan Pembekalan Relawan

“Melalui kegiatan ini, para relawan diajak untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan aksi sederhana namun berdampak nyata, seperti menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah,” ujar Zakky.

Branch Communication, CSR, and Legal Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Adi Soemarmo, Tyas Ayu Novitasari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional bandara.

Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas seperti Desamind menjadi langkah penting untuk memperluas dampak kegiatan sosial sekaligus melibatkan generasi muda dalam gerakan kerelawanan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menghadirkan kenyamanan bagi jamaah dalam menjalankan ibadah selama Ramadan,” ungkap Tyas.

Gambar 2. Para Relawan Membersihkan dan Merapikan Masjid

Salah satu relawan, Afra Lana, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan bersih masjid tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi amalan baik di bulan puasa.

“Kegiatan ini memberi pengalaman yang berharga bagi kami. Hal sederhana seperti membersihkan masjid ternyata bisa menjadi bentuk ibadah sekaligus kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,” pungkas Afra.

Author: Ahmad Zamzami

Jelajahi Tata Surya di Malam Hari, Desamind Pasuruan dan UINSA Gelar Teater Astronomi

By Desamind Chapter, Press Release

Pasuruan — Desamind Chapter Pasuruan berkolaborasi dengan Program Studi Ilmu Falak Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar kegiatan edukasi kreatif bertajuk “Teater Astronomi” pada Sabtu malam (7/3). Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini bertujuan mengenalkan konsep dasar astronomi kepada anak-anak di Desa Tambaksari melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.

Teater Astronomi merupakan bagian dari program BESTARI yang mengusung tema eksplorasi benda-benda langit. Berbeda dengan metode pembelajaran formal, konsep teater dipilih untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih imersif. Melalui alur cerita yang dikemas secara naratif, peserta diajak menjelajahi tata surya, mulai dari cincin Saturnus hingga permukaan Mars.

Gambar 1. Antusiasme Anak-Anak Menyaksikan Teater Astronomi

Ketua pelaksana kegiatan, Tri Bachtiar Ramadani menjelaskan bahwa pelaksanaan pada malam hari dipilih untuk memperkuat pengalaman belajar peserta secara langsung.

“Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, tetapi tetap berbasis ilmiah. Dengan dukungan mahasiswa Ilmu Falak UINSA, anak-anak tidak hanya menonton, tetapi juga memahami konsep benda langit secara sederhana,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tambaksari, Taruwi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan edukasi seperti ini masih jarang dilakukan di wilayah pedesaan, padahal minat anak-anak terhadap ilmu pengetahuan cukup tinggi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Anak-anak mendapatkan pengetahuan baru tentang astronomi dengan cara yang mudah dipahami,” ungkapnya.

Gambar 2. Apresiasi dan Sambutan dari Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tambaksari

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi simulasi perjalanan antarbenda langit. Mahasiswa Ilmu Falak UINSA berperan sebagai fasilitator yang menjelaskan berbagai fenomena astronomi dengan pendekatan yang komunikatif dan sesuai dengan usia anak.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya kolaboratif dalam menghadirkan pendidikan sains yang lebih kontekstual dan menarik bagi anak-anak di desa, khususnya dalam mengenalkan ilmu astronomi sejak dini.

Author: Mukhammaad Thoriq Aziz

Editor: Ahmad Zamzami

Desamind Salurkan 275 Dus Air Minum untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

By Berita Terkini, Press Release

Aceh Barat – Desamind Indonesia menyalurkan 275 dus air minum bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Barat, Sumatera, pada Rabu (25/2). Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan donasi masyarakat yang dihimpun dan dititipkan melalui Desamind sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat dan akan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Desa Jambak, Desa Lawet, Desa Lancong, serta beberapa desa lain di Kabupaten Aceh Barat yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih.

Ari Rizky, perwakilan dari Desamind Chapter Aceh Barat, mengatakan bantuan air minum difokuskan karena kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak di lapangan, terutama saat Ramadhan. 

“Kami menerima laporan bahwa masih banyak masyarakat kesulitan memperoleh air bersih,” ujar Rizky.

Menurutnya, bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Desamind dalam merespon kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana secara cepat dan tepat sasaran. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan BPBD dilakukan agar distribusi bantuan dapat menjangkau titik-titik yang paling membutuhkan.

Agus Junaedi, Koordinator Gudang BPBD Aceh Barat, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini sebagian warga masih kesulitan mendapatkan air layak konsumsi. 

Gambar 1. 275 Dus Air Minum Siap Didistribusikan ke Desa Jambak, Desa Lawet, Desa Lancong, serta beberapa desa lain di Kabupaten Aceh Bara

“Untuk bulan puasa ini, kebutuhan air bersih meningkat. Banyak sumur warga tertutup lumpur, sehingga bantuan air minum sangat dibutuhkan,” ungkap Agus.

Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Barat menyebabkan kerusakan infrastruktur serta mengganggu akses terhadap kebutuhan dasar, termasuk air bersih. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat.

Melalui penyaluran bantuan ini, Desamind berharap dapat membantu meringankan beban warga terdampak sekaligus mengajak masyarakat luas untuk terus memperkuat solidaritas dalam menghadapi situasi kebencanaan. 

Author: Ahmad Zamzami

Satu-satunya di Pasuruan, Warga Tambaksari Kenang Peristiwa Langka Jatuhnya Meteor 1975

By Berita Terkini, Desamind Chapter, Press Release

Pasuruan — Desamind Chapter Pasuruan berkesempatan mengikuti kegiatan “Ambal Dumugi” yang diselenggarakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Arjuna Desa Tambaksari untuk mengenang peristiwa langka jatuhnya meteor Tambakwatu pada 14 Februari 1975. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (14/2) sebagai bentuk upaya merawat ingatan kolektif atas fenomena alam yang diyakini menjadi satu-satunya peristiwa jatuhnya meteor di Kabupaten Pasuruan.

Ketua Pokdarwis Arjuna Desa Tambaksari, Misto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjaga nilai sejarah agar tetap hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, Ambal Dumugi berarti mengenang kembali datangnya meteor Tambakwatu agar peristiwa tersebut tidak hilang dari ingatan generasi muda.

Acara yang dikemas dalam bentuk tasyakuran tersebut juga menjadi momentum refleksi spiritual bagi warga. Kepala Dusun Tambakwatu, Sumarto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menyebut fenomena alam yang terjadi 51 tahun silam itu sebagai anugerah Tuhan yang patut disyukuri.

“Semoga kegiatan ini membawa berkah, keselamatan, dan ketenteraman bagi warga Desa Tambaksari, khususnya Dusun Tambakwatu,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Tambaksari, Holikhati Rohmah, menilai peringatan ini memiliki makna penting bagi identitas desa. Ia menyebut peristiwa yang terjadi merupakan fenomena langka yang memperkaya sejarah lokal.

“Tadi Pak Kasun menyampaikan bahwa Tambaksari bukan hanya ‘banyu langit’, tetapi juga batu yang jatuh dari langit. Ini merupakan anugerah bagi kita,” ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga serta melestarikan lokasi bersejarah tersebut agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Momentum peringatan semakin bermakna dengan kehadiran saksi mata peristiwa tersebut. Doro, warga setempat yang saat kejadian berusia sekitar 15 tahun, mengisahkan detik-detik jatuhnya meteor. Ia melihat langsung benda langit itu melintas dengan cahaya hijau kebiruan dari kejauhan sebelum berubah putih dan menghantam tanah tidak jauh dari ladangnya.

“Kebetulan saya berada di kandang sapi dan lokasinya dekat ladang. Saya melihat cahayanya terang sekali, tetapi waktu itu tidak tahu benda apa yang jatuh,” tuturnya.

Gambar 1. Prosesi “Ambal Dumugi” dengan mendengarkan kisah dari saksi mata, Pak Doro

Menurut Doro, warga sempat mengira sebuah pesawat jatuh. Mereka mencari sumber cahaya tersebut sepanjang malam menggunakan lampu petromak dan senter. Batu meteor baru ditemukan keesokan harinya setelah digali sedalam satu hingga dua meter oleh warga bersama aparat keamanan desa.

Peristiwa yang semula menimbulkan kepanikan itu kini justru menjadi bagian dari kebanggaan kolektif masyarakat Tambaksari. Lima dekade berlalu, kenangan tentang malam langka tersebut tetap hidup dalam ingatan warga.

Ia mengaku bangga karena generasi muda kini berupaya mengangkat kembali peristiwa tersebut sebagai bagian dari sejarah desa.

“Kalau ini mau disejarahkan, saya sangat bangga. Supaya tidak terlupakan dan orang tahu bahwa di Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, pernah terjadi jatuhnya batu meteor,” pungkas Doro.

Author: Mukhammad Thoriq Aziz

Editor: Ahmad Zamzami

Aat Rahmawati Raih UGM Law School Awards 2026 atas Dedikasi Pengabdian di NTT

By Berita Terkini, Press Release

Yogyakarta — Aat Rahmawati, pemudi asal Purbalingga sekaligus Wakil Kepala Desamind Chapter Purbalingga 2024, menerima anugerah UGM Law School Awards 2026 kategori Tokoh Pelopor Berkelanjutan. Penghargaan tersebut diberikan dalam puncak peringatan Dies Natalis ke-80 (Lustrum ke-16) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada pada Jumat (13/2) di Auditorium Gedung Fakultas Hukum UGM.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi Aat dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui pengabdiannya sebagai aktivis Desamind dan relawan guru muda dalam Program Pi Mengajar (Pijar) 2025 yang diinisiasi CT ARSA Foundation.

Selama satu tahun penuh, Aat mengabdi di SDN 02 Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ia mendampingi 69 siswa dengan latar belakang akses pendidikan yang terbatas. Tak hanya menjalankan tugas mengajar, Aat juga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan dukungan tambahan bagi siswa, guru, dan orang tua.

Gambar 1. Aat saat mendampingi belajar anak-anak SDN 02 Lelogama

Perjalanan tersebut tidak terlepas dari proses panjangnya di Desamind. Sebagai Wakil Kepala Desamind Chapter Purbalingga, Aat aktif menginisiasi program pemberdayaan, penguatan kapasitas pemuda, serta pengembangan komunitas berbasis desa. Pengalaman memimpin dan mengelola program di Desamind membentuk ketajaman perspektif sosialnya sekaligus memperkuat komitmennya terhadap pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.

Menurut Aat, ruang belajar dan praktik sosial di Desamind menjadi bekal penting dalam menjalankan pengabdian di Lelogama.

“Desamind mengajarkan saya melihat desa sebagai ruang tumbuh bersama, bukan sekadar objek program. Dari sana saya belajar membangun kolaborasi dan memahami kebutuhan masyarakat secara partisipatif,” ungkap Aat.

Selama masa pengabdian di Lelogama, Aat dikenal adaptif dan aktif berbaur dengan masyarakat setempat. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan warga, mulai dari diskusi pendidikan hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Kehadirannya tidak hanya memberi dampak akademik, tetapi juga memperkuat semangat belajar dan partisipasi orang tua dalam mendukung pendidikan anak.

Perjalanan satu tahun di Lelogama, menurut Aat, menjadi pengalaman yang membentuk cara pandangnya tentang makna syukur dan pengabdian.

“Di sana saya belajar bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi. Justru dari sanalah semangat untuk terus berbuat lahir,” ujarnya.

Penghargaan yang diterima Aat merupakan sebuah apresiasi dan dukungan Fakultas Hukum UGM kepada mereka yang melaksanakan praktik pengabdian kolaboratif dan berkelanjutan. Sebelumnya, Fakultas Hukum UGM juga telah menggelar Program Pengabdian Unggul di Nusa Tenggara Timur melalui kolaborasi multiple helix bersama Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira (FH Unwira), Desamind Indonesia, serta dukungan Sinarmas Mining. Salah satu lokasi pengabdian program tersebut berada di SDN 02 Lelogama, tempat Aat menjalankan tugasnya.

Gambar 2. Penyuluhan Hukum PKBH UGM di SDN 02 Lelogama

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Penghargaan ini menunjukkan konsistensi Fakultas Hukum UGM dalam mengapresiasi pihak-pihak yang terus menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tutur Prof. Ova Emilia.

UGM Law School Awards merupakan bentuk penghargaan kepada individu yang dinilai berkontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan hukum dan pengabdian berkelanjutan. Pencapaian Aat Rahmawati menjadi bukti bahwa semangat pengabdian generasi muda mampu menghadirkan dampak konstruktif bagi komunitas yang membutuhkan.

Author: Ahmad Zamzami

Dorong Pengentasan Kemiskinan, Dinsos Jateng Libatkan Desamind dalam Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Ekonomi Produktif

By Berita Terkini, Press Release

Semarang – Upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah terus diperkuat melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Sosial menyelenggarakan Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) pada Selasa (10/2) di Petra Ballroom, Hotel Noormans, Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan Dinas Sosial kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Dalam pembukaan kegiatan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, S.H., M.Hum., memaparkan perkembangan kondisi kemiskinan di Jawa Tengah. Ia menyampaikan bahwa garis kemiskinan per September 2025 tercatat sebesar Rp570.870 per kapita per bulan, meningkat 6,15 persen dibandingkan Maret 2025. Data tersebut menjadi pengingat pentingnya penguatan program-program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dan tepat sasaran.

Sosialisasi dan koordinasi ini dirancang sebagai ruang konsolidasi lintas daerah untuk menyamakan persepsi dan strategi dalam pelaksanaan program Usaha Ekonomi Produktif. Program UEP diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.

Dalam forum tersebut, Desamind Indonesia melalui Hardika Dwi Hermawan, M.Sc.(ITE) memaparkan terkait “Pemberdayaan dan Pengembangan Desa”. Hardika menekankan pentingnya pendekatan social entrepreneurship dalam merancang dan menjalankan program Usaha Ekonomi Produktif, khususnya di wilayah desa.

Gambar 1. Narasumber dan Peserta Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Dinsos Jateng

“Usaha ekonomi produktif seharusnya diposisikan sebagai proses pemberdayaan, bukan sekadar bantuan. Dengan pendekatan social entrepreneurship, masyarakat didorong membangun usaha yang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial yang berkelanjutan,” ujar Hardika.

Ia menjelaskan bahwa penguatan usaha berbasis desa perlu memperhatikan potensi lokal, partisipasi masyarakat, serta keberlanjutan jangka panjang. Dalam konteks tersebut, pemuda desa memiliki peran strategis sebagai penggerak inovasi dan aktor pembangunan yang mampu menjembatani nilai sosial dan ekonomi.

“Pelibatan pemuda menjadi penting karena mereka memiliki kemampuan adaptasi terhadap perubahan, kreativitas dalam mengembangkan usaha, serta visi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan program,” tambahnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan dr. Moch. Ichlas Riyanto, M.M., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cilacap. Dalam pemaparannya, Ichlas menekankan pergeseran pendekatan program sosial dari pola bantuan menuju kemandirian usaha. Ia menyoroti peran strategis pemerintah daerah dalam memastikan proses pendampingan berjalan secara konsisten dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Pendampingan tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan. Yang lebih penting adalah memastikan usaha yang dijalankan mampu tumbuh, bertahan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga penerima,” jelas Ichlas.

Melalui kegiatan sosialisasi dan koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi masyarakat sipil, dalam mendorong Usaha Ekonomi Produktif sebagai instrumen pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan. Keterlibatan Desamind Indonesia dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus mendukung pengembangan desa melalui pendekatan social entrepreneurship dan penguatan kapasitas masyarakat.

Author: Ahmad Zamzami

Monitoring dan Evaluasi Jadi Momentum Penguatan Proyek Sosial Awardee Beasiswa Desamind 5.0

By Beasiswa Desamind, Berita Terkini, Press Release

Desamind Indonesia menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MoNev) Awardee Beasiswa Desamind 5.0 pada Sabtu, (31/01) pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari mekanisme pendampingan awardee dalam memantau perkembangan, pelaksanaan, serta keberlanjutan proyek sosial yang dijalankan.

Dalam sambutannya, President Director Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, M.Sc.(ITE), menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan ruang refleksi dan pembelajaran bersama bagi para awardee.

“Monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum untuk melihat sejauh mana proyek sosial berjalan, apa yang telah dan belum dilakukan, serta menjadi ruang konsultasi dengan mentor untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh lima awardee Beasiswa Desamind 5.0, yaitu Anisatul Himmah (Universitas Jember), Wawan Sulaeman (UIN Sunan Gunung Djati Bandung), Bayu Hardito (Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya), Ruhillah Khadijah El Basri (Universitas Brawijaya), serta Aprilia Kusuma Dewi (Universitas Gadjah Mada). Para awardee mempresentasikan perkembangan proyek sosial yang telah berjalan selama setengah periode program, mencakup capaian kegiatan, tantangan pelaksanaan, serta rencana tindak lanjut.

Salah satu proyek yang mendapat perhatian panel adalah program edukasi seksual anak berbasis komunitas yang dijalankan oleh Wawan Sulaeman. Proyek ini mengintegrasikan materi edukasi seksual dengan pendekatan kultural melalui cerita rakyat Sunda, khususnya tokoh Kabayan. Pendekatan tersebut digunakan sebagai medium pembelajaran agar materi lebih komunikatif, kontekstual, dan dapat diterima oleh anak-anak serta orang tua di lingkungan desa.

Panelis monitoring dan evaluasi yang terdiri atas akademisi dan praktisi kemudian memberikan tanggapan serta masukan terhadap seluruh presentasi proyek sosial. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi tertutup untuk menyusun catatan evaluasi yang memuat perkembangan program, kendala yang dihadapi, serta rekomendasi perbaikan.

Hasil monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian dari proses pendampingan lanjutan bagi awardee Beasiswa Desamind 5.0 dalam pelaksanaan proyek sosial pada periode berikutnya.

Author: Zaky Badruzzaman

Editor: Ahmad Zamzami

Bangun Budaya Riset, Desamind Jogja Gelar Workshop Strategi Tembus Jurnal Bereputasi

By Berita Terkini, Desamind Chapter, Press Release

Yogyakarta — Desamind Chapter Yogyakarta menggelar workshop daring “Strategi Jitu Tembus Artikel Reputable” pada Jumat (30/1) melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti 20 peserta dengan mayoritas mahasiswa jenjang S1 sebagai bagian dari upaya membangun budaya riset dan publikasi ilmiah sejak dini.

Workshop dipandu oleh Aldi Firmansyah dengan menghadirkan Rahmat Naufal mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang telah mempublikasikan artikel di jurnal terindeks Scopus. Dalam pemaparannya, Naufal membagikan strategi praktis menembus jurnal bereputasi, mulai dari menemukan ide riset, membaca peta literatur, hingga memahami proses review jurnal.

Naufal menjelaskan bahwa riset dapat dimulai dari kebiasaan mengkritisi fenomena sosial dan membaca tren isu aktual. Salah satu langkah penting, menurutnya, adalah menemukan research gap atau celah penelitian yang belum banyak dikaji. Untuk itu, peserta diperkenalkan pada penggunaan perangkat lunak VOSviewer guna memetakan perkembangan literatur dan mengidentifikasi peluang kebaruan penelitian.

Selain membahas perumusan masalah dan penyusunan kerangka teori, sesi juga menyoroti pentingnya kesesuaian antara pertanyaan riset dan metode penelitian. Naufal mencontohkan bahwa penelitian eksperimental memerlukan pendekatan laboratorium, sedangkan riset yang mengeksplorasi pengalaman sosial lebih tepat menggunakan wawancara mendalam atau metode kualitatif lainnya.

Tak hanya aspek teknis, peserta juga diajak memahami dinamika publikasi ilmiah, termasuk proses revisi dan kemungkinan penolakan naskah.

 “Penolakan bukan akhir, melainkan bagian dari proses belajar untuk memperbaiki kualitas tulisan,” ujar Naufal.

Gambar 1. Pemaparan Materi oleh Rahmat Naufal

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar pemilihan metode, strategi menentukan jurnal tujuan, hingga membangun kolaborasi lintas disiplin. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap publikasi ilmiah, sekaligus perlunya ruang belajar yang lebih aksesibel dan aplikatif.

Melalui kegiatan ini, Desamind Chapter Yogyakarta menegaskan komitmennya sebagai wadah pembelajaran kolaboratif dalam mendorong peningkatan kapasitas riset mahasiswa. Ke depan, Desamind Jogja berencana menghadirkan sesi lanjutan berupa pendampingan penulisan artikel hingga simulasi pengiriman naskah ke jurnal bereputasi.

Author: Desamind Chapter Yogyakarta

Editor:  Ahmad Zamzami

Bootcamp Junior Rural Development Specialist: Komitmen Desamind Menguatkan Peran Pemuda Desa sebagai Agen Perubahan

By Artikel, Pemberdayaan Kepemudaan, Press Release

Indonesia – (25/01) Desamind Indonesia Foundation melalui program Sekolah Local Heroes menyelenggarakan Bootcamp Junior Rural Development Specialist sebagai upaya memperkuat kapasitas pemuda desa dalam memahami isu pembangunan, merancang program berbasis kebutuhan lokal, serta beradaptasi dengan tantangan dunia yang semakin kompleks. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh pemuda dari berbagai daerah di Indonesia.

Gambar 1. Suasana Bootcamp Junior Rural Development Specialist yang diikuti pemuda dari berbagai daerah secara daring

Bootcamp ini dirancang sebagai ruang belajar partisipatif yang tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan konseptual, tetapi juga keterampilan praktis dalam merancang program pembangunan desa yang berkelanjutan. Melalui pendekatan Community Driven Development (CDD), Desamind menegaskan pentingnya menjadikan masyarakat desa sebagai subjek utama pembangunan.

Dalam sesi pembuka, Founder Desamind Indonesia Foundation, Hardika Dwi Hermawan, menekankan bahwa pembangunan desa tidak dapat lagi dilakukan secara top-down. Menurutnya, pemuda desa memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan yang memahami konteks sosial, budaya, dan potensi wilayahnya sendiri.

“Desa bukan objek pembangunan, melainkan subjek utama. Pemuda harus hadir sebagai inisiator, kolaborator, sekaligus bagian dari masyarakat yang merasakan dampak dari program yang dijalankan,” ujar Hardika.

Bootcamp ini menghadirkan rangkaian materi yang saling terintegrasi, mulai dari pemahaman isu global dan lokal, peran pemuda dalam pembangunan desa, hingga pengenalan alat perencanaan program. Peserta diajak memahami dinamika dunia VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible) yang turut memengaruhi kondisi desa, khususnya dalam sektor pertanian, ekonomi, dan distribusi.

Pada sesi perencanaan program, peserta diperkenalkan dengan Logical Framework Analysis (LFA) sebagai alat untuk menyusun program secara sistematis dan terukur. Melalui LFA, pemuda desa didorong untuk mampu mengidentifikasi masalah secara partisipatif, merumuskan tujuan yang realistis, serta menetapkan indikator keberhasilan yang berorientasi pada dampak, bukan sekadar output kegiatan.

Gambar 2. Pemaparan materi Logical Framework Analysis (LFA) dalam Bootcamp Junior Rural Development Specialist

Selain itu, peserta juga dibekali dengan kemampuan melakukan analisis potensi dan tantangan melalui pendekatan SWOT, serta pentingnya kolaborasi lintas aktor dalam membangun gerakan sosial yang berkelanjutan. Desamind menekankan bahwa gerakan pemuda tidak boleh berhenti pada komunitas kecil, tetapi perlu membangun jejaring yang lebih luas untuk menciptakan perubahan sistemik.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Desamind dalam memperkuat ekosistem pembelajaran bagi pemuda desa, sejalan dengan berbagai inisiatif Desamind lainnya seperti pengembangan agroeduwisata berbasis komunitas, pendampingan pendidikan, serta penguatan ekonomi dan literasi digital masyarakat desa.

Melalui Bootcamp Junior Rural Development Specialist, Desamind berharap pemuda desa mampu menjadi aktor pembangunan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat. Bagi Desamind, program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda desa yang mampu menjawab tantangan zaman dan menjaga keberlanjutan pembangunan dari akar rumput.

Author : Alan Ferdian Syah

Tanamkan Nilai Etika Sejak Dini, Desamind Indonesia Gelar Ethics for Kids Action Day di SD Muhammadiyah 1 Patuk

By Berita Terkini, Press Release

Gunungkidul – (28/01) Dalam upaya membentuk generasi muda yang berkarakter dan beretika, Desamind Indonesia menyelenggarakan kegiatan Ethics for Kids Action Day di SD Muhammadiyah 1 Patuk, Gunungkidul. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sekolah dasar untuk mengenal, memahami, dan membiasakan nilai-nilai etika dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini merupakan kelanjutan dari Desamind Youth Impact Lab yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA), serta terhubung dengan rangkaian Luring Hands-On Experience Proyek Sosial di Desa dalam rangkaian Bootcamp Junior Rural Development oleh Sekolah Local Hero Indonesia. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari program lanjutan Desamind bersama PF Muda yang berfokus pada praktik baik, pembelajaran kontekstual, serta keterlibatan langsung pemuda di desa.

Kegiatan Ethics for Kids Action Day dirancang dengan pendekatan yang ringan, interaktif, dan dekat dengan dunia anak-anak. Nilai-nilai etika tidak disampaikan melalui ceramah panjang, melainkan melalui cerita, permainan, dan pengalaman langsung yang mudah dipahami. Fokus utama kegiatan meliputi nilai kejujuran, kesopanan, kepedulian, saling menghargai, keberanian berbuat baik, serta sikap anti-perundungan (bullying), nilai-nilai dasar yang penting ditanamkan sejak dini, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan pertemanan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi storytelling atau mendongeng etika yang mengajak anak-anak berdiskusi mengenai perilaku baik dan tidak baik dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, para siswa diajak menuliskan mimpi, harapan, serta kebaikan yang ingin mereka lakukan pada kertas warna-warni yang kemudian ditempelkan di “Dinding Mimpi Anak Hebat”. Aktivitas ini menjadi simbol bahwa setiap anak memiliki cita-cita dan potensi untuk tumbuh menjadi pribadi yang beretika.

Suasana semakin hidup saat anak-anak mengikuti permainan edukatif Truth or Dare versi etika yang dikemas melalui Little Heroes Card. Melalui permainan ini, siswa belajar tentang kejujuran, keberanian mengakui kesalahan, serta pentingnya bersikap sopan dan peduli melalui pertanyaan dan tantangan sederhana yang dekat dengan keseharian mereka.

Gambar 1. Pos Permaianan Word Search Ethics for Kids 

Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah “Petualangan 5 Kata Ajaib”, sebuah permainan berbentuk treasure hunt yang mengajak siswa menjelajah lima pos permainan. Setiap pos mewakili satu kata kunci etika, yaitu maaf, terima kasih, permisi, silakan, dan tolong. Melalui berbagai permainan seperti word search, oper pesan, hingga puzzle sederhana, anak-anak diajak memahami bahwa kata-kata tersebut bukan sekadar ucapan, melainkan wujud sikap tanggung jawab, kesopanan, kepedulian, dan empati dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh siswa SD Muhammadiyah 1 Patuk mengikuti Deklarasi Anti-Bullying. Anak-anak diajak memahami apa itu perundungan, dampaknya bagi korban, serta pentingnya saling menjaga dan menghargai. Deklarasi ini ditandai dengan cap tangan para siswa pada media deklarasi sebagai simbol komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif.

Gambar 2. Deklarasi Anti-Bullying dengan Cap Tangan

Kepala SD Muhammadiyah 1 Patuk, Indah Hariyani, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

 “Saya mewakili segenap guru mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan hari ini. Saya sangat senang dan bangga. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di sekolah-sekolah lain, khususnya di wilayah Gunungkidul,” ujarnya.

Tak hanya berdampak bagi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bagi para relawan muda. Cintya, salah satu peserta Desamind Youth Impact Lab yang baru pertama kali terjun langsung sebagai relawan di desa mengaku bersyukur bisa gabung dan terlibat langsung bersama rekan-rekan Desamind.


“Awalnya saya gugup karena ini pengalaman pertama berinteraksi langsung dengan anak-anak di desa. Namun prosesnya ternyata hangat dan menyenangkan. Saya belajar bahwa menanamkan nilai etika tidak harus rumit, cukup melalui hal-hal kecil, dilakukan secara konsisten, dan dengan hati. Pengalaman ini menguatkan keyakinan saya bahwa praktik baik di desa itu penting dan berdampak,” tuturnya.

Lebih lanjut, Cintya berharap sinergi antara Desamind Indonesia, Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA), Sekolah Local Hero Indonesia, PF Muda, serta SD Muhammadiyah 1 Patuk, menjadi pemantik lahirnya lebih banyak ruang belajar etika yang menyenangkan, sekaligus mendorong anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat karena keberanian mereka untuk berbuat baik dan beretika.

Author : Alwi Dwi Rahmadi

Pengumuman Hasil Seleksi Bootcamp Junior Rural Development Specialist Desamind 2026

By Berita Terkini, Pengumuman

Sukoharjo, 23 Januari 2026 – Setelah melalui proses seleksi administrasi, Desamind Indonesia Foundation secara resmi mengumumkan daftar nama peserta yang lolos untuk mengikuti Bootcamp Junior Rural Development Specialist by Sekolah Local Heroes Desamind.

Sesuai dengan semangat Bung Hatta, “Indonesia tidak akan besar hanya karena obor di Jakarta, tetapi Indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa”, antusiasme pendaftar tahun ini sangat luar biasa. Berdasarkan Surat Keputusan No. 226.02/A.2/DSM/1/2026, panitia telah menetapkan 187 peserta dari berbagai institusi, universitas, dan komunitas di seluruh Indonesia untuk bergabung dalam program ini.

Jadwal Pelaksanaan Bootcamp Bagi peserta yang dinyatakan lolos, diwajibkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan secara daring pada:

    • Hari: Minggu
    • Tanggal: 25 Januari dan 1 Februari 2026
    • Waktu: 19.30 – 22.00 WIB
    • Tempat: Zoom Cloud Meeting

 

Langkah Selanjutnya bagi Peserta Lolos Peserta yang namanya tercantum dalam lampiran pengumuman diharapkan segera bergabung ke dalam Whatsapp Group melalui tautan yang telah disediakan untuk mendapatkan informasi teknis lebih lanjut.

Selamat kepada 187 peserta terpilih! Mari bersiap untuk belajar, bertumbuh, dan berdampak bersama bagi desa-desa di Indonesia. Bagi kawan-kawan yang belum terpilih, jangan berkecil hati dan tetap nantikan program Desamind selanjutnya.

Ingat Bangsa, Ingat Desa!

 

Perkuat Kepemimpinan Berbasis Etika, Desamind Gelar Youth Impact Lab di Yogyakarta

By Berita Terkini, Press Release

Yogyakarta – Desamind Indonesia menyelenggarakan Desamind Youth Impact Lab: Leadership & Ethics Action pada Minggu (18/1) di Nutrihub Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi pemuda untuk memperkuat kepemimpinan berbasis nilai, etika, dan aksi nyata dalam pembangunan desa. Sebanyak 30 peserta terpilih mengikuti kegiatan ini secara gratis sebagai bagian dari komitmen Desamind dalam menyiapkan generasi muda yang berintegritas dan berdampak sosial.

Desamind Youth Impact Lab ini merupakan kelanjutan dari programMonitoring ActWISE+ Leadership Café 2025,sebuah inisiatif pengembangan kapasitas pemuda yang diinisiasi oleh Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA) dan berafiliasi dengan Globethics. Dalam program tersebut, Desamind Indonesia terpilih sebagai Top 20 komunitas dari berbagai daerah di Indonesia yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendorong gerakan sosial berlandaskan integritas, nilai, dan kepemimpinan etis. Kepercayaan ini sekaligus membuka dukungan pendanaan bagi Desamind untuk mengimplementasikan kegiatan lanjutan yang berdampak secara langsung.d

Kegiatan diawali dengan Desamind Leadership Class yang membahas peran pemuda sebagai local heroes dalam pembangunan desa berbasis Community Driven Development (CDD). Materi disampaikan oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc.ITE, Founder sekaligus President Director Desamind Indonesia, melalui mini class, diskusi interaktif, dan studi kasus kontekstual desa. Dalam pemaparannya, Hardika menekankan bahwa kepemimpinan pemuda tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi perlu dibangun di atas pemahaman nilai, keberanian terlibat, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pemuda desa memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Yang dibutuhkan adalah ruang belajar, kepercayaan, dan ekosistem yang memungkinkan mereka bertumbuh dan berkontribusi secara nyata,” ujar Hardika.

Gambar 1. Pemecahan Studi Kasus Pedesaan

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi penguatan etika kepemimpinan yang menitikberatkan pada keterampilan active listening, komunikasi empatik, serta penggunaan WISE+ Ethical Decision Making Tool. Sesi ini dipandu oleh Abdul Aziez, Director of Chapter Division Desamind Indonesia, bersama Lakhsmi Nuswantari Subandi, S.H., LL.M., Regional Manager Globethics sekaligus Chairperson Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA). Peserta diajak terlibat langsung dalam simulasi konflik, latihan mendengarkan aktif, serta berbagi praktik baik dari berbagai komunitas.

Menurut Lakhsmi, kepemimpinan yang beretika bukan hanya tentang mengambil keputusan yang benar, tetapi juga tentang proses memahami berbagai perspektif dan mempertimbangkan dampak sosial dari setiap pilihan. “Etika perlu dilatih melalui praktik, bukan hanya dipahami sebagai konsep,” tuturnya.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, kegiatan ini juga memuat sesi briefing Ethics for Kids Action Day, sebuah aksi edukatif yang akan dilaksanakan pada Rabu (28/1) di SD Muhammadiyah Patuk 1, Gunungkidul. 

Gambar 1. Lakhsmi Nuswantari Subandi, S.H., LL.M, , memberikan arahan dalam membedah WISE+ Ethical Decision Making Tool

Husniyah Mujahadah, peserta asal Bengkulu, Sumatera, berbagi refleksi dan kesiapan peserta dalam menerjemahkan nilai-nilai etika yang telah dipelajari ke dalam kegiatan pembelajaran bagi anak-anak.

“Kegiatan ini membuka perspektif baru bagi kami sebagai pemuda untuk tidak hanya belajar tentang kepemimpinan, tetapi juga bagaimana menanamkan nilai etika kepada anak-anak melalui pendekatan yang sederhana dan menyenangkan,” ujarnya.

Gambar 3. Presentasi Pengaplikasian WISE+ Ethical Decision Making Tool 

Husniyah juga menegaskan komitmennya setelah mengikuti kegiatan ini untuk berusaha membangun ekosistem pemuda yang tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan, tetapi juga berpijak pada nilai, integritas, dan keberpihakan pada desa. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bertumbuh bagi pemuda untuk belajar, berjejaring, dan mengambil peran aktif dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.

Author: Ahmad Zamzami

Ready To Stand Out?


Buy Salient Now  Reach Out To Us