Skip to main content
Category

Press Release

Tanamkan Nilai Etika Sejak Dini, Desamind Indonesia Gelar Ethics for Kids Action Day di SD Muhammadiyah 1 Patuk

By Berita Terkini, Press Release

Gunungkidul – (28/01) Dalam upaya membentuk generasi muda yang berkarakter dan beretika, Desamind Indonesia menyelenggarakan kegiatan Ethics for Kids Action Day di SD Muhammadiyah 1 Patuk, Gunungkidul. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sekolah dasar untuk mengenal, memahami, dan membiasakan nilai-nilai etika dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini merupakan kelanjutan dari Desamind Youth Impact Lab yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA), serta terhubung dengan rangkaian Luring Hands-On Experience Proyek Sosial di Desa dalam rangkaian Bootcamp Junior Rural Development oleh Sekolah Local Hero Indonesia. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari program lanjutan Desamind bersama PF Muda yang berfokus pada praktik baik, pembelajaran kontekstual, serta keterlibatan langsung pemuda di desa.

Kegiatan Ethics for Kids Action Day dirancang dengan pendekatan yang ringan, interaktif, dan dekat dengan dunia anak-anak. Nilai-nilai etika tidak disampaikan melalui ceramah panjang, melainkan melalui cerita, permainan, dan pengalaman langsung yang mudah dipahami. Fokus utama kegiatan meliputi nilai kejujuran, kesopanan, kepedulian, saling menghargai, keberanian berbuat baik, serta sikap anti-perundungan (bullying), nilai-nilai dasar yang penting ditanamkan sejak dini, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan pertemanan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi storytelling atau mendongeng etika yang mengajak anak-anak berdiskusi mengenai perilaku baik dan tidak baik dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, para siswa diajak menuliskan mimpi, harapan, serta kebaikan yang ingin mereka lakukan pada kertas warna-warni yang kemudian ditempelkan di “Dinding Mimpi Anak Hebat”. Aktivitas ini menjadi simbol bahwa setiap anak memiliki cita-cita dan potensi untuk tumbuh menjadi pribadi yang beretika.

Suasana semakin hidup saat anak-anak mengikuti permainan edukatif Truth or Dare versi etika yang dikemas melalui Little Heroes Card. Melalui permainan ini, siswa belajar tentang kejujuran, keberanian mengakui kesalahan, serta pentingnya bersikap sopan dan peduli melalui pertanyaan dan tantangan sederhana yang dekat dengan keseharian mereka.

Gambar 1. Pos Permaianan Word Search Ethics for Kids 

Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah “Petualangan 5 Kata Ajaib”, sebuah permainan berbentuk treasure hunt yang mengajak siswa menjelajah lima pos permainan. Setiap pos mewakili satu kata kunci etika, yaitu maaf, terima kasih, permisi, silakan, dan tolong. Melalui berbagai permainan seperti word search, oper pesan, hingga puzzle sederhana, anak-anak diajak memahami bahwa kata-kata tersebut bukan sekadar ucapan, melainkan wujud sikap tanggung jawab, kesopanan, kepedulian, dan empati dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh siswa SD Muhammadiyah 1 Patuk mengikuti Deklarasi Anti-Bullying. Anak-anak diajak memahami apa itu perundungan, dampaknya bagi korban, serta pentingnya saling menjaga dan menghargai. Deklarasi ini ditandai dengan cap tangan para siswa pada media deklarasi sebagai simbol komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif.

Gambar 2. Deklarasi Anti-Bullying dengan Cap Tangan

Kepala SD Muhammadiyah 1 Patuk, Indah Hariyani, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

 “Saya mewakili segenap guru mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan hari ini. Saya sangat senang dan bangga. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di sekolah-sekolah lain, khususnya di wilayah Gunungkidul,” ujarnya.

Tak hanya berdampak bagi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bagi para relawan muda. Cintya, salah satu peserta Desamind Youth Impact Lab yang baru pertama kali terjun langsung sebagai relawan di desa mengaku bersyukur bisa gabung dan terlibat langsung bersama rekan-rekan Desamind.


“Awalnya saya gugup karena ini pengalaman pertama berinteraksi langsung dengan anak-anak di desa. Namun prosesnya ternyata hangat dan menyenangkan. Saya belajar bahwa menanamkan nilai etika tidak harus rumit, cukup melalui hal-hal kecil, dilakukan secara konsisten, dan dengan hati. Pengalaman ini menguatkan keyakinan saya bahwa praktik baik di desa itu penting dan berdampak,” tuturnya.

Lebih lanjut, Cintya berharap sinergi antara Desamind Indonesia, Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA), Sekolah Local Hero Indonesia, PF Muda, serta SD Muhammadiyah 1 Patuk, menjadi pemantik lahirnya lebih banyak ruang belajar etika yang menyenangkan, sekaligus mendorong anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat karena keberanian mereka untuk berbuat baik dan beretika.

Author : Alwi Dwi Rahmadi

Perkuat Kepemimpinan Berbasis Etika, Desamind Gelar Youth Impact Lab di Yogyakarta

By Berita Terkini, Press Release

Yogyakarta – Desamind Indonesia menyelenggarakan Desamind Youth Impact Lab: Leadership & Ethics Action pada Minggu (18/1) di Nutrihub Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi pemuda untuk memperkuat kepemimpinan berbasis nilai, etika, dan aksi nyata dalam pembangunan desa. Sebanyak 30 peserta terpilih mengikuti kegiatan ini secara gratis sebagai bagian dari komitmen Desamind dalam menyiapkan generasi muda yang berintegritas dan berdampak sosial.

Desamind Youth Impact Lab ini merupakan kelanjutan dari programMonitoring ActWISE+ Leadership Café 2025,sebuah inisiatif pengembangan kapasitas pemuda yang diinisiasi oleh Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA) dan berafiliasi dengan Globethics. Dalam program tersebut, Desamind Indonesia terpilih sebagai Top 20 komunitas dari berbagai daerah di Indonesia yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendorong gerakan sosial berlandaskan integritas, nilai, dan kepemimpinan etis. Kepercayaan ini sekaligus membuka dukungan pendanaan bagi Desamind untuk mengimplementasikan kegiatan lanjutan yang berdampak secara langsung.d

Kegiatan diawali dengan Desamind Leadership Class yang membahas peran pemuda sebagai local heroes dalam pembangunan desa berbasis Community Driven Development (CDD). Materi disampaikan oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc.ITE, Founder sekaligus President Director Desamind Indonesia, melalui mini class, diskusi interaktif, dan studi kasus kontekstual desa. Dalam pemaparannya, Hardika menekankan bahwa kepemimpinan pemuda tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi perlu dibangun di atas pemahaman nilai, keberanian terlibat, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pemuda desa memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Yang dibutuhkan adalah ruang belajar, kepercayaan, dan ekosistem yang memungkinkan mereka bertumbuh dan berkontribusi secara nyata,” ujar Hardika.

Gambar 1. Pemecahan Studi Kasus Pedesaan

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi penguatan etika kepemimpinan yang menitikberatkan pada keterampilan active listening, komunikasi empatik, serta penggunaan WISE+ Ethical Decision Making Tool. Sesi ini dipandu oleh Abdul Aziez, Director of Chapter Division Desamind Indonesia, bersama Lakhsmi Nuswantari Subandi, S.H., LL.M., Regional Manager Globethics sekaligus Chairperson Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA). Peserta diajak terlibat langsung dalam simulasi konflik, latihan mendengarkan aktif, serta berbagi praktik baik dari berbagai komunitas.

Menurut Lakhsmi, kepemimpinan yang beretika bukan hanya tentang mengambil keputusan yang benar, tetapi juga tentang proses memahami berbagai perspektif dan mempertimbangkan dampak sosial dari setiap pilihan. “Etika perlu dilatih melalui praktik, bukan hanya dipahami sebagai konsep,” tuturnya.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, kegiatan ini juga memuat sesi briefing Ethics for Kids Action Day, sebuah aksi edukatif yang akan dilaksanakan pada Rabu (28/1) di SD Muhammadiyah Patuk 1, Gunungkidul. 

Gambar 1. Lakhsmi Nuswantari Subandi, S.H., LL.M, , memberikan arahan dalam membedah WISE+ Ethical Decision Making Tool

Husniyah Mujahadah, peserta asal Bengkulu, Sumatera, berbagi refleksi dan kesiapan peserta dalam menerjemahkan nilai-nilai etika yang telah dipelajari ke dalam kegiatan pembelajaran bagi anak-anak.

“Kegiatan ini membuka perspektif baru bagi kami sebagai pemuda untuk tidak hanya belajar tentang kepemimpinan, tetapi juga bagaimana menanamkan nilai etika kepada anak-anak melalui pendekatan yang sederhana dan menyenangkan,” ujarnya.

Gambar 3. Presentasi Pengaplikasian WISE+ Ethical Decision Making Tool 

Husniyah juga menegaskan komitmennya setelah mengikuti kegiatan ini untuk berusaha membangun ekosistem pemuda yang tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan, tetapi juga berpijak pada nilai, integritas, dan keberpihakan pada desa. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bertumbuh bagi pemuda untuk belajar, berjejaring, dan mengambil peran aktif dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.

Author: Ahmad Zamzami

Desamind Farm Gelar Soft Launching Bumi Sawala, Ruang Belajar Hidup Agroeduwisata

By Desamind Farm, Pemberdayaan Kepemudaan, Press Release

Sukabumi – Desamind Indonesia melalui unit pengembangan Desamind Farm menggelar Soft Launching Bumi Sawala (Agroeduwisata) pada Sabtu, 11 Januari 2026, di Bodogol Kampung Hoya, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi dry run perdana sekaligus rangkaian awal peringatan Dies Natalis Desamind Indonesia ke-6, dengan mengusung konsep ruang belajar hidup yang mengintegrasikan edukasi, ekologi, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Sebanyak 20 pengurus pusat Desamind Indonesia hadir sebagai peserta dry run, datang dari berbagai daerah, antara lain Solo, Magelang, Klaten, Semarang, serta wilayah Jabodetabek. Kehadiran lintas daerah ini menjadi bentuk dukungan sekaligus uji coba awal terhadap pengalaman agroeduwisata yang akan dikembangkan secara berkelanjutan di Bumi Sawala.

Gambar 1. Keseruan saat Games Pembukaan

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan peserta oleh pemuda lokal pengelola Bumi Sawala, dilanjutkan dengan pengenalan kawasan dan tur edukatif. Peserta diajak mengunjungi peternakan terintegrasi, mengenal pengolahan kompos ramah lingkungan, serta mempelajari tanaman Hoya khas Bodogol. Kegiatan juga dilengkapi dengan praktik agroedukasi sederhana, seperti mencukur bulu domba, membuat kokedama, dan memetik hasil kebun.

Gambar 2. Praktik Mencukur Bulu Domba

Seluruh aktivitas dirancang sebagai pengalaman belajar partisipatif yang mempertemukan pengunjung dengan praktik pertanian berkelanjutan sekaligus kehidupan desa secara langsung. Sebagai dry run perdana, Soft Launching Bumi Sawala menjadi ruang evaluasi awal dan penguatan konsep sebelum program ini dibuka lebih luas untuk publik.

Zakky Muhammad Noor, Director of Desamind Farm, mengungkapkan bahwa Bumi Sawala lahir dari proses panjang yang dibangun dari nol dengan keyakinan dan tekad bersama.

“Saya tidak menyangka ide Bumi Sawala  bisa sampai pada tahap ini. Konsep yang melahirkan local heroes ini dibangun dari nol, dengan penuh keyakinan dan kegigihan. Ini adalah hasil kolaborasi banyak pihak yang saling memberi ruang, saling belajar, dan bertumbuh bersama,” ujar Zakky.

Gambar 3. Hasil Kerajinan Kokedama Peserta Soft Launching Bumi Sawala

Hal senada disampaikan Salman, Koordinator Lapangan Bumi Sawala , yang menilai proses pendampingan pemuda desa sebagai kunci utama keberlanjutan program.

“Awalnya teman-teman pemuda lokal sangat pesimis dan bingung harus mulai dari mana, bahkan tidak percaya diri karena belum memiliki keterampilan mengelola agroeduwisata. Berkat arahan dan pendampingan dari rekan-rekan Desamind, kami perlahan menemukan kepercayaan diri, terus mencoba, hingga akhirnya sampai di tahap ini. Kami sadar, ini bukan akhir, melainkan awal dari proses panjang,” ungkap Salman.

Dari sisi peserta, Isna Fahrizal, Director of Secretariat & Finance Desamind Indonesia, menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh pengelola BUMI SAWALA, khususnya pemuda desa yang menjadi aktor utama di lapangan.

“Pengalaman agroeduwisata yang diberikan sangat luar biasa dan terasa otentik. Para pemuda Bumi Sawala  menunjukkan kesiapan, keramahan, dan semangat belajar yang tinggi. Harapannya, ke depan semakin banyak pengunjung yang datang dan merasakan pengalaman serupa, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi desa,” tutur Isna.

Penulis: Ahmad Zamzami

Anugerah Diktisaintek 2025: Pengakuan atas Peran Desamind Menghadirkan Ilmu Pengetahuan bagi Pemuda, Masyarakat, dan Desa

By Press Release

Jakarta – (19/12) Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 kategori “Dosen Berdampak” yang diterima Hardika Dwi Hermawan, Founder Desamind Indonesia Foundation sekaligus dosen Pendidikan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menjadi penegasan bahwa tanggung jawab dosen tidak berhenti di ruang kelas dan publikasi ilmiah, tetapi harus hadir nyata di tengah masyarakat.

Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini merupakan bentuk apresiasi kepada akademisi yang mampu menjalankan peran tridarma secara utuh: mengajar, meneliti, dan mengabdi, dengan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan.

Bagi Hardika, peran sebagai dosen bukan semata profesi akademik, melainkan amanah sosial. Desamind Indonesia Foundation lahir sebagai jembatan antara kampus, desa, dan masyarakat. Desamind menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai keilmuan agar tidak berhenti sebagai teori, tetapi menjelma menjadi solusi konkret bagi persoalan pendidikan, literasi digital, dan pemberdayaan pemuda desa.

“Dosen memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan ilmu yang dimilikinya memberi makna bagi kehidupan sosial. Kampus tidak boleh terpisah dari realitas masyarakat, dan desa tidak boleh tertinggal dari arus pengetahuan,” ujar Hardika usai menerima penghargaan.

Berbagai program nyata berbasis desa dan pendidikan di antaranya adalah program Local Heroes, yang memperkuat kapasitas pemuda desa agar mampu menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing; pendampingan sekolah, guru, dan siswa melalui literasi digital, penguatan karakter, serta inovasi pembelajaran; hingga riset terapan yang berangkat langsung dari kebutuhan riil masyarakat.

Gambar 1. Pemotongan Hewan Qurban hasil Ternak Desamind Farm dengan Mitra

Dalam sektor kemandirian desa dan ketahanan pangan, Desamind mengembangkan Desamind Farm di Sukabumi dengan pendekatan agroeduwisata. Program ini mengintegrasikan pertanian, peternakan, edukasi, dan kewirausahaan desa sebagai ruang belajar sekaligus pemberdayaan pemuda dan masyarakat lokal. Sementara itu, di Indonesia Timur, Desamind menginisiasi Wanasaba Trigona Center di Lombok, yang menggabungkan konservasi lingkungan, edukasi, dan penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan lebah trigona berbasis komunitas.

Di bidang akses pendidikan, Beasiswa Desamind yang diberikan sejak tahun 2021 juga menjadi wujud nyata keberpihakan kepada pemuda desa. Program ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga pendampingan kepemimpinan, pengembangan diri, dan pengabdian sosial agar penerima beasiswa mampu kembali berkontribusi bagi daerah asalnya.

Gambar 2. Para Pemenang Anugerah Diktisaintek Bidang Sumber Daya

Kategori Dosen Berdampak sendiri mencerminkan paradigma baru pendidikan tinggi Indonesia: dosen tidak hanya dinilai dari jumlah publikasi atau jabatan akademik, tetapi dari seberapa jauh ilmunya menyentuh kehidupan masyarakat. Dalam konteks ini, Desamind dinilai berhasil menjadi contoh praktik baik integrasi tridarma perguruan tinggi dengan pembangunan sosial, hingga saat ini Desamind telah melakukan beragam kegiatan sosial mulai dari Aceh hingga papua dengan lebih dari 200 program serta lebih dari 29.000 masyarakat yang berpartisipasi.

Gambar 3. Siswa Daerah 3T mengikuti kegiatan Pelatihan Teknologi Informasi oleh Desamind

Penghargaan ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional “Diktisaintek Berdampak”, yang mendorong dosen dan institusi pendidikan tinggi untuk keluar dari menara gading dan berkolaborasi aktif dengan masyarakat. Desamind hadir sebagai bukti bahwa ketika dosen mengambil peran lebih jauh yaitu sebagai pendidik, pendamping, dan penggerak perubahan yang bukan sekadar wacana.

Bagi Desamind, anugerah ini bukan titik akhir, melainkan pengingat akan tanggung jawab yang semakin besar. Tanggung jawab untuk terus memastikan bahwa pendidikan menjadi alat pembebasan, desa menjadi pusat harapan, dan dosen menjadi sosok yang benar-benar hadir di tengah zaman.

Desamind Indonesia Raih Apresiasi di Hari Jadi Purbalingga ke-195, Founder Terima Penghargaan Pemuda Inspiratif

By Press Release

Purbalingga – Dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Purbalingga ke-19 pada Kamis, 18 Desember 2025, Desamind Indonesia Foundation menorehkan prestasi membanggakan. Hardika Dwi Hermawan, Founder Desamind sekaligus tokoh pendidikan dan pemberdayaan pemuda dari Desa Cipaku, menerima penghargaan sebagai Pemuda Inspiratif Kabupaten Purbalingga bidang pendidikan dan sosial yang diserahkan langsung oleh Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif pada puncak acara Pahargyan Agung di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga. 

Penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Purbalingga ke-195 yang mengusung tema “Sinergi, Kolaborasi untuk Akselerasi Purbalingga Baru”, sebuah refleksi perjalanan panjang daerah sekaligus komitmen untuk terus menghadirkan pembangunan inklusif dan berdampak bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Dalam sambutannya, Fahmi menyampaikan apresiasi atas kontribusi pemuda daerah yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui kerja-kerja pendidikan dan sosial. Menurutnya, peran pemuda menjadi kunci penting dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi kepada pemuda Purbalingga yang tidak hanya berprestasi secara personal, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Fahmi.

Gambar 1. Founder Desamind bersama Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga

Hardika Dwi Hermawan dipilih sebagai Pemuda Inspiratif berkat kiprahnya dalam mendorong pendidikan, literasi digital, dan pemberdayaan generasi muda desa melalui Desamind Indonesia Foundation. Desamind selama ini telah menjadi wadah bagi pemuda desa untuk mengembangkan kompetensi, memperkuat kapasitas lokal, serta menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan sosial-pendidikan di berbagai wilayah Indonesia, terutama dari basis desa ke skala nasional. 

Di bidang pendidikan, Desamind menghadirkan Beasiswa Desamind, sebuah program yang membuka akses pendidikan bagi pemuda dari desa. Beasiswa ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga pendampingan pengembangan diri, kepemimpinan, dan pengabdian sosial agar penerima beasiswa dapat kembali berkontribusi bagi komunitasnya.

Gambar 2. Kegiatan Desamind, PTI UMS, di PKBM Cakra Purbalingga 

Selain pendidikan formal, Desamind mengembangkan pendekatan pemberdayaan berbasis potensi lokal melalui Desamind Farm di Sukabumi. Program ini mengusung konsep agroeduwisata, yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, edukasi, dan pemberdayaan pemuda. Desamind Farm menjadi ruang belajar alternatif bagi masyarakat dan generasi muda untuk memahami pertanian berkelanjutan, kewirausahaan desa, serta ketahanan pangan.

Di wilayah Indonesia Timur, Desamind turut menginisiasi Wanasaba Trigona Center di Lombok, sebuah pusat pengembangan lebah trigona yang memadukan konservasi lingkungan, edukasi, dan penguatan ekonomi masyarakat desa. Program ini tidak hanya mendorong pelestarian alam, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal dan pengetahuan masyarakat. Hingga saat ini Desamind telah tersebar di berbagai daerah mulai dari Aceh hingga Papua, termasuk Desamind Chapter Purbalingga.

Berbagai program tersebut diperkuat melalui Sekolah Local Heroes serta Desamind Research and Training Center, yang berperan sebagai ruang pembelajaran, riset terapan, dan pelatihan bagi pemuda, guru, dan komunitas desa. Pendekatan yang digunakan menekankan kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat agar ilmu pengetahuan benar-benar hadir sebagai solusi.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas perjalanan panjang Hardika sebagai pemuda desa yang kembali membawa ilmu dan pengalaman untuk membangun komunitasnya. Dari menginisiasi Desamind hingga memperluas jangkauan program pemberdayaan, kontribusi Hardika menunjukkan bagaimana pemuda desa dapat menjadi aktor perubahan yang nyata,  tidak hanya di Purbalingga tetapi juga di berbagai komunitas desa di seluruh Indonesia.

Author: Ahmad Zamzami

Perluas Jejaring Sosial, Desamind Indonesia Berkesempatan Ikut Pitch Dating with CSR di Turun Tangan Festival 2025

By Press Release

Jakarta – Desamind Indonesia berkesempatan terpilih dalam agenda Pitch Dating with CSR, salah satu rangkaian utama Turun Tangan Festival 2025 yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki pada (7/12). Kegiatan ini menjadi ruang temu antara komunitas penggerak sosial dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki fokus pengembangan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Tidak sekadar sesi pitching, forum ini juga menjadi ruang diskusi untuk menyamakan nilai, mendengarkan kebutuhan lapangan, dan memperjuangkan gagasan yang berdampak bagi masyarakat. 

Desamind Indonesia diwakili oleh Dinda Berlian dan Luthfia Octaviani dari Public Relation Division. Kehadiran Desamind dalam forum ini menjadi kesempatan strategis untuk memperluas jejaring, memperkenalkan program pemberdayaan desa, serta menjajaki peluang kolaborasi dengan berbagai lembaga CSR.

Gambar 1. Dinda Berlian Presentasi dengan CSR dalam Sesi One on One 

Dinda Berlian menyampaikan bahwa kesempatan ini membuka jalan bagi Desamind untuk memperluas dampak program pemberdayaan desa.


“Bertemu langsung dengan CSR nasional membuat kami optimis bahwa kolaborasi nyata bisa terwujud. Banyak perusahaan menunjukkan ketertarikan pada isu pemberdayaan desa dan pendidikan. Ini peluang besar bagi Desamind,” ungkap Dinda.

Sementara itu, Luthfia Octaviani juga menambahkan bahwa Turun Tangan Festival memberi ruang bagi komunitas untuk menunjukkan kerja sosial yang selama ini dilakukan.


Pitch Dating with CSR membantu kami melihat bagaimana ide yang lahir dari kebutuhan nyata di lapangan terus didorong oleh banyak pihak. Dari dialog singkat ini, kami percaya bahwa dampak kolaboratif akan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” ujar Luthfia.

Acara ini menghadirkan enam lembaga CSR nasional, yaitu Nice Global, Filantropi Indonesia, Hub UMK PLN Jakarta Raya, Plan Do See Indonesia, CSR Astra, dan Forum CSR Jakarta. Mereka terlibat aktif berdialog dengan komunitas terpilih untuk menggali potensi kolaborasi.

Selain Desamind Indonesia, terdapat 18 komunitas atau organisasi lainnya, yaitu Sasambo Youth Education, Millennials Empowerment, Kampung Kolektif, DDV Banten, Garut Creativepreneur Community, Kriya Kite Indonesia, The Local Enablers, Yayasan Dari Hati, Safari Nagari, DDV Bandung, SehariBeraksi, Komunitas Teman Tumbuh Kembang, Indonesia Membaca, Komunitas Yuk Belajar Seni, Schole Fitrah, Desamind Indonesia, Eco Ranger, Bank Sampah Seribu Generasi, dan AOA (Anak Online Abah).

Author: Ahmad Zamzami

Raih Gold Medal dan Special Award SIIF 2025 di Korea Selatan: Keberhasilan Kolaborasi Desamind Indonesia bersama UMS dan Tiga Kampus Australia

By Press Release

Seoul, Korea Selatan – (6/12) Desamind Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui keterlibatan dua perwakilannya, Yulia Susanti (Director of Scholarship Division) dan Kintan Nur Romadhona (Koordinator Wilayah Chapter Division) dalam tim kolaborasi inovasi bersama Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan tiga universitas ternama Australia: University of Melbourne, Monash University, dan University of Queensland. Kolaborasi lintas negara ini berhasil meraih Gold Medal dan Special Award dari Vietnam Fund for Supporting Technology Creations (VIFOTEC) pada ajang bergengsi Seoul International Invention Fair (SIIF) 2025 yang diselenggarakan pada 3–6 Desember di Seoul.

Dalam kompetisi tersebut, tim menampilkan proyek inovatif berjudul “HerbsWise: Immersive Journey of Indonesian Medicinal Plants Wisdom Integrated with Wellness Education to Combat Top Nation’s Priority Diseases.” Proyek ini memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR) untuk menghadirkan eksplorasi imersif mengenai kekayaan tanaman herbal Indonesia yang dipadukan dengan edukasi kesehatan guna meningkatkan literasi masyarakat tentang peran tanaman herbal dalam pencegahan penyakit prioritas nasional.

Yulia Susanti menuturkan, keterlibatan Desamind Indonesia menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa nilai-nilai edukatif, budaya, dan kebermanfaatan sosial tetap terintegrasi dalam proyek yang digarap lintas negara tersebut.

“Bisa mewakili Desamind dalam kolaborasi internasional ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Saya belajar bagaimana teknologi dapat digunakan untuk melestarikan kearifan lokal. Prestasi ini bukan hanya kemenangan tim, tetapi bukti bahwa anak muda Indonesia mampu bersaing di panggung dunia,” ujar Santi.

Meski berada dalam negara dan zona waktu yang berbeda, kolaborasi tetap berjalan intens dan produktif. Pengalaman ini menunjukkan bahwa batas geografis tidak menghalangi semangat inovasi lintas budaya.

Gambar 1. Tim “HerbsWise: Immersive Journey of Indonesian Medicinal Plants Wisdom Integrated with Wellness Education to Combat Top Nation’s Priority Diseases.

Dari Australia, Desi Puti Andini, Mahasiswa Master Data Science, Monash University mengungkapkan kebanggaanya bisa berinovasi bersama-sama dan menciptakan temuan yang bermanfaat.

“Sangat bangga dapat berkolaborasi dengan mahasiswa UMS dan Desamind menciptakan temuan yang luar biasa. Proyek ini berjalan harmonis meski kami bekerja dari benua yang berbeda,” tutur Desi.

Keberhasilan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran anggota tim yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, baik dari Indonesia maupun Australia. Adapun anggota Tim Kolaborasi Indonesia–Australia meliputi:

  1. Vio Arvendha (PTI UMS 2021) — Ketua Tim
  2. Muhammad Isnani K (PTI UMS 2022)
  3. Kintan Nur Romadhona (Biotechnology, University of Queensland; Desamind Indonesia)
  4. Desi Puti Andini (Data Science, Monash University)
  5. Citra Cahyati (Public Health, University of Melbourne)
  6. Nada Fadilah (Agribusiness, University of Queensland)
  7. Nadia Yasmine (Public Health, University of Queensland)
  8. Yulia Susanti (Desamind Indonesia)

Pembimbing inovasi yang juga Dosen UMS sekaligus Founder Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, M.Sc.ITE, turut memberikan apresiasi atas pencapaian prestasi ini.

 “Alhamdulillah, prestasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas negara dapat melahirkan inovasi berskala global. Semoga pencapaian ini menginspirasi lebih banyak mahasiswa dan pemuda Indonesia untuk berani berkolaborasi dan berkarya,” pungkas Hardika.

Desamind Masuk Top 20 ActWISE+ Leadership Café 2025, Perkuat Kapasitas Etika dan Kepemimpinan Pemuda

By Press Release

Yogyakarta – Desamind Indonesia berhasil terpilih sebagai Top 20 komunitas dalam Program Monitoring ActWISE+ Leadership Café 2025, sebuah inisiatif pengembangan kapasitas pemuda yang diinisiasi oleh Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA). 

Keberhasilan ini menempatkan Desamind sebagai salah satu komunitas yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendorong gerakan sosial berlandaskan integritas, nilai, dan kepemimpinan etis.

ActWISE+ Leadership Café dilaksanakan dalam dua skema. Pertama, sesi daring pada 25 Oktober 2025 membahas mengenai struktur dan tujuan program sekaligus ruang pertemuan untuk saling mengenal antar komunitas terpilih. Kedua, sesi luring yang berlangsung dalam empat rangkaian pertemuan pada 8–29 November 2025, berisi pelatihan intensif tentang etika, pengambilan keputusan, dan kepemimpinan.

Selama empat sesi luring, peserta mengikuti pembahasan yang dirancang saling terhubung dan membangun pemahaman komprehensif tentang nilai dan etika dalam kepemimpinan generasi muda dengan rincian:

  1. Sesi pertama mengangkat tema “Values in Action – Everyday Ethics”, membedah bagaimana nilai dan dilema etis muncul dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam organisasi.
  2. Sesi kedua, “Leadership in Practice: Active Listening & Conflict Resolution”, memberi ruang bagi peserta untuk mempraktikkan kemampuan mendengar aktif serta menyelesaikan konflik secara dewasa dan konstruktif.
  3. Sesi ketiga, peserta diperkenalkan pada “WISE+ Ethical Decision-Making Tool”, sebuah kerangka untuk mengambil keputusan secara etis, terstruktur, dan mempertimbangkan dampak sosial.
  4. Sesi keempat, “Designing Projects with WISE+”, di mana tiap komunitas diminta merancang proyek sosial berbasis nilai menggunakan pendekatan WISE+.

Dalam kesempatan ini, Desamind Indonesia mendelegasikan  Abdul Aziez, Director of Chapter Division dan Alwi Dwi Rahmadi, Associate of Chapter Division, untuk mengikuti seluruh rangkaian program.

Menurut Alwi, pengalaman mengikuti ActWISE+ menjadi refleksi penting bagi tim Desamind.


“Program ini memberi banyak pelajaran tentang etika, pilihan dalam kepemimpinan, dan cara mengambil keputusan secara lebih bijak. Kami mendapat banyak perspektif baru, dan ini memperkuat komitmen Desamind untuk terus bergerak dengan nilai dan integritas,” ujarnya.

Gambar 1. Delegasi Desamind Indonesia bersama Para Peserta ActWISE+ Leadership Café 2025

Lebih lanjut, Aziz juga mengungkapkan bahwa program ActWISE+ Leadership Café 2025 tidak hanya menawarkan pembelajaran teknis, tetapi juga mempertegas pentingnya fondasi nilai dalam gerakan sosial. Menurutnya, keberhasilan Desamind  masuk Top 20 menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas internal serta memastikan bahwa setiap program pemberdayaan desa maupun kepemudaan dijalankan dengan pertimbangan etika dan keberlanjutan.

“Keterlibatan Desamind dalam program ini menegaskan bahwa gerakan pemuda Indonesia mampu tumbuh melalui kolaborasi, ruang dialog yang terbuka, dan kemauan untuk membangun perubahan dengan cara yang lebih bermoral dan berkesadaran nilai,” pungkas Aziez.

Author: Alan Ferdian Syah

Editor: Ahmad Zamzami

Desamind Indonesia Terlibat dalam Rapat Koordinasi Jaringan Beasiswa di Kemenko PMK RI

By Press Release

Jakarta – Desamind Indonesia turut hadir dalam Rapat Koordinasi Jaringan Beasiswa yang dilaksanakan pada Selasa, 25 November 2025, di Ruang Rapat Lantai 14, Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI). Forum ini diselenggarakan oleh Komite Pesta Beasiswa Indonesia bersama Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia, dengan agenda utama membahas penetapan pelaksanaan Pesta Beasiswa Rakyat Indonesia 2025 serta perkembangan penyusunan Katalog Beasiswa Indonesia Edisi 2.

Desamind Indonesia diwakili oleh Nazwa Khoerunnisa, Vice Director of Scholarship. Dalam rapat tersebut, para peserta membahas dua opsi pelaksanaan Pesta Beasiswa Indonesia, yaitu 11–12 Desember 2025 di Kompleks MPR/DPR/DPD RI, serta 24–25 Januari 2025 di Kompleks Gedung Setwapres RI. Diskusi difokuskan pada kesiapan teknis dan tingkat keterlibatan lembaga beasiswa.

Forum menyepakati perlunya attendance confirmation form yang harus diisi paling lambat 27 November 2025 sebagai dasar penetapan final. Meski demikian, preferensi peserta mulai mengerucut pada opsi 11–12 Desember 2025.

Terkait penyusunan Katalog Beasiswa Indonesia Edisi 2, peserta rapat diinformasikan bahwa formulir pengumpulan data telah dibuka dan dapat diisi hingga 5 Desember 2025. Katalog ini akan memuat informasi beasiswa dari pemerintah, lembaga swasta, yayasan, hingga organisasi kemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Nazwa Khoerunnisa menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk memperluas akses informasi beasiswa bagi masyarakat.

“Desamind menyambut baik upaya bersama ini. Kerja kolaboratif seperti inilah yang diperlukan agar informasi beasiswa dapat tersampaikan secara merata, akurat, dan mudah diakses oleh anak muda di seluruh Indonesia,” ujar Nazwa.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan katalog nasional akan membantu menyatukan berbagai sumber informasi beasiswa yang selama ini tersebar di banyak platform.

“Katalog nasional menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pusat data beasiswa yang terpadu. Ini akan sangat membantu pelajar dan mahasiswa dalam menentukan peluang pendidikan mereka,” tambahnya.

Rapat yang menghadirkan perwakilan dari berbagai lembaga, termasuk Rumah Zakat, GoStudy, StudiLanjut, LAZ, MetroTV, serta mitra lainnya, ditutup dengan penegasan tindak lanjut dan pengumpulan data katalog edisi terbaru.

Author: Ahmad Zamzami

Desamind Pasuruan Perkuat Sinergi di Raker Tahunan, Dorong Digitalisasi dan Edukasi Desa 

By Artikel, Berita Terkini, Desamind Chapter, Press Release

Pasuruan – Desamind Chapter Pasuruan sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan pada Minggu (5/10/2025) di Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dihadiri 12 perwakilan divisi, kegiatan ini menetapkan program kerja strategis untuk setahun ke depan, dengan fokus utama pada pengembangan Desa Tambaksari.

Salah satu hasil kunci Raker adalah peluncuran empat program unggulan, termasuk Tambaksari Digital Journey yang berfokus pada digitalisasi potensi desa. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana, Ridha Ritama Trisani. 

“Saya selaku Ketua Pelaksana, berterima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan Raker ini. Mari kita jadikan Rapat Kerja  ini sebagai momentum untuk memantapkan diri dalam membawa Desamind Chapter Pasuruan mengangkat Desa Tambaksari menjadi desa yang lebih baik lagi,” ujar Ridha.

Sambutan berikutnya diberikan Wawan Darmawan selaku Kepala Desa Desamind Chapter Pasuruan, “Mari kita manfaatkan Raker ini untuk sharing ide-ide keren dan ngobrol nyaman. Dan setelah ini, kerjaan kita di Desa Tambaksari jadi makin on point, terasa dampaknya, dan Desamind Chapter Pasuruan bisa jadi lebih baik lagi,” ujar Wawan.

Memasuki kegiatan inti, setiap divisi mempresentasikan program kerjanya, kemudian saling memberikan saran dan tanggapan untuk memperjelas programnya. Rapat diakhiri dengan diskusi Badan Pengurus Harian (BPH) yang membahas serta menetapkan program kerja yang telah disepakati bersama.

Tahun ini terdapat empat program utama yang akan dijalankan, yakni Tambaksari Digital Journey, Sosmed Academy: Cerdas Branding Digital, Betari (Belajar Tambaksari Asri), dan Agri Edukita.

  • Tambaksari Digital Journey: Inisiatif pemasaran digital untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan kehidupan masyarakat Desa Tambaksari melalui platform media sosial dan konten visual menarik.
  • Sosmed Academy: Cerdas Branding Digital : Pelatihan dengan narasumber ahli untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kreativitas, desain grafis, dan strategi konten digital.
  • Betari (Belajar Tambaksari Asri): Kegiatan belajar seru dengan suasana menyenangkan melalui permainan edukatif. 
  • Agri Edukita: Program edukasi pengelolaan sampah agar dapat dimanfaatkan menjadi pupuk, pakan ternak, atau produk lainnya.

Selain empat program utama tersebut, terdapat pula program pendukung dari Divisi Internal, yaitu Makrab dan Internal Awarding. Kedua kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan internal yang aktif, suportif, serta mendorong pengembangan diri secara personal maupun profesional agar lebih siap terjun dalam kegiatan sosial dan edukasi masyarakat.

Selain itu, Divisi Media dan Informasi juga menetapkan empat kegiatan, yaitu peringatan hari besar nasional dan hari besar Islam, publikasi after event untuk memperkuat citra organisasi, penyebaran informasi desa mitra melalui program FYI di media sosial, serta Podmind, yakni program podcast yang menghadirkan berbagai narasumber dengan topik menarik bagi audiens internal maupun eksternal.

Kemudian, dari Divisi Kewirausahaan terdapat program Branding Produk UMKM sebagai bentuk promosi digital untuk memperkenalkan potensi produk-produk lokal di Desa Tambaksari melalui platform media sosial. Sementara itu, Divisi Eksternal juga akan menjalankan tiga program, yaitu Sinau Bareng Chapter, studi banding dengan chapter lain untuk berbagi praktik dan pengelolaan organisasi, serta Cooler (Cooperation with Stakeholder) yang berfokus pada kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan sesuai kebutuhan program kerja Desamind Chapter Pasuruan, termasuk portal Desamind untuk publikasi berita kegiatan.

Meski sempat tertunda, Rapat Kerja Tahunan Desamind Chapter Pasuruan berjalan lancar dan penuh semangat Melalui penetapan program ini, organisasi berharap dapat memperkuat sinergi antardivisi, memperluas dampak sosial pengembangan Desa Tambaksari, serta meneguhkan komitmen dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan dan berdaya di Pasuruan.

Penulis: Mukhammad Thoriq Aziz 

Editor: Yesi Rahma Mustika