Skip to main content
Category

Press Release

Selamat! 108 Peserta dari Berbagai Daerah Indonesia Berkesempatan Ikuti Bootcamp Strategic SDGs-Based Rural Community Empowerment Specialist

By Pengumuman, Press Release

Surakarta — (27/05) Sebanyak 108 peserta dari berbagai daerah, institusi, komunitas, organisasi, perguruan tinggi, hingga sektor profesional di Indonesia resmi terpilih untuk mengikuti Bootcamp Strategic SDGs-Based Rural Community Empowerment Specialist yang akan dilaksanakan secara daring pada 31 Mei–14 Juni 2026. Program ini merupakan pelatihan intensif berbasis Rural Community Empowerment Project dan inovasi sosial yang diselenggarakan oleh Sekolah Local Heroes Desamind Indonesia sebagai bagian dari Laboratorium Sosial Penggerak Desa Batch 2 yang didukung oleh Pertamina Foundation.

Bootcamp ini dirancang sebagai ruang pembelajaran kolaboratif bagi generasi muda, penggerak komunitas, mahasiswa, serta aktor pembangunan masyarakat untuk memperkuat kapasitas dalam menghadirkan solusi sosial yang kreatif, terukur, dan berkelanjutan bagi desa dan komunitas. Melalui pendekatan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), design thinking, social innovation, community research and mapping, hingga pengembangan proyek sosial berkelanjutan, peserta akan dibekali kemampuan untuk memahami persoalan masyarakat sekaligus merancang program yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Tingginya antusiasme peserta dari berbagai wilayah di Indonesia menunjukkan meningkatnya perhatian generasi muda terhadap isu pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Para peserta yang lolos berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari mahasiswa, pegiat sosial, organisasi kepemudaan, komunitas desa, relawan, hingga profesional dari berbagai lembaga dan perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan.

Selama pelaksanaan bootcamp, peserta akan mengikuti serangkaian materi dan pendampingan yang mencakup:

  1. SDGs Desa dan Tantangan Pembangunan Berkelanjutan
  2. Youth Leadership and Community Movement
  3. Community Research & Social Mapping
  4. Perencanaan Program dan Proyek Sosial Desa
  5. Digital Tools & Social Campaign
  6. Monitoring, Evaluation, and Impact Measurement
  7. Final Project & Pitching Session.

Setelah pengumuman ini, seluruh peserta akan melaksanakan pertemuan pertama pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 15.30–17.30 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Pertemuan perdana tersebut akan menjadi ruang pengenalan program sekaligus pembelajaran awal mengenai SDGs Desa dan kepemimpinan pemuda dalam pembangunan masyarakat berkelanjutan.

Desamind Indonesia Dorong Dampak Nyata Akar Rumput Lewat Forum Internasional Para Peneliti di The University of Queensland

By Berita Terkini, Press Release

Queensland, Australia – (23/05) Hardika Dwi Hermawan, President Director Desamind Indonesia menjadi pembicara dalam forum diskusi bertajuk “From Global Insight to Local Impact: Bridging Knowledge with Grassroots Realities in Indonesia” yang diselenggarakan di The University of Queensland, Australia.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kopikir Indonesia sebagai Think Thank Indonesian Scholar di Queensland yang bekerja sama dengan UQ Indonesian Student Association dan dihadiri oleh beragam scholars Indonesia dari berbagai kampus di Queensland. Forum tersebut menjadi ruang diskusi reflektif mengenai bagaimana wawasan global dapat diterjemahkan menjadi dampak nyata bagi masyarakat Indonesia, khususnya di tingkat akar rumput.

Dalam sesi tersebut, Hardika menekankan bahwa akses terhadap pengetahuan global di luar negeri perlu diiringi dengan kesadaran akan konteks lokal Indonesia. Ia menggarisbawahi bahwa tantangan terbesar bukan sekadar memperoleh wawasan internasional, tetapi bagaimana memastikan pengetahuan tersebut kembali dan memberi manfaat bagi masyarakat di desa, komunitas, dan wilayah yang sering kali tidak terjangkau inovasi.

Gambar 1. Penyampaian Diskusi oleh Hardika

Dalam perspektif Desamind Indonesia, hal ini menjadi sangat relevan dengan misi organisasi dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan pemuda desa melalui pendekatan berbasis local heroes. Hardika menjelaskan bahwa Desamind hadir untuk menjembatani kesenjangan antara gagasan dan realitas lapangan dengan mendorong anak muda agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga turun langsung membangun solusi di komunitasnya.

Melalui berbagai program seperti pengembangan kapasitas pemuda desa, literasi digital, pendampingan komunitas, hingga inisiatif sosial berbasis kebutuhan lokal, Desamind Indonesia berupaya memastikan bahwa transformasi pengetahuan tidak berhenti di ruang akademik. Sebaliknya, pengetahuan tersebut harus menjadi alat perubahan yang hidup di tengah masyarakat.

“Desamind percaya bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari pusat, tetapi bisa tumbuh dari desa. Ketika pemuda diberi ruang, akses, dan kepercayaan, mereka mampu menjadi penggerak utama perubahan sosial di lingkungannya,” ungkap Hardika.

Lebih lanjut, melalui pertemuan ini Desamind Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk terus menjadi jembatan antara pengetahuan global dan realitas lokal, serta memperkuat peran pemuda desa sebagai aktor utama perubahan sosial yang berkelanjutan.

Diskusi berlangsung dengan sangat dinamis dan penuh antusiasme. Para peserta yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu membahas peran lintas bidang dalam menjawab tantangan sosial di Indonesia. Mulai dari pendidikan, teknologi, kesehatan, hingga pembangunan komunitas, seluruh perspektif dipadukan dalam semangat kolaborasi multidisiplin.

Gambar 2. Foto Bersama Scholars Indonesia di Queensland

Forum ini juga memperkuat pandangan bahwa dampak sosial yang berkelanjutan hanya dapat tercapai melalui kolaborasi antara akademisi, praktisi, komunitas, dan gerakan sosial seperti Desamind Indonesia. Pendekatan ini selaras dengan semangat collective impact, di mana perubahan besar lahir dari kerja bersama berbagai pihak yang memiliki tujuan yang sama.

Ketua Kopikir Indonesia, Hardo, turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi Hardika dan Desamind Indonesia dalam forum tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas perspektif yang dibagikan dan menilai diskusi ini membuka ruang refleksi penting bagi para scholars Indonesia di luar negeri.

“Terima kasih sudah berbagi bersama teman-teman di sini. Diskusi ini sangat memperkaya perspektif kami, terutama dalam melihat bagaimana pengetahuan global dapat benar-benar kembali memberi dampak bagi masyarakat di Indonesia,” ujar Hardo.

Desamind Indonesia Gelar FGD Penyempurnaan Kurikulum Beasiswa Berbasis DACUM

By Beasiswa Desamind, Press Release

Surakarta — Desamind Indonesia menggelar rangkaian Focus Group Discussion (FGD) penyempurnaan Kurikulum Beasiswa Desamind pada Minggu (15/3) dan Sabtu (2/5) sebagai upaya memperkuat sistem pembinaan sekaligus meningkatkan dampak program bagi masyarakat desa. Kegiatan ini melibatkan pihak internal serta panelis eksternal dari kalangan praktisi pemberdayaan masyarakat dan pengelola program beasiswa.

Rangkaian FGD tersebut merupakan bagian dari evaluasi program beasiswa berbasis proyek sosial yang telah dijalankan Desamind selama lima tahun terakhir. Dalam proses penyusunannya, Desamind menggunakan metode Developing A Curriculum (DACUM), yakni pendekatan pengembangan kurikulum yang berorientasi pada praktik nyata dan kebutuhan lapangan.

FGD pertama diselenggarakan pada Minggu (15/3) dengan melibatkan pengurus, alumni beasiswa, mentor, dan penerima Beasiswa Desamind. Pada tahap ini, peserta bersama-sama mengidentifikasi berbagai aktivitas utama yang dilakukan penggerak perubahan di desa dalam menjalankan program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Diskusi difokuskan pada identifikasi tanggung jawab, proses kerja, serta aktivitas utama penggerak desa. Melalui pendekatan DACUM, FGD pertama menghasilkan pemetaan kompetensi berupa enam duty dan 23 task yang menggambarkan peran Desamind Social Impact Leader dalam praktik pengembangan masyarakat desa.

Sebagai tahap lanjutan, Desamind Indonesia kemudian menyelenggarakan FGD kedua pada Sabtu (2/5) untuk memvalidasi, menyempurnakan, dan memperkuat draft DACUM Chart yang telah dihasilkan pada tahap sebelumnya.

FGD kedua menghadirkan sejumlah panelis eksternal, yaitu Iqbal Nurpriyanto, Sekretaris Desa Tunjungsari, Pekalongan; Aulia Pradipta, Founder Creafo ID; Intan Nisaaul Chusna dari Pertamina Foundation; serta Hanif M. Ibrahim, Founder Bumi Scholar.

Gambar 1. Analisis Desamind Social Impact Leader dalam Praktik Pengembangan Masyarakat Desa.

Melalui forum ini, para panelis memberikan masukan terkait relevansi duty dan task dengan kondisi lapangan, kelayakan implementasi bagi awardee, serta penguatan metode dan kompetensi yang dibutuhkan dalam pengembangan masyarakat desa.

Hardika Dwi Hermawan, Founder serta President Director Desamind Indonesia, menyampaikan bahwa pembaruan kurikulum dilakukan untuk memastikan program beasiswa tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan desa saat ini.

“Desamind sudah lima tahun memberikan beasiswa berbasis proyek sosial. Saat ini kami sedang mengevaluasi kurikulum beasiswa kami, apakah masih relevan atau perlu perbaikan,” ujarnya.

Menurut Hardika, penggunaan metode DACUM bertujuan agar kurikulum yang disusun lebih terstruktur, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, program beasiswa tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga membentuk awardee menjadi local hero dan local champion di desa masing-masing.

Sementara itu, Hanif M. Ibrahim turut mengapresiasi konsistensi Desamind dalam membina generasi muda yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat desa.

“Pemberdayaan masyarakat itu hal yang seru, unik, tetapi penuh tantangan. Kehadiran Desamind menjadi katalisator perubahan di desa, sehingga saya sangat mengapresiasi konsistensi Desamind dalam menjaga dan mengembangkan para local heroes untuk memberikan kebermanfaatan dan dampak bagi masyarakat desa,” pingkas Hanif.

Author: Astriyanti

Editor: Ahmad Zamzami

Desamind Indonesia Open Recruitment Inisiator Chapter 2026, Ajak Pemuda Jadi Penggerak Pembangunan Desa

By Pengumuman, Press Release

Surakarta – Desamind Indonesia kembali membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan desa melalui program Open Recruitment Inisiator Desamind Chapter 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan gerakan pemberdayaan berbasis desa sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak local heroes di berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai organisasi non-profit berbasis kesukarelawanan, Desamind Indonesia berfokus pada penguatan kapasitas pemuda dan masyarakat desa melalui pendekatan bottom-up. Hingga saat ini, Desamind telah memiliki 16 chapter yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan ratusan pengurus dan ribuan anggota komunitas yang terlibat dalam berbagai program pemberdayaan.

Melalui program inisiasi chapter, Desamind membuka ruang bagi individu maupun kelompok untuk membentuk cabang resmi di tingkat kabupaten. Chapter ini nantinya berperan sebagai mitra strategis dalam menjalankan program-program pengembangan desa, seperti pelatihan, pembinaan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Tahapan Inisiasi Desamind Chapter 2026

Proses inisiasi dilakukan secara bertahap dan selektif guna memastikan kualitas serta keberlanjutan chapter yang terbentuk. Adapun tahapan yang harus dilalui peserta meliputi:

  • Open Recruitment dan Pengumpulan Berkas: 15–30 April 2026
  • Pengumuman Tahap 1: 1–3 Mei 2026
  • Technical Meeting Grand Design: 6 Mei 2026
  • Seleksi Grand Design: 7–16 Mei 2026
  • Pengumuman Tahap 2: 24 Mei 2026
  • Brainstorming dan Masa Inkubasi: 27 Mei 2026
  • Seleksi Tahap 3: 28 Mei–25 Juni 2026
  • Pengumuman Chapter Terpilih: 1 Juli 2026
  • Pelantikan Chapter 2026/2027: 5 Juli 2026

Selain seleksi administrasi, peserta juga akan menyusun grand design program serta mengikuti masa inkubasi yang berisi pengenalan organisasi, arah kebijakan, serta penguatan kapasitas sebagai inisiator gerakan sosial di tingkat desa.

Ketentuan dan Persyaratan Inisiator

Program ini terbuka bagi masyarakat yang memiliki semangat pengabdian dan visi yang sejalan dengan Desamind. Adapun ketentuan utama meliputi:

  • Memiliki visi dan misi yang sejalan dengan Desamind
  • Lingkup chapter berada pada wilayah administratif kabupaten
  • Belum terdapat Desamind Chapter di kabupaten yang diinisiasi
  • Bersedia mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi

Sementara itu, ketentuan bagi tim inisiator adalah sebagai berikut:

  • Terdiri dari 3–5 orang
  • Minimal 2 orang berusia ≥20 tahun atau mahasiswa semester 5, serta memiliki pengalaman organisasi minimal 1 tahun
  • Berdomisili atau berkomitmen beraktivitas di wilayah yang diinisiasi minimal 1 tahun ke depan
  • Anggota tim dapat berasal dari berbagai daerah, selama memiliki komitmen pada wilayah yang diusulkan

Akses Pendaftaran dan Panduan

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan berikut:
🔗 bit.ly/InisiasiChapter2026

Panduan lengkap terkait program, persyaratan, serta mekanisme seleksi dapat diakses melalui:
🔗 bit.ly/PanduanInisiasiChapter2026

Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui narahubung:

  • Melinda (Chapter Division): +62 895-3899-95899
  • Linda (Chapter Division): +62 812-9102-7654

Gambar 1. Pamflet Informasi Open Recruitment Inisiator Desamind Chapter 2026.

Desamind menegaskan bahwa seluruh proses inisiasi tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Program ini tidak hanya menjadi ajang seleksi, tetapi juga ruang pembelajaran bagi pemuda untuk memahami pembangunan desa secara komprehensif. Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis komunitas, Desamind mendorong lahirnya pemuda yang mampu merancang solusi nyata sesuai kebutuhan masyarakat.

Melalui inisiatif chapter, Desamind berharap semakin banyak generasi muda yang mengambil peran aktif dalam pembangunan desa, tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di wilayahnya masing-masing.

Author: Ahmad Zamzami

Monitoring dan Evaluasi Desamind Chapter 2025/2026: Perkuat Akuntabilitas dan Arah Gerak Organisasi

By Berita Terkini, Desamind Chapter, Press Release

Surakarta – Desamind Indonesia melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Chapter II Periode Kepengurusan 2025/2026 pada Minggu, (12/4). Kegiatan ini digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dengan melibatkan partisipasi aktif pengurus Desamind Chapter dari berbagai daerah di Indonesia.

Adapun chapter yang mengikuti kegiatan ini meliputi Asmat, Bogor, Majalengka, Magelang, Purbalingga, Soloraya, Yogyakarta, Gunungkidul, Malang, Pasuruan, Lombok Timur, dan Maros. Kehadiran perwakilan chapter dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga tata kelola organisasi yang sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Monitoring dan evaluasi ini bertujuan melakukan penilaian menyeluruh terhadap kinerja, akuntabilitas, serta efektivitas pelaksanaan program kerja selama satu periode kepengurusan berjalan. Selain menjadi sarana evaluasi, agenda ini juga difungsikan sebagai ruang refleksi bersama untuk mengidentifikasi capaian, tantangan, serta peluang pengembangan chapter pada periode berikutnya.

Rangkaian kegiatan Monev Chapter II terdiri atas empat sesi utama, yakni pembukaan dan sambutan, sesi monitoring dan evaluasi, penyampaian hasil besar, serta prosesi demisioner perangkat Desamind Chapter periode 2025/2026.

Pada sesi pembukaan, Vice Director Chapter Division Desamind Indonesia sekaligus Ketua Panitia Monev, Nur Kholifah, menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya berfokus pada aspek administratif semata.

“Esensi Monev II tidak sekadar pada penilaian administratif, melainkan sebagai wadah silaturahmi dan refleksi kolektif untuk menata kembali niat dalam menjalankan roda gerakan Desamind Chapter di periode mendatang,” ujar Kholifah.

Pelaksanaan monitoring dilakukan secara sistematis dengan membagi 12 chapter ke dalam dua ruang virtual (breakout room). Masing-masing chapter mengikuti sesi diskusi intensif selama 60 menit bersama auditor.

Gambar 1. Sesi diskusi bersama Auditor

Dalam sesi tersebut, auditor melakukan pendalaman terhadap kondisi internal organisasi melalui tanya jawab berbasis kolom capaian yang telah diisi sebelumnya oleh masing-masing chapter. Pendekatan ini tidak hanya berfungsi sebagai validasi kinerja, tetapi juga menjadi ruang konsultasi strategis untuk merumuskan langkah perbaikan dan penguatan organisasi.

Hasil evaluasi kemudian dituangkan ke dalam lembar penilaian sebagai bahan rekomendasi pengembangan chapter pada periode selanjutnya. Dengan demikian, proses monitoring tidak hanya menilai capaian masa lalu, tetapi juga menyiapkan fondasi yang lebih kuat untuk masa depan organisasi.

Agenda ditutup dengan prosesi demisioner perangkat Desamind Chapter periode 2025/2026 yang dipimpin Director Chapter Division bersama para Kepala Desamind Chapter secara simbolis dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya satu periode kepengurusan sekaligus awal bagi regenerasi kepemimpinan chapter di berbagai daerah.

Author : Alwi Dwi Rahmadi

Editor: Ahmad Zamzami

YBKI Surakarta Rujuk Praktik Desamind Indonesia dalam Perkuat Pengelolaan Relawan Berkelanjutan

By Berita Terkini, Press Release

Surakarta — Yayasan Benih Keluarga Indonesia (YBKI) Surakarta menggelar kegiatan sharing session bersama Desamind Indonesia pada Jumat (4/4). Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama dalam memperkuat kapasitas kelembagaan, khususnya dalam pengelolaan relawan dan pengembangan program pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Ketua YBKI Surakarta, Nurhayati, S.Pd.I., Gr. dengan memperkenalkan profil serta berbagai program yang telah dijalankan. YBKI selama ini bergerak dalam bidang pembinaan dan pemberdayaan keluarga melalui sejumlah inisiatif, seperti sekolah pranikah, program parenting, hingga pendidikan anak berbasis masjid.

Dalam sesi tersebut, YBKI juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam mengelola relawan. Salah satu isu yang disoroti adalah menjaga konsistensi keterlibatan relawan dalam jangka panjang. Sebagai organisasi berbasis kerelawanan, YBKI menyadari bahwa relawan tidak dapat dipaksa, sehingga dibutuhkan pendekatan yang tepat agar mereka tetap berkomitmen.

Menjawab hal tersebut, President and Director Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. (ITE), memaparkan strategi Desamind dalam membangun dan menjaga keberlanjutan relawan. Ia menegaskan bahwa kekuatan utama Desamind terletak pada empat nilai inti, yaitu fun, ownership, collaborative, dan integrity.

Menurut Hardika, nilai fun diwujudkan melalui suasana kerja yang menyenangkan sehingga relawan merasa nyaman dalam berproses. Nilai ownership mendorong setiap individu untuk merasa memiliki program yang dijalankan. Sementara itu, collaborative menjadi kunci dalam membangun jejaring dan kerja sama lintas pihak, serta integrity menjaga komitmen dan konsistensi dalam setiap gerakan sosial.

“Relawan tidak bisa dipertahankan hanya dengan sistem, tetapi dengan rasa memiliki dan makna. Ketika mereka merasa menjadi bagian dari perubahan, mereka akan bertahan,” ujar Hardika.

Gambar 1. Sharing Session Pengelolaan Relawan dan Pengembangan Program Pemberdayaan Masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Director of Finance Desamind Indonesia, Meilani Intan Pertiwi, turut membagikan pengalamannya terkait dinamika internal organisasi. Ia menekankan bahwa soliditas tim menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan.

“Di Desamind, kami tumbuh bersama. Satu sama lain saling mendukung, sehingga terbentuk ekosistem yang kuat dan penuh semangat gotong royong,” jelas Meilani.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung interaktif sepanjang kegiatan. Salah satu pegiat YBKI, Nunik Nurhayati, mengaku mendapatkan banyak pembelajaran dari pengalaman Desamind.

“Kami belajar bahwa mengelola relawan bukan hanya soal program, tetapi juga membangun nilai dan budaya organisasi. Ini sangat membuka wawasan kami,” ungkapnya.

Ia juga berharap ke depan YBKI dan Desamind dapat menjalin kolaborasi yang lebih konkret dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam penguatan keluarga dan generasi muda.

Author: Ahmad Zamzami

Semarakkan Ramadhan, Angkasa Pura Gandeng Desamind Bersihkan 12 Masjid di Boyolali

By Berita Terkini, Press Release

Boyolali — PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Adi Soemarmo berkolaborasi dengan Desamind Indonesia menggelar kegiatan Ramadhan Bersih dan Berkah dengan melakukan aksi bersih-bersih masjid di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu hingga Jumat (8–13/3), dengan melibatkan 30 relawan dari wilayah Soloraya.

Melalui kegiatan ini, relawan melakukan pembersihan di 12 masjid dan musala yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Ngemplak. Aksi bersih-bersih meliputi pembersihan ruang utama masjid, tempat wudu, halaman, serta penataan fasilitas ibadah guna menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan.

Adapun lokasi kegiatan meliputi Masjid Al-Ikhlas di Cepit, Ngargorejo; Masjid Nur Hidayah di Gentan, Sobokerto; Masjid Manhajunadzor di Tegal Pucung, Ngesrep; Masjid Husnul Jami’ di Kanoman, Gagaksipat; Musala Al Barokah di Sanggrahan, Donohudan; Masjid NU di Sadon, Sawahan; Masjid Al-Mukmin di Welar, Pandeyan; Masjid Jami’ Al-Muttaqin di Tambas, Kismoyoso; Masjid Nurul Khasanah di Lemahabang, Dibal; Masjid Al-Hikmah di Sindon; Masjid Al-Mukmin di Batongan, Manggung; serta Masjid Baitul Muslimin di Borongan, Giriroto.

Managing Director Desamind Indonesia, Zakky Muhammad Noor, dalam technical meeting dan pembekalan relawan menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan rumah ibadah, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan semangat kepedulian sosial.

Gambar 1. Technical Meeting dan Pembekalan Relawan

“Melalui kegiatan ini, para relawan diajak untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan aksi sederhana namun berdampak nyata, seperti menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah,” ujar Zakky.

Branch Communication, CSR, and Legal Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Adi Soemarmo, Tyas Ayu Novitasari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional bandara.

Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas seperti Desamind menjadi langkah penting untuk memperluas dampak kegiatan sosial sekaligus melibatkan generasi muda dalam gerakan kerelawanan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menghadirkan kenyamanan bagi jamaah dalam menjalankan ibadah selama Ramadan,” ungkap Tyas.

Gambar 2. Para Relawan Membersihkan dan Merapikan Masjid

Salah satu relawan, Afra Lana, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan bersih masjid tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi amalan baik di bulan puasa.

“Kegiatan ini memberi pengalaman yang berharga bagi kami. Hal sederhana seperti membersihkan masjid ternyata bisa menjadi bentuk ibadah sekaligus kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,” pungkas Afra.

Author: Ahmad Zamzami

Jelajahi Tata Surya di Malam Hari, Desamind Pasuruan dan UINSA Gelar Teater Astronomi

By Desamind Chapter, Press Release

Pasuruan — Desamind Chapter Pasuruan berkolaborasi dengan Program Studi Ilmu Falak Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar kegiatan edukasi kreatif bertajuk “Teater Astronomi” pada Sabtu malam (7/3). Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini bertujuan mengenalkan konsep dasar astronomi kepada anak-anak di Desa Tambaksari melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.

Teater Astronomi merupakan bagian dari program BESTARI yang mengusung tema eksplorasi benda-benda langit. Berbeda dengan metode pembelajaran formal, konsep teater dipilih untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih imersif. Melalui alur cerita yang dikemas secara naratif, peserta diajak menjelajahi tata surya, mulai dari cincin Saturnus hingga permukaan Mars.

Gambar 1. Antusiasme Anak-Anak Menyaksikan Teater Astronomi

Ketua pelaksana kegiatan, Tri Bachtiar Ramadani menjelaskan bahwa pelaksanaan pada malam hari dipilih untuk memperkuat pengalaman belajar peserta secara langsung.

“Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, tetapi tetap berbasis ilmiah. Dengan dukungan mahasiswa Ilmu Falak UINSA, anak-anak tidak hanya menonton, tetapi juga memahami konsep benda langit secara sederhana,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tambaksari, Taruwi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan edukasi seperti ini masih jarang dilakukan di wilayah pedesaan, padahal minat anak-anak terhadap ilmu pengetahuan cukup tinggi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Anak-anak mendapatkan pengetahuan baru tentang astronomi dengan cara yang mudah dipahami,” ungkapnya.

Gambar 2. Apresiasi dan Sambutan dari Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tambaksari

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi simulasi perjalanan antarbenda langit. Mahasiswa Ilmu Falak UINSA berperan sebagai fasilitator yang menjelaskan berbagai fenomena astronomi dengan pendekatan yang komunikatif dan sesuai dengan usia anak.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya kolaboratif dalam menghadirkan pendidikan sains yang lebih kontekstual dan menarik bagi anak-anak di desa, khususnya dalam mengenalkan ilmu astronomi sejak dini.

Author: Mukhammaad Thoriq Aziz

Editor: Ahmad Zamzami

Desamind Salurkan 275 Dus Air Minum untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

By Berita Terkini, Press Release

Aceh Barat – Desamind Indonesia menyalurkan 275 dus air minum bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Barat, Sumatera, pada Rabu (25/2). Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan donasi masyarakat yang dihimpun dan dititipkan melalui Desamind sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat dan akan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Desa Jambak, Desa Lawet, Desa Lancong, serta beberapa desa lain di Kabupaten Aceh Barat yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih.

Ari Rizky, perwakilan dari Desamind Chapter Aceh Barat, mengatakan bantuan air minum difokuskan karena kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak di lapangan, terutama saat Ramadhan. 

“Kami menerima laporan bahwa masih banyak masyarakat kesulitan memperoleh air bersih,” ujar Rizky.

Menurutnya, bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Desamind dalam merespon kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana secara cepat dan tepat sasaran. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan BPBD dilakukan agar distribusi bantuan dapat menjangkau titik-titik yang paling membutuhkan.

Agus Junaedi, Koordinator Gudang BPBD Aceh Barat, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini sebagian warga masih kesulitan mendapatkan air layak konsumsi. 

Gambar 1. 275 Dus Air Minum Siap Didistribusikan ke Desa Jambak, Desa Lawet, Desa Lancong, serta beberapa desa lain di Kabupaten Aceh Bara

“Untuk bulan puasa ini, kebutuhan air bersih meningkat. Banyak sumur warga tertutup lumpur, sehingga bantuan air minum sangat dibutuhkan,” ungkap Agus.

Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Barat menyebabkan kerusakan infrastruktur serta mengganggu akses terhadap kebutuhan dasar, termasuk air bersih. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat.

Melalui penyaluran bantuan ini, Desamind berharap dapat membantu meringankan beban warga terdampak sekaligus mengajak masyarakat luas untuk terus memperkuat solidaritas dalam menghadapi situasi kebencanaan. 

Author: Ahmad Zamzami

Satu-satunya di Pasuruan, Warga Tambaksari Kenang Peristiwa Langka Jatuhnya Meteor 1975

By Berita Terkini, Desamind Chapter, Press Release

Pasuruan — Desamind Chapter Pasuruan berkesempatan mengikuti kegiatan “Ambal Dumugi” yang diselenggarakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Arjuna Desa Tambaksari untuk mengenang peristiwa langka jatuhnya meteor Tambakwatu pada 14 Februari 1975. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (14/2) sebagai bentuk upaya merawat ingatan kolektif atas fenomena alam yang diyakini menjadi satu-satunya peristiwa jatuhnya meteor di Kabupaten Pasuruan.

Ketua Pokdarwis Arjuna Desa Tambaksari, Misto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjaga nilai sejarah agar tetap hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, Ambal Dumugi berarti mengenang kembali datangnya meteor Tambakwatu agar peristiwa tersebut tidak hilang dari ingatan generasi muda.

Acara yang dikemas dalam bentuk tasyakuran tersebut juga menjadi momentum refleksi spiritual bagi warga. Kepala Dusun Tambakwatu, Sumarto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menyebut fenomena alam yang terjadi 51 tahun silam itu sebagai anugerah Tuhan yang patut disyukuri.

“Semoga kegiatan ini membawa berkah, keselamatan, dan ketenteraman bagi warga Desa Tambaksari, khususnya Dusun Tambakwatu,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Tambaksari, Holikhati Rohmah, menilai peringatan ini memiliki makna penting bagi identitas desa. Ia menyebut peristiwa yang terjadi merupakan fenomena langka yang memperkaya sejarah lokal.

“Tadi Pak Kasun menyampaikan bahwa Tambaksari bukan hanya ‘banyu langit’, tetapi juga batu yang jatuh dari langit. Ini merupakan anugerah bagi kita,” ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga serta melestarikan lokasi bersejarah tersebut agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Momentum peringatan semakin bermakna dengan kehadiran saksi mata peristiwa tersebut. Doro, warga setempat yang saat kejadian berusia sekitar 15 tahun, mengisahkan detik-detik jatuhnya meteor. Ia melihat langsung benda langit itu melintas dengan cahaya hijau kebiruan dari kejauhan sebelum berubah putih dan menghantam tanah tidak jauh dari ladangnya.

“Kebetulan saya berada di kandang sapi dan lokasinya dekat ladang. Saya melihat cahayanya terang sekali, tetapi waktu itu tidak tahu benda apa yang jatuh,” tuturnya.

Gambar 1. Prosesi “Ambal Dumugi” dengan mendengarkan kisah dari saksi mata, Pak Doro

Menurut Doro, warga sempat mengira sebuah pesawat jatuh. Mereka mencari sumber cahaya tersebut sepanjang malam menggunakan lampu petromak dan senter. Batu meteor baru ditemukan keesokan harinya setelah digali sedalam satu hingga dua meter oleh warga bersama aparat keamanan desa.

Peristiwa yang semula menimbulkan kepanikan itu kini justru menjadi bagian dari kebanggaan kolektif masyarakat Tambaksari. Lima dekade berlalu, kenangan tentang malam langka tersebut tetap hidup dalam ingatan warga.

Ia mengaku bangga karena generasi muda kini berupaya mengangkat kembali peristiwa tersebut sebagai bagian dari sejarah desa.

“Kalau ini mau disejarahkan, saya sangat bangga. Supaya tidak terlupakan dan orang tahu bahwa di Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, pernah terjadi jatuhnya batu meteor,” pungkas Doro.

Author: Mukhammad Thoriq Aziz

Editor: Ahmad Zamzami