Skip to main content
Category

Desamind Chapter

Rapat Kerja dan Upgrading Desamind Magelang: Menguatkan Soliditas, Menyusun Arah Gerakan

By Berita Terkini, Desamind Chapter

Magelang – Desamind Chapter Magelang menggelar Upgrading Lilin Senja dan Rapat Kerja Perangkat Desamind 2025/2026 yang berlangsung di Mangkujo Magelang Kuda & Joglo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang pada Sabtu, (19/07). Kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta dari berbagai divisi internal chapter sebagai ruang membangun keakraban, meningkatkan kapasitas, serta menyusun arah kerja strategis program pemberdayaan di desa mitra.

Mengusung tagline “Menyalakan hangat dari siang hingga malam, dalam tawa dan rasa yang menyatu,” kegiatan ini memadukan nuansa reflektif dan produktif. Nama “Lilin Senja” sendiri mengandung makna filosofis yang kuat. Lilin sebagai simbol penerangan dan ketulusan memberi, sementara senja melambangkan waktu tenang yang penuh makna. Sehingga Lilin Senja mencerminkan keindahan proses tumbuh bersama dalam kehangatan komunitas.

Abdul Aziez, Director Division Chapter Desamind Indonesia, berkesempatan hadir dan memberikan materi Time Management and Mindfulness. Ia menekankan pentingnya pengelolaan waktu dan kesadaran diri bagi para relawan agar tetap adaptif dalam menjalankan peran sosial mereka. 

Hadir pula Agus Maryanto, pemilik Mangkujo sekaligus alumni Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM), membahas mengenai Leadership and Teamwork. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi, rasa percaya dalam tim, serta kepemimpinan yang tumbuh dari pemahaman dan kedewasaan berpikir.

Gambar 1. Agus Maryanto memaparkan pentingnya pengetahuan Leadership and Teamwork dalam berorganisasi

Tidak hanya menerima materi, para peserta juga terlibat aktif dalam menyusun rencana kerja yang akan dijalankan di periode mendatang. Rapat kerja ini menjadi ruang pembahasan program-program yang relevan bagi desa mitra, menyepakati strategi kolaboratif, serta menyatukan pemahaman lintas divisi agar eksekusi program ke depan lebih terkoordinasi.

Rohani Hanifatul Azizah, Sekretaris Desamind Chapter Magelang, bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Walaupun baru bertemu antar divisi, semua langsung akrab.

“Acaranya seru, dapat teman baru, bisa kenal lebih dekat dengan perangkat lain. Meski sempat bingung karena beda divisi , tapi justru jadi kesempatan buat menjalin relasi baru. Kegiatan ini menambah pengetahuan, keterampilan, dan memberi gambaran jelas soal rencana kerja ke desa mitra,” ungkap Rohani. 

Annisa Kusuma Wardhani, ketua panitia kegiatan, berharap Upgrading Lilin Senja ini mampu meningkatkan kesolidan antar perangkat dan siap terjun ke lapangan. 

“Kami yakin ini menjadi awal baik untuk program-program pemberdayaan ke depan yang lebih berdampak dan terarah,” ujarnya.

Upgrading Lilin Senja tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas, tetapi juga ruang menyatukan ide dan niat baik dalam satu misi yang sama. Desamind Chapter Magelang terus berkomitmen menciptakan produktif bagi anggotanya agar tumbuh, bergerak, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penulis: Desamind Chapter Magelang

Editor:  Ahmad Zamzami

Festival Literasi BUKULANDARA: Menumbuhkan Minat Baca, Kepedulian Lingkungan, dan Semangat Menggapai Mimpi

By Artikel, Desamind Chapter, Pemberdayaan Kepemudaan

“Seorang pembaca hidup seribu kehidupan sebelum ia meninggal. Sementara, orang yang tidak pernah membaca hanya hidup satu kali.” – George R.R. Martin

DESAMIND ID – Membaca bukan sekadar memahami kata-kata, tetapi juga membuka wawasan, memperluas mimpi, dan menumbuhkan kepedulian terhadap dunia. Sayangnya, minat baca masih menjadi tantangan bagi banyak pelajar, termasuk di SMP Islam Al-Muttaqien, Desa Cijayanti. Untuk menjawab tantangan ini, Desamind Chapter Bogor berkolaborasi bersama TBM Bale Baca Cijayanti menghadirkan Festival Literasi BUKULANDARA, sebuah program yang dirancang khusus untuk menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan kemampuan literasi siswa.

Program BUKULANDARA berlangsung sejak Oktober 2024 hingga Januari 2025 dengan target utama siswa kelas 7 SMP Islam Al-Muttaqien. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Desamind dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, dengan menjadikan literasi sebagai langkah awal menuju perubahan positif dan masa depan yang lebih cerah.

Melalui program ini, anak-anak di Desa Cijayanti diharapkan semakin menyadari pentingnya pendidikan, pengembangan diri, dan kebiasaan membaca yang konsisten. Dengan minat baca yang lebih tinggi, mereka dapat mengembangkan pola pikir kritis, memperluas wawasan, serta memiliki peluang lebih besar untuk masa depan yang cerah.

Melalui rangkaian kegiatan interaktif dan edukatif, BUKULANDARA tidak hanya mengajak siswa lebih gemar membaca, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan inspiratif. Terdapat empat agenda utama program ini, yaitu pembukaan, pendampingan komunitas literasi, puncak kegiatan yaitu literasi dan konservasi, serta sesi motivasi bersama pendiri Desamind, Hardika Dwi Hermawan.

Acara pembukaan dengan penyerahan buku bacaan secara simbolis kepada pihak sekolah, permainan literasi yang memacu antusiasme siswa, serta pengenalan program pendampingan komunitas literasi yang akan dilakukan secara berkala.

Pendampingan komunitas literasi berlangsung setiap dua pekan sekali, diikuti oleh siswa kelas 7 dengan berbagai tema menarik seputar literasi, pengembangan diri, dan keterampilan belajar. Kegiatan ini bertujuan membantu siswa memahami pentingnya membaca, meningkatkan kemampuan literasi, serta menumbuhkan kebiasaan membaca yang konsisten sejak dini.

Sebagai puncak acara, Desamind Chapter Bogor menggandeng Safari untuk mengedukasi siswa mengenai pentingnya menjaga kelestarian Banteng Jawa. Dalam sesi ini, siswa diajak menonton video edukasi tentang habitat dan pelestarian Banteng Jawa, lalu berpartisipasi dalam games interaktif seperti membuat poster ajakan menjaga kelestarian satwa langka tersebut.

Pada penghujung acara, siswa memperoleh kesempatan istimewa untuk berdiskusi langsung bersama Kak Hardika, Founder Desamind. Dalam sesi inspiratif ini, Kak Hardika berbagi pengalaman perjuangannya dalam meraih mimpi, sekaligus mengajak siswa untuk berani bermimpi besar, tidak mudah menyerah, dan terus berusaha meskipun menghadapi berbagai rintangan.

Dengan hadirnya Festival Literasi BUKULANDARA, diharapkan siswa tidak hanya lebih gemar membaca, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, memahami dunia dengan lebih luas, serta memiliki semangat juang dalam mengejar impian mereka. 

Mari bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang mendukung budaya literasi, kepedulian terhadap alam, dan semangat menggapai mimpi!

Penulis: Febrian Batara Aditya Rahman (Desamind Chapter Bogor)

Editor: Syifa Adiba, Kamilya Anjani Putri

Desamind Purbalingga Ajak Siswa SMPN 3 Kutasari Ciptakan Sekolah Aman dan Bebas Kekerasan

By Berita Terkini, Desamind Chapter

Purbalingga – (14/07) Dalam rangka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMP Negeri 3 Kutasari, tim Desamind Purbalingga mendapatkan kesempatan mengisi sesi pembuka dengan melaksanakan kegiatan “Pencegahan dan Penanganan Bullying, Kekerasan, dan Pelecehan Seksual di Lingkungan Sekolah” 

Acara ini menjadi salah satu upaya membangun ruang belajar  inklusif, aman, dan penuh empati. Isu yang dibedah pun beragam, mulai dari bullying, kesehatan mental, seksual, dan relasi remaja. 

Priyanto, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Kutasari, sangat mengapresiasi tim Desamind dan seluruh komunitas mitra atas dedikasinya menggalakkan sekolah yang aman bagi siswa. 

“Rumah kedua bagi anak-anak kita adalah sekolah. Sudah semestinya sekolah menjadi ruang yang aman dan nyaman untuk belajar dan tumbuh,” ungkap Priyanto.

handmade ceramic tableware, empty craft ceramic plates, bowls and cups, close-up

Gambar 1. Sesi sharing dan diskusi (Arsip Desamind Chapter Purbalingga)

Selain memberikan materi, para siswa juga diajak untuk diskusi kelompok dan menyuarakan pendapat. Meysa, salah satu siswi mengaku mendapatkan banyak pemahaman mendalam yang sebelumnya tidak pernah ia dapatkan

“Aku jadi tahu ternyata bullying itu bukan cuma fisik, tapi juga bisa lewat kata-kata. Aku senang bisa diajak ngobrol bareng teman-teman di grup kecil, jadi lebih nyaman buat cerita,” ujar Meysa.

Handmade ceramic vases and dishes on display in a shop.

Gambar 2. Pendampingan kelompok sesi suarakan pendapat (Arsip Desamind Chapter Purbalingga)

Program MPLS Ramah ini juga menjadi wadah kolaborasi antar komunitas dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman . Desamind Purbalingga menggandeng sejumlah mitra di antaranya, Forum Anak Purbalingga, GenRe Purbalingga, Ruang Inspirasi, serta rekan-rekan BEM Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA). 

“Kami sadar, menciptakan lingkungan yang aman bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi kita semua,” ungkap Muhammad Wafa, Kepala Desamind Purbalingga.

Penulis: Desamind Chapter Purbalingga

Editor: Ahmad Zamzami

Deputi 1 Kemenpora RI Resmikan Kegiatan Pelantikan 269 Perangkat Desamind Chapter 2025/2026

By Berita Terkini, Desamind Chapter, Pemberdayaan Kepemudaan

DESAMIND.ID– Surakarta (27/04) Dalam rangka memperkuat gerakan pemuda desa di seluruh penjuru nusantara, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melalui Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, Dr. Drs. Yohan, M.Si, membuka Pelantikan Perangkat Chapter Desamind Indonesia Periode 2025/2026 secara resmi melalui virtual zoom meeting. Pelantikan ini diikuti oleh 269 perangkat chapter yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Mengusung tema “Desamind Chapter with Impact: Kolaborasi Komunitas Pemuda Indonesia untuk Transformasi Sosial Desa”, pelantikan ini menjadi momen penting untuk menyatukan visi, semangat, dan energi baru dalam membangun desa melalui kekuatan pemuda.

Dalam sambutannya, Dr. Drs. Yohan, M.Si menyampaikan apresiasi atas langkah Desamind Indonesia dalam membina dan menggerakkan generasi muda sebagai agen perubahan.

“Pemuda adalah agen perubahan yang sesungguhnya. Apa yang dilakukan Desamind Indonesia hari ini adalah bukti bahwa perubahan besar dimulai dari semangat kolaborasi kecil. Saya berharap para perangkat chapter yang dilantik mampu menjadi motor penggerak transformasi sosial yang berkelanjutan, menghidupkan desa dengan inovasi, kepedulian, dan aksi nyata,” ujar beliau.

Hardika Dwi Hermawan, President Director of Desamind membacakan Surat Keputusan Pengangkatan Perangkat Chapter dengan total 11 chapter dimulai dari Chapter Bogor, Chapter Majalengka, Chapter Solo Raya, Chapter Purbalingga, Chapter Magelang, Chapter Yogyakarta, Chapter Gunungkidul, Chapter Malang, Chapter Pasuruan, Chapter Lombok Timur, dan Chapter Asmat.

Foto 1. Prosesi Pelantikan (Dok. Desamind)

Pelantikan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas. Agenda pelantikan diisi dengan berbagai sesi inspiratif. Dalam sesi Desamind 101: Lilin-Lilin Desa Memimpin dengan Hati, Mengubah dengan Aksi, Managing Director of Desamind, Zakky Muhammad Noor, mendorong peserta untuk menghidupkan nilai ketulusan dalam kepemimpinan.

Selanjutnya, dalam sesi Inspirational Talk: Lead Local, Impact Global, Roikhanatun Nafi’ah, Founder & CEO Crustea Indonesia, membagikan perjalanan membangun dampak global dari akar lokal. Dalam sesi inspirasi tersebut, Roikhanatun Nafi’ah turut menyampaikan pandangannya tentang pentingnya memulai perubahan dari komunitas terdekat.

“Kepemimpinan sejati dimulai dari keberanian untuk bertindak di lingkungan kita sendiri. Ketika kita mampu membawa perubahan nyata di komunitas lokal, dampaknya akan beresonansi hingga ke tingkat global. Pemuda desa hari ini adalah pemimpin dunia esok hari,” tutur Nafi.

Foto 2. Sesi Inspirational Talk: Lead Local, Impact Global (Dok. Desamind)

Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Desamind Indonesia untuk memperluas gerakan pemuda desa, sekaligus mempertegas peran komunitas dalam mencapai pembangunan desa yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

Desamind Indonesia terus menyalakan semangat perubahan dari desa untuk dunia, dengan keyakinan bahwa transformasi besar selalu dimulai dari tindakan kecil yang konsisten, penuh cinta, dan kolaboratif.

Penulis: Ahmad Zamzami

Editor: Syifa Adiba

Bangkitkan Potensi Lokal Desa, Desamind Chapter Purbalingga Gelar Festival UMKM

By Berita Terkini, Desamind Chapter

DESAMIND.ID – Purbalingga (01/02) Desamind Chapter Purbalingga terus berupaya mendorong desa mitra dalam mengembangkan potensi lokal. Hal ini diwujudkan melalui Festival Desamind Purbalingga yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna Desa Karangjengkol. Sebuah festival dengan mengusung konsep pameran produk lokal desa.

Dalam pelaksanaannya, Desamind Chapter Purbalingga bekerjasama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kusuma Sari Karangaren, Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) Alzavera Tumanggal, UMKM lokal Karangjengkol, Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Taruna Maju Candinata, dan Komunitas Ruang Inspirasi. Mereka mengenalkan hasil olahan lokal, seperti kopi bubuk, brownies, empek-empek, agar-agar lidah buaya, minuman segar lidah buaya, keripik, dan berbagai produk lainnya.

Foto 1. Pembukaan Festival Desamind Purbalingga (Arsip Desamind Chapter Purbalingga)

Selain pameran, terdapat kegiatan lainnya yaitu lomba cerdas cermat ceria yang diikuti oleh SD N 1 Karangjengkol, SD N 2 Karangjengkol, dan SD N 3 Karangjengkol serta penyerahan donasi alat produksi UMKM. Donasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas KWT yang ada di Desa Karangjengkol.

Foto: Lomba Cerdas Ceria

Foto 2. Lomba Cerdas Cermat Ceria (Arsip Desamind Chapter Purbalingga)

Pemerintah Desa Karangjengkol, yang diwakili oleh Sekretaris Desa Sugiyatno, S. A. P memberikan apresiasi positif terhadap festival ini karena berdampak terhadap kemajuan UMKM dan peningkatan potensi desa.

“Inisiasi kegiatan yang luar biasa, kami sangat senang Desamind Chapter Purbalingga yang berisikan anak-anak muda memiliki semangat bersama dalam membangun desa,” ungkap Sugiyatno dalam sambutannya.

Puji Nur Safitri, Ketua Pelaksana Festival Desamind Purbalingga mengungkapkan, terselenggaranya kegiatan ini  menjadi suntikan semangat di tahun baru bagi Desamind Chapter Purbalingga untuk terus berkarya dan memberikan kebermanfaatan bagi desa.

“Senang rasanya acara berjalan dengan sukses dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Ini menjadi awal baik bagi kami untuk terus berkontribusi bagi desa,” pungkas Puji 

Penulis: Wafa, Desamind Chapter Purbalingga

Editor : Ahmad Zamzami

Secercah Harapan di Selatan Lombok: Program Literasi untuk Anak-Anak Desa Terpencil

By Artikel, Desamind Chapter, Press Release

DESAMIND.ID – Desa Boyemare, yang terletak di Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, adalah salah satu desa terpencil di selatan Lombok yang memiliki potensi besar dalam membangun masa depan generasi muda melalui pendidikan. Desamind Chapter Lombok Timur mengambil inisiatif untuk menggelar program literasi baca sebagai upaya meningkatkan kemampuan membaca anak-anak di desa ini. Program ini tidak hanya menjadi solusi atas rendahnya tingkat literasi, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk bermimpi lebih besar dan percaya pada potensi diri mereka.

Program literasi ini dilaksanakan sebanyak lima kali pertemuan. Mulai dibuka pada tanggal 21 September 2024 dan selesai pada 28 Desember. Sebagai langkah awal, program ini menyasar anak-anak usia 12 hingga 18 tahun yang berasal dari jenjang pendidikan MTs (Madrasah Tsanawiyah) dan MA (Madrasah Aliyah) yang rata-rata berada di NW Gerintuk. Dengan total peserta sebanyak 33 anak, program ini melibatkan berbagai aktivitas interaktif seperti membaca buku cerita, diskusi kelompok, dan permainan edukatif. Sebelum kegiatan dimulai, para peserta menjalani pretest untuk mengukur kemampuan awal mereka dalam memahami bacaan. Data dari pretest ini akan dibandingkan dengan hasil postest di akhir program setelah 5 kali pertemuan, yang dirancang untuk menilai sejauh mana program ini memberikan dampak positif.

Hasil analisis dari mini riset yang dilakukan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan literasi anak. Beberapa kemampuan yang diuji selama pretest maupun post-test antara lain membaca dan menjawab artikel pendek secara langsung dan pertanyaan kritis, menentukan ide pokok, sinonim dan antonim, menjawab pertanyaan pemahaman, mencari makna kontekstual, analisis teks fiksi, membandingkan informasi, menarik kesimpulan,  mengembangkan paragraph, dan mencari hubungan sebab-akibat. Jika pada pretest rata-rata kemampuan menganalisis peserta berada pada skor 66 dari skala 100, maka hasil postest memperlihatkan peningkatan hingga rata-rata skor 89. 

Gambar 1. Berbagi pengalaman bersama siswa-siswi Boyemare. Dokpri DCLT

Alasan utama peningkatan ini yaitu pengajaran yang kreatif dan suasana belajar yang menyenangkan yang membuat anak-anak lebih termotivasi untuk membaca dan memahami isi bacaan. Selain itu, diskusi interaktif dan pengayaan bahan bacaan serta mempresentasikan kembali bacaan yang telah dibaca juga menunjang kemampuan peserta literasi baca, sehingga mampu meningkatkan kemampuan siswa. Dengan hasil tersebut, anak-anak di Desa Boyemare memiliki peluang untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan potensi literasi di wilayah mereka.

Di samping itu, keberhasilan program ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk komunitas literasi lokal antara lain Duta Baca Lombok Timur, Bale Baca Hasanah, Sanggar Baca Bhavana dan Cenalis. Kemudian, donasi buku dari berbagai komunitas dan individu dari anggota Desamind Chapter Lombok Timur menjadikan kegiatan ini lebih bermakna bagi peserta kegiatan literasi baca. Dukungan ini memungkinkan anak-anak di Desa Boyemare untuk merasakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan partisipatif.

Untuk memastikan dampak jangka panjang, program ini dirancang dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan. Sayangnya dalam program ini belum dilakukan pelatihan Fasilitator lokal atau local champion yang dapat meneruskan kegiatan literasi ini secara mandiri setelah program utama selesai. Hal ini karena kesibukan dari anggota yang cukup beragam dan didominasi oleh anggota yang sudah bekerja. Namun, kegiatan monitoring tetap berjalan secara berkala untuk mengevaluasi kemajuan literasi anak-anak dan memberikan pendampingan tambahan jika diperlukan. Dengan demikian, Desamind Chapter Lombok Timur berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat sementara, tetapi juga membangun fondasi literasi yang kuat bagi generasi mendatang.

Para peserta program literasi ini menyampaikan pengalaman mereka yang penuh kegembiraan dan pembelajaran bermakna. Beberapa siswa, Mufida dan Intan, menyebut bahwa mereka kini merasa lebih percaya untuk berbicara di depan teman-temannya dan mengetahui berbagai jenis skill dalam memahami dan menganalisis suatu topik. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat program tidak hanya pada kemampuan membaca, tetapi juga pada membangun rasa percaya diri dan mengekstrak suatu informasi menjadi lebih sederhana untuk dipahami. Program ini memberikan pengalaman yang jarang mereka temui di lingkungan sekolah formal.

Gambar 2. Kegiatan pemberian hadiah kepada peserta teraktif. Dokpri DCLT

Kemudian, yang paling menggembirakan adalah bagaimana anak-anak Desa Boyemare kini memiliki mimpi yang lebih besar setelah mengikuti program ini. Salah satu peserta menyampaikan bahwa ia bercita-cita menjadi seorang guru agar bisa berbagi ilmu dengan anak-anak lain di desanya. Ungkapan ini menjadi cerminan nyata dari keberhasilan program yang tidak hanya membangun kemampuan membaca, tetapi juga memotivasi anak-anak untuk berpikir lebih jauh tentang masa depan mereka.

Melihat progres pendampingan ini, Desamind Chapter Lombok Timur memiliki harapan besar untuk pengembangan desa Boyemare ke depannya. Salah satu rencana jangka panjang adalah membangun taman baca yang dikelola komunitas setempat. Taman baca ini tidak hanya akan menjadi pusat literasi, tetapi juga tempat berkumpul dan belajar bagi anak-anak dan warga desa. Ke depan, DesaMind Chapter Lombok Timur berharap dapat memperluas cakupan program ini ke desa-desa tetangga yang juga memiliki kebutuhan serupa. Dengan memperkuat jaringan komunitas dan menggandeng lebih banyak pihak untuk bercita-cita meningkatkan literasi di Lombok Timur dapat tercapai. Desa Boyemare menjadi contoh nyata bahwa perubahan, sekecil apapun, bisa memberikan dampak besar jika dilakukan dengan tekad dan kerja sama yang tulus.

Think Globally, Act Locally

Penulis :  Riza Hamkary Salam, Sri Endang Maryati, Lina Mardiana

Editor   : Kamilya Anjani Putri, Putri Aulia Pasa

Festival Bocah Tandur Karya: Liburan Positif bersama Desamind Chapter Gunungkidul

By Berita Terkini, Desamind Chapter

DESAMIND.ID – Gunungkidul (22/12) Libur panjang pergantian semester dan akhir tahun telah tiba. Seperti biasa, anak-anak Desa Pengkok, Gunungkidul menghabiskan waktunya untuk bermain dan membantu kegiatan orangtua di sawah. Tidak ada aktivitas yang menarik dan terasa monoton. Melihat fenomena tersebut, perangkat Desamind Chapter Gunungkidul menginisiasi program “Festival Bocah Tandur Karya” 

Festival Bocah Tandur Karya mengajak anak-anak belajar menanam sayur dan membuat karya dari kawat bulu dengan harapan menumbuhkan jiwa peduli lingkungan melalui konsep “makan apa yang ditanam, tanam apa yang dimakan”.  

Gambar 1. Proses Menanam Sayur  (Arsip Desamind Chapter Gunungkidul)

Sejumlah 65 peserta yang terdiri dari anak PAUD, TK, dan SD dari Desa Pengkok dan sekitarnya turut serta memeriahkan festival dengan antusiasme tinggi. Itsnaini Wahidatunisa, Guru TK ABA Kalinampu mengapresiasi dan mendukung penuh gerakan positif ini. Beliau kagum dengan apa yang dilakukan Desamind Chapter Gunungkidul karena mampu mendorong anak-anak untuk lebih produktif di masa liburan.

Gambar 2. Pembuatan Karya dengan Kawat Bulu  (Arsip Desamind Chapter Gunungkidul)

“Kami dari dulu ingin sekali ada program seperti ini, tetapi belum terealisasikan mbak. Alhamdulillah berkat teman-teman semua festival menanam bersama bisa terlaksana,” ungkap Itsnaini.

Lebih lanjut, Festival ini juga berkolaborasi dengan rekan-rekan PPI Dunia Kawasan Amerika-Eropa dengan harapan memberikan suntikan semangat kepada anak-anak pedesaan untuk meraih pendidikan setinggi-tinginya.

Gambar 3. Diskusi dengan PPI Dunia Kawasan Amerika-Eropa (Arsip Desamind Chapter Gunungkidul)

“Gerakan seperti ini semoga terus diadakan karena mampu mendorong anak-anak lebih aktif, kreatif, dan secara tidak langsung mendorong anak–anak untuk belajar,” ungkap Rana, tim Direktorat Pengabdian Masyarakat PPI Dunia Kawasan Amerika-Eropa.

Penulis : Desamind Chapter Gunungkidul

Editor: Ahmad Zamzami

Dari Desa untuk Dunia: Pelatihan Bolu Kelapa Desamind Gunungkidul Bangkitkan Kemandirian Perempuan

By Desamind Chapter, Press Release

DESAMIND.ID – Desa Pengkok, yang terletak di Padukuhan Panjatan, Kaluharan Pengkok, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, kini menjadi saksi langkah nyata pemberdayaan perempuan oleh Desamind Chapter Gunungkidul (DCGK). Dengan memanfaatkan hasil panen kelapa, DCGK menginisiasi pelatihan pembuatan bolu kelapa panggang, sebuah inovasi yang bertujuan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Pelatihan ini berlangsung pada Minggu (01/12) dan diikuti oleh 10 ibu-ibu setempat. Dalam suasana penuh semangat, para peserta belajar membuat bolu kelapa dengan harapan besar bahwa program ini dapat berkembang menjadi gerakan yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung ekonomi keluarga.

Sebelum pelatihan dimulai, tim DCGK melakukan analisis SWOT untuk memetakan potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) di Desa Pengkok. Hasilnya menunjukkan kelapa sebagai komoditas utama desa yang memiliki nilai tambah jika diolah lebih lanjut. Dengan visi menjadi organisasi non-profit terdepan dalam mempersiapkan masyarakat desa yang maju dan berdaya saing, DCGK mengembangkan program pelatihan ini sebagai salah satu langkah strategis.

Gambar: Hasil produk bolu kelapa

Ponijem, salah satu peserta pelatihan, mengungkapkan harapannya agar program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi berkembang menjadi sustainability program. “Pelatihan pembuatan bolu kelapa ini semoga bisa terus dilaksanakan dan mendapat dukungan dana dari pihak-pihak luar ya mbak. Semoga di padukuhan Panjatan ini bisa membangun rumah produksi bolu kelapa, karena kami sangat membutuhkan penghasilan tambahan untuk menyambung ekonomi kami. Hasil dari kami bertani tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, jadi besar harapan kami agar pemuda-pemudi ini bisa menemukan terobosan inovasi yang memberdayakan kaum kami” ujar Ponijem salah satu peserta pelatihan bolu kelapa.

Sementara itu, Etri Dwi Wahyuningtyas mengungkapkan rasa senangnya karena dapat mempelajari pembuatan bolu jenis baru, yaitu bolu kelapa. Etri Dwi Wahyuningtyas selaku peserta pelatihan pembuatan bolu sangat senang dan antusias karena bisa belajar pembuatan bolu jenis baru yaitu bolu kelapa.

“Bolu yang dibuat hari ini bersama mbak-mbak Desamind Gunungkidul sangat unik, sehingga sangat mungkin dikembangkan di sini untuk menjadi ulih-ulih (oleh-oleh) karena budaya jagong di sini masih sangat kental dan selalu membutuhkan ulih-ulih.” ungkap Etri.

Perangkat desamind Chapter Gunungkidul berharap semoga pelatihan ini memberikan manfaat kepada ibu-ibu di desa mitra. Putri Felita Listiani selaku Kepala Desamind Chapter Gunungkidul berharap agar kegiatan pelatihan selanjutnya semakin banyak mendapatkan dukungan dari berbagai pihak baik dukungan materiil maupun non materiil.

Gambar: Perangkat DCGK

“Kami perangkat Desamind Chapter Gunungkidul Juga berharap agar kegiatan pelatihan ini terus terjaga dan benar-benar menghasilkan produk bolu yang sempurna dan berlegalitas sehingga bisa dipasarkan secara luas. Tentunya untuk mengarah kesana tidak mudah, diperlukan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak. Dan semoga juga kita bisa mendapatkan fasilitas alat-alat produksi yang memadai sehingga kegiatan produksi bisa semakin maksimal” tutur Putri.

“Semoga gerakan akar rumput yang kita lakukan bisa memberikan manfaat kepada para peserta. Dan besar harapan saya semoga kegiatan ini bisa berlanjut sehingga mampu merealisasikan keinginan ibu-ibu desa Pengkok untuk memiliki rumah produksi bolu kelapa di desanya” tambah Nur Cahyanti selaku Perangkat Desamind Chapter Gunungkidul.

Penulis: Desamind Chapter Gunungkidul

Editor: Syifa Adiba

Ciptakan Sekolah Peduli Lingkungan, Desamind Chapter Gunung Kidul Kembangkan Sayur Hidroponik 

By Berita Terkini, Desamind Chapter

Gunungkidul (13/11) – Desamind Chapter Gunungkidul melakukan kolaborasi menggandeng Bapak/Ibu Guru SD Muhammadiyah 1 Patuk dan Tim Kuliah Kerja Nyata Universitas Gadjah Mada (KKN UGM) dalam mengupayakan kegiatan sekolah ramah lingkungan pada Rabu, 13 November 2024.

Langkah ini diambil oleh Desamind Chapter Gunungkidul berdasarkan permasalahan banyaknya botol plastik bekas di SD Muhammadiyah 1 Patuk dan belum adanya pengolahan karena dianggap sampah yang tidak ada nilai gunanya lagi. Mereka acapkali hanya menumpuk dalam jumlah banyak kemudian dibakar atau diserahkan ke tukang rongsok. Dari fenomena tersebut, inovasi mengubah sampah menjadi media tanam secara hidroponik yang bermanfaat untuk lingkungan maupun sebagai pembelajaran anak-anak dinilai sangat tepat. 

Gambar 1. Proses Percontohan Pembuatan Media Tanam kepada Siswa/Doc. Desamind Chapter Gunungkidul

Putri Felita, Kepala Desamind Chapter Gunungkidul selaku inisiator program menuturkan menanam dengan hidroponik juga memiliki esensi mengenalkan anak-anak terkait budidaya tanaman memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. 

“Dengan demikian, pembelajaran terkait ramah lingkungan yaitu daur ulang dan metode penanaman sayur secara praktis bisa didapatkan,” tutur Putri.

Acara ini mendapatkan antusias yang luar biasa dari 46 siswa yang terlihat bersemangat mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Apalagi menanam sayuran dengan cara hidroponik dianggap asing dan belum pernah dilakukan. 

“Dengan sabar dan teliti mereka memperhatikan tahapan demi tahapan yang dipraktekkan mulai dari menyiapkan alat dan bahan, membuat media tanam, serta menyemai benih seperti pakcoy, sawi, seledri, kangkung, dan bayam,” tambahnya.

Gambar 2. Sesi Praktek secara Langsung oleh Siswa/Doc. Desamind Chapter Gunungkidul

Bima Darpa Pradita, salah satu peserta kegiatan merasa senang bisa merasakan menanam sayuran dengan metode baru.

“Saya baru pertama kali menanam seperti ini. Biasanya hanya ditaruh di tanah dan dibiarkan. Kalau ini kan unik, apalagi tidak perlu capek-capek menyiram setiap hari,” ungkap siswa kelas 5 itu. 

Lebih lanjut, Purwanto, S.Pd. SD., Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Patok merespon positif dan berterima kasih telah mengadakan kegiatan yang sangat positif. Beliau berharap gerakan tersebut mampu dilakukan secara terus menerus baik di SD Muhammadiyah 1 Patok maupun di sekolah lainnya.

“Semoga terobosan yang dilakukan oleh Desamind Chapter Gunungkidul dan TIM KKN UGM bisa disebarluaskan di manapun berada dan mampu membuat inovasi lainnya sehingga bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat,” tegas Purwanto. 

Penulis : Ahmad Zamzami

One Hour Better: Siapkan Diri Hadapi Perubahan dan Ketidakpastian dengan Manajemen Ekspektasi

By Desamind Chapter, Press Release

DESAMIND.ID – Dunia penuh kejutan, dan kita harus siap menghadapi segala kemungkinan. Hal inilah yang menjadi tema diskusi pada One Hour Better (OHB) Edisi Spesial, yang digelar oleh Desamind Chapter Purbalingga pada Jumat (27/10) di Rumah Mie Eyang Heri. Acara ini menghadirkan Ibu Ikapti Pusparani, konselor sekaligus pendiri Arsyila Care, sebagai narasumber utama. OHB edisi spesial ini juga turut dihadiri tamu dari OSIS SMKN Kemangkon, PDIPM Purbalingga, IMM Purbalingga, dan FDI UNPERBA.

Secara umum, One Hour Better (OHB) merupakan forum diskusi santai yang bertujuan meningkatkan kapasitas diri perangkat Desamind. Dengan pendekatan yang personal dan inspiratif, OHB dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi peserta, membantu mereka menjalankan perannya dalam organisasi dengan lebih semangat dan percaya diri.

Pada edisi spesial ini, “Menghadapi Perubahan dan Ketidakpastian” menjadi poin utama yang didiskusikan. Selaku narasumber, Ibu Ika menyoroti pentingnya kolaborasi dengan orang-orang berpikiran maju untuk mencapai ekspektasi hidup dan kesuksesan. Namun, kunci utama dari kolaborasi adalah pengelolaan diri yang baik—mengenali diri sendiri, belajar, dan terus berkembang agar siap menghadapi tantangan masa depan.

Sesi materi oleh ibu Ikapti Pusparani

Acara diawali dengan kegiatan refleksi, di mana peserta menuliskan makna sukses menurut pandangan mereka masing-masing. Ini menjadi landasan diskusi tentang manajemen ekspektasi, yang disampaikan Ibu Ikapti dengan mengaitkan pengalaman pribadi dan pandangan peserta.

Yang paling menarik adalah sesi diskusi yang penuh emosi. Pendekatan hangat dari Ibu Ikapti membuat suasana terasa akrab, hingga beberapa peserta meneteskan air mata—mencurahkan rasa syukur, kecewa, atau bahkan perasaan terpendam yang akhirnya terungkap.

Dengan diadakannya OHB edisi spesial ini, diharapkan peserta lebih mengenali diri sendiri, sehingga mampu menghadapi perubahan dan ketidakpastian dengan percaya diri. Dengan memahami peran masing-masing, peserta diharapkan menjadi lebih tangguh dalam menjalani kehidupan yang dinamis.

Penulis: Desamind Chapter Purbalingga

Editor: Syifa Adiba