Sleman – Komitmen Desamind dalam mendorong gerakan sosial berbasis masyarakat kembali diwujudkan melalui keterlibatan dalam pengabdian “Pemberdayaan Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Digital untuk Meningkatkan Resiliensi Keuangan di Yogyakarta”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) pada Kamis (03/07) bertempat di Kopi Candi, Candibinangun, Pakem, Sleman.
Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc.ITE, selaku President Director Desamind secara langsung mendampingi para peserta dan memberikan pendampingan mengenai strategi pemasaran digital yang mudah diakses siapa pun. Ia mendorong anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sleman untuk melihat peluang ekonomi yang terbuka luas melalui platform digital.
“Justru di era digital, teknologi membuka ruang bagi siapa pun untuk mandiri secara ekonomi. Mari kita manfaatkan Facebook, Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya untuk mendapatkan penghasilan,” tegas Hardika.

Gambar 1. Sesi Pendampingan Digital Marketing kepada HWDI Sleman (Arsip Desamind)
Pelatihan ini juga menghadirkan Rosi Kho Arliyani dari Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (OJK DIY) yang memberikan pemahaman seputar pengelolaan keuangan pribadi serta pentingnya perencanaan finansial inklusif bagi kelompok rentan. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara akademisi, regulator, dan komunitas penyandang disabilitas dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., C.A., CFP., selaku ketua pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah mendorong inklusi keuangan berbasis komunitas.
“Kami ingin membuktikan bahwa literasi keuangan bisa menjangkau semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, agar mereka bisa mandiri dan resilien dalam menghadapi tekanan ekonomi,” ungkapnya.
Sebanyak lebih dari 60 peserta mengikuti kegiatan dan terlibat secara aktif. Salah satu peserta, Muryati, menyampaikan kesan positif dan rasa syukur karena mendapatkan kesempatan belajar langsung dari para praktisi dan akademisi.
“Materi hari ini sangat membuka wawasan kami. Kami jadi tahu bagaimana cara mengelola uang dan memasarkan produk secara online. Ini sangat membantu kami untuk berdaya secara mandiri,” ujarnya.
Keterlibatan Desamind dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata upaya memperkuat kapasitas masyarakat akar rumput, khususnya komunitas penyandang disabilitas, melalui pendekatan berbasis literasi dan dan pemanfaatan teknologi digital.
Penulis: Ahmad Zamzami
Editor: Syifa Adiba

























