Skip to main content
All Posts By

Zamzami

Memupuk Kepemimpinan Akar Rumput melalui Sekolah Local Hero dan Desamind Leadership Camp 4.0

By Press Release

DESAMIND.ID Surakarta, (2/6) – Dalam rangka tindak lanjut program grand bibit Indika Foundation Impact Grand (IFIG), Desamind Indonesia menyelenggarakan kegiatan Sekolah Local Hero dengan tema “Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Kolaboratif-Kontributif Pemuda melalui Internalisasi Peacebuilding untuk Pengembangan Desa”.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian Desamind Leadership Camp 4.0 yang dikemas secara daring sebelum nantinya dilanjutkan secara luring di Yogyakarta pada tanggal 7-9 Juni 2024. Lebih dari 80 pemuda dari berbagai desa di Indonesia dengan antusias mengikuti sesi daring dari pagi hingga siang. Interaksi melalui tanya jawab dan diskusi dengan narasumber terbukti menjadi pemantik yang efektif dalam membentuk kepemimpinan yang solid untuk membangun desa.

Lebih lanjut, pertemuan ini dirancang untuk membentuk generasi pemimpin dengan pola pikir akar rumput, menghadirkan pemuda-pemuda hebat yang berpengalaman dan berkapasitas dalam memberikan pengaruh perubahan dan kemajuan. Rian Fahardhi, Content Creator sekaligus founder Distrik Berisik dan Narran.id mengawali sesi dengan memberikan poin-poin penting untuk terus berjuang dalam berdampak positif untuk Indonesia, khususnya dari desa. Beliau juga berpesan bahwa ide atau gagasan yang ada dalam diri harus disuarakan demi memecahkan masalah. 

“Terus kawal isu-isu yang ada. Mari bersama-sama membangun hal positif untuk lingkungan sekitar. Kalau bukan kita, lantas siapa lagi yang akan bergerak?” tegas Rian.

Selain Rian, ada dua narasumber lain yang mengisi acara dan berbagi ilmu untuk peserta, yaitu Zakky Muhammad Noor, Managing Director Desamind Indonesia Foundation serta Ryandra Syahdan Mahmudin, CEO Cipta Visi Grup dan Sekolah Milenial Tani.

Foto Sesi Zakky Muhammad Noor

Zakky memberikan materi terkait The 7 Habits of Highly Effective People & Socratic Circle: Leadership 101 yang sangat penting dalam membangun karakter pemimpin masa depan. Zakky turut menjelaskan tujuh kebiasaan manusia yang bisa dipraktikkan agar hidup bisa lebih produktif dan efektif dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin. 

“Dari tujuh habits secara garis besar terbagi menjadi tiga golongan yang perlu diperhatikan, yakni kebiasaan berhubungan dengan diri sendiri, kebiasaan berhubungan dengan orang lain, serta kebiasaan untuk mengembangkan keahlian diri,” ungkap Zakky.

Senada dengan Zakky, Rayndra juga berbagi pengetahuan mengenai kepemimpinan, namun dengan fokus pada pengalaman pribadinya mengembangkan potensi desa bersama masyarakatnya. Rayndra memaparkan secara detail sesi bertajuk “Youth, Village, and World: Membangun Kepeloporan di Desa dengan Menerapkan Nilai-Nilai Perdamaian.” Beliau menegaskan bahwa potensi desa sangat luar biasa dan dapat menjadi tonggak utama membangun kesejahteraan melalui pengelolaan yang tepat serta berkolaborasi dengan seluruh lapisan masyarakat.

“Di desa itu ada semua dan memiliki aset penting, seperti pertanian, peternakan, hingga pariwisata. Jadi, ayo para pemuda kembali ke desa, memanfaatkan potensi itu dan menjadi lilin-lilin desa yang bersinar,” tegas Rayndra.

Foto Sesi Ryandra Syahdan Mahmudin

Davin Gildas Gunawan, pemuda asal Blitar mengaku mendapatkan ilmu dan pengalaman banyak terkait kepeloporan desa ketika mengikuti kegiatan ini. Ia berharap bisa menerapkan materi yang telah disampaikan serta nantinya bisa bertemu kawan-kawan dari berbagai daerah dalam acara DLC 4.0 di Yogyakarta.

“Banyak sekali yang didapatkan dan akan kami terapkan ketika terjun di masyarakat. Sampai jumpa di Yogyakarta. Mari saling bertukar pikiran dalam mewujudkan terobosan-terobosan dari desa untuk Indonesia,” pungkas Davin.

Penulis: Ahmad Zamzami

Editor: Syifa Adiba

Pelantikan Desamind Chapter 2024: 380 Pemuda Siap Berkontribusi dari Desa untuk Indonesia

By Berita Terkini, Press Release

DESAMIND.ID Surakarta, (21/03) – Desamind Indonesia secara resmi melantik 380 perangkat Desamind Chapter periode 2024 yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia sekaligus sukses melaksanakan reuni akbar via online zoom meeting.

Berdasarkan hasil open recruitment tahun 2024, terdapat lima chapter baru yang akan ikut serta mengepakkan sayap memajukan desa bersama Desamind. Chapter-chapter tersebut yaitu Malang, Majalengka, Maros, Magelang, dan Asmat. Dengan demikian, Desamind Chapter Indonesia saat ini adalah 14 yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Antusiasme Perangkat Chapter Asmat. Foto/doc.Desamind

Dalam kesempatan pelantikan ini, Director Chapter Division, Abdul Aziez memberikan suntikan semangat kepada seluruh anggota chapter untuk senantiasa menyalakan lilin-lilin desa di Indonesia melalui berbagai gerakan.

“Momentum ini menjadi langkah awal teman-teman untuk nantinya berkontribusi untuk desa. Mari terus semangat dan saling menguatkan,” ungkap Aziez.

Agenda pelantikan yang melibatkan seluruh perangkat chapter dan pengurus Desamind Indonesia ini juga dimanfaatkan sebagai reuni akbar dalam rangka mempererat tali silaturrahim dan saling sharing sejauh mana peran Desamind dalam memberikan kontribusi positif.

Managing Director Desamind, Zakky Muhammad Noor dalam kesempatan ini berpesan untuk terus menjaga Core Values Desamind yang menjadi nilai-nilai utama dan perlu dijunjung tinggi dalam menjalankan program-program kebermanfaatan dari desa untuk Indonesia.

Fun. Ownership, Collaborative, and Integrity harus kita pegang dan terus dijadikan pedoman agar apa yang kita lakukan benar-benar memiliki impact positif,” pungkas Zakky.

Penulis: Abdul Aziez

Editor: Ahmad Zamzami

Desamind Chapter Purbalingga Sukses Hadirkan Inovasi Baru melalui Pelatihan Kewirausahaan di Desa Karangjengkol

By Berita Terkini

DESAMIND.ID Purbalingga (24/02) – Desamind Chapter Purbalingga dengan bangga mengumumkan keberhasilan pelaksanaan Pelatihan Kewirausahaan Produk Dodol Nanas yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 24 Februari 2024 di Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. 

Tujuan pelatihan ini yaitu untuk memberikan wawasan, keterampilan dan jiwa kreativitas kepada masyarakat tentang potensi bisnis dalam menghasilkan dodol nanas yang berkualitas. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui dan berinovasi terkait tentang pemanfaatan buah nanas yang apabila dikembangkan akan menjadi sebuah produk usaha yang bernilai jual tinggi sehingga dapat menunjang taraf hidup serta perekonomian masyarakat. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dan  antusiasme yang cukup tinggi dari masyarakat setempat dan para peserta kegiatan.

Seperti yang kita tahu, Desa Karangjengkol memiliki lahan perkebunan buah nanas yang cukup luas dan subur. Namun, kurangnya pengetahuan dari masyarakat tentang pengolahan produk turunan nanas membuat potensi manfaat tidak maksimal didapatkan. Selain itu, keterbatasan pada pemasaran buah nanas mentah tanpa mengolahnya mengakibatkan nilai jual yang diterima pun masih terbilang cukup rendah. 

Dodol Nanas adalah salah satu produk olahan dari buah nanas yang potensial dalam meningkatkan nilai jual buah nanas dan memberikan tambahan nilai ekonomis bagi masyarakat Desa Karangjengkol. Melihat potensi dan masalah tersebut, Desamind Chapter Purbalingga menginisiasi Program Pelatihan Pembuatan Dodol Nanas. 

Kegiatan ini diawali dengan persiapan panitia dan segenap volunteer yang turut serta menghadiri pada pukul 08.00 WIB di lokasi yang dilanjutkan dengan pengondisian peserta. Tempat pelaksanaan berada di Gedung Serbaguna Desa Karangjengkol dimulai pada pukul 09.00 WIB berupa sambutan dari Ibu Sutirah, Kepala Desa Karangjengkol. Kegiatan dilanjutkan dengan proses pembuatan dodol nanas yang terbagi ke dalam 2 kelompok yang masing-masing kelompok ada pembagian tugasnya sendiri yaitu bagian pembuatan dan bagian pengemasan/packaging

Dokumentasi oleh : Devi Yulianasari

Teknis pembuatan dodol nanas dimulai dari pengupasan kulit dilanjut pembersihan buah nanas sehingga dodol yang dihasilkan pun akan terjaga kehigienisannya. Buah nanas kemudian diblender sampai halus. Setelah itu, dilakukan proses memasak dengan mencampur nanas yang sudah dihaluskan dengan beberapa bahan lain sampai matang. Proses pembuatan dodol nanas ini memakan waktu yang relative cukup lama (± 2 jam). Proses pembuatannya pun perlu dilakukan dengan mengaduk secara terus menerus. Jika dodol sudah matang maka akan dilanjutkan dengan proses pengemasan yang cantik dan menarik. 

Selain kegiatan pembuatan dodol nanas, acara ini pun dilanjutkan dengan kegiatan yang tidak kalah menarik yaitu susur desa yang dilaksanakan oleh tim volunteer. Susur desa ini bertujuan untuk menggali dan mengobservasi terkait potensi dan permasalahan yang sedang dihadapi oleh desa tersebut. Terlihat antusias dan semangat yang tinggi dari tim volunteer serta sambutan yang hangat dari masyarakat sehingga tercipta kekompakan dan keselarasan dari kegiatan susur desa tersebut. 

Acara ini berlangsung hingga pukul 13.30 WIB, diakhiri dengan sesi foto bersama Tim Desamind Chapter Purbalingga, volunteer dan segenap peserta Pelatihan Kewirausahaan Dodol Nanas. Kegiatan berjalan dengan kondusif meskipun cuaca sempat hujan ketika memasuki waktu sore.

Dengan pengolahan yang tepat, buah nanas dapat diubah menjadi produk bernilai jual tinggi, menambah variasi produk lokal dan membuka peluang bisnis baru bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di desa tersebut. 

Program pelatihan pembuatan dodol nanas merupakan langkah awal untuk mendorong kreativitas dan inovasi dalam pengolahan hasil perkebunan lokal di Desa Karangjengkol. Harapannya dengan pelatihan ini masyarakat akan semakin tertarik untuk mengembangkan potensi dan kemampuan mereka dalam mengolah buah nanas menjadi produk yang bernilai tambah serta mampu menjadi sumber mata pencaharian baru yang dapat meningkatkan pendapatan warga lokal.

Penulis : Navrila Aida Pangesti, Divisi Program Strategis, Desamind Chapter Purbalingga.