Purbalingga – Dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Purbalingga ke-19 pada Kamis, 18 Desember 2025, Desamind Indonesia Foundation menorehkan prestasi membanggakan. Hardika Dwi Hermawan, Founder Desamind sekaligus tokoh pendidikan dan pemberdayaan pemuda dari Desa Cipaku, menerima penghargaan sebagai Pemuda Inspiratif Kabupaten Purbalingga bidang pendidikan dan sosial yang diserahkan langsung oleh Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif pada puncak acara Pahargyan Agung di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga.
Penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Purbalingga ke-195 yang mengusung tema “Sinergi, Kolaborasi untuk Akselerasi Purbalingga Baru”, sebuah refleksi perjalanan panjang daerah sekaligus komitmen untuk terus menghadirkan pembangunan inklusif dan berdampak bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam sambutannya, Fahmi menyampaikan apresiasi atas kontribusi pemuda daerah yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui kerja-kerja pendidikan dan sosial. Menurutnya, peran pemuda menjadi kunci penting dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi kepada pemuda Purbalingga yang tidak hanya berprestasi secara personal, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Fahmi.

Gambar 1. Founder Desamind bersama Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga
Hardika Dwi Hermawan dipilih sebagai Pemuda Inspiratif berkat kiprahnya dalam mendorong pendidikan, literasi digital, dan pemberdayaan generasi muda desa melalui Desamind Indonesia Foundation. Desamind selama ini telah menjadi wadah bagi pemuda desa untuk mengembangkan kompetensi, memperkuat kapasitas lokal, serta menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan sosial-pendidikan di berbagai wilayah Indonesia, terutama dari basis desa ke skala nasional.
Di bidang pendidikan, Desamind menghadirkan Beasiswa Desamind, sebuah program yang membuka akses pendidikan bagi pemuda dari desa. Beasiswa ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga pendampingan pengembangan diri, kepemimpinan, dan pengabdian sosial agar penerima beasiswa dapat kembali berkontribusi bagi komunitasnya.

Gambar 2. Kegiatan Desamind, PTI UMS, di PKBM Cakra Purbalingga
Selain pendidikan formal, Desamind mengembangkan pendekatan pemberdayaan berbasis potensi lokal melalui Desamind Farm di Sukabumi. Program ini mengusung konsep agroeduwisata, yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, edukasi, dan pemberdayaan pemuda. Desamind Farm menjadi ruang belajar alternatif bagi masyarakat dan generasi muda untuk memahami pertanian berkelanjutan, kewirausahaan desa, serta ketahanan pangan.
Di wilayah Indonesia Timur, Desamind turut menginisiasi Wanasaba Trigona Center di Lombok, sebuah pusat pengembangan lebah trigona yang memadukan konservasi lingkungan, edukasi, dan penguatan ekonomi masyarakat desa. Program ini tidak hanya mendorong pelestarian alam, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal dan pengetahuan masyarakat. Hingga saat ini Desamind telah tersebar di berbagai daerah mulai dari Aceh hingga Papua, termasuk Desamind Chapter Purbalingga.
Berbagai program tersebut diperkuat melalui Sekolah Local Heroes serta Desamind Research and Training Center, yang berperan sebagai ruang pembelajaran, riset terapan, dan pelatihan bagi pemuda, guru, dan komunitas desa. Pendekatan yang digunakan menekankan kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat agar ilmu pengetahuan benar-benar hadir sebagai solusi.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas perjalanan panjang Hardika sebagai pemuda desa yang kembali membawa ilmu dan pengalaman untuk membangun komunitasnya. Dari menginisiasi Desamind hingga memperluas jangkauan program pemberdayaan, kontribusi Hardika menunjukkan bagaimana pemuda desa dapat menjadi aktor perubahan yang nyata, tidak hanya di Purbalingga tetapi juga di berbagai komunitas desa di seluruh Indonesia.