Skip to main content
Category

Press Release

Desamind Ikut Terlibat Dalam Kegiatan Pelatihan Peningkatan Karakter Pemuda yang Diselenggarakan Oleh Kemenpora

By Berita Terkini, Press ReleaseNo Comments
Sumber: Desamind Indonesia

Solo (14/02) – Desamind turut serta dalam kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kemenpora Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda pada 14 – 18 Februari 2022 lalu. Kegiatan ini mengambil tema Pelatihan Peningkatan Karakter Pemuda Dalam Era Digital dan diselenggarakan di Hotel Novotel, Solo, Jawa Tengah.

Penyelenggaraan pelatihan ini ditujukan untuk membentuk karakter masyarakat terkhususnya pemuda yang beretika dalam berinteraksi di dunia maya. Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Faisal Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan pelatihan ini dapat membentuk karakter pemuda yang terampil dalam bidang digital dan berkarakter positif sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan influencer bagi pemuda dan masyarakat Indonesia lainnya.

Kegiatan Pelatihan Peningkatan Karakter Pemuda Oleh Kemenpora

Acara ini dihadiri oleh 50 peserta perwakilan pemuda dari berbagai unsur seperti pemuda difabel, mahasiswa, komunitas Pemuda, Pemuda binaan Kemenpora/Dispora serta pegawai/ASN/Dispora, salah satunya yaitu perwakilan dari Desamind.

Selama lima hari pelaksanaan, kegiatan pelatihan ini diisi oleh berbagai materi mengenai keterampilan digital. Melihat kondisi anak muda zaman sekarang, Perwakilan Wali Kota Surakarta, Joni Hari Sumantri mengatakan bahwa industri kreatif berbasis konten digital telah menjadi sektor yang paling produktif di masa pandemi sekarang ini.

Putri Aulia Pasa, Vice Director of Public Relations, sebagai perwakilan dari Desamind juga menyampaikan bahwasannya kegiatan kepemudaan seperti ini dapat menumbuhkan keterampilan digital, meningkatkan rasa empati dan kolaboratif, dan menumbuhkan pemuda yang bisa memimpin, kreatif, produktif, bisa menghasilkan konten digital dan memberi arti dan manfaat terhadap sekitarnya. Harapannya Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora dapat membuat pelatihan kepemudaan di daerah lainnya secara continue dengan mempertimbangkan urgensi dan kebutuhan.

Desamind yang merupakan organisasi non-profit dalam pelaksanaan visi misinya juga menyertakan pemuda-pemuda desa untuk memajukan desa yang berpendidikan dan melek peradaban. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi Desamind dalam peningkatan karakter pemuda yang melek teknologi, kreatif, menginspirasi dan memiliki tekad untuk memajukan negeri.

Penulis: Kamilya Anjani Putri

Editor: Putri Aulia Pasa

Wisuda dan Monev Akhir Awardee Beasiswa Desamind 1.0, “Satu Tahun Menjadi Awardee, Seumur Hidup Menginspirasi.”

By Berita Terkini, Press ReleaseNo Comments

Minggu, 2 Januari 2022 – Desamind Indonesia Foundation sukses menyelenggarakan acara Monitoring & Evaluasi (Monev) dan Wisuda Awardee Beasiswa Desamind 1.0 secara daring. Acara ini menandakan berakhirnya pemberian beasiswa kepada para awardee beasiswa yang telah diseleksi oleh para juri pada 30 November 2020 lalu. 

Acara ini dihadiri oleh seluruh Awardee Beasiswa Desamind 1.0, mentor awardee merangkap juri, Awardee Beasiswa Desamind 2.0, dan divisi Program Development sebagai panitia acara. Acara ini diawali dengan pembukaan oleh MC, Fiki Nila dari divisi Program Development dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lalu dilanjutkan dengan sambutan oleh Hardika Dwi Hermawan, M.Sc(ITE) selaku President Director Desamind Indonesia Foundation.

“Sumber daya terbesar yang dimiliki Indonesia bukan Sumber Daya Alamnya, tetapi Sumber Daya Manusianya itu sendiri. Kalau Sumber Daya Alamnya bagus, tapi Sumber Daya Manusianya tidak diolah dengan bagus, bisa jadi kita hanya merusak lingkungan. Harapannya, pengalaman yang didapatkan di lapangan akan menjadi momen berharga untuk diingat bahwa ada anak-anak yang menunggu saya untuk kembali ke Indonesia dan mengabdi”, ujar Kak Dika

Kak Dika menutup sambutan dengan sebuah quote “Jika kita tidak bisa menjadi jalan raya, cukup menjadi jalan setapak yang dapat dilalui oleh orang. Jika kita tidak bisa menjadi matahari, cukup menjadi lentera yang dapat menyinari sekitar. Jika kita tidak dapat menjadi obor di Jakarta, cukup dengan menjadi lilin-lilin di desa yang bisa menerangi lebih dari 70 ribu desa”.

Sambutan kedua oleh Evi Lestari, B.Ed selaku trustee (pembina) dari Yayasan Desamind Indonesia Foundation. “Harapannya, nilai-nilai kebermanfaatan yang terlahir melalui program yang sudah terlaksana ini terus mengalir dan berlanjut meskipun nanti sudah wisuda dan selesai.” 

Mba Evi mengakhiri sambutannya dengan memberikan pesan bahwa tidak cukup untuk menjadi baik dan sukses, tetapi perlu ada usaha, kepedulian, semangat mengambil peran, dan peka terhadap sekitar sehingga kita dapat membawa jejak-jejak kebaikan di muka bumi. Setelah sambutan, dilanjut dengan penyampaian hasil monev awardee beasiswa Desamind 1.0 yang diurutkan berdasarkan undian. Setiap awardee diberikan waktu 15 menit untuk mempresentasikan program dan tanya jawab.

Presentasi pertama disampaikan oleh Emi Triani yang dimentori oleh Lailati Rohmah dengan Program Baladesa.id. Program ini bertujuan untuk merevitalisasi komponen penggerak desa, mengajak pemuda bagaimana caranya berkontribusi di desanya masing-masing dengan memberikan edukasi mengenai desa. Beberapa programnya antara lain membentuk sekolah desa dan karang taruna, projek sosial (omah dhewe) sebagai tempat literasi dan pengembangan anak-anak desa. Program ini dilaksanakan di desa Bantengan, Karanggede, Boyolali. Selengkapnya bisa dilihat di Instagram @baladesa_id.

Bagas Primandaru yang dimentori oleh Evi Lestari menyampaikan hasil monev program Bumi Trikarso: Dari Desa Untuk Indonesia. Program dari Bumi Trikarso yaitu memanfaatkan lahan Desa Trikarso, Kec. Sruweng, Kebumen yang masih kosong dengan menanam tumbuhan yang bernilai jual, seperti lidah buaya yang dapat diolah menjadi keripik dan minuman lidah buaya. Info selengkapnya bisa dilihat di Instagram @bumi_trikarso.

Selanjutnya, presentasi disampaikan oleh awardee ketiga yaitu Aan Munandar yang dimentori oleh Zakky Muhammad Noor dengan program Lingkar Dahan. Berangkat dari masalah banyaknya dijumpai sampah organik ranting dan kayu di Desa Sendangsari, Sleman, Yogyakarta. Aan berinisiatif untuk mengolah sampah tersebut menjadi produk layak jual, salah satunya jam dinding kayu yang diberi nama “Divine Timepiece”. Info lengkapnya bisa dilihat di Instagram @lingkar.dahan.

Awardee keempat yang menyampaikan program adalah Aulia Syifa Ardiati yang dimentori oleh Dita Puji Rahayu dengan program Kianmembumi.id. Berangkat dari masalah pencemaran udara dan penurunan pendapatan karena COVID-19, Syifa merancang program pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Adipala, Kabupaten Cilacap. Produk yang dihasilkan berupa penanaman kangkung, pemberdayaan kebun KWT, pembuatan abon lele, pembuatan pupuk kompos, dan lain sebagainya. Info selengkapnya dapat dilihat di Instagram @kianmembumi.id.

Terakhir Alfiana Eka Priyanika yang dimentori oleh Hardika Dwi Hermawan menyampaikan monev program Menyapa Lereng Merapi. Program ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat guna meningkatkan kualitas pendidikan di Dukuh Gilir Pasang dan Dukuh Ngringin, Desa Tegalmulyo, Kec. Kemalang, Kab. Klaten. Program dari Menyapa Lereng Merapi ini antara lain Waste scholarship, rumah belajar lentera, dan mentorship. Info mengenai program ini dapat dilihat di Instagram @menyapa.lerengmerapi.

Dokumentasi sesi monev: presentasi program oleh salah satu awardee

Setelah awardee menyampaikan hasil monev dan ditanggapi oleh juri, acara selanjutnya yaitu Wisuda Awardee Beasiswa Desamind 1.0. Wisuda dilakukan simbolis dengan penyerahan sertifikat kepada para awardee dan para mentor disertai sepatah kata dari mereka. 

Penyerahan sertifikat diawali oleh Aan Munandar dengan mentor Zakky Muhammad Noor, Alfiana Eka dengan mentor Hardika Dwi Hermawan, Aulia Syifa dengan mentor Dita Puji Rahayu, Bagas Primandaru dengan mentor Evi Lestari, dan terakhir Emi Triani dengan mentor Lailati Rohmah. Acara selanjutnya yaitu pembacaan surat keputusan mengenai penetapan kelulusan Awardee Beasiswa Desamind 1.0 dan diakhiri dengan penutup dan sesi foto bersama. 

Dokumentasi sesi foto bersama di akhir acara

Yulia Susanti, selaku PIC Program Beasiswa Desamind 1.0 ini berharap semoga para alumni Beasiswa Desamind 1.0 dapat memberikan dampak dan kebermanfaatan di setiap pijakan bumi. Desamind, Ingat Bangsa Ingat Desa!

Penulis : Kamilya Anjani Putri
Editor : Hardika Dwi Hermawan dan Putri Aulia Pasa

Internal Mentoring #2 Divisi Public Relation Desamind dengan Tema Mastering Public Speaking: Pelatihan MC dan Moderator

By Berita Terkini, Press ReleaseNo Comments

Kamis, 26 Agustus 2021 – Setelah sukses menggelar acara mentoring internal pertama beberapa pekan lalu, Divisi Public Relation Desamind kembali melaksanakan mentoring internal kedua pada Kamis malam (26/08/2021). Tema yang diusung pada sesi kali ini adalah “Mastering Public Speaking: Pelatihan MC dan Moderator”. Tidak berbeda dengan kegiatan sebelumnya, mentoring internal kedua ini juga dibutuhkan oleh para Associate Divisi Public Relation guna meningkatkan kemampuan Public Speaking saat melakukan hubungan kerjasama antara Desamind dengan pihak luar.

Menghadirkan pembicara yakni Meilinda Putri Wijayanti, S.T., mahasiswi S2 Institut Teknologi Bandung yang sudah malang-melintang berperan sebagai MC dan moderator di berbagai acara, mulai dari tingkat Fakultas hingga tingkat Nasional. Acara yang diselenggarakan pada Kamis malam tersebut berhasil mendapat antusiasme dari peserta pelatihan yang hadir. Terlihat peserta yang hadir pada acara webinar kali ini berjumlah 78 orang dengan komposisi 42 orang berasal dari pengurus Desamind Pusat, 21 orang dari pengurus Desamind Chapters, dan 15 orang peserta dari LLD Community.

Sesi foto bersama acara Webinar Internal Mentoring 2.0

Pemateri yang kerap dipanggil kak Putri ini sudah mengantongi banyak pengalaman menjadi Master of Ceremony, Moderator bahkan Speaker di berbagai acara selama masa kuliahnya hingga sekarang. Sehingga, dapat dilihat dari konten materi pada acara webinar tersebut yang berisi “daging semua”, seperti istilah yang diutarakan beliau.

Acara ini berlangsung sekitar dua jam dan diawali dengan pembukaan langsung oleh moderator acara, yakni Kamilya Anjani Putri dari divisi Public Relation. Kemudian, dilanjutkan dengan foto bersama di awal acara oleh seluruh peserta, pembacaan timeline, dan penyampaian sambutan oleh Presiden Direktur Desamind, Hardika Dwi Hermawan,S.Pd., M.Sc(ITE). Setelah sambutan dan pembacaan profil pemateri, acara berlanjut ke pemaparan materi dari kak Putri dan sesi QnA.

Penyampaian materi berlangsung sekitar 60 menit. Kak Putri membuka materi dengan memperkenalkan diri dan berbagi pengalaman beliau sekitar 15 menit. Kemudian, beliau melanjutkan dengan pembahasan awal mengenai definisi public speaking. Beliau juga menjelaskan mengenai kunci dari public speaking yang dibatasi hanya dua komponen, yakni ide dan rasa percaya diri. Setelahnya, Kak Putri menjelaskan tentang pentingnya kemampuan public speaking, manfaat, tips dan trik memiliki kemampuan komunikasi yang bagus, lalu diakhiri dengan teknik menjadi MC dan moderator yang baik.

Sesi penyampaian materi oleh Pemateri, Kak Putri

Setelah sesi materi berakhir, maka dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Moderator mengambil alih acara lalu menunjuk peserta yang hendak bertanya kepada pemateri. Sesi tanya jawab berlangsung dengan baik dan atraktif. Pertanyaan diajukan dan langsung dijawab oleh kak Putri (pertanyaan tidak ditampung terlebih dahulu). Ada perkataan Kak Putri yang penulis catat sebagai quote yang bagus. “Great things never come from your comfort zone,” yang berarti hal-hal besar tidak akan datang dari zona nyamanmu. Hal yang ditekankan oleh kak Putri pada mentoring kali ini adalah tetap mencoba, berani menghadapi tantangan, jangan menyerah, dan perbanyak koneksi.

Setelah sesi tanya jawab berakhir, ada closing statement yang disampaikan oleh kak Putri dan selanjutnya acara ditutup oleh moderator. Seperti mentoring sebelumnya, harapannya mentoring kali ini juga dapat meningkatkan kemampuan public speaking dan komunikasi yang baik bagi para anggota divisi Public Relation Desamind dan peserta yang hadir pada umumnya. Dengan begitu, peserta dapat melakukan komunikasi yang efektif, bukan hanya sekadar berbicara tanpa tujuan yang jelas.

Pengiriman Donasi Pakaian ke Yogyakarta

Membanjirnya Donasi Pakaian untuk Kampung Duofo, Papua dalam Kolaborasi Aksi Donasi Pakaian

By Berita Terkini, Press ReleaseNo Comments

Senin, 16 Agustus 2021 – Desamind Chapter Purbalingga telah mengirimkan donasi berupa pakaian layak pakai untuk disalurkan kepada warga di Kampung Duofo, Timika, Papua. Kegiatan donasi ini merupakan kolaborasi antara Desamind Chapter Purbalingga, Orbit Paper, Elemenesia Foundation, dan Yasara Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyediakan pakaian layak pakai kepada warga di Kampung Doufo.

Read More
Penyampaian Materi oleh Zakky Muhammad Noor, S.E. dibersamai Dwi Purworahayu, S.Psi. sekalu moderator

Serunya Peringatan Hut Ri Ke-76 dalam Rangkaian Acara Semarak Kemerdekaan Bersama Desamind Chapter Purbalingga X Desamind Chapter Bandung yang Diadakan Secara Virtual

By Berita Terkini, Press ReleaseNo Comments

17 Agustus 2021 – Desamind Chapter Purbalingga (DCP) kali ini berkolaborasi dengan Desamind Chapter Bandung (DCB) untuk bersama-sama meramaikan HUT RI yang ke-76 yang diadakan pada hari Selasa (17/08/2021) pukul 13.35 WIB. Acara Semarak Kemerdekaan yang digelar tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Kapasitas Diri Lewat Komunitas Sosial”. Acara ini diikuti oleh 32 orang mencakup pemateri, perangkat DCP dan DCB, serta tamu undangan, dengan menggunakan dress code bertemakan “merah putih”.

Read More

Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Tahap 1 Awardee Beasiswa Desamind 1.0

By Berita Terkini, Press ReleaseNo Comments

Minggu, 1 Agustus 2021 – Desamind sukses  menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Awardee Beasiswa Desamind 1.0 melalui platform Zoom Meeting pada hari Minggu (1/8/2021). Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengevaluasi hasil kinerja para awardee Beasiswa Desamind 1.0 dalam mengimplementasikan program pengabdian di desa masing-masing. Para awardee Beasiswa Desamind 1.0 yang melakukan presentasi pada kegiatan tersebut ialah Aan Munandar, Emi Triani, Aulia Syifa Ardianti, Bagas Peimandaru, dan Alfiana Eka Priyanika yang masing-masing berasal dari daerah yang berbeda-beda.

Sambutan oleh Yulia Susanti selaku penanggung jawab Beasiswa Desamind

Acara dibuka oleh pemandu acara, yaitu Dewi Fajar, yang merupakan salah satu associate dari divisi Program Development Desamind. Pembukaan acara diawali dengan pembacaan susunan acara yang kemudian diikuti dengan sambutan dari Yulia Susanti sebagai penanggung jawab Beasiswa Desamind serta Evi Lestari selaku trustee Desamind. Pada kata sambutannya, Yulia Susanti memaparkan bahwa kegiatan MONEV ini tidak hanya dilaksanakan untuk mengevaluasi para awardee saja, tetapi juga sebagai bahan evaluasi serta masukan para panitia dalam menyelenggarakan Beasiswa Desamind di masa yang akan datang. Sedangkan Evi Lestari, pada kata sambutannya, banyak memberikan pengingat untuk keluarga besar Desamind, termasuk para awardee Beasiswa Desamind. “Entah dengan cara apa pun kita mengukir kebaikan, yang harus diingat hanya satu; kita harus selalu berpegang kepada iman dan adab,” ujar Evi Lestari dalam kata sambutannya. 

Sesi pembuka kemudian diikuti oleh sesi presentasi awardee. Pada kegiatan ini, para awardee akan memaparkan progress kinerja mereka selama enam bulan dalam program pengabdian masyarakat sebagai salah satu rangkaian kegiatan Beasiswa Desamind. Setiap presentasi dari masing-masing awardee akan diikuti oleh sesi tanya-jawab dari tim juri. Tim juri yang hadir dalam kegiatan kali ini antara lain; Hardika Dwi Hermawan selaku founder sekaligus president director Desamind, Evi Lestari, Zakky Muhammad Noor selaku managing director Desamind, Dita Puji Rahayu selaku director divisi Growth Management Desamind, dan Lailati Rohmah selaku director divisi Sekretariat Desamind. Jajaran tim juri ini juga merupakan mentor untuk masing-masing awardee. 

Presentasi Program Kerja Bumi Trikarso: Mengolah Lidah Buaya Menjadi Keripik & Minuman oleh Bagas Primandaru

Sesi presentasi pertama diawali oleh Bagas Primandaru yang mengusung program kerja Pemanfaatan Lidah Buaya Menjadi Keripik dan Minuman. Program kerja yang dimentori oleh Evi Lestari ini dilaksanakan di Desa Trikarso, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen dan akan dieksekusi pada bulan Juli 2021 hingga akhir tahun 2021. Metode pelaksanaan program ini meliputi lima tahapan, yaitu: tahap persiapan Bumi Trikarso, pemanfaatan lahan pekarangan, tahap pengolahan lidah buaya, tahap pemasaran produk, dan evaluasi. Bagas Primandaru, pada presentasinya, memaparkan bahwa terdapat beberapa kendala dalam proses eksekusi program. Kendala-kendala tersebut antara lain, terbatasnya alat produksi yang membuat pengerjaan menjadi tidak efektif dan efisien, terbatasnya bahan baku daun lidah buaya yang sesuai dengan kualifikasi produksi, serta belum adanya pelatihan pengolahan lidah buaya menjadi makanan yang menyebabkan minimnya inovasi produk olahan lidah buaya. Dalam presentasinya, Bagas Peimandaru juga memaparkan rencana-rencana yang akan dilaksanakan untuk mengembangkan program ini diantaranya adalah mengembangkan inovasi produk olahan lidah buaya lain serta memperluas target pemasaran. Setelah presentasi berakhir, dilanjutkan oleh sesi tanya jawab dengan tim juri yang dibuka oleh Dita Puji Rahayu. Pada sesi tanya jawab tersebut disampaikan pula masukan-masukan yang dapat mendukung kegiatan program Bumi Trikarso hingga berakhir. 

Presentasi Program Kerja kianmembumi: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menggunakan Prinsip Circular Economy pada Masa Pandemi COVID-19 oleh Aulia Syifa Ardianti

Presentasi dari Bagas Peimandaru kemudian dilanjutkan oleh Aulia Syifa Ardianti dengan program kerja bertajuk kianmembumi, yang dimentori oleh Dita Puji Rahayu. Program kerja ini mengusung konsep Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menggunakan Prinsip Circular Economy pada Masa Pandemi COVID-19 dan diaplikasikan di Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap bersama dengan Kelompok Wanita Tani Sida Megar. Dalam menyusun program kianmembumi, awardee asal Cilacap ini menyorot tiga poin masalah yang melatarbelakangi program tersebut. Poin pertama yang dikemukakan oleh Aulia Syifa Ardianti adalah mengenai eksekusi Sustainable Development Goals (SDGs) yang diharapkan tidak hanya mencakup wilayah perkotaan atau industri-industri besar saja, melainkan juga perlu mencakup daerah-daerah kecil seperti pedesaan. “Apabila bicara mengenai lingkungan, industri-industri skala besar sudah ada AMDAL dan UKL UPL. Secara tidak langsung, sudah menjamin SDGs dari sekitar kawasan industri yang umumnya berada di daerah perkotaan,” tutur Aulia Syifa Ardianti, “berangkat dari hal tersebut, muncul pertanyaan; bagaimana pengelolaan SDGs di daerah pedesaan?” Poin selanjutnya yang dijabarkan adalah mengenai pencemaran udara akibat pembakaran sampah yang marak dijumpai di daerah Desa Adipala serta penurunan kegiatan ekonomi masyarakat akibat pandemi COVID-19, sebagai contoh dari krisis tersebut adalah berhentinya kegiatan KWT Sida Megar. Berangkat dari permasalahan-permasalahan tersebut, Aulia Syifa Ardianti memutuskan untuk menganut metode circular economy yang nantinya akan memanfaatkan kembali sampah sebagai modal awal dalam laju perputaran uang. Pada presentasinya, Aulia Syifa Ardianti memaparkan rangkaian rencana program kerja kianmembumi yang diantaranya adalah melakukan publikasi kegiatan “jemput sampah”. Dalam kegiatan ini, sampah-sampah yang dikumpulkan nanti akan dijual dan dijadikan modal untuk pelaksanaan kegiatan lainnya yaitu pembuatan pupuk, budidaya ikan, pembuatan produk abon ikan patin, serta memasarkan produk-produk KWT Sida Megar lainnya. Sedangkan hambatan-hambatan yang terjadi selama berlangsungnya program ini salah satu diantaranya adalah perlunya usaha lebih dalam membangun perspektif masyarakat untuk mengurangi budaya pembakaran sampah. Sesi tanya jawab yang dibuka oleh Zakky Muhammad Noor menjadi penutup untuk presentasi dari Aulia Syifa Ardianti.

Presentasi Program Kerja Menyapa Lereng Merapi oleh Alfiana Eka Priyanika

Alfiana Eka Priyanika menjadi awardee berikutnya yang mempresentasikan pelaksanaan program kerjanya. Menyapa Lereng Merapi menjadi tajuk untuk program kerja Alfiana Eka Priyanika dan dimentori oleh Hardika Dwi Hermawan. Program kerja ini dilaksanakan di Padukuhan Gilir Pasang dan Padukuhan Ngaringin, Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dengan mengusung bidang pendidikan, pengembangan masyarakat dan potensi daerah. Faktor-faktor yang melatarbelakangi program kerja tersebut diantaranya adalah akses pendidikan yang terbatas serta  kurangnya inisiatif dari generasi muda desa tersebut. Berdasarkan permasalahan serta latar belakang yang telah disebutkan, Alfiana Eka Priyanika memaparkan program-program kerja yang diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi di Desa Tegal Mulyo khususnya di Padukuhan Gilir Pasang dan Padukuhan Ngaringin. Program-program kerja tersebut diantaranya adalah Waste Scholarship, Rumah Belajar Lentera, dan Mentoring. Rumah Belajar Lentera terdiri dari beberapa buah kegiatan yakni Taman Baca yang bertujuan untuk meningkatkan literasi anak-anak Desa Tegal Mulyo, Taman Berdongeng yang dilaksanakan untuk meningkatkan budaya bertutur, serta Pohon Impian untuk meningkatkan rasa percaya diri serta optimisme anak-anak di desa setempat. Diharapkan, dengan dibuatnya Pohon Impian, Alfiana Eka Priyanika dan tim dapat membantu anak-anak Desa Tegal Mulyo untuk selalu bermimpi dan bercita-cita tinggi. Tak ketinggalan, juga dilaksanakan program beasiswa Waste Scholarship untuk anak-anak daerah setempat yang penggalangan dananya didapatkan dari Donasi Sampah dengan ikut memberdayakan masyarakat setempat dalam kegiatan ini. 

Presentasi Program Kerja Lingkar Dahan: Peningkatan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Berbasis Pemanfaatan Sampah Organik di Padukuhan Denokan, Sendangsari, Minggir, Sleman oleh Aan Munandar

Presentasi keempat diisi oleh pemaparan program kerja milik Aan Munandar, yang dimentori oleh Zakky Muhammad Noor, dengan tema Peningkatan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Berbasis Pemanfaatan Sampah Organik di Padukuhan Denokan, Sendangsari, Minggir, Sleman. Program kerja ini didasari oleh beberapa poin permasalahan yang kerap dijumpai di Padukuhan Denokan. Wilayah padukuhan yang didominasi oleh perkebunan membuat dahan-dahan dan ranting kayu pepohonan dari perkebunan berakhir menjadi limbah karena tidak dimanfaatkan dengan baik. Hal ini menjadi poin permasalahan pertama yang melatarbelakangi program kerja Aan Munandar. Selanjutnya, permasalahan kedua, yakni banyaknya ibu rumah tangga usia produktif yang berada di Padukuhan Denokan, dan tergabung dalam komunitas PKK, tidak memiliki mata pencaharian tetap. Berangkat dari permasalahan yang dipaparkan, Aan Munandar dan tim bermaksud untuk memberdayakan Ibu-Ibu PKK untuk memanfaatkan limbah ranting-ranting kayu menjadi produk yang dapat dijual dan dipasarkan. Dalam pelaksanaanya, Aan Munandar merancang beberapa tahap kegiatan. Kegiatan pertama yaitu melakukan survey pendahuluan koordinasi dengan karang taruna padukuhan setempat serta kepala padukuhan. Kemudian, tahap selanjutnya adalah penyortiran ranting-ranting kayu yang layak produksi serta pengadaan bahan. Tahap berikutnya, yang sedang dilaksanakan saat ini, ialah tahap produksi. Tahap ini meliputi tahap percobaan, perakitan produk dan finishing. Tahap keempat adalah pemasaran serta di tahap terakhir akan dilakukan koordinasi lembaga-lembaga yang akan terlibat, monitoring, serta pendampingan.

Presentasi Program Kerja Baladesa.id oleh Emi Triani

Sesi presentasi awardee ditutup oleh presentasi Emi Triani dengan program kerjanya yang bertajuk Baladesa.id dan dimentori oleh Lailati Rohmah. Latar belakang dilaksanakannya program kerja ini adalah minimnya generasi muda desa yang ingin terlibat dalam kemajuan desa. Banyak anak-anak muda yang berasal dari desa, dan telah sukses meniti karir, enggan untuk kembali dan membangun desanya. Sementara itu, tidak sedikit pula orang-orang desa yang merasa kalah bersaing dan pesimis dapat memberi dampak terhadap desanya. Ada juga yang tergerak untuk berkontribusi namun terkendala oleh berbagai macam faktor. “Padahal, pembangunan desa yang berkelanjutan menyumbang 74% pada pembangunan nasional,” ujar Emi Triani dalam presentasinya. Sehingga, menurut Emi Triani, sangat penting untuk membantu para pemuda desa dalam memunculkan jiwa kepemimpinan serta membagikan ilmu yang dapat berguna untuk pengelolaan desa. Dari pemaparan tersebut, Emi Triani kemudian berangkat membangun sebuah platform yang bertujuan untuk memberikan informasi-informasi terkait desa, yakni platform Baladesa.id. Konten-konten yang disajikan dalam platform ini antara lain adalah, funfact seputar desa, informasi desa dari segi sosial, budaya, dan politik, kajian antroposentris desa, serta bincang desa yang merupakan media podcast para pemuda desa untuk menyampaikan harapan serta pandangannya terhadap desa. Baladesa.id juga memiliki sebuah kegiatan bertajuk Sekolah Desa yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para pemuda desa dalam mengembangkan desa seperti kebijakan anggaran, pengelolaan desa yang berkelanjutan, dan pemberdayaan sumber daya manusia. Selanjutnya, terdapat pula kegiatan Swadaya Desa untuk wadah melakukan sosialisasi dan penyuluhan terhadap kelompok desa. Emi Triani berharap Swadaya Desa dapat menjadi output dari keberlangsungan Sekolah Desa karena, melalui program Sekolah Desa, ia berharap dapat mencetak penggerak-penggerak desa yang dapat menjalankan Swadaya Desa. Sekolah Desa akan dimulai di Dusun Etanan, Desa Bantengan, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali dan harapannya dapat mencakup beberapa desa lainnya di masa depan. Sesi presentasi terakhir ini diakhir dengan sesi tanya jawab yang dibuka oleh Dita Puji Rahayu.

Sesi Foto Bersama Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Awardee Beasiswa Desamind 1.0 hari Minggu, 1 Agustus 2021, 13.00 WIB – 16.30 WIB

Acara ditutup oleh closing statement dari setiap juri yang diawali oleh Zakky Muhammad Noor dan diakhiri oleh Hardika Dwi Hermawan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Harapannya, dengan berlangsungnya kegiatan Monitoring dan Evaluasi Awardee Beasiswa Desamind 1.0 ini, para awardee dapat saling menginspirasi satu sama lain dan menjadi pelajaran serta catatan penting untuk keberlangsungan program kerja masing-masing.