Desamind Indonesia sukses menyelenggarakan Lilin Inspirasi yang ke-2 di SDS 015 Best Agro dan TK Marundo Jaya, Desa Gandis, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Desamind Indonesia sukses menyelenggarakan Lilin Inspirasi yang ke-2 di SDS 015 Best Agro dan TK Marundo Jaya, Desa Gandis, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
DESAMIND.ID Jakarta (09/03) – Desamind Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai inovasi sosial terbaik dalam acara Townhall Muda Nusantara 2024. Pada upacara penghargaan yang diadakan di Jakarta pada Sabtu (09/03) lalu, Desamind Indonesia berhasil meraih gelar sebagai Projek Sosial Terbaik, menegaskan perannya yang signifikan dalam pembangunan kepemudaan, pedesaan yang berdampak dan berkelanjutan.
Prestasi gemilang ini didasari oleh visi dan kinerja luar biasa Desamind Indonesia yang telah memberikan manfaat kepada lebih dari 26.000 masyarakat Indonesia melalui lebih dari 330 projek sosial yang dijalankannya. Proyek ini menjadi representasi konkret dari semangat kolaborasi antara pemuda, komunitas, NGO, swasta dan pemerintah yang diakui oleh berbagai pihak sebagai fondasi penting bagi masa depan Indonesia menuju tahun 2045.

Hardika Dwi Hermawan, perwakilan Desamind Indonesia sekaligus President Director, menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi ini. “Alhamdulillah. Penghargaan ini bentuk nyata bahwa value yang kita bawa bersama sudah tepat dan ini bukan untuk Desamind, tapi untuk seluruh ekosistem anak muda yang terlibat di dalamnya” Ucap Hardika.
Menyambut pencapaian luar biasa ini, Direktur Kebijakan Publik Pijar Foundation, Cazadira F. Tamzil, menyatakan betapa pentingnya keterlibatan pemuda dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa. Sementara itu, Hamdan Hamedan selakuTenaga Ahli Menteri (TAM) untuk urusan Diaspora dan Kepemudaan mewakili Dito Ariotedjo, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kontribusi Desamind Indonesia. “Gerakan Townhall Muda dan penghargaan MUDA30 adalah bentuk pengakuan bagi pemuda yang tidak hanya bermimpi, tetapi juga bertindak nyata untuk memajukan Indonesia dari berbagai daerah,” ucap Hamdan.
Acara puncak Townhall Muda Nusantara 2024 juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Staf Khusus Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia, Pelaksana Tugas (Plt) Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) Muhammad Taufiq, dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Gerakan Townhall Muda 2024 bukan hanya sekedar acara seremonial, namun juga dimulainya langkah nyata dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara pemuda, pemerintah, dan sektor swasta. Dengan fokus pada pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, gerakan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret untuk masalah pembangunan yang dihadapi Indonesia di tingkat lokal dan nasional.
Desamind Indonesia sendiri merupakan organisasi sukarelawan yang memiliki misi kuat untuk menjadi pelopor dalam menciptakan pahlawan lokal yang memiliki kapasitas global dan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan masyarakat. Mereka berupaya mewujudkan visi ini dengan menggalang berbagai inisiatif dan proyek yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup di tingkat desa, dengan menggabungkan prinsip-prinsip kelestarian lingkungan, pendidikan, dan kewirausahaan.
Penganugerahan ini menegaskan peran penting Desamind Indonesia dalam membawa perubahan positif dalam masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen mereka untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi yang berarti bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Reporter : Desamind HDH / Editor : Paps
DESAMIND.ID Pasuruan (29/02) – Desamind ikut menyemarakkan acara Forum Perangkat Daerah dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kabupaten Pasuruan yang dilaksanakan dari tanggal 19-20 Februari 2024 di Royal Tretes View Hotel and Convention Pasuruan. Pada acara tersebut, Desamind diwakilkan oleh Gilang Nurul Rizal, Kepala Desa Desamind Chapter Pasuruan.
Kegiatan Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan RKPD ini berada dibawah naungan Kepala DISPORA. Peserta pada acara ini meliputi 17 Dinas di Kabupaten Pasuruan, Perwakilan KNPI se-Kabupaten Pasuruan, Perwakilan Perangkat Kecamatan se-Kabupaten Pasuruan, KONI, KORMI, Pramuka dan organisasi yang bergerak di bidang kepemudaan, serta beberapa perwakilan komunitas, termasuk Desamind Chapter Pasuruan.
Forum Penyusunan RKPD ini bertujuan untuk mendengar aspirasi berbagai sektor dan bersama-sama menyusun program kerja Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pasuruan 2024-2025.

Acara dibuka langsung oleh Taufikhul Ghony, S.E., M.Si., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pasuruan kemudian dilanjut dengan diskusi dengar aspirasi serta penyusunan rencana program kerja dan terakhir ditutup dengan pemaparan program kerja DISPORA Kabupaten Pasuruan tahun 2024-2025
Kepala DISPORA Kabupaten Pasuruan berharap OPD dan stakeholder bisa berkolaborasi dan berkontribusi untuk peningkatan kualitas SDM dan daya saing daerah untuk mendukung transformasi ekonomi inklusif.

“Alhamdulillah Desamind Chapter Pasuruan mendapat kesempatan dan kepercayaan untuk hadir dalam agenda DISPORA Kabupaten Pasuruan ini, semoga menjadi langkah baik kita untuk bisa lebih berkembang dan memperbanyak kolaborasi sehingga program yang kami lakukan nanti semakin terasa oleh masyarakat desa di Kabupaten Pasuruan” ujar Gilang Nurul Rizal.
Author: Abdul Aziz
Editor: Kamilya Anjani Putri, Putri Aulia Pasa
Desamind.id, Purbalingga (11/02) – Sebanyak 80 siswa dan mahasiswa mengikuti kegiatan penyerahan gerobak literasi oleh Tim Kegiatan Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P2AD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cakra, dan Desamind Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menumbuhkan minat literasi digital serta agar terhindar dari berita Hoaks dan Judi Online.

Ketua Tim Pengabdian, Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., MSc.ITE., menyerahkan Gerobak Literasi kepada masyarakat dan bisa langsung dimanfaatkan. Gerobak literasi berisi hasil poster buku yang telah ditulis bersama Tim P2AD UMS berkaitan dengan Pencegahan Hoaks dan Judi Online, dan karya-karya lainnya. Jadi, sebagian siswa diarahkan untuk mengikuti pelatihan dan sisanya ikut dalam kegiatan membaca bersama teman-temannya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan “Baca Bareng Teman”, yaitu kerja sama yang dilakukan dengan komunitas literasi Purbalingga untuk membaca bersama teman yang dilaksanakan di desa-desa PKBM Cakra. Kegiatan Baca Bareng Teman ini melibatkan partisipasi tutor dan siswa yang terlihat sangat antusias selama kegiatan. Harapannya, ini menjadi cikal bakal untuk mereka punya semangat terus untuk belajar.
Hardika berharap, pengabdian ini dapat mewujudkan suatu kelompok masyarakat yang sadar akan literasi dan pelatihan pencegahan judi online serta pembentukan “Satgas Hoaks dan Judi Online”. Dengan target pengabdiannya yaitu dapat menjadi salah satu final project atau tugas akhir bagi anak muda maupun masyarakat untuk berperan aktif dalam melaporkan kasus-kasus hoaks dan judi online.
Author: Satria Yudistira, Editor: Kamilya Anjani Putri dan Putri A. Pasa
Desamind.id Gumut, Selangor, Malaysia (23/02) – Sebuah perjalanan penuh kehangatan dimulai hari ini dengan tujuan memberikan dukungan dan bimbingan pendidikan kepada anak-anak migran Indonesia di Malaysia yang tidak dapat menempuh pendidikan formal di Negeri Jiran. Tenaga Migran Indonesia di Malaysia kebanyakan adalah mereka-mereka yang berasal dari berbagai desa-desa di Indonesia.
Desamind Indonesia berhasil menyelenggarakan kegiatan Monitoring and Evaluation (MONEV) tahap pertama secara daring. Monev ini bertujuan untuk mengevaluasi kemajuan proyek sosial yang dijalankan oleh Awardee Beasiswa Desamind berPijar, yang meliputi Dian Arifando Rusyadi, Devi Nurbaeti, Putri Felita Listiani, Ego Ibnu Wijaksena, dan Lalu Junaedi Halki yang berasal dari berbagai desa di Indonesia.
Jagongan merupakan program dari divisi program strategis bertujuan sebagai tempat berdiskusi dan saling tukar pikiran mengenai permasalahan di desa. Kata ‘Jagongan’ berasal diambil Bahasa Jawa “njagong” berarti duduk santai bersama kawan, untuk menjalin hubungan yang erat dan membangun komunikasi yang baik.
Delapan puluh siswa-siswi PKBM Cakra Kecamatan Mrebet hadir dalam Program Seminar dan Pelatihan Literasi Digital Pencegahan Hoaks dan Judi Online yang dilaksanakan di Balai Desa Cipaku. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Forum Group Discussion (FGD) pada pekan sebelumnya 8/11.
Kegiatan Mentoring Class bagi para awardee Desamind berPijar telah terlaksana dengan lancar pada Minggu (19/11). Dalam mentoring keempat ini, para awardee dibekali materi mengenai Product Innovation & Funding Strategy dengan narasumber Dias Sunandi, Program Lead of Lestari by Pijar Foundation.
GUNUNGKIDUL (29/10) – Desamind Chapter Gunungkidul, organisasi non-profit bidang sosial kemasyarakatan terus berinovasi dan menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Seperti kegiatan yang baru ini diadakan, Desamind Chapter Gunungkidul menyelenggarakan festival Ecoprint pada hari Minggu (29/10) bertempat di pendopo Kalurahan Nglegi.
Kegiatan ini mengundang antusias peserta sebanyak 45 orang anak dari usia 6 hingga 15 tahun dan berkolaborasi dengan Indika Foundation, Desamind Indonesia, Saung Lentera Nglegi, Karang Taruna Wahana Kartika Muda, dan Remaja Masjid (Greinstar).
Festival ecoprint bertujuan untuk memberikan pembekalan keterampilan kepada anak-anak sekitar dalam mengolah bahan alam menjadi kerajinan yang memiliki nilai guna bahkan nilai jual tinggi sebagai bentuk penyelenggaraan literasi finansial. Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan dari pagi hingga siang hari ini dilaksanakan dengan penuh antusias. Kegiatan ini juga menghadirkan permainan menarik, seperti penampilan tari medley nusantara hingga tepuk anti bullying.
Aidinan selaku penanggung jawab acara mengatakan bahwa ecoprint merupakan sebuah teknik mencetak pada kain atau media lain dengan menggunakan pigmen alami dari tanaman. Kegiatan mencetak tersebut menimbulkan motif dari daun dan bunga pada media yang ditempel.
Festival ini menggunakan bahan alam dan setiap peserta dibebaskan untuk berkreasi menggunakan daun dan bunga yang telah dibawa. Peserta membawa macam-macam bahan, di antaranya daun pepaya, bunga pacar banyu, dan daun jarak dan menggunakan media totebag berbasis teknik pounding.
Teknik pounding merupakan teknik pencetakan pola daun-daun dan bunga yang telah dipilih dengan cara dipukul menggunakan palu ke permukaan totebag. Pigmen alami dari daun-daun tersebut menempel dan menghasilkan pola yang indah dan unik pada permukaan totebag.
Aidinan menyampaikan rasa senangnya bisa membersamai kegiatan ini. “Saya sangat senang karena bisa terlibat dan dapat membagikan ilmu yang saya miliki untuk orang lain. Semoga ilmu ini dapat bermanfaat dan berguna bagi adik-adik peserta festival ecoprint,” ucapnya.
Kegiatan ini diapresiasi oleh warga setempat. Ibu Wasriyati, S.Pd, AUD, penasihat Saung Lentera Nglegi mengatakan bahwa kerja sama dengan berbagai lini ini sangat bermanfaat untuk anak-anak agar punya keterampilan dan mengurangi bermain gawai. Selain itu, kegiatan ini dapat dijadikan sarana menanamkan nilai-nilai perdamaian, serta memupuk rasa cinta tanah air dan lingkungan melalui kreasi dari kearifan lokal yang ada dalam rangka menyongsong hari sumpah pemuda.
“Saya senang di daerah kami ada anak muda yang peduli pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pembangunan desanya, salah satunya dengan mengadakan festival ecoprint. Kegiatan ini sangat bagus dan positif,” ucap Ibu Wasriyati.
Pelaksanaan proyek ini pun diharapkan dapat menambahkan keterampilan anak-anak di Kalurahan Nglegi dan dapat mengembangkan potensi mereka lebih jauh lagi ke depan.
***
Ocha Gadis Anggita, Desamind Chapter Gunungkidul
Foto: Dokumentasi Tim Medinfo Desamind Gunungkidul